Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan

Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan
Hasil penyelidikan


__ADS_3

Episode #7


Ani sangat malu sekali, dia begitu geram wajahnya tidak bisa menyembunyikan kilat amarah dalam dadanya, selama ini dia bebas menggunakan kartu gold start dan memperoleh diskon mencapai sembilan puluh persen setiap berbelanja di supermarket atau mall ternama, bagaimana mungkin sekarang kartu sakti itu menjadi tidak berguna, dia sangat kesal.


Dia langsung mengendarai mobil nya sedikit ugal ugalan melampiaskan rasa marahnya, wanita paruh baya itu sudah sangat kehilangan muka di depan teman-teman sosialitanya, berkali kali dia memukul setir mobil.


Sesampainya di rumah dia langsung membanting pintu, semua yang ada di rumah begitu terkejut melihat tingkahnya, melihat aura hitam di wajahnya, tidak ada yang berani untuk sekedar bertanya.


Dia langsung duduk di sofa dan langsung mengeluarkan ponselnya, cepat dia mencari kontak Ardi, beberapa kali mencoba menghubungi selalu tidak terhubung, dengan kasar dia lemparkan ponselnya ke sofa.


Setelah mendinginkan emosinya, dia membuka salah satu aplikasi gagang telepon berwarna hijau, dia ingin menghubungi Ardi lagi namun masih belum juga terhubung, iseng dia membuka dan melihat fitur story', karena penasaran satu persatu dia buka.


" Gagal belanja deh,.. padahal Udah happy banget di bayarin, eeh, ada incident,.. gagal deh" story djeng Sinta.


" Ketika kartu sakti kehilangan kesaktiannya," story djeng Kirana.


" Di PHP itu rasanya , nyees,.. sekali" story djeng Siska.


Ani tau story'itu menyangkut dengan siapa dan membahas tentang apa, wajahnya berubah menjadi masam membayangkan kejadian di kasir tadi, mengingat kasir tiba tiba dia teringat dengan Ami anaknya yang juga mengalami hal serupa, ketika ingin menghubungi Ami dia melihat begitu banyak pesan di group keluarganya, dia memang sengaja membisukan notifikasi agar acara hangout nya tidak terganggu.


@AMI ; "Ada yang tahu apa yang terjadi dengan gold start card? si kartu sakti,?"


@TIA ; "Emang kenapa mbak, perasaan baik baik saja,!"


@AMI: " Tadi aku malu banget di mall,.. kartunya gak bisa di pakai,!"


@TIA : " Beberapa hari yang lalu masih bisa mbak, aku juga pakai log,!"


@AMI : " Gak bisa,.. aku udah beberapa kali mencoba, aku coba telepon kak Ardi beberapa kali tapi tak terhubung samasekali, kesel aku,!"


@ARIS ( suami Tia ) : " kak Ardi sedang rapat dengan beberapa pemegang saham jadi gak bisa di hubungi,!"

__ADS_1


@AMI : " Apa kartunya error'kali ya,. !"


@ANDREAS: " Makanya belanja itu pakai duit sendiri, tidak bergantung dengan orang lain,!"


Ani membaca obrolan di sana, tidak ada lagi yang membahas teguran dari suaminya, dia akan menanyakan ini kepada Ardi setelah sampai di rumah.


****


Beberapa jam sebelum kejadian itu.


Di silau hukum, HAMDAN sang pengacara menerima seorang tamu yang beberapa hari lalu dia hubungi untuk menyelidiki tentang kehidupan Asyifa.


Di hadapannya berdiri seorang pemuda berusia sekitar tiga puluhan dengan outfit kasual, dia sedang menunjukkan bukti bukti tentang kejanggalan kecelakaan Asyifa.


" Bagaimana Ron,.. apa yang kamu temukan di lapangan,?"


" Saya langsung ke intinya pak, Ibu Asyifa kemungkinan masih hidup dan saat ini sedang di sembunyikan oleh seseorang, tetapi saya tidak bisa menemukan identitas orang tersebut,!" terangnya tegas.


Mendengar kabar membahagiakan tersebut HAMDAN serasa merasakan sejuknya ketenangan, ingin sekali dia berjingkrak kesenangan, tetapi dia harus menahannya dia juga harus terlihat berwibawa, jadi dia hanya tersenyum tipis.


" Saya dan tim sudah menyisiri area sungai tepat terjatuhnya mobil ibu Asyifa, tidak jauh dari sana ada sebuah warung kecil kecilan atau mirip angkringan yang hanya buka pada malam hari, penjual itu mengatakan, bahwa pada malam itu di temukan seorang perempuan mengambang di sungai dan salah satu pembelinya langsung melarikannya ke rumah sakit, dari keterangan si penjual perempuan itu bertubuh gemuk, jadi bisa di perkirakan bahwa ibu Asyifa selamat.


" Itu alasannya kenapa polisi tidak bisa menemukan jejak Bu SYIFA, karena mereka bergerak di pagi hari nya,!" gumam HAMDAN.


" Bagaimana tentang laporan kepolisian terkait dengan kondisi mobilnya ? apakah ada kerusakan,?" sambungnya penasaran.


" Berdasarkan informasi yang telah di kumpulkan oleh tim kita, tidak di temukan kerusakan apapun pada mobil Bu Asyifa, beliau selalu melakukan service rutin dan selalu memeriksa terlebih dahulu sebelum melakukan perjalanan jauh untuk menghindari adanya kecelakaan,!" lapor pemuda itu lagi.


" Trus,.. mengapa ibu Asyifa bisa mengalami kecelakaan,?" Hilman mengeryitkan keningnya.


" Kami sudah menelusuri semua tempat tujuan dan persinggahan ibu Asyifa selama di kota itu, ibu Asyifa sedang meninjau lokasi untuk acara kantor bersama saudari ipar nya, Ami, awalnya mereka di sana selama dua hari, tapi di malam pertama, malam pada saat kecelakaan itu terjadi, dia bergegas kembali ke ibu kota, kemungkinan iparnya terlibat dalam kasus ini,!" terang pemuda itu sambil menyerahkan satu buah flashdisk.

__ADS_1


Hamdan segera mengambil flashdisk itu lalu segera menyambungkannya ke laptop, Rekaman CCTV segera di putar.


Roni menjelaskan dengan seksama.


" Perhatikan pak, ada dua botol mineral di sini, satu milik Bu Asyifa dan satu milik Ami, selama di sana Ami samasekali tidak menyentuh atau meminum botol miliknya, di menit ke empat puluh lima terlihat Bu Asyifa panik sekali dan gegas kembali ke mobil, ketika membereskan barang barangnya ke dalam tas, tanpa sepengetahuan Bu SYIFA, Ami menggeser botolnya lebih dekat ke ibu Asyifa di banding dirinya, jadi secara refleks beliau langsung meraih botol yang ada di dekatnya karena beranggapan itu miliknya, lalu tidak lama kepergian ibu Asyifa, perhatikan wajah Ami, ada tarikan senyum tipis, jadi kemungkinan ibu Asyifa telah di targetkan sebelumnya,"


" Memang SYIFA sudah di targetkan sebelumnya, kalau tidak, tidak mungkin suaminya langsung menanyakan perihal harta peninggalannya tidak lama setelah akta Kematian di keluarkan,.. mencurigakan,!" batin Hilman.


" Bagaimana kehidupan pribadinya,? apa saja yang kamu ketahui,?" Desak Hilman.


" Bu Asyifa sangat pintar bersandiwara, selama ini dia selalu menampilkan citra keluarga harmonis di hadapan umum, tetapi itu sebenarnya adalah topeng, Bu Asyifa sering sekali di bentak dan di abaikan oleh suaminya, pernikahan mereka harmonis hanya di awal pernikahan saja, masuk di tahun kedua suaminya kerap melakukan kekerasan secara verbal, terlebih ketika beliau mengalami kenaikan berat badan berlebih, oleh karena itu semua asisten rumah tangga di pindahkan oleh ibu ke tempat kerja lain, agar mereka tidak tahu dengan apa yang terjadi di rumah itu, jadi dua tahun belakangan ini ibu Asyifa mengurus rumah sekalian juga bekerja,!" tutur Roni.


Hamdan hanya menghela nafas panjang, " Lanjutkan,!"


" Ibu mertua dan saudara iparnya Ami selalu menjelek jelekan ibu Asyifa di kalangan pertemanan mereka, kedua perempuan itu mengatainya , mandul, jelek, gendut atau kata kata sejenis,"


" Bagaimana dengan saudara ipar yang satu lagi serta ayah mertuanya,?"


" Mereka lebih bijak, dan tidak pernah mencampuri urusan ibu Asyifa, mereka memperlakukan nya hangat," ujar mata mata itu lagi.


" Apa ada hal lain lagi yang ingin kamu sampaikan,?" tanya HAMDAN kepada Roni ketika ada kilat ragu di sana.


"ARDIANSYAH berselingkuh dengan CAMILLA seorang artis yang sedang naik daun selama dua tahun belakangan ini, dia juga sahabat dan orang kepercayaan ibu Asyifa,!" ungkap Roni jujur.


Mengetahui fakta terakhir, HAMDAN benar benar sudah habis kesabarannya, dan secara tidak sadar beliau mengepalkan tinjunya ke atas meja, segera dia menelepon WIJAYA seorang direktur keuangan, yang khusus mengatur aliran keluar masuknya dana dari PRAMESWARI group.


" Blokir semua akses keuangan kepada keluarga ARDIANSYAH, apapun fasilitas yang mereka gunakan segera cabut,!" perintah HAMDAN tegas.



" Baik,.. segera di laksanakan, !" Sahut suara dari seberang sebelum telpon di matikan.

__ADS_1



\*\*\*\*


__ADS_2