
Episode 4
Setelah kabar mengenai CEO baru tersiar , keluarga ARDIANSYAH begitu bahagia , begitupun dengan Camilla kekasih gelapnya, banyak para kerabat dan kenalan mengucapkan selamat kepada Ardi, pemuda itu tampak begitu bahagia, walaupun dia tahu kebanyakan dari mereka adalah " penjilat"
Ketika sedang memindahkan barang barang ke ruangan Asyifa sebelumnya, dia mendengar bunyi ponsel berdering , lekas dia memeriksa id calling , ternyata sang mama menelponnya, segera dia mengangkat panggilan itu sebelum mamanya mengeluarkan jurus seribu kata.
"Hallo mah,!" jawabnya riang.
"Selamat ya, anak mama sayang, akhirnya kamu bisa menggantikan si gendut itu jadi CEO, mama bahagia sekali,!" sambung suara di seberang.
" Mama bisa aja,.. semua ini kan berkat ide mama yang brilian,!" puji Ardi terang terangan.
"Kamu terlalu memuji sayang,.. mama tak butuh kata kata Pujian,!" ucap mama Ardi dengan maksud terselubung.
"Aku mengerti mama,.. nanti aku transfer buat jajan dan belanja ya," balas Ardi mengerti kode dari mamanya.
" Mama tunggu ya,.. nanti malam kita rayakan kemenangan kita, jangan lupa undang Camilla makan malam di rumah," titah mama Ardi.
" Baik mah, nanti aku kasih tau Camilla," kata Ardi .
" Ya sudah, Mama siapin dulu pestanya," putusnya.
Setelah panggilan terputus, Ardi segera mengirim pesan teks kepada Camilla perihal makan malam di rumahnya.
\*\*\*\*
Malam hari di kediaman orang tua Ardi
" Ting nong,..Ting nong.. Ting nong,.." suara bel berbunyi.
Mama Ardi langsung menuju pintu membukakan pintu untuk Ardi dan Camilla.
" Wah, .. calon menantu mama cantik sekali," puji mama Ardi untuk Camilla yang tampil begitu memukau, gaun tiga perempat yang di pakainya begitu indah membalut tubuh langsingnya.
High- heelsnya begitu indah menunjang kakinya, serta perhiasan yang di gunakan begitu pas, tidak mencolok, sapuan riasan yang tidak begitu tebal dan rambut yang di buat bergelombang begitu membuat siapapun yang melihatnya akan terpukau.
" Lebih cantik mama ANI " balas Camilla balik memuji mama Ardi.
" Ayok, semua pada masuk, Semua sudah pada nungguin " Ajak Ani pada Ardi dan Camilla.
Ardi dan Camilla langsung menuju meja makan yang sudah di tata banyak makanan dan minuman yang di suguhkan dari Western food hingga Chinese food.
Selang beberapa langkah menuju meja makan , mereka bertiga bertemu dengan seorang pria paruh baya yang nampak masih Gagah, dia adalah ANDREAS papanya ARDIANSYAH.
Camilla seketika menyunggingkan senyum dan menyapa lelaki tersebut dengan ramahnya.
" Selamat malam om"
Andreas hanya melirik sekilas dan tidak membalas sapaan Camilla,
Camilla hanya bisa tersenyum kecut, Ani yang menyaksikan hal tersebut merasa tidak enak pada Camilla lalu berbisik , " Ga apa apa sayang, papanya Ardi memang begitu,.. nanti juga baik kok," bujuk Ani sambil merangkul bahu Camilla.
__ADS_1
Camilla hanya tersenyum dan memaklumi sikap dari papanya Ardi.
"Ardi,.. papa tidak perduli dengan apapun urusan pribadi kamu, papa cuma minta satu hal , tolong jaga nama baik dan reputasi keluarga kita , jangan ada gosip yang berkeliaran di luar sana,!" peringatnya tegas, lalu meninggalkan bertiga ke ruang makan tanpa menunggu tanggapan dari Ardi.
" Sudah abaikan saja,.. papanya Ardi memang kaku," jelas Ani pada Camilla.
Camilla hanya menganggukkan kepalanya, lalu mereka bertiga menuju meja makan, Camilla memegang mesra lengan Ardi.
" Malam semuanya,!" sapa Camilla kepada tamu yang hadir.
mendengar ada sapaan semua tamu yang notabene nya keluarga besar Ardi yang asik berbincang seketika terhenti, dan memperhatikan Camilla, mereka memandang Camilla dengan tatapan takjub.
"Wah,.. Camilla cantik sekali,.. lebih cantik di bandingkan yang ada di tv,"
" Ini beneran Camilla,.. artis yang sedang naik daun itu,?"
" Hallo kak Camilla,..aku salah satu followers Kaka di Instagram loh, di tik- tuk aku selalu ikutin story'Kaka,"
" Gak nyangka Camilla akan kesini,"
Dan berbagai tanggapan serupa yang Camilla dapatkan dari sepupu sepupunya Ardi.
" Hmm,.. boleh kita memulai makan malam nya,?" Andreas memecahkan keheningan.
Semua mengangguk setuju.
Setelah selesai makan malam Andreas segera meninggalkan ruang makan menuju ruang kerjanya, dia tidak terlalu suka berbaur untuk membicarakan hal yang tidak penting.
Kepergian Andreas di sambut sukacita dengan yang lain, bagaimanapun rasa segan masih terpatri kuat pada papanya Ardi tersebut.
Acara sudah di pindah ke kolam renang, Ani dan dua anak perempuannya AMI dan ATI sedang duduk di salah satu kursi dekat kolam renang, sedangkan Camilla di sibukkan dengan permintaan sepupu sepupunya Ardi untuk live dan buat story di account medsos masing masing.
Sedangkan Ardi sibuk bercengkrama dengan para ipar, sepupu dan om nya.
ATI yang menyesap minumannya bertanya serius kepada mamanya ANI " Mah, beneran Ardi dan camilan sudah menjadi pasangan,?"
AMI yang mendengar tertawa pelan , " Kamu baru tahu Ti ? mereka bermain di belakang SYIFA sudah sekitar dua tahunan,"
" Beneran mah,.." bukannya Camilla sahabatnya Asyifa,?" Tia bertanya penasaran.
Ani hanya tersenyum tipis menanggapi pertanyaan Tia, bagaimanapun Tia sudah tinggal di Australia tiga tahun terakhir ini jadi dia tidak tahu apa yang terjadi disini.
Senyuman Ani sudah memberi jawaban apa yang dipinta Tia.
" Bagaimana dengan kasus Asyifa mah ? bukankah dia masih belum di ketemukan,? maksudku pencarian memang sudah di tutup, tapi kemungkinan dia masih hidup kan,? cecar Tia.
Melihat ekspresi Tia , Ami sudah tidak kuat menahan tawanya, " Kau terlalu polos ti,.. seandainya pun dia di temukan, dia pasti gak bakal selamat,"
" Sumpah,..Tia gak ngerti mah,.. jangan bilang ini adalah rencana kalian ," Tia menatap keduanya curiga.
__ADS_1
ANi dan Ami tertawa bersama , Tia semakin gusar.
" Kecelakaan itu memang sudah di atur, sayang,!" Ani akhirnya menjawab.
"Bagaimana bisa kalian terlibat,? sedangkan polisi melaporkan bahwa kendaraan dalam kondisi sangat baik dan tidak mengalami kerusakan yang disebabkan terjadinya kecelakaan," sanggah Tia.
" Ani memelankan suaranya dua berbisik kepada putrinya , " Itulah hebatnya konspirasi,"
Tia masih bingung dan Ami semakin tersenyum menikmati kebingungan Tia.
Ani meneguk minumannya sebelum menjelaskan lebih jauh, " Ini adalah kerjasama antara mama, mbak Ami, Camilla dan kakakmu Ardi, di hari dia kecelakaan , Camilla rencananya akan menemui Asyifa ke sebuah area wisata di daerah Lembang untuk sebuah acara kantor, tetapi saat itu Camilla menolak untuk ikut dengan alasan tidak enak badan, sehingga dia menyarankan Ami menggantikannya, bagaimana pun Ami merupakan salah satu karyawan di kantornya, jadi itu tidak masalah, ketika selesai meninjau lokasi Asyifa mendapat beberapa pesan, bahwa butik dia yang di berada di daerah Depok kerampokan dan rusak parah, Asyifa panik tentunya , apalagi nomor pegawai yang berada di butik tidak dapat di hubungi,
Malam itu juga Asyifa memutuskan untuk segera balik ke Jakarta, dia sangat khawatir dengan pegawai kepercayaannya tersebut, Asyifa menugaskan Ami untuk survey ke lokasi lagi untuk besok hari, tapi tanpa Asyifa sadari Ami sudah melarutkan beberapa pil tidur di minumannya dan akan berefek kira kira satu jam lagi,"
" Bukannya butik itu tidak terjadi apa apa sekarang,?" sela Tia cepat.
Ami tertawa menanggapi pertanyaan Tia ," itu cuma siasat saja Tia,.. nomor pegawai butik itu sudah di ubah oleh kak Ardi di ponselnya SYIFA .
Tia terkejut, dia membelalakkan matanya kerongkongannya seketika terasa kering, dia tidak pernah mempercayai skenario yang di buat oleh keluarganya.
"Papa tahu,?" tanyanya lagi.
" Papamu mana mau tau sepanjang itu tidak merusak reputasinya,!" jawab Ani cepat.
Ami mengangguk setuju.
" Bukannya Jak SYIFA baik mah,.. untuk apa kalian menyingkirkannya,?" Tia mendadak sedih.
" Jangan berikan belas kasian sama cewe gendut itu, mama malu setiap ada arisan , berat badannya tidak dapat di kontrol, gak bisa kasih cucu, udah gitu sekarang dia semakin pelit" cela Ani
" Tepat sekali," Ami membenarkan ucapan mamanya.
"Dan sebentar lagi kita akan kaya raya sayang, semua aset dia akan jatuh ke tangan kita," kikik Ani senang.
"Tia hanya diam, tidak menanggapi mama dan Emba nya, dia benar benar kecewa dengan sikap keluarganya.
Di kejauhan Tia melihat Camilla sedang mengobrol mesra dengan kakaknya, entah kenapa sorot kebencian menyorot pada keduanya, bagaimanapun Asyifa sudah membantu pendidikan nya selama ini, apalagi ketika dia mengajukan ingin melanjutkan studinya ke negri kanguru, " Tunggu saja untuk balasan kalian berdua, pasangan laknat,!" kutuk Tia dalam hatinya.
__ADS_1
\*\*"\*