Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan

Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan
Heboh


__ADS_3

Episode #10


    Keesokan paginya, penculikan Asyifa dari villa menggegerkan kediaman Kusuma, Semua orang panik dan begitu terkejut, terutama Helena dan Rio, hanya Angga yang terlihat tenang, sebagai seorang tuan muda Kusuma, dia memang di wajibkan tenang, dalam situasi dan kondisi apapun, tak boleh ada pihak lain yang bisa membaca emosinya, jadi apapun yang terjadi, emosinya harus tetap stabil, ini adalah dasar yang wajib di ketahui oleh sang pewaris, agar tidak mudah di manfaatkan oleh pihak lain, kakeknya sendiri, tuan besar Wijaya Kusuma, yang menanamkan hal ini kepadanya sejak dini.


  Di dalam kamar bekas Asyifa, hanya ada Angga, Helena dan Rio, setelah mengetahui kabar tersebut, ketiganya segera berada di dalam TKP, polisi sebentar lagi akan datang untuk memberikan garis polisi.


    " Apa yang aku takutkan pa, akhirnya terjadi juga!" Helena terisak-isak di dalam pelukan Rio, suaminya.


    " Udah ma! Semuanya ini bukan salah mama! mungkin memang sudah jalannya seperti ini, agar semua kasus terungkap, semoga kasus ini sebagai titik terang!" Rio menenangkan istrinya, dia mengusap usap kepala Helena lembut, sesekali dia mengecup keningnya untuk menenangkan istrinya tersebut.


  " Sayang, jangan terlalu menyalahkan dirimu sendiri!" Rio mengusap air mata Helena dengan lembut.


    Angga hanya bisa melihat kemesraan orang tuanya, sebenarnya Angga ingin mengungkapkan, bahwa ini adalah rencana yang sudah lama dia susun bersama Amar, agar mamanya tenang, dia lebih memilih bungkam, sekarang bukan waktu yang tepat untuk mengungkapkan itu semua.


    Sementara itu, Zoya di kamarnya, merasa ketakutan, bagaimanapun aksinya tadi malam, pasti tertangkap cctv, Apalagi jika Tim kepolisian menelusuri lebih dalam, sedikit banyaknya dia juga terlibat, apalagi malam itu, dia sempat mengirim pesan dan melaporkan kejadiannya, Zoya menyugar rambutnya kasar, dia menghempaskan semua skincare yang di tata di meja rias, sungguh, saat ini dia takut terlibat, apalagi korbannya Asyifa Prameswari, yang merupakan korban pembunuhan berencana sebelumnya, oleh mantan suami dan mantan adik ipar, serta mantan sahabatnya.


  Memikirkan hal itu, Zoya semakin gila," Apa bedanya aku sama Ami Andreas yang sebelumnya memberikan obat kepadanya melalui minuman? Apakah aku juga akan di vonis seumur hidup seperti Ami Andreas? Aaargh!"


  Teriakkan Zoya menggema, ibunya yang merupakan sepupu Helena menerobos masuk ke kamar Zoya, setelah mendengar teriakkan dari kamar sebelahnya.


  Alangkah terkejutnya Runy, ibunya Zoya, setelah melihat kamar putrinya berantakan, Diapun melihat ke arah putri bungsunya dalam keadaan acak acakan, segera dia berjalan menghampirinya, dengan berjalan hati hati menghindari skincare yang berantakan di lantai, dia pun memeluk putrinya untuk menenangka. d suasana hati Zoya.


   'Nak, kamu itu kenapa? kok berantakan seperti ini?" cerita sama ibu, nak?" Runy merapikan rambut anaknya, dia mengambil sisir yang berada di lantai dan menyisiri rambut anaknya.


  " Ibu!" Zoya kemudian berhambur ke pelukan ibunya.

__ADS_1


    Runy mengelus rambut anaknya itu dengan lembut dan penuh kasih sayang, yang membuat Semua orang akan merasa nyaman.


  Di perlakukan seperti itu Zoya merasa sedikit lebih tenang, ia mengusap air matanya.


    " Cerita sama ibu nak?" Runy meyakinkan anak perempuannya tersebut.


    " Ibu,.., jadi ceritanya begini,.." Zoya menceritakan semuanya, dia tak melebih lebihkan dan juga tak berbohong.


  " PLAK!" sebuah tamparan mendarat di pipi Zoya.


  " Ibu,..ibu,.." suara Zoya begitu lirih, dia tak pernah menyangka, ibunya yang tak pernah kasar, begitu tega menamparnya, dia hanya bisa memegangi wajahnya yang begitu panas, kekuatan ibunya benar benar mengagetkan nya


   " Anak bodoh! Kok bisa aku memiliki anak segoblok kau!" sifat keanggunan wanita jawa tersebut hilang begitu saja.


  " Kamu itu kok, tololnya sampai ke ubun-ubun sih, nak? kenapa gak sampai dengkul aja! Kamu sudah tahu, kalau Asyifa itu adalah pewaris sah satu satunya dari Prameswari group, salah satu group berpengaruh di negara kita, bagaimana bisa kau berbuat ulah padanya?"


    Setelah mengatakan itu, dia buru buru keluar, bagaimanapun dia tidak ingin terlibat apapun dalam permasalahan ini.


    Melihat ibunya yang menghindar ketakutan, Zoya paham, bahwa dia sudah selesai, hanya tinggal menunggu untuk di selidiki, kemudian di jebloskan ke dalam penjara, sungguh, kali ini dia sangat menyesal, hanya karena uang yang tak seberapa, dia menggadaikan masa depan dan hidupnya, juga akan mencoreng nama keluarganya.


  Sementara itu, di mansion keluarga Kusuma.


  Tuan WIJAYA Kusuma yang sudah mengetahui, bahwa baskara di bekuk polisi pada dini hari tadi, hanya bisa melemparkan gelas kopi yang di pegangnya.


" Prang!"

__ADS_1


  " Bagaimana bisa gagal? Bagaimana baskara bisa,..!" tuan Wijaya Kusuma tidak bisa menahan kekesalannya, dia baru saja mendapat laporan dari kepala pelayan di rumahnya, bahwa baskara telah di bekuk polisi, karena terlibat dalam kasus, penculikan dan percobaan pembunuhan kepada Asyifa Prameswari.


    Kasus tangan kanan yang melibatkan keluarga Kusuma, tidak terendus media, karena kekuatan yang di miliki keluarga Kusuma,


  Asyifa yang mengetahui hal ini, langsung menghubungi Ferdinand, sang jawara Cimande, sekaligus hacker idola Asyifa.


  Tut, Tut, Tut!" telepon tersambung.


  Ferdinand yang ingin sarapan pagi bubur ayam, yang di belikan sang enyak, menghentikan suapannya, dan langsung ke kamarnya, dia mengangkat telpon.


  " Ada apa Bu, Boss?" panggilan Ferdinand sudah kembali ke semula, setelah ia mengetahui identitas asli dari Humaira Pramesti.


    " Buat berita, bahwa aku di culik, aku sudah melaporkannya kepada pihak kepolisian, kamu ramaikan di media, keluarga Kusuma sengaja meredam kasus ini agar tidak tercium media, aku akan mengirimkan surat laporan serta foto dan bukti.


  Belum sempat Ferdinand menjawab, Bu Boss sudah menutup telponnya.


  Seperti keinginan Asyifa, Ferdinand mengirimkan semua foto dan bukt yang di kirimkan Asyifa, ke email berbagai media elektronik dan cetak.


  Tak berselang lama kemudian, sebuah berita heboh pun turun, semua platform media elektronik memberitakan, tentang kasus penculikan dan percobaan pembunuhan kepada pewaris sah Prameswari group, Asyifa Prameswari.


  Masyarakat heboh, wargenet heboh, tager saveasyifa menjadi tranding topik di semua platform media, Masih segar di kalangan masyarakat tentang kasus percobaan pembunuhan oleh ARDIANSYAH, Camilla dan Ami Andreas, oleh orang orang terdekat Asyifa waktu itu.


    Satu negara heboh dengan berita itu, Asyifa tersenyum puas, saatnya mengibarkan bendera perang!"


  ****

__ADS_1


  Buat yang baru mengikuti kisah ini, cobalah untuk membaca kisah Sebelumnya dengan judul " PEMBALASAN ISTRI GENDUT YANG DI SIA SIAKAN" terima kasih.


__ADS_2