Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan

Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan
Pesta ulang tahun Jasmine


__ADS_3

Episode #51


  Amar, Elysa, Gatot dan Jasmine, sudah sampai di area pertanian.


  " Wah, Aku senang sekali!" seru Jasmine, Dia langsung berhambur ke dalam pelukan Amar.


" Apa paman yang mengatur semua ini?" tanyanya gemes.


  " Nenekmu juga berpartisipasi dengan konsep pesta kebun ini, Apa kau suka?" kemudian Amar menggandeng Jasmine.


  " Suka sekali paman!"Jasmine kemudian mengecup pipi Amar, " Emuuah!"


  " Pamannya aja nih, yang di cium, Neneknya enggak?" Elysa mengerucutkan bibirnya.


  Kemudian Jasmine mendekatkan bibirnya pada Elysa, lalu mengecup pipinya," Emuuah!" semuanya terkikik.


  "Ayo kita masuk kesana, lihat tuh, teman temanmu sudah menunggu!" Elysa mengajak Jasmine untuk menyambut teman temannya.


  Jasmine mengangguk, Amar segera menurunkan Jasmine dari gendongannya, kemudian Elysa menggandeng tangan Jasmine, untuk menyambut para tamu, yang merupakan teman main dan teman sekolahnya.


  Amar kemudian pergi memeriksa kue ulang tahun dan bagian konsumsi dan yang lainnya, sekali lagi dia memastikan tidak ada bahan makanan yang mengandung Allegri pada anak anak, semua makanan dan minuman di persiapkan oleh ahli gizi anak.


  Beberapa menit kemudian, Rebecca hadir, dia segera menghampiri Amar.


  Rebecca tiba tiba datang, dan segera mencium pipi Amar, tangannya segera bergelayut di lengan Amar.


 Amar merasa risih, dan berusaha melepaskan tangannya dari cengkraman Rebecca, " Rebecca, tolong, disini banyak anak-anak, tolong kita menjaga sikap!" Amar dengan tegas berucap.


  Rebecca memutar bola matanya, dengan malas, dia melepaskan cengkraman tangannya," Mereka juga belum mengerti, Mar!"


  " Sudahlah, sebaiknya kau temani Jasmine dulu, dia sangat mengidolakan mu sebagai pianis, dia pasti senang bisa melihatmu!" Amar mengusir Rebecca secara halus. " Aku masih harus memastikan beberapa hal, Aku akan menyusul jika semuanya sudah beres!" Amar tersenyum.


  Rebecca mendengus dan langsung berlalu.


    Amar menghela nafas lega.


  Rebecca kemudian berjalan menuju taman di mana pesta kebun di adakan, sesampainya di sana, dia terkejut melihat Molly sudah datang, dan sedang bergurau dengan ibunya Amar.

__ADS_1


   " Maaf ya Tante sebelumnya, Wajah Tante kan berbentuk oval nih,.. jadi aku sarankan potongan rambut yang cocok untuk Tante adalah potongan rambut bob, yang mengikuti garis rahang!"Molly memberikan pendapatnya.


    Benarkah? Kenapa?" Elysa terlihat bersemangat.


  " Potongan rambut itu akan memberikan ilusi wajah Tante lebih sempit dan ramping!"Molly memberikan penjelasan.


  " Wow! Benarkah? Tante akan segera mencobanya, Terima kasih ya, nak Molly, atas sarannya!" Elysa menepuk pundak Molly dua kali, tanda dia sudah mulai akrab dengan cucunya tuan Jhonson tersebut.


  Rebecca mengepalkan tangannya," Sejak kapan penyihir itu datang!" gumamnya " Mana sok akrab lagi!"


 Rebecca pergi," Aku akan mendekati Jasmine!"


  Sementara itu, Jasmine sedang berkumpul bersama teman-temannya.


  " Pestamu meriah sekali Jasmine? Boleh tidak aku menaiki kuda poni yang ada di sana?"Tunjuk Grace.


  Jasmine mengangguk, " Tentu saja, karena pamanku yang mengaturnya untukku, semuanya bisa naik kuda poni, dan memberikannya makan, di sana juga ada, kelinci, ayam, kambing mini, hamster, kura kura, Domba dan bebek, kita akan puas bermain!"


   " Yeeey!" teman teman Jasmine berseru senang.


  Ketika Rebecca hendak mendekat, Terdengar suara panggilan, " Hai, Jasmine!"


Moana menggendong Jasmine," Sudah bibi katakan, bahwa bibi akan datang ke pesta ulang tahunmu!" Satu kecupan mendarat di pipi Jasmine, gadis kecil itu tertawa geli.


  Moana menurunkan Jasmine, dia mengeluarkan sesuatu," Selamat ulang tahun ya sayang!"


  Jasmine dengan senyum sumringah menatapnya," Terima kasih, bibi!" Dia menerimanya dengan suka cita," Wah, ini peralatan lukis yang aku idam idamkan, bibi baik sekali!" Jasmine pun memeluk Moana kembali.


  Moana hanya mengulum senyum, dan mengelus rambut Jasmine.


  Rebecca mengepalkan tangannya lagi," Sial, lagi lagi aku gagal, Aku akan kembali menemui Amar saja!" Rebecca membalikkan badannya dan melangkah pergi.


  " Bagaimana persiapannya? Sudah siap? Kalau sudah siap, langsung di mulai saja acaranya!"Amar berteriak kepada pengurus.


  " Bagaimana dengan Wilson?" tanya salah satu pengurus.


  " Dia bilang lanjut saja, dia sudah di jalan, sebentar lagi sampai!" Amar memberikan informasi.

__ADS_1


  " Baiklah!" pengurus itu mengiyakan.


  Pembawa acara pun datang dan membawakan acaranya, pesta ulang tahun pun segera di mulai.


  Rebecca tetap menggandeng tangan Amar, Molly di sebelah kiri Elysa dan Moana di sebelah kanan Elysa.


  Taman bunga tempat acara ulang tahun pun seketika ramai,.


  Beberapa acara sudah terlewati.


" Baiklah, sekarang waktunya pemotongan kue!" pembawa acara berseru.


  Jasmine bingung, hingga saat ini Wilson belum juga datang.


  Daddy mu kemana Jasmine? Apa dia tidak datang?" Olivia teman sekelasnya Jasmine bertanya.


  Semua temannya langsung memandang Jasmine.


  Jasmine pun menengok kekiri dan kekanan, saat ini dia berharap akan melihat ayahnya.


  "Apa Daddy mu tidak datang ya?" tanya Barbara.


  Mendengar itu seketika wajah Jasmine menjadi masam, Dia menajamkan pandangannya kembali, samar samar dari jauh dia melihat siluet pasangan.


  " Itu Daddy dan calon mamiku sudah datang!"teriak Jasmine dan segera berlari kearah Wilson dan Asyifa.


  Di saat itu, semua mata tertuju pada Wilson dan Asyifa.


Asyifa tidak sengaja bertemu pandang dengan Amar, tangannya sedang di gandeng dengan perempuan lain, keduanya sangat mesra sekali.


  Sementara itu, Amar juga terpaku, ternyata sosok yang di bicarakan oleh Jasmine adalah Asyifa, dan konyolnya lagi dia juga mendoakan Wilson dan wanitanya sendiri berlanjut hingga ke pelaminan.


Moana juga terkesiap mendengar ucapan Jasmine, dunianya serasa mau runtuh.


Hanya Molly dan Rebecca terlihat tenang tenang saja, mereka belum menyadari jika saingan keduanya sudah muncul.


" Ayo Daddy, waktunya memotong kue ulang tahun!" Jasmine menarik lengan Wilson.

__ADS_1


Celetukan Jasmine membuat tiga orang yang sebelumnya terpaku, tersadar.


****


__ADS_2