Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan

Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan
Kejujuran Amar


__ADS_3

Episode #115


"Tante,...Om,.." Amar menjabat tangan kedua orang tua Angga.


" Saya bisa di bilang liburan Om, sebenarnya saya sedang memberikan donasi pada salah satu NGO ( Non Government Organizationan ) , komodo survival program, untuk lebih memperhatikan hewan endemik negara kita, perusahaan mulai merambah ke alam dan lingkungan hidup, om, Tante!" jelas Amar seperti aktivis lingkungan hidup.


Rio, Helena dan Asyifa saling berpandangan, mereka merasa aneh, sejak kapan seorang tuan muda AMAR SYAPUTRA peduli dengan lingkungan.


Asyifa sebenarnya ingin tertawa, dia mencibir dalam hatinya, " Lihat kadal aja lari, apalagi komodo!" berhubung menghormati kedua orang tua Angga, sekuatnya dia menahan tawanya agar tidak kelepasan.


" Wah, itu program yang bagus, jarang anak muda jaman sekarang memberikan perhatian pada satwa langka, oh ya, bukannya di pulau ini tidak ada komodo ya? bukannya komodo adanya di pulau komodo dan pulau Rinca?" Rio memberikan pujian dan ikut berbasa-basi sejenak.


" Iya Om, kita lagi mendiskusikannya, dengan para pengurus, itu mereka!" Amar menunjuk salah satu meja yang di penuhi oleh sekumpulan orang asing.


Kebetulan Carrey melihat ke arah Amar, dia sedikit terkejut juga, melihat kedua orang tua Angga ada di sana, dia pamit sebentar kepada Daniah, dan beranjak menghampiri orang tua Angga dan Amar.


" Om,..Tante,.." Sapa Carrey kepada orang tua Angga, kemudian dia beralih melihat ke arah Asyifa, Diapun menyapa sopan, " Nona May,"


Asyifa hanya tersenyum, entah mengapa melihat Carrey hatinya mendadak tidak nyaman.


" Carrey, sudah lama tidak bertemu, kapan kapan mainlah kerumah," ajak Helena ramah.



Rio berbisik, " Dia siapa mah? seperti pernah lihat!"



" Papa lupa ya? Ini teman S2 nya Angga di London, dulu kan mereka wisudanya bareng, di rumah, kita bahkan punya foto dia, di album wisuda Angga," bisik Helena.



" Ya sudah, mumpung kalian di sini, nanti malam ulang tahunnya neneknya Angga, di resort pantai Waecicu, tante berharap Amar sama Carrey hadir ya?" Helena mengundang Amar dan Carrey di pesta ulang tahun nyonya Arum Kusuma.


" Boleh Tante, makasih undangannya, kadonya nyusul ya Tan, soalnya di undangnya dadakan, jadi tidak menyiapkan apapun, he he!" Amar berkelakar.


Carrey pun setuju.



" Jangan terlalu merepotkan diri, itu hanya pesta kecil-kecilan saja, hanya di hadiri oleh keluarga saja," senyum Helena seperti menghipnotis.

__ADS_1



" Baiklah Om dan Tante, terima kasih banyak sebelumnya," Carrey membuka suara.



" Yaudah, kalian lanjutkan saja mengobrol dulu ya! Tante mau pacaran dulu sama Om," pamit Helena, tangannya bergelayut di lengan Rio.



Tinggallah Carrey, Amar dan Asyifa, suasana kikuk kembali.



Tak lama kemudian, Niko datang.


" Hay May, persiapannya sudah selesai, mau snorkeling sekarang?"


Tanpa menunggu jawaban dari Asyifa, Amar langsung menarik tangan Asyifa keluar dari kafe.


" Eh!" Asyifa kaget dan mengikuti Amar yang menarik tangannya, dia melihat Niko sekilas, sebelum melihat ke arah Amar.


" Lepasin! malu di lihat orang orang!" Asyifa berbisik geram.


Para pengunjung yang awalnya memperhatikan segera mengalihkan pandangan mereka, karena mereka menganggap ini adalah hal yang biasa, " pertengkaran pasangan muda,"


Niko hanya memandang jauh, walaupun dia ingin menyusul, dia cukup tahu diri, untuk tidak ikut campur, walaupun dia sudah di bayar, berhasil atau tidaknya, itu bukan urusan dia, yang penting dia sudah berusaha.


Amar menarik lengan Asyifa hingga ke tepi pantai, ada pohon di sana, sehingga mereka bisa bernaung.


" Lepasin tanganku, sakit," rintih Asyifa seraya menghempaskan tangan Amar.


" Maaf! Maaf!" Amar melepaskan pergelangan tangan Asyifa.


Asyifa mengelus elus pergelangan tangannya," Kamu kenapa sih? Aneh banget! lagian ngapain kamu kesini, kamu mau liburan bersama Carrey dengan kedok komodo itu? Dasar Modus!"


" Kamu juga ngapain sama cowok itu? Bukannya fokus mencari barang bukti tuan Wijaya Kusuma, malah asik berkencan sama cowok itu! ucap Amar kesal.


" Ya, gak ada bedanya juga sama kamu, kencan sama Carrey mu itu!" Asyifa balas tak mau kalah, bibirnya mengerucut.tangannya terlipat di dadanya.


Mereka persis seperti pasangan kencan yang kepergok berselingkuh.

__ADS_1


Amar menyugar rambutnya kasar, " Aku itu gak ada hubungan apa-apa sama Carrey,"


" Bohong!" Asyifa menudingkan telunjuknya kepada Amar, " Kamu benar benar lelaki pembohong, kalau gak ada hubungan apa-apa, ngapain ke labuan Bajo segala! Mau berbulan madu?"balas Asyifa sengit.


" Aku itu gak ada hubungan apa-apa sama dia! aku itu gak suka sama dia!" Amar menjawab frustasi, wajahnya sudah semakin memerah.



" Trus kalau kamu gak suka sama dia, kamu sukanya sama siapa?"Asyifa membalas dengan sengit, dia tak mau kalah dengan Amar.



" KAMU!" Amar menjawab lantang.


Asyifa tertegun, otaknya tiba tiba tidak bisa memproses informasi yang datang.


" Ya, aku sudah suka sama kamu, dari jaman putih biru hingga sekarang, momen ketika aku ingin mengutarakan perasaanku dan melamarmu, di situ kamu mengantarkan undangan pernikahanmu , jadi aku harus apa? Cincin yang aku persiapkan terpaksa aku masukkan kembali, kalau kamu tidak percaya, aku masih menyimpan cincin itu, beserta nota pembeliannya," Amar terengah-engah, beban yang menghimpit dadanya terasa hilang tak berbekas.



Asyifa masih tertegun tidak percaya, ingin sekali dia berkata, namun lidahnya serasa kelu, jadi dia hanya mematung.


Amar mengatur kembali emosinya, dan nada bicaranya kembali lembut, " Sebenarnya Aku tidak ada hubungan apapun dengan Carrey ataupun perempuan lainnya, kamu tahu sendiri, bagaimana sikapku dan pergaulanku pada lawan jenis, aku memang sengaja membawa Carrey untuk memperlancar misi kita," ada jeda sedikit Sebelum dia melanjutkan, " Asal kamu tau aja, Carrey dan Angga saling mencintai, tetapi hubungan mereka tidak pernah berlanjut, kamu tahu sendiri, bagaimana Angga di setir oleh kakeknya, jadi dengan kehadiran Carrey, aku berharap Angga bisa sedikit berubah dan , memiliki keinginan untuk memperjuangkan cinta dan hubungan mereka, dengan begitu, kita bisa menarik Angga ke pihak kita, dan bisa mendapatkan barang bukti, atau keterlibatan tuan Wijaya Kusuma, terkait kecelakaan orang tuamu, dengan begitu misi kita berhasil, dan kamu bisa menutup buku, dan memulai hidup baru."


" Syifa!" Amar menggenggam tangan Asyifa, bahkan dia lupa untuk memanggil May, kepada Asyifa.


Tidak ada kata-kata yang keluar dari mulut Asyifa, mata perempuan itu sudah basah


" Syif!" Panggil Amar lagi, lelaki itu masih menggenggam tangan Asyifa, kali ini genggamannya semakin erat..


" Syif! kamu percayakan sama aku?"tanya Amar penuh perasaan, matanya begitu jernih, penuh ketulusan dan ketulusan.


Asyifa tersadar dan kemudian melepaskan genggaman tangan Amar kasar.



Wajah Amar yang semula kemerahan menjadi merah.


" Bodoh!" umpatnya, dan Asyifa pun berlari meninggalkan Amar, sebuah lengkungan muncul di bibir Asyifa.


Senyuman itu tak luput dari pandangan Amar, sambil memegang wajahnya yang barusan di tabok dia bergumam, " Sampai jumpa nanti malam my lady!"

__ADS_1


Amar pun segera berlalu dan berjalan menemui Carrey dan pengurus dari komodo survival program.


***


__ADS_2