Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan

Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan
Body shaming


__ADS_3

Episode #78


    Empat bulan berlalu dalam sekejap.


  Akhir akhir ini tidak ada permasalahan yang serius terjadi.


  Semenjak insiden jatuhnya Camilla di atas catwalk dalam event Bali Fashion show, di musium pasifika di Nusa Dua Bali, karir Camilla sedikit meredup, tidak ada lagi jadwal pemotretan atau endorse dengan bayaran tinggi, sekarang Camilla hanya menjalani sisa kontrak, seperti syuting sitkom drama, yang di tayangkan PT GARUDA TV NUSANTARA dan beberapa iklan lainnya, tidak ada lagi job padanya, walaupun Melinda Sudah berusaha mencari pekerjaan, tetap tidak ada.


   Alasan berbagai perusahaan berbeda beda, ketika menolak jasa Camilla, ada yang mengatakan bahwa mereka sudah menemukan model yang cocok, ada yang mengatakan, bahwa mereka belum menyiapkan konsep acara yang cocok, akan tetapi alasan sebenarnya adalah, karena penampilannya Camilla Sudah tidak Menarik lagi, Dalam empat bulan terakhir, Camilla Sudah mengalami kenaikan berat badan sebanyak dua belas kilogram, atau tiga kilogram perbulan, tubuh Camilla tidak bisa di katakan obesitas, hanya gemuk saja, akan tetapi, di dunia entertainment seperti sekarang, itu merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan apakah karirnya akan terus berlanjut atau tidak.


  Para pihak perusahaan tidak mengatakan alasan yang sebenarnya, karena mereka tidak ingin di katakan melakukan body shaming, Body shaming adalah tindakan mengejek atau menghina seseorang dengan berkomentar tentang penampilan mereka baik secara langsung atau tidak langsung.


 Hal ini sangat berbanding terbalik dengan karir Asyifa, yang berperan sebagai Humaira Pramesti, karirnya semakin melejit, berbagai tawaran job setiap harinya berdatangan, jadwal pemotretan dan syuting iklan mengantri, belum lagi tawaran syuting dari berbagai stasiun televisi yang lain, untuk hadir sebagai bintang tamu atau ikut berperan dalam berbagai sinetron, Bastian, selaku menejer dari Humaira, tentu saja sangat berbahagia, dengan keadaan seperti ini, dia tidak perlu mencarikan pekerjaan, pekerjaan mendatanginya, ingin sekali laki laki itu mengambil semua job tersebut, akan tetapi dia selalu mengingat perkataan Nona Boss nya, " kesehatan dan ketenangan lebih penting, walaupun uang tampak menggiurkan, tujuan kita bukan uang atau popularitas, dan lebih baik berbagi kesempatan untuk yang lain maju juga, hidup ini singkat, dan waktu berharga, jadi jangan nanti menyesal, karena tidak bisa menikmati waktu di masa muda, karena fokus mengejar uang,"


  Mengingat itu Bastian hanya menghela nafas besar, ini berbeda sekali dengan prinsip artis sebelumnya yang ia tangani, siapa lagi kalau bukan Camilla, sosok yang selalu mendewakan uang, Bastian tidak tahu saja, jika Nona Boss nya yang sekarang tidak pernah kekurangan uang, dan tujuan sebenarnya terjun di dunia hiburan adalah, meredupkan dan menendang Camilla dari dunia hiburan, hal itu, sedikit demi sedikit sudah mulai membuahkan hasil.


   ****


   Di apartemen Camilla.


  " Cukup Mil,! kamu tidak boleh makan lagi! lihat ini, semua ini makanan berlemak, kalorinya tinggi! kamu tidak sadar dengan berat badan kamu yang semakin naik? kalau begini terus lama lama kita gak akan dapat job samasekali" pekik Melinda, dia langsung menarik piring dari genggaman tangan Camilla dan langsung membuang makanan tersebut ke wastafel.


  Camilla yang sedang asik bermain ponsel sambil menyantap mie ayam bakmi jumbo yang di pesan, sontak kaget mendengar pekikan Melinda yang tiba tiba datang, dan dia lebih kaget lagi, ketika Melinda merampas makanannya dan membuangnya ke wastafel, sontak dia merasa kesal sekali, wajahnya sudah memerah seperti kepiting rebus, siap menyemburkan amarahnya.


  " Kamu bilang apa barusan? coba ulangi sekali lagi, kita gak dapet job? kita gak dapet job? perkataannya di ulangi lagi, gemeretuk giginya terdengar, " Kamu yang tidak becus cari kerjaan, trus kamu limpahkan ketidak becusanmu sama aku? begitu?" hardik Camilla.

__ADS_1


   Melinda menghela nafas besar, dia masih berdiri di hadapan wastafel dengan posisi membelakangi Camilla, kemudian dia berbalik dan melihat sahabatnya itu dengan tatapan lembut, " Kamu salah faham, bukan begitu maksudku, sebagai seorang publik figur kamu harus memperhatikan penampilan dan bentuk tubuhmu, bagaimanapun di negara ini, semua masih memandang fisik, standar kecantikan disini cukup tinggi, kita tentu saja harus bersaing dengan mereka yang lebih dari kita, ayolah Mil! sudah tidak ada job baru, semua job sekarang hanya menunggu selesainya kontrak, selain itu tidak ada!" Melinda mengatakan yang sebenarnya, dia terkesan seperti bersahabat yang begitu peduli, tetapi di dalam hatinya terus mencibir, " mampus kan sekarang, mampus!"


  Camilla menurunkan tangannya yang melengkung di pinggangnya, Raut wajahnya kembali seperti warna sebelumnya, tidak memerah lagi seperti kepiting rebus, kemudian dia duduk kembali di sofa, mengambil ponselnya dan kembali bermain, dia mengabaikan Melinda sepenuhnya.


  Melinda Hanya melihat dan menghela nafasnya perlahan, dia terlihat nampak berusaha sabar, tapi dalam hati dia sangat puas dengan kerja kerasnya selama ini, dia sukses menaikkan berat badan Camilla, si ulat bulu betina.


  Kemudian Melinda membuka kulkas, dia sudah menyiapkan berbagai macam buah-buahan di sana sebagai cemilan sehat jika Camilla merasa kelaparan, akan tetapi sampai sekarang buah itu masih tetap utuh, Camilla tidak pernah mengkonsumsinya, Dia lebih suka memesan makanan dari luar.


  Melinda kemudian mengeluarkan, kurma, alpukat, mangga dan daging kelapa muda, dengan terampilnya dia menata potongan buah tersebut di atas piring ala ala master chef, dia juga membuat smoothies pisang, Melinda lebih suka membuat smoothies daripada jus, karena smoothies menyisakan ampas dari sayuran atau buah yang di lumatkan, dan berbeda dengan jus yang berbentuk cair, karena hanya menggunakan sari buah tersebut, Melinda pun menambahkan susu kental manis kedalam smoothies pisang yang di buatnya.


   Segera setelah semuanya selesai, Melinda meletakkan potongan buah dan smoothies pisang di hadapan Camilla.


  Mendengar bunyi letakkan piring dan gelas, sontak Camilla mengalihkan pandangannya dari ponsel yang sedari tadi dia genggamannya, dia hanya melirik sekilas dan lanjut memainkan ponselnya, jelas sekali terlihat kalau Camilla sedang ngambek atau merajuk.


" Maaf soal tadi, aku tak bermaksud untuk body shaming, sebagai sahabat dan menejer kamu, aku hanya berusaha menyadarkan kamu tentang kondisi kita yang sekarang, Aku,.. Aku tak melarang kamu nyemil, asalkan cemilan kamu itu sehat, dan berasal, dari buah atau sayur, makanya aku Banyak stok sayur dan buah di kulkas." Melinda berusaha membujuk Camilla, perempuan itu merasa sekarang bekerja menjadi baby sitter yang mencoba membujuk anak yang di asuh, " Aku udah buatin ini untuk Kamu, untuk ganti yang tadi". ucap Melinda kemudian.


Melihat niat tulus Melinda dan usahanya kemudian Camilla mengambil gelas smoothies dan menyedotnya, sontak Melinda tersenyum dan kemudian berujar, " Kamu habiskan dulu ya? aku mau bersihkan dapur dulu" setelah mengatakan itu, dia berbalik untuk membersihkan sisa smoothies tadi di dapur.


Senyum Melinda yang awalnya manis, kembali menjadi senyum menyeringai, ha ha ha!" memang aku menyuguhkan cemilan sehat,.. cemilan sehat yang tinggi kalori untuk kenaikkan berat badan!" kekehnya dalam hati.


Melinda membersihkan dapur sambil bersenandung bahagia, tiba tiba pintu apartemen terbuka, sesosok pemuda tampan, yang tampak kacau berjalan kearahnya, senyum Melinda sontak menghilang.


Lelaki tersebut mendekat ke arahnya, Melinda langsung berusaha keluar, dan kembali ke apartemennya, akan tetapi pergelangan tangannya di cengkram laki laki tersebut, " Kita perlu bicara Barbie, kita perlu bicara" lirihnya.


Melinda melirik sinis laki laki tersebut, dan menghempaskan tangannya dengan kasar, " Dengar ya, saudara Michael yang terhormat, tidak ada hubungan apapun antara kita sekarang, Dari dulu aku sudah menegaskan, tidak akan mengampuni sebuah perselingkuhan atau pengkhianatan, kamu termasuk cukup beruntung, aku tidak membuat perhitungan denganmu, seandainya selingkuhan mu adalah sahabatku sendiri, baik kamu atau sahabatku itu akan menjalani hari hari dengan tidak tenang, jadi, tolong! menjauh dari aku! Aku sudah tak menganggap mu lagi, dan jangan ganggu hidupku lagi!" setelah mengatakan itu, Melinda bergegas berlari meninggalkan apartemen Camilla.

__ADS_1


Camilla yang mendengar potongan kalimat, " Seandainya selingkuhanmu adalah sahabatku sendiri baik kamu atau sahabatku itu akan menjalani hari hari yang tidak tenang" mendadak tidak enak hati, akan tetapi dia ingat, bahwa Michael kepergok dengan Rachel di mall, bukan dengan dia.


" Sepertinya kau terlihat sudah benar-benar jatuh cinta pada perempuan itu! tapi sayangnya kau sudah terlambat, perempuan itu sudah sangat jijik padamu! ucap Camilla Santai, sambil menyedot smoothies dingin nan menyegarkan di tangannya.


" Diam kau betina" hardik Michael dan segera berlalu meninggalkan Camilla sendirian.


Hubungan Camilla dan Michael memang semakin memburuk, Setelah kejadian di apartemen Michael, tepatnya sebelum Fashion show yang ada di Bali.


****


nantikan cerita Author M@ri@ yang akan segera hadir dengan judul




ISTRI DIATAS KERTAS. -


Semoga kalian suka,.. thanks you so much 😍😍


@ terima kasih untuk like dan komentar nya ya?" 🙏 maaf jika ada penempatan dalam tulisan yang tidak sesuai.



__ADS_1


__ADS_2