Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan

Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan
Pulau bidadari


__ADS_3

Episode #113


Angga segera menghabiskan sarapannya, dia tidak menunggu Asyifa, akan memakan waktu banyak jika menunggu wanita itu.



Setengah jam kemudian, Asyifa tiba di restoran hotel, seluruh anggota keluarga Kusuma masih di sana, kecuali tuan besar Wijaya Kusuma dan nyonya Arum Kusuma, mereka memilih sarapan di kamar.



Asyifa menghampiri meja Angga, mejanya sudah bersih, hanya ada secangkir kopi disana.



" Sudah sarapannya?" sapa Asyifa, seraya meletakkan piring sarapannya.



" Seperti yang Nona lihat!" jawab Angga, sambil menyeruput kopinya.



" Hari ini semua akan pergi snorkeling, dan diving ke pulau bidadari, kamu ikut lah, tapi kamu harus hati-hati dengan mereka!" Angga mendongakkan dagunya menuju meja Charlie dan Tamara.



" Kenapa? Kau mencurigai mereka? mereka kan sepupu mu sendiri, parah!" Asyifa berkata dengan santainya.



" Terkadang keluarga lebih berpotensi membahayakan orang lain, walaupun orang lain mengatakan, kalau darah lebih kental daripada air, tetapi di depan harta dan tahta, itu tidak selalu berarti," ungkap Angga, membeberkan apa yang ada di keluarganya.



" Hemmp!" Asyifa berdehem, " Aku tak bisa berkomentar, Aku anak tunggal, begitu pula almarhum ayah dan ibuku, jadi Aku tidak tahu bagaimana rasanya rebutan, baik antar saudara sekandung ataupun sepupu, jadi aku tak pernah di posisimu," Asyifa berkata jujur, baik identitas Nya sebagai Humaira ataupun Asyifa, dia memang di takdir kan sebatang kara, sungguh menyedihkan.



" Eh, omong omong, memang kamu tahu, mereka merencanakan apa? kenapa aku di suruh berhati-hati?" tanya Asyifa penasaran, sesendok salad sayuran mendarat di mulutnya, setelah mengatakan itu.

__ADS_1


" Ha ha ha!" Angga terkekeh, " Mereka sedang berusaha menjebak mu! Aku bahkan bisa mengetahui rencana mereka tanpa harus membuka mata," Angga berusaha menerangkan.


" Memangnya apa rencana mereka?" Asyifa nampak acuh tak acuh.



" Mereka ingin merenggangkan hubungan kita, dengan cara membuatmu dekat dengan Pria lain, Niko, teman barumu itu, telah di atur oleh mereka!" Angga membongkar kedok Charlie dan Tamara.



" Tanpa kamu jelaskan, Aku juga sudah tahu, kalau lelaki itu punya maksud lain," Jelas Asyifa.



Angga mengeryit dahinya, seolah dia bertanya, " Bagaimanapun bisa?"


Niatnya gampang di tebak, dia berenang di waktu fajar, dengan mengantongi sunsecreen! orang yang berpikiran waras akan mempertanyakannya, jadi dia punya maksud lain," Asyifa menjelaskan analisis nya, setelah itu dia menambahkan, " jadi aku menerimanya untuk berkenalan denganku,"


Angga mengangguk puas, " Nona May, memang wanita yang cerdas, tidak sia sia Prameswari group menempatkan dia sebagai asisten CEO, kejeliannya cukup tinggi, sangat tidak mudah berurusan dengan Nona ini!" pujinya dalam hati.


" Omong omong, darimana kamu tahu, kalau namanya Niko?" Asyifa tidak menyembunyikan rasa penasarannya.




" Memang jam segitu, kamu ada di sana?" Asyifa tidak percaya.


" Bahkan aku melihatmu keluar dari kamar tanpa memakai alas kaki, setelah itu kamu seperti bintang Bollywood yang menari di pinggir pantai, untung saja di sana tidak ada pohon, kalau tidak, mungkin kamu akan mengelilingi pohon sambil menari," Angga mempraktekan tarian dari lagu Chaiya Chaiya, yang sempat di populerkan kembali oleh Norman Kamaru.


Asyifa terkikik, dia tidak menyangka bahwa Angga mempunyai sisi lucu seperti ini.


melihat interaksi yang begitu akrab dan terlihat semakin mesra, Tamara dan Charlie merenggut, usaha mereka telah gagal, memicu konflik diantara keduanya, seharusnya sekarang pasangan itu sudah perang dingin, Bukankah seharusnya Angga cemburu, dan Humaira merasa bersalah?"


" Jadi menurutmu aku harus bagaimana?" tanya Asyifa setelah dia terkikik dan mencubit Angga dengan gemas.


" Hmmp!" tangan Angga menopang dagu, seolah sedang berfikir, " Terserah sama kamu, kalau kamu ingin membalas mereka, tidak jadi masalah, walaupun begitu, kamu harus tahu batasan, karena malam ini adalah ulangtahun nenek, aku tak ingin nenek punya beban pikiran, karena beban keluarga yang di sana!"


" Baiklah, kalau begitu aku tidak perlu sungkan, aku akan membantu mereka melancarkan aksinya, dan kemudian menggagalkannya, jatuh dari ketinggian sangat menyenangkan bukan?" alis Asyifa naik turun.

__ADS_1


" Baiklah, lakukan sesukamu, Aku tak bisa bergabung ke pulau bidadari,Aku harus menemani kakek, menemui beberapa pemilik resort di sini, kakek ingin berinvestasi," Angga kemudian pamit untuk ke kamar kakek dan neneknya.



" Emang benar kata orang, kalau umur semakin tua, sifat asli semasa muda akan kentara sekali terlihat, bisnisnya sudah menggurita se Asia Pasifik, tetapi masih saja melirik bisnis bisnis kecil, kadang di situ saya merasa heran," gumam Asyifa.



Setelah menyelesaikan sarapannya dia segera kembali ke kamar hotelnya, merek akan berangkat sekitar satu jam lagi, menuju pulau bidadari, daripada menunggu dengan anggota keluarga Kusuma, Asyifa lebih memilih rebahan di kamarnya, sambil menatap indahnya pantai, Waecicu.


satu jam kemudian, seorang petugas hotel mengetuk pintu kamar Asyifa, dan mengatakan rombongan akan berangkat menuju pulau bidadari, Asyifa begitu senang, dia langsung menyambar tasnya, dan menggantungkan kamera, DSLR, di lehernya, tak lupa dia memakai bendo kucing berwarna pink, untuk menunjang penampilannya, dia nampak terlihat seperti seorang wisatawan yang sedang asik berlibur.


Tamara, sepupu Angga mencoba untuk berbasa-basi sejenak, dengan Asyifa, tapi Asyifa menanggapi sewajarnya saja, dia hanya menjawab pertanyaan yang di tanyakan Tamara tanpa bertanya balik, Tamara kesal, dan menghentakkan kakinya.


Kapal luxury phinisi menjadi pilihan hotel, untuk menjamu keluarga Kusuma, semua anggota keluarga ikut, kecuali tuan besar Wijaya Kusuma dan nyonya Arum serta Angga Kusuma.


Pemandangan dari atas kapal sangat terlihat indah, lautan biru dengan aneka satwa dan karang begitu jelas terlihat, Airnya begitu jernih, Labuan Bajo seperti kepingan surga yang jatuh ke bumi.


Asyifa pun langsung mengambil beberapa gambar, dia senang sekali, sesekali dia menghampiri petugas kapal dan meminta untuk memotretnya.


Ketika sedang asik mengambil foto, seseorang mendekat dan bercelatuk, " Sepertinya saya memiliki ide untuk menyewa seorang fotografer di kapal ini, pasti jasanya banyak yang di pakai.



" Niko? Kamu di sini?" Asyifa kaget dan tersenyum riang, padahal dia sudah menduga Sebelumnya, Niko pasti ada dalam rombongan ini!"



Sepanjang perjalanan Niko terlihat begitu menawan, Dengan sabar dia menjelaskan beberapa pulau yang mereka lewati, tak lupa pula dia mengambil beberapa foto Asyifa, jika orang tidak mengenal mereka, orang orang akan beranggapan mereka memiliki perasaan satu sama lain.


Tamara yang melihat keakraban keduanya langsung mengepalkan tangannya, wanita itu sudah jatuh hati pada pandangan pertama dengan Niko.


" Sabar, jangan hancurkan rencana kita," bisik Charlie pada telinga Tamara.


Tamara hanya mendengus kesal dan tanpa berkomentar apapun dia, dia memang harus bisa menahan diri.


Sesampainya di pulau bidadari, rombongan Kusuma langsung menuju paviliun, yang sudah di sediakan oleh pihak resort.


****

__ADS_1


__ADS_2