
Episode #8
Jam 8 malam Ardi terbangun dari tidurnya, dia ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya dan merapikan penampilannya, lelaki itu bersiap untuk pulang, ketika melangkahkan kakinya keluar ruangannya dia melihat semua karyawan sudah pulang dan lampu juga sudah di matikan, hanya beberapa lampu di lorong yang memberi penerangan, dengan gontai dia melangkahkan kakinya menuju parkiran kantor dan langsung pulang.
Di tengah perjalanan dia teringat bahwa dia dan Camilla akan dinner, walaupun sudah terkesan terlambat, demi menghindari amukan dan mamanya, Ani, mobilnya segera menuju apartemen Camilla, kekasih gelapnya.
Di depan apartemen mewah Camilla Ardi diam diam menyelinap masuk, laki laki tersebut memang tau password pintu apartemen tersebut , segera dia masuk perlahan.
" Okelah sayang,. nanti aku kabari lagi,!" terdengar suara Camilla mematikan telponnya.
Ardi yang berencana mengagetkan Camilla malah terkejut dengan panggilan tersebut, lekas dia merampas ponsel Camilla dan merampas nya.
Camilla yang menyadari ada Ardi di belakang nya segera menarik kembali ponselnya, mereka saling tarik menarik hape tersebut, karena tenaga Ardi lebih besar dia berhasil meraih telpon itu, lekas dia memeriksa chat dan panggilan.
" Siapa yang barusan kamu telpon,? pake sayang sayangan,? Ardi menatap CAMILLA tajam.
Camilla yang merasa kesal karena hpnya di rebut menjawab ketus.
" Itu,. bisa di lihat sendiri,!"
" Panggilan kamu namanya Imel tapi kenapa fotonya cowok, siapa dia," selidik Ardi.
" Astaga,. itu bestie aku,. foto itu ya foto cowoknya lah,. " jawab CAMILLA ketus.
" Bukan,. itu cowok terus kamu kasih nama cewek," cemburu Ardi.
" Segitu banget,.. kalau tidak percaya ya sudah,. " jawab CAMILLA kesal.
" Benar,? memastikan, matanya masih lurus menatap Camilla.
Camilla yang melihat sikap Ardi dia memutar bola matanya malas, dia merebahkan dirinya di atas sofa dan menyalakan tv.
" Sah sah saja seseorang memasang foto profilnya kekasih atau pasangannya, seandainya saja aku bukan simpanan mu aku juga sudah memasang fotomu di profil aku," ucap CAMILLA berlagak pilu.
Mengetahui itu Ardi berubah lunak, " Maaf,. aku hanya cemburu," ucap Ardi mengelus pucuk kepala Camilla.
Camilla hanya tersenyum licik, untung dia selalu menghapus chat history mesra dengan kekasih lainnya dan menampilkan chat yang biasa saja, sikap waspada CAMILLA memang harus di acungi jempol.
" Ya sudah,. kamu sudah makan belum sayang,? biar aku pesenin, kamu mandi dulu gih trus ganti baju, piamamu ada di lemari kedua!" ucap Camilla menampilkan senyum menggodanya.
" Ya sudah aku mandi dulu sayang, sesekali ingin makan masakanmu bukan orderan terus," pinta Ardi seraya meninggalkan Camilla untuk mandi.
Setelah Ardi selesai mandi dia menghampiri lemari bergegas mengganti pakaiannya sesuai arahan Camilla, ketika hendak menutup lemari, pandangannya terhenti pada jam tangan pria, dengan brand ternama, setelah lama berpikir akhirnya Ardi menyadari bahwa itu miliknya yang hilang sekitar enam bulan lalu, jam tangan edisi terbatas hadiah ulang tahun dari Asyifa.
" Yang,. nemu di mana jam tangan ini,? aku sudah mencari cari tapi tidak ketemu," ucap Ardi seraya menunjukkan jam tangan yang kini sudah di pakainya.
__ADS_1
Camilla mengamati jam tangan tersebut sambil mengingat ingat.
" Yaang,.." panggil Ardi pelan.
" Nah,..aku baru ingat," seru CAMILLA tiba tiba seraya melanjutkan.
" Beberapa hari sebelum incident kecelakaan SYIFA, si Babon bulet itu main kesini, trus dia nemu itu di kamar mandi,trus di kasih ke aku, kenapa sayang,?
Deg,. penjelasan CAMILLA bagai petir di siang bolong, bagaimana mungkin dia seceroboh itu, hampir dua tahun perselingkuhan dirinya dengan CAMILLA tersimpan rapi, tetapi gara gara jam tangan itu kebusukan yang selama ini dia simpan sudah tercium, pantas saja, akhir akhir ini sikap SYIFA sangat berubah padanya.
Flashback on
Beberapa hari sebelum incident kecelakaan Asyifa sedang menyantap makanan nya sendiri di meja makan seperti biasa nya, hanya perbedaan kali ini makanan yang tersaji di meja makan hanya satu porsi, yaitu miliknya sendiri, wanita itu sudah bersiap berangkat ke kantor.
Ketika dia ingin bangkit dan menaruh piring kotor di wastafel, sosok laki laki tampan keluar dari kamar dan terburu buru, kelihatan sekali kalau dia sudah terlambat.
" SYIFA. kenapa tidak bangunkan aku" teriaknya kasar ketika melihat wanita itu sudah rapi.
Asyifa hanya melengos dan tidak menanggapi, dia mencuci piring kotor bekas makannya.
Syifa," teriaknya lagi.
Asyifa masih tidak merespon dan asik dengan kegiatannya.
" Asyifa Prameswari," teriaknya sambil menarik tangan perempuan itu.
Asyifa menghentikan aktivitasnya dan mencuci kembali tangannya kemudian berusaha beranjak pergi, namun di tahan oleh tangan kekar Ardi.
Asyifa masih tetap diam
Ardi menatap meja makan dan menyadari tidak ada apa apa lagi di sana kecuali hanya kotak tisu.
"Sarapan ku mana SYIFA?" tanya nya lagi.
Asyifa tetap bungkam dan menepis tangan Ardi.dia bergegas ke kantor.
" ASYIFA," pekik Ardi. .
Asyifa yang hafal akan perangai Ardi seketika membalikkan badan, dia tidak ingin lelaki yang menikahinya tiga tahun lalu itu mengganggu tetangga dengan teriakannya yang seperti Tarzan.
" Urus diri sendiri mulai sekarang,!" kata kata Asyifa begitu lembut tetapi tekanannya tajam.
" Apa maksudmu?,. memenuhi kebutuhan suami adalah tugasmu sebagai istri," ujar Ardi dengan wajah masih memerah.
Mendengar itu Asyifa begitu muak, lelaki tersebut mudah sekali memutar kata kata, wanita itu kemudian menatap tajam suaminya.
__ADS_1
Ardi yang di tatap segitu rupa oleh istrinya yang biasanya menatapnya penuh kelembutan dan penuh cinta, tiba tiba merasa canggung dan kikuk.
Dengan tegas Asyifa menjawab.
" Aku hanyalah seorang istri, seorang Makmum dan seorang pengikut, kemana seorang makmum pergi, itu berdasarkan kemana seorang imam pergi, imamku selama ini selalu mengabaikan aku, jadi,. seorang makmum yang baik, aku juga mengabaikan imam ku karena itu yang Imam ku ajari dan praktekkan selama ini,"
Mendengar hal itu, langit yang begitu megah dan indah seketika runtuh menimpa Ardi, wajahnya terlihat kebingungan dan sedikit rasa bersalah.
" Selama ini imamku selalu marah marah jika aku bangunkan dan hampir tidak pernah melahap apapun yang ku sajikan sebagai menu sarapan, dan lebih menyukai makanan luar di banding makanan rumahan yang di masak dengan penuh cinta, jadi buat apa aku harus mengorbankan waktu dan perasaan ku untuk makhluk yang tak pernah sedikitpun menghargai pengorbanan,? sungguh terlalu membuang buang waktu" ucapnya sambil berlalu pergi.
Ardi masih tercengang dan masih belum bereaksi terhadap apa yang Asyifa katakan, hingga suara deru mesin mobil kembali ke alam nyata.
Flashback off.
"Sayang,. kamu kenapa sih,.." Camilla menggoyang goyangkan tangan Ardi agar tersadar dari lamunannya.
"Sayang,.." ulang Camilla.
" Maaf Syifa," ucap Ardi spontan.
Mendengar nama Asyifa di sebut wajah Camilla nampak memerah, campuran cemburu dan murka dalam satu waktu.
Menyadari kekeliruannya Ardi segera memeluk Camilla, dan mengecup keningnya, berharap amarah gadis itu menghilang.
" Gara gara jam tangan itu, aku teringat Syifa," ungkap Ardi jujur.
Heem,.." Camilla masih merajuk itu terlihat dari bibirnya yang masih mengerucut.
Ardi akhirnya mencubit kedua pipi gadis kesayangannya tersebut, karena gemas, sementara Camilla duduk di rangkulan Ardi, mereka menyaksikan acara tv bersama, tetapi dengan pemikiran yang berbeda.
Banyak pertanyaan yang berkecamuk di benak Ardi saat ini, Apakah Syifa sudah mengetahui bahwa dia dan sahabat karibnya telah menjalin hubungan sehingga sikapnya berubah?
" Akh,.. seandainya dia tau dia juga tidak bisa melakukan apa apa di alam baka"! tepisnya dalam hati.
__ADS_1
\*\*\*\*\*