
Episode #53
Group WhatsApp kantor Divisi keuangan PT GARUDA TV NUSANTARA, sangat heboh pagi ini.
Surat pemecahan secara tidak hormat dari HRD kepada Ami, sudah tersebar, entah siapa yang memotret dan menyebarkannya, dengan beredarnya surat tersebut dapat di pastikan, bahwa Ami, adik dari CEO baru, ARDIANSYAH, adalah dalang dari penggelapan dana Dividen dari PRAMESWARI group.
@Tania: "Akhirnya semua terungkap dan sekarang bisa makan enak dan tidur nyenyak."
@Marni: " Iya yah,.. gak nyangka aja sama pelakunya, tidak pernah terbersit sebelumnya, bahkan tidak ada kemungkinan,"
@Tania : " Ck CK, tebakan Fahmi salah semuanya yah, Salut banget sama kinerja Prameswari group, yang bisa ungkap kasus ini,"
@ Fahmi : Iya yah, kali ini tebakanku salah, hahaha, hal yang tak pernah disangka eh malah jadi tersangka, pantesan belakangan ini do'i kalem, diem diem bae, kirain ada masalah keluarga, nyatanya sedang ketakutan di ciduk,"
@Tania : " Tapi aku salut banget sama kakaknya yang mau kerjasama ungkap kasus ini, dan langsung memberhentikan sang adik,"
@Marni: " Doi gak punya pilihan ngelakuin itu, secara, do'i kan gak punya saham, kalau doi mempertahankan sang adik, otomatis dewan direksi akan mempertanyakan kinerja do'i, yang otomatis berimbas pada karirnya, siapa juga yang masih waras, rela kehilangan pekerjaan bergengsi, demi bela sebuah kejahatan?"
@Tania: Do'i bakal di pidana gak sih?"
@Fahmi : Gak tau juga, itu tergantung pihak yang di rugikan, alias korban, setahu aku, si tersangka harus kembalikan uang tersebut, kalau nggak, dia bakal di pidana, semua tergantung pihak yang di rugikan sih, mau pakai jalur hukum atau jalur damai, yang pastinya si tersangka sudah di blacklist.
@Tania: Emang kenapa kalau di blacklist?"
@Marni: Itu artinya, namamu di semua perusahaan akan masuk daftar hitam, dan tidak akan yang ada mempekerjakan kamu kedepannya,Bagi aku, ini hukum'yang paling nyata sih, karir hancur, dan gak bisa berkembang di tempat lain lagi, Aduh Kasihan!"
@Tania: " Mau kasihan tapi gak jadi, kesalahan sendiriya harus di tanggung sendiri, berani berbuat ya harus berani bertanggungjawab, ya gak?"
@Fahmi: Bener banget," Diakui atau nggak, kinerja do'i memang bagus, tapi sayang banget, sudah hancur seperti ini,
Group WhatsApp pun berhenti, mereka tidak melanjutkan obrolan lagi, karena sang manajer sudah masuk, dan mereka harus fokus bekerja.
Tak lama kemudian, seorang office girl masuk, keruangan Divisi keuangan, dia berjalan, membawa kardus dan menuju meja kerja Ami, tampak office girl itu, sedang membereskan barang barang Ami, sang mantan asisten manajer.
Tania yang sedang asyik dengan komputer nya segera mengalihkan pandangan, ke meja sebelahnya dan bertanya kepada Mbak office girl tersebut, " Mbak, lagi apa?" Suara pelan nyaris berbisik, dia sudah tidak bisa menahan jiwa ke kepoannya yang sudah mendarah daging.
__ADS_1
Mbak yang di panggil tadi seketika menghentikan aktivitasnya dan menoleh kepada Tania, lalu berkata, " Pak Ardi menyuruh saya, untuk membereskan barang barang ibu Ami!" Setelah mengatakan itu, sang office girl kembali melanjutkan tugasnya, tak ada satu barangpun yang tertinggal.
Tania hanya mengangguk mengerti, dia kembali melihat ke komputer nya dan melanjutkan pekerjaannya kembali.
*****
Sementara itu di rumah orang tua Ardi.
Nampak pagi ini Ami sudah selesai mandi, dia nampak tidak enak badan belakangan ini, jadi dia memutuskan untuk tidak masuk kantor lagi, surat dokter yang dia kirimkan menyatakan bahwa dia harus beristirahat selama tiga hari, dan hari ini adalah hari terakhirnya, dan besok sudah harus bekerja, .
Ami mengambil ponselnya yang dia letakkan di atas meja, sebelum dia mandi, beberapa kali dia mencoba menghubungi suaminya, tetapi masih belum bisa, karena suaminya masih memblokir nomornya," Coba kalau punya anak, pasti komunikasi tidak sesulit ini, pikirnya.
Ketika hendak menutup layar ponselnya, tidak sengaja dia melihat group WhatsApp Divisi kantornya, terlihat begitu ramai, tidak seperti biasanya yang begitu sunyi senyap seperti kuburan, karena rasa penasaran yang tinggi, diapun memutuskan untuk melihatnya.
Alangkah terkejutnya Ami, ketika melihatnya, ,semua orang membahas tentang dirinya, terutama tentang pemecatan dirinya, segera dia menelpon kakaknya, ARDIANSYAH.
" Tuutt, Tuuut, Tuuut," suara tanda panggilan masuk terhubung, Ardi yang sedang berdiskusi bersama Ferdinand, merasa terganggu dengan panggilan tersebut, awalnya dia ingin mematikannya, tetapi melihat Id callernya adalah Ami, dengan setengah hati dan nada ketus, laki laki itu akhirnya mengangkat telponnya.
" Ada apa? Apa ada masalah baru lagi?" Tanya Ardi menyindir.
" Baguslah kalau kamu tau, Aku juga sudah menyuruh seorang office girl, untuk membereskan semua barang-barangmu, karena kamu gak masuk masuk," Ardi berbicara ketus, dengan nada yang tidak enak di dengar.
" Tapi kenapa aku di pecat? dan aku di blacklist juga? Kenapa?" suara Ami bergetar menahan tangisnya.
" Yah, kamu pikir aja sendiri, Apa kamu pikir hanya karena kamu adiknya seorang CEO, Prameswari group akan melepaskan mu? Mimpi'!" Justru jika kau tak di pecat, mereka akan menarik sahamnya, dan membuat rugi perusahaan, lagi pula, kau bersalah, jika tidak di pecat, yang lain bisa semena mena, dan perusahaannya ini akan hancur, jika karyawannya sepertimu!" tegas Ardi.
" Oh ya, pihak sana menolak damai, dan tetap menempuh jalur hukum, jadi siap siap saja memakai baju orange," lanjut Ardi dan langsung mematikan panggilan tersebut, dia kesal sekali jadi bahan ejekan dewan direksi, gara gara Ami.
Ami marah, dan ponselnya di lempar ke tempat tidur, dan memantul sekali, setelah itu dia menyugar rambutnya, nampak sangat frustasi.
Tak lama kemudian, ponselnya berdering, ada panggilan masuk, wanita itu mengabaikannya, Telpon itu berdering lagi, dengan malas Ami beranjak ke kasur dan meraih ponselnya, dia melihat Nama yang tertera di sana, " Kang cilok" nelpon. dengan senyum sumringah, dia mengangkatnya,.
" Hey, Babe, Kok lama ga ada kabar? Aku hubungi kamu kok susah banget yah?" Kata kang cilok di seberang.
Ami hanya menarik nafas panjang, sebelum dia berkata," Ovan, Aku mau kita ketemu hari ini, Bisa?"
__ADS_1
" Bisa dong, untuk Bebeb ku apa sih yang nggak? Ketemuan di mana Beb?" tanya kang cilok, yang ternyata adalah Ovan, mahasiswa tingkat akhir yang jadi selingkuhannya Ami.
" Di kafe biasa kita ketemu, jangan terlambat, dan jangan cari alasan untuk terlambat, telat sepuluh menit saja, Aku tinggal, dan kita gak akan bertemu lagi," Ami terkesan mengancam kang cilok yang selalu ngaret kalau janjian.
" Kali ini di jamin, seorang Ovan akan in time, bukan on tine lagi, hehehe," kekeh Ovan di seberang telepon.
" Baiklah," Setelah itu dia mematikan telponnya, dan menghempaskan nya ke ranjang, kemudian berbaring dan memutuskan untuk tidur dulu, sambil menunggu jam makan siang.
Ovan Aliaa kang cilok, yang merasa telepon nya di tutup sepihak oleh Ami, merasa tidak nyaman, Dia merasa hal buruk akan terjadi hari ini, entah mengapa, tingkat kewaspadaannya meningkat.
****
Pada jam makan siang di Claris cafe, tempat Ami dan Ovan janjian.
Sesuai dengan perkataan Ovan, laki laki itu in time, sesuai janjinya, karena dia datang lebih cepat sepuluh menit dari waktu yang di janjikan,
Ovan masih memegang menu yang di berikan salah satu pelayan cafe, yang mengenakan kebaya dan jarik, dia belum memesan apa apa, dia masih menunggu Ami.
Selang sepuluh menit kemudian, Ami pun tiba, perempuan itu memang selalu on time, lalu mereka memesan makanan, sebelum melanjutkan untuk mengobrol.
Ovan memang terkenal tampan, Hidungnya mancung, alis tebal, bibir tipis, kulit putih, dengan cambang tipisnya, Dia memang memiliki darah Turki dari neneknya, sehingga banyak mahasiswi yang memuja di kampus, Untuk sesaat Ami memandangi makhluk tuhan di hadapannya saat ini.
Mi,.. Ami," panggil Ovan sambil menggoyang goyangkan tangan Ami perlahan.
Ami gelagapan, lalu tersadar.
" Mau omongin apa sebenarnya?" tanya Ovan, dengan tatapan yang lembut.
Ami menghela nafasnya sejenak, dia merasa ragu untuk mengatakan bahwa dia akan memutuskan hubungannya dengan pria ini, tetapi demi kebaikan rumah tangganya dia harus melakukannya.
Dia menoleh sejenak ke samping kiri, tidak sengaja dia melihat orang yang beberapa hari ini di carinya, orang tersebut terlihat sedang tertawa dan bercanda dengan seorang wanita, dengan tangan terkepal dia bergumam " Mas!"
\*\*\*\*
__ADS_1