Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan

Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan
HUMAIRA PRAMESTI


__ADS_3

Episode #3


Ardi sampai di lantai sebelas di mana meeting akan di laksanakan , begitu dia keluar dari lift Rina sang sekretaris langsung menjemputnya, pada detik detik awal lift terbuka Rina sempat tertegun dengan penampilan sang boss yang hari ini tampak kurang rapih dan sedikit acak acakan tidak seperti biasa nya yang selalu tampil sempurna , walaupun demikian rasa canggung nya langsung di tepis wanita tersebut.


" Apa semuanya telah hadir Rin?"tanya Aldi seraya melangkahkan kakinya.


Rina yang sedang berjalan membawa berkas di belakang Ardi menjawab.


" Sudah lengkap Oppo ak,.. tinggal bapak yang sedang di tunggu,..!" jawabnya lugas.


Ardi tidak bertanya lagi langkah kakinya semakin cepat sementara Rina berlari lari kecil mengikutinya di belakang.


setelah berjalan sebentar keduanya langsung mengetuk pintu dan memasuki ruangan meeting .


" Selamat pagi semua,.. maaf saya terlambat,!" sapa Ardi ramah sambil mengedarkan pandangan ke para kolega yang memang para pemegang saham di perusahaan tersebut.


para peserta rapat segera mengalihkan perhatiannya pada suara yang terdengar nyaring di pintu, pandangan mereka persis seperti Rina dan para karyawan lainnya.


walaupun penampilan Ardi berbeda dari biasanya mereka mengabaikannya


" Silahkan duduk pak Ardi !" salah seorang peserta rapat yang bertugas sebagai MC di sana mempersilahkan Ardi untuk duduk


kemudian Ardi duduk di salah satu kursi kosong yang telah di sediakan.


" Terima kasih,.!" ucapnya sambil tersenyum.


Setelah memastikan Ardi telah duduk dan peserta rapat telah hadir semua rapat pun segera di mulai.


"Terima kasih untuk kehadiran para pemegang saham yang telah hadir untuk pemilihan CEO terbaru di perusahaan GARUDA tivi Nusantara semua.


Seperti yang kita ketahui Ibu Asyifa selaku CEO di sini telah mendapatkan sebuah incident kecelakaan tunggal di daerah perbatasan provinsi , dan sampai saat ini kita belum tahu keberadaannya, meskipun Tim SAR beserta TNI juga masyarakat sudah berusaha mencari keberadaan Ibu Asyifa namun nihil dan masih di nyatakan hilang.


oleh karena itu kita akan mengambil suara untuk mencari pengganti posisi CEO yang baru, posisi Ibu Asyifa sebelumnya.


karena perusahaan harus tetap di jalankan dan butuh pemimpin .


Jadi ini adalah kandidat dan daftar nama calon CEO baru yang akan segera menggantikan posisi dari Ibu Asyifa sebagai CEO dan akan kita putuskan saat ini.


nama dari kandidat tersebut adalah,..!


1, ARDIANSYAH 2, DIRGANTARA 3, ATMAJAYA dan 4, ABIMANYU" ujar MC membuka meeting pagi ini.


" Untuk mempersingkat waktu silahkan para kandidat menyampaikan visi dan misinya kepada para peserta lain" sambung MC kemudian.


Para nama yang telah di daftarkan sebagai kandidat CEO baru itu begitu terkejut, karena mereka belum mempersiapkan apapun.


Hal ini memang di sengaja oleh dewan direksi untuk melihat sejauh mana kecakapan para calon CEO mereka.


Satu persatu kandidat pun menjabarkan visi dan misi mereka , sesekali ada tantangan dan pertanyaan tentang peluang kedepan untuk perusahaan ini.


Ardi yang memang sudah mengenal CEO lama yaitu istrinya tentu saja mudah menjelaskan dengan rinci semua pertanyaan dan tantangan yang di ajukan oleh dewan direksi karena Asyifa istrinya selalu mengajaknya berdiskusi tentang pekerjaan dulunya, sebelum hubungan mereka dingin.

__ADS_1


Setelah semua kandidat maju memprestasikan diri mereka sendiri para dewan direksi mengadakan rapat tertutup untuk memutuskan siapa yang pantas mendapatkan gelar CEO di perusahaan ini.


Para kandidat menunggu di luar ruangan semuanya panas dingin tak terkecuali Ardi.


Selang lima belas menit kemudian para kandidat di panggil semua untuk masuk.


" Terimakasih semua atas waktunya , baiklah,..para dewan direksi telah mengambil keputusan final tentang CEO baru , pemilihan CEO baru PT GARUDA TV NUSANTARA kali ini di menangkan oleh,..."ada jeda sejenak , . kemudian di lanjutkan.


MC melirik semua kandidat,. kemudian dia masih membiarkan mereka menunggu.


Para kandidat begitu tegang, tangan mereka basah oleh keringat.


" Selamat kepada bapak ARDIANSYAH , teriak MC pada akhirnya.


Semua yang hadir bertepuk tangan menoleh kepada Ardi.


Ardi langsung berdiri dan mengucapkan terima kasih, senyumnya merekah, hatinya begitu bahagia.


Para kandidat lainnya mendesah kecewa bertepuk tangan pelan dan merasa tidak bersemangat.


" Untuk acara peresmian pengangkatan CEO baru akan di umumkan secepat mungkin, sekali lagi selamat kepada bapak ARDIANSYAH , dengan ini, rapat direksi kali ini saya tutup" MC mengakhiri acaranya.


Setelah itu, para hadirin memberikan ucapan selamat kepada Ardi, bibir Ardi tak berhenti tersenyum sepanjang hari.


Ardi segera menyelesaikan pekerjaan nya dan memindahkan barang barang nya ke ruangan baru, ruang CEO.


Ardi sudah tidak sabar ingin mengabarkan hal besar ini kepada Camilla , kekasihnya dan keluarganya , terutama sang ibu.


****


"Berita sampah !" umpat seorang lelaki di sebuah ruang VIP di salah satu rumah sakit terbaik di ibukota.


Lelaki tersebut memandang seorang perempuan yang berbaring di ranjang, seluruh wajahnya di balut dengan perban, persis seperti mumi Afrika, perempuan itu sudah sadar setelah enam hari koma, beberapa tulang di tubuhnya patah , di tubuhnya terdapat luka dan memar, wajahnya rusak , tetapi organ vital dalam tubuhnya tidak terluka.


Perempuan itu menatap nanar kedepan hanya bola matanya saja yang tidak di balut dengan perban.


" Suamimu sedang bahagia, merayakan kemenangan nya,!" ucap pria tersebut , " Sudah, jangan di fikirkan, pulih dulu , setelah itu kita berikan kejutan yang sangat indah buat suamimu dan selingkuhan nya itu juga keluarganya yang toxic itu,!" pria itu menenangkan wanita tersebut.


Perempuan yang tak lain adalah ASYIFA , CEO dari PT GARUDA TV NUSANTARA istri dari ARDIANSYAH ,CEO baru , wanita itu hanya merespon dengan cara mengangguk karena dia belum bisa menggerakkan seluruh tubuhnya akibat kecelakaan yang di alaminya, beruntung dia di selamatkan oleh sahabat lamanya, AMAR SYAPUTRA .


Di ruang perawatan VIP tersebut , tidak ada yang tahu kalau pasien'tersebut bernama ASYIFA , AMAR yang sudah merasa ada yang tidak beres dengan kecelakaan sahabatnya itu segera mengganti nama sahabatnya dengan identitas yang baru , yaitu HUMAIRA PRAMESTI dan bisa di sapa dengan panggilan MAY .


Tidak lama kemudian, setelah mengganti Chanel tv yang semakin membosankan, dokter pun datang dengan membawa beberapa lembar hasil laboratorium .


" Pak AMAR , bisa kita berdiskusi sebentar mengenai hasil laboratorium ini, ini sedikit serius!" ungkap seorang dokter dengan name tag " Dr RIAN SASONGKO"


Amar melirik Asyifa sekilas , dari tatapan wanita tersebut Amar bisa menangkap bahwa SYIFA juga ingin mendengar nya.


"Silahkan dok disini saja !" usul Amar.


Dokter pun mengangguk setuju.

__ADS_1


" Dari analisis darah yang di ambil sesaat setelah kecelakaan , dapat di ambil kesimpulan bahwa saudari MAY mengkonsumsi obat tidur, selain itu juga di temukan penumpukan obat penggemuk badan,!" papar sang Dokter.


Amar melirik Asyifa dengan ekor matanya , dia memperhatikan raut kebingungan dari bola mata Asyifa.


" Apa ada efek sampingnya dok,?" tanya Amar cemas.



Dokter langsung menjawab , " Ada,.. jika di konsumsi dalam jangka waktu panjang terutama obat penggemuk badan, hanya saja obat ini di perkirakan sudah di konsumsi dua tahun belakangan ini , sementara itu penggunaan obat sebelum berkendara sangat berbahaya , dapat memicu kecelakaan ,!"



" Jadi maksud dokter, penyebab kecelakaan itu di sebabkan karena obat tidur tadi dok,?" selidik Amar.



" Bisa di pastikan seperti itu, jika tidak ada faktor lain seperti, kerusakan pada mesin atau rem blong ,!" jawab dokter Rian.



" Baik dok, kita mengerti, !" ucap Amar.



" Sekarang mari kita buka perban di wajah saudari May,!" dokter tersebut berdiri dan mulai membuka perban di wajah Asyifa.


Ketika perban semuanya telah di buka , tampak wajah Asyifa berubah, di seluruh wajahnya terdapat bekas luka.


Amar terkejut melihat wajah baru dari Asyifa, wajah gadis cantik itu tidak berbekas samasekali, wajahnya begitu hancur Dan tidak dapat dikenali.


" Dokter,.. apa tidak ada yang bisa mengembalikan wajahnya seperti semula ,?" Amar bertanya gusar.


Dokter Rian menggeleng perlahan , dia menatap wajah Asyifa sebelum dia berkata, " Untuk saat ini tidak ada yang bisa di gunakan , kecelakaan tersebut sudah menghancurkan wajahnya,. satu satunya cara adalah dengan melakukan bedah plastik, untuk mendapatkan hasil optimal itu harus di lakukan di Korea Selatan ," ada jeda sebentar sebelum dokter Rian melanjutkan ," Untuk saat ini kita fokus dulu dengan program diet , untuk menguruskan badan saudari May dan menghilangkan obat penggemuk badan di dalam darahnya, nanti akan saya rekomendasikan dokter dan ahli gizi khusus program ini ,"


Asyifa hanya tersenyum mendengar semua perkataan dokter.



"Berikan yang terbaik untuk saudari May , dokter ,!" Balas Amar penuh pengharapan.



" Pasti pak Amar, itu sudah kewajiban saya , baiklah saya undur diri dulu, tetap semangat ya Bu May, !" ucap dokter Rian lalu meninggalkan ruangan.


Ketika mereka tinggal berdua, yang ada keheningan.


tak lama kemudian Amar duduk di kursi sebelah ranjang Asyifa dia menatap lekat sosok itu.


"Istirahat lah dulu, aku ada urusan sebentar,!" Amar menatap lembut gadis itu.


pemuda itu pun pergi dan meninggalkan ruangan Asyifa.

__ADS_1


\*\*\*\*


"


__ADS_2