
Episode #38
Di mansion kediaman keluarga Jhonson.
"Daddy, Lihat, siapa yang datang?" Darren terlihat sangat sumringah, di dekatnya, ada seorang gadis berambut pirang, entah mengapa gadis itu bergaya mirip Lady.
" Siapa dia?" Edmund menatap gadis itu, dan kemudian mengalihkan pandangannya kearah Darren, putra sulungnya.
. Darren menyerahkan sebuah amplop berlogo rumah sakit terkenal di London, St Thomas hospital, " Selama ini, Aku mencari lady, Daddy, Aku tahu Daddy sangat merindukannya, jadi aku mencari keberadaan Lady, sayang sekali, Lady sudah tidak ada, tapi aku menemukan putrinya namanya Molly", Darren memperkenalkan perempuan di sampingnya, " Aku dan dia sudah melakukan tes DNA, dan hasilnya membuktikan bahwa dia adalah keponakanku!" Darren berseru senang.
Edmund dan Edhena saling melirik sepersekian detik.
" Salam kenal, kakek, senang sekali akhirnya saya bisa bertemu dengan kakek, benar yang selama ini mama katakan, bahwa kakek adalah seorang pria yang gagah," Molly tersenyum manis.
" Sebaiknya kau istirahat dulu molly!" Darren menepuk pundak Molly hangat, kemudian dia beralih pandangannya kepada edhena," Bibi, tolong persiapkan kamar untuk Molly!"
edhena menoleh ke arah Edmund, Edmund mengangguk secara samar.
" Mari Nona Molly, Nona bisa mengikuti saya!" edhena berjalan di depan, sedangkan Molly mengikutinya dari belakang, tak ada percakapan diantara keduanya.
Setelah mengitari mansion selama sepuluh menit, akhirnya Edhena menunjukkan kamarnya Molly," Untuk sementara, Nona bisa tinggal di kamar ini,"
Molly langsung masuk, tak menghiraukan edhena sepenuhnya.
" Kamar ini luas sekali, tiga kali lipat di bandingkan dengan kamarku yang dulu!" Molly nampak berkeliling kamar, nampak raut wajah bahagia di wajahnya.
Edhena pun membiarkannya, tanpa pamit dia meninggalkan Molly.
Sementara itu, Edmund sedang berdiskusi dengan Darren.
" Bagaimana ceritanya kamu bisa menemukan Lady dengan putrinya? Apa kamu yakin dia putrinya Lady?" Edmund kebingungan.
" Benar Daddy, aku tak berbohong, beberapa waktu lalu aku menyewa jasa detektif swasta untuk mencari keberadaan Lady, dan akhirnya membuahkan hasil, salah satu dari mereka berhasil menemukan keberadaan Molly, di rumah Molly masih ada sisa rambut lady, dan aku melakukan uji tes DNA, dan setelah tau hasilnya aku semakin yakin, kalau Molly adalah keponakanku, karena hasil tesnya mengatakan hasilnya sembilan puluh sembilan persen jika Lady adalah saudara kandungku, jadi aku membawanya kesini, selama ini dia sudah mengalami hal yang sulit!" Darren membuka amplop yang tadi dia berikan kepada Edmund." Daddy bisa lihat sendiri hasil pemeriksaannya,"
" Simpanlah, aku percaya padamu!" kemudian Edmund berdiri dan meninggalkan Darren sendirian.
Sementara itu di area pertanian milik keluarga Stewart.
__ADS_1
" Manis, kau ku tinggal dulu ya? temanku sudah sampai!" Amar mengelus surai kuda putih kesayangannya.
Kuda itu meringkik, seolah mengerti apa tuannya.
Kemudian Amar menyuruh seorang pekerja untuk melanjutkan pekerjaannya, membersihkan kandang kuda.
" Manis? kau memberikan nama kudamu seperti menamai kucing," Glenn Yaw berkomentar.
" Setidaknya aku tak memberinya nama Glenn padanya!" Amar menjawab santai.
Glenn Yaw kehilangan kata-katanya.
Keduanya tidak membahas soal nama kuda lagi, mereka berjalan menuju area peristirahatan, setelah keduanya duduk seorang pekerja wanita menghidangkan seteko teh beserta dua buah gelasnya, ada juga makanan ringan di sana.
" Apa rencanamu sekarang, Asyifa sudah berada di London, tapi aku tidak tahu dia tinggal di mana, apakah di sekitar kampus atau di luar kampus!" Glenn Yaw menuangkan teh kedalam gelasnya dan kemudian menyesapnya.
Amar terdiam, nampak sedang memikirkan sesuatu.
" Aku juga punya kabar baru lagi, Tadi keluarga Jhonson kedatangan anggota baru lagi, anak perempuan dari Lady, anak perempuan satu satunya Edmund Jhonson!" Glenn Yaw merogoh ponselnya dan memberikan pada Amar.
Amar melihat pesan yang di kirimkan salah satu pelayan Jhonson di ponsel Glenn Yaw.
"penampilannya sederhana, bahkan aku tidak menyangka jika itu adalah salah satu cucu perempuan keluarga Jhonson!"Amar mengembalikan ponsel Glenn Yaw.
" Dari informasi yang kudapat, Lady pernah di fitnah dengan salah satu bibi dan sepupunya, oleh karena itu dia memutuskan ikut sahabatnya pulang ke kampung sahabatnya itu, setelah itu tak ada kabar apapun lagi, lady menghilang bagai di telan bumi!" Glenn Yaw menjelaskan lebih jauh.
" Apa aku harus mendekatinya juga?" Amar meminta pendapat pada Glenn Yaw.
Glenn Yaw hanya menggeleng," Aku tidak tahu, semua keputusan ada di tanganmu, kalau menurutku, kita balik pada rencana awal, dekati semua cucu perempuan keluarga Jhonson untuk membatalkan perjodohan!"
" Apa menurutmu itu akan berhasil?"Amar pesimis.
" Aku tidak tahu bagaimana hasil akhirnya, setidaknya kita sudah berusaha bukan?" Glenn Yaw tidak mau menjanjikan apapun.
" Baiklah, Aku mengerti!" Amar menatap lagi kedepan, melihat daun daun berguguran.
***
__ADS_1
Kembali ke mansion keluarga Jhonson.
Edhena membawakan seteko teh ke ruang kerja Edmund lengkap dengan gelasnya.
" Sudah malam, tutup saja jendelanya, nanti kau masuk angin!" edhena mengingatkan Edmund.
" Apa kau merasa ada hal yang aneh padanya, Edhena? menurutku ini seperti mimpi, Aku sepenuhnya tidak yakin kalau dia anak perempuan Lady!" Edmund masih memandang keluar jendela." Entah mengapa, darahku sama sekali tidak berdesir Ketika dia mengatakan bahwa dia adalah juga cucuku!"
edhena hanya menghela nafas panjang dalam dalam, ada sedikit jeda sebelum dia menjelaskan," Aku juga merasakan hal yang sama, dia tidak menyapaku, setidaknya dia masih ingat kita pernah bertemu belasan tahun yang lalu, bahkan kita juga pernah berfoto bersama! ini terlihat mencurigakan!"
" Jadi apa yang harus kita lakukan?"tanya Edmund bingung.
" Di biarkan saja, lagipula kita belum mengumpulkan bukti apapun, coba kita cari orang yang membawa perhiasannya Lady, dari foto yang di kirimkan pihak imigrasi, anak perempuan disana sama dengan anak perempuan yang di perkenalkan oleh lady padaku!"
" Ingat, status sosialmu membuat orang orang ingin masuk kedalam keluarga ini!" Edhena menambahkan.
" Kau benar Edhena, mari kita ikuti permainan gadis itu, menurut pandanganmu , apakah Darren terlibat?"Edmund waspada.
" Aku tidak tahu!" Edhena menggelengkan kepalanya.
Sementara itu, Ferdinand menelpon sang enyak.
" Mak! Aye udah nyampe, di sini udah mulai dingin, udah masuk musim gugur, Badan Aye serasa masuk angin!"
" Eh, tong,.. Elu kalau telepon liat waktu kagak sih?" Suara Enyak Terdengar berat.
" Tahu dong nyak, Disini masih jam delapan malam!" jawab Ferdinand polos.
" Di sana jam delapan malam, di sini jam dua pagi, udah ye, Aye ngantuk, mau lanjut tidur lagi!"
Belum sempat Ferdinand menjawab, telepon sudah terputus.
" Enyak kok tega amat dah, sama anaknya, kagak tau apa anaknya lagi kangen!" Ferdinand hanya bisa menggelengkan kepalanya.
****
,
__ADS_1