Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan

Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan
Calon mantan istri


__ADS_3

Episode #54


Ami terus memperhatikan pasangan itu dari tempat duduknya, Nampak suaminya begitu tertawa lepas dengan wanita itu, tawa yang tak pernah Ami lihat belakangan ini.



Ami memperhatikan penampilan perempuan itu, wajahnya cukup cantik, sangat manis, enak di pandang, kecantikan khas negeri ini, dengan kulitnya yang kuning Langsat, pembawaannya juga anggun dan elegan, wajar jika suaminya begitu nyaman dengan wanita tersebut.



Ovan yang sedari tadi bercerita tentang permasalahannya di dunia kampus, merasa di cuekin, Ami bahkan tak mendengar apa yang dia katakan, " Beb" panggil Ovan.



Ami tidak menyahut, pandangannya masih tertuju pada pasangan di sebelah kiri sana.


"Beb," panggil Ovan lagi, masih pelan.


Tidak ada sahutan dari Ami.


" Beb!" Nada Ovan mulai meninggi, dia menggoyang goyangkan tangan Ami.


Ami tersadar, dan mengalihkan pandangannya dari suaminya dan perempuan itu, sungguh, dia ingin melabrak mereka, tetapi dia masih berusaha untuk menahan dirinya, dia tidak ingin viral lagi karena masalah ini, apalagi ada Ovan di sini, dia begitu kesal, tetapi nomor nya masih di blokir oleh suaminya, jadi dia tidak bisa menghubunginya.


" Ada apa sih beb? sepertinya kamu ada masalah besar? Eh omong omong, kok kamu nggak ke kantor?" dengan polosnya Ovan bertanya.



Suasana hati Ami, yang sudah kacau karena melihat suaminya dengan perempuan lain, bertambah kacau mendengar celetukan Ovan, untuk pertama kalinya dia kehilangan minat dengan laki laki keturunan Turki ini.



Ami hanya tersenyum masam, menanggapi pertanyaan Ovan, " Aku ada sedikit permasalahan di kantor, jadi aku mau rehat dulu," ucap Ami.


Ovan, mengangguk anggukan kepalanya, Sumpah, dia sama sekali tidak perduli dengan permasalahan Ami di kantor, selama transferan lancar, dia tidak memperdulikan apapun.


Pesanan mereka tiba, Ovan sengaja memesan makanan enak yang banyak dan mewah, sebagai mahasiswa, rejeki begini jangan sampai di lewatkan, tidak bisa di biarkan begitu saja.


Ovan terus berceloteh, celotehannya tidak jauh dari dia yang kekurangan dana, hingga tidak bisa bergabung atau mengikuti kegiatan teman temannya yang menengah ke atas, laki laki itu berharap, hari ini Ami akan memberikan sejumlah uang seperti biasanya.


Ami mendengarkan apa celotehan Ovan, tetapi dia samasekali tidak menyimak apa apa, mahasiswa tampan itu, hanya masuk telinga kanan dan mental lagi, tak sempat untuk memasuki otak sudah terpantal keluar ke telinga kiri, fokus Ami sekarang hanya pada pasangan tersebut, nampak mereka sangat akrab.

__ADS_1


Ami selalu memperhatikan pasangan itu, dia melihat suaminya dan perempuan itu bergegas ke kasir untuk membayar makanannya, setelah membayar, mereka keluar dari cafe tersebut, melihat ada kesempatan untuk melabrak, Ami pun segera pergi dan beranjak, sebelum sebuah suara menghentikan nya, " Mau kemana beb,? tanya Ovan yang melihat Ami berdiri dan membawa tasnya.


Ami tersadar, bahwa ada Ovan di sini, dengan lembut dia mencubit pipi itu, " Aku ke kamar mandi sebentar yah?" kemudian dia segera pergi.


Ovan hanya mengiyakan dan lanjut menyantap makanannya, dia tidak menyadari bahwa Ami menuju pintu keluar bukan ke arah pintu kamar mandi.


Ami terus mengikuti langkah pasangan tersebut, tak sabar rasanya dia ingin melabrak pelakor tersebut.


Pasangan itu berjalan menuju parkiran, mereka tidak menyadari jika Amiamp mengikutinya.


Sesampai di parkiran, Ami langsung menarik tubuh wanita itu dan membelikannya kemudian menamparnya.


" PLAK,!"


Arif begitu terkejut, mendengar suara tamparan yang begitu tiba tiba, si perempuan itu pun balas menampar Ami.


" PLAK!"


Tamparan yang Ami terima begitu keras, hingga dia terjatuh dan terlihat jelas warna merah di pipinya yang sedikit bengkak.


Ami hanya bisa memegang pipinya tersebut, sementara Arif hanya terbengong, dia belum menyadari sepenuhnya apa yang terjadi.



Arif pun tersadar dari keterkejutannya.


" Natali, kamu tidak apa apa? Arif malah bertanya dengan penuh kelembutan dan perhatian dengan perempuan itu.



Melihat interaksi dan bagaimana suaminya memperlakukan wanita itu, membuat Ami seketika meradang dan diapun berteriak, " MAS!"


Arif sontak melihat ke arah Ami, dan menyadari bahwa istrinya yang menampar lebih dulu, dia tetap bersikap dingin dan berkata, " Minta maaf!"


" Ngapain aku harus meminta maaf pada pelakor sialan ini? Ogah!"


Dengan kemarahan dan teriakan Ami kembali berucap," Seharusnya dia yang minta maaf!" dengan tatapan tajam ke arah perempuan itu.


" Maafkan aku Natali" ucap Arif canggung.


__ADS_1


" Siapa dia?" kenapa harus kamu yang meminta maaf! tunggu, tunggu! tadi perempuan gila ini bilang aku pelakor? jadi?"


Belum sempat Natali menerka nerka, Arif berucap," Untuk saat ini dia masih berstatus istriku,"


Mendengar kata " masih berstatus istriku, mengingatkan Ami , tentang status janda yang akan segera di gelarnya, setelah persidangan dengan pihak PRAMESWARI group, hatinya pun mencelos.


Natali melihat Ami yang sudah berdiri diapun memperhatikan dari atas ke bawah dan ke atas lagi, kemudian tersenyum mengejek dan dengan sinis berkata," Gak nyangka yah, kanu yang terkenal elegan dan santun, idola dan pujaan para mahasiswi di kampus dulu, yang membuat para ciwik ciwik berlomba cari perhatian, ternyata dapet istri Kayak begini, Rugi banget sih kamu Rif!"


Arif hanya mendesah pelan," ya, mau bagaimana lagi! udah jalannya!" Dia begitu pasrah.


Mendengar kata kata Arif yang terdengar penuh penyesalan, karena menikahi sosok perempuan seperti Ami, membuat Ami meradang, ingin sekali dia menampar lagi perempuan yang telah mengejeknya itu, tetapi di tahan oleh Arif, tatapan tajam Arif membuat Ami menggigil seketika, dia tidak pernah di perlakukan seperti ini sebelumnya.


Natali tertawa, " Hahaha," dia memandang Arif dengan penuh rasa kasian dan prihatin, " Sebaiknya kalau pintunya sudah rusak lebih baik segera di ganti!"


Ami bingung, apa hubungannya dengan pintu? pikirnya.


Arif faham dengan kata kata dari Natali, ganti pintu maksudnya ganti istri.


Tak lama kemudian, sebuah mobil Pajero hitam berhenti dekat mereka, seorang bule laki laki putih datang menghampiri mereka, Natali menyambutnya, Bule itu mencium pipi kiri Natali dengan mesra dan lembut.


" I'm sorry honey! I'm late picking you up!" kata Bule itu lembut.


( maafkan aku sayang, aku terlambat menjemputmu)


" Never mind, Honey!" balas Natali.


( tidak mengapa sayang)


" Oh ya , Rif, kenalin ini Roberto suamiku," ucap Natali, " and Robert, you know, this is a friend of mine from college, and this is his wife," terang Natali, memperkenalkan Arif dan Ami pada suaminya.


( dan Robert , kenalin, ini temanku semasa kuliah, dan ini istrinya)


Arif dan Robert pun berjabat tangan, setelah itu Natali dan suaminya pamit undur diri.


Setelah kepergian mereka, Arif memandang Ami dingin dan tajam, di tatap seperti itu Ami merasa bulu kuduknya berdiri, ingin sekali dia mengatakan sesuatu, tetapi semua kata katanya tercekat di kerongkongan.


Kemudian Arif menarik kasar tangan Ami, membawanya ke mobil, mereka pergi meninggalkan cafe itu.


Ovan yang selesai makan merasa kekenyangan, sudah hampir setengah jam, Ami belum kembali juga dari kamar mandi, dia sedikit panik, dan terus menerus melihat jam, dia mencoba menelpon kekasihnya itu, tetapi tidak di angkat, Bagaimana dia tidak panik, makanan Belum di bayar sama sekali.


***

__ADS_1


__ADS_2