Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan

Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan
Ratapan Ardi


__ADS_3

Episode #33


  Sementara itu, di depan pintu kamar Camilla di rawat, Asyifa meminta ijin kepada polisi wanita yang sedang berjaga tersebut, karena kasus Asyifa dengan Ardi bersama Camilla begitu hot, dan jadi trending topik, si polwan pun mengenal Asyifa.


  " Silahkan mbak?" polisi wanita itu mempersilahkan Asyifa.


  Asyifa pun masuk setelah mengucapkan kata terima kasih.


  " Tap! Tap! Tap!" langkah Asyifa terdengar.


    Yuni yang sedang tertidur di samping Camilla, sontak terbangun, karena mendengar suara langkah kaki.


  Beberapa kali Yuni mengerjap dan melihat ke Asyifa, dia mengingat ingat, bahwa dia tidak pernah mengenal wanita ini," Siapa ya?"tanya Yuni, setelah dia menyerah untuk membongkar memorinya.


    " Apakah tante benar benar sudah lupa Sama aku?" tanya Asyifa dengan raut wajah dingin.


    Yuni terbelalak, dia mengingat jenis suara itu, " Kau Asyifa? Apa kau benar benar Asyifa?"


  " Ssstt!" Asyifa meletakkan jari telunjuknya di depan bibirnya," Pelankan suara Tante, Camilla sedang istirahat, dan ini di rumah sakit, suara Tante bisa mengganggu Pasien lain di kamar lainnya!"


  Awalnya Camilla berada di ruangan yang sama dengan beberapa orang lainnya, kemudian Yuni datang, dan memindahkan ruangan yang hanya berisi Camilla seorang.


  " Mohon, suaranya di jaga!" polwan yang berada di depan pintu meringankan Asyifa dan Yuni dari luar ruangan, suaranya cukup lantang, hingga terdengar kedalam ruangan.


    " Tuh kan,.. ! Sudahlah Tante, bicara pelan pelan saja, Camilla dan Ardi hanya merusak wajah dan badanku, tapi pendengaran ku masih berfungsi dengan baik!" Asyifa menjawab dengan penuh senyuman.


  Nyali Yuni tiba tiba menciut, senyuman Asyifa memang sangat manis, tetapi tidak dengan dia, karena dia melihat senyuman Asyifa seperti seringai iblis.

__ADS_1


  Yuni membuang mukanya, dia sudah tahu antara cinta segitiga yang menjerat putrinya, sahabat putrinya dan suami dari sahabat putrinya.


  " Kau pasti tertawa senang melihat keadaan Camilla sekarang bukan? Dia sudah hancur berkeping-keping, karir, rumah tangga berantakan, kehilangan anaknya juga, kehilangan kebebasannya, seumur hidupnya akan dia habiskan di balik jeruji besi!" Yuni mulai melancarkan aksinya, yang berperan sebagai korban, menurut penilaiannya, Asyifa adalah orang yang tidak enakkan, dan sering merasa bersalah.


    " Ha ha!" Asyifa berusaha menahan tawanya," Tante! Sekian lama tinggal di Eropa, kemampuan akting Tante semakin bagus, sekarang aku mengerti, darimana Camilla memperoleh bakat untuk memanipulasi orang lain!"Asyifa mengangkat sebelah sudut bibirnya.


    " Apa maksudmu?" Yuni mengeryitkan dahinya.


  " Tante,..Tante!" Asyifa menggelengkan kepalanya," Jangan bertindak sebagai korban, jika anak tante adalah pelaku utamanya, Sekarang aku tanya sama Tante, siapa yang kehilangan karir sebagai CEO di PT GARUDA TV NUSANTARA? Siapa yang rumah tangganya berantakan karena suaminya selingkuh dengan sahabatnya sendiri? Siapa yang nyawanya berada di ujung tanduk, ketika suami dan sahabatnya berusaha melenyapkannya? oh ya, asal Tante tahu saja, siapa ya, yang sibuk sama suami orang sementara istrinya terbaring di rumah sakit akibat keguguran? Siapa yang kehilangan kebebasannya dengan menjadi orang lain?" Asyifa mengangkat sebelah alisnya.


  Yuni kehilangan kata-kata, apa yang Asyifa ucapkan adalah suatu kebenaran yang tak bisa ia sangkal.


" Pribahasa, Air susu di balas dengan air tuba, sangat cocok dengan anak tante, Dia lupa siapa yang mendorong dia untuk berkarir di dunia hiburan, anak tante juga lupa, siapa yang memenuhi kehidupannya selama ini, dimana kedua orang tuanya malah sibuk dengan pasangan baru masing-masing, hingga menelantarkan anaknya sendiri!" Asyifa berkata ketus.


" Selama ini aku menganggapnya sebagai saudara perempuanku sendiri, bahkan aku memberinya kartu gold start, dimana dia bebas berbelanja dan mendapatkan potongan sembilan puluh persen, di hari ulang tahunnya aku bahkan memberinya sebuah mobil, apakah kedua orang tuanya bisa memberikan itu padanya? jangankan barang, waktu dan perhatian pun tidak sama sekali!"Asyifa menggelengkan kepalanya.


" Dasar orang tua aneh!" umpat Asyifa, seraya berjalan, untuk mengambil hasil medical check up nya.


Sementara itu, Andreas sudah berada di rutan, tempat Ardi di tahan, sebelum ke rutan, Andreas sengaja membawakan beberapa barang pribadi dan juga makanan, untuk ARDIANSYAH, anaknya.



Hingga saat ini, Ardi masih belum bisa melihat wajah ayahnya, dia masih sangat malu dengan tingkahnya.



" Duduklah, kau terlihat sedikit lebih kurus!" sapa Andreas menyuruh ardi Duduk, dia menyerahkan beberapa barang bawaannya Kepada Ardi.

__ADS_1



Ardi hanya tersenyum canggung," Terima kasih pa!"ucapnya merasa malu.


Ini adalah kunjungan pertama Andreas kepada Ardi, semenjak anaknya masuk bui.


" Aku kesini untuk mengabarkan, bahwa tadi malam Camilla keguguran, pihak kepolisian memberitahukan, bahwa Camilla di operasi kuretase, di salah satu rumah sakit!" Andreas langsung menyampaikan informasinya, dia tak ingin membuang waktu, karena jam besuk hanya sebentar.


" Keguguran pa? Jadi Camilla selama ini hamil?"Ardi sangat terkejut.


Andreas mengangguk," Dia bahkan tidak tahu, jika di perutnya ada janin, sejak persidangan kalian, dia memang sudah berbadan dua, mungkin dia tak menyadarinya, karena fokus dengan kasus yang menyeret namanya!" kemudian Andreas juga menjelaskan keadaan Camilla secara detail, dia juga menceritakan jika Yuni, ibu mertuanya Ardi sedang mengurus Camilla.


Selain itu, pembicaraan pun beralih kepada kesehatan Ani, yang sekarang sudah mulai berubah menjadi lebih baik setelah duduk di kursi roda.


" Waktu besuknya Habis!" Suara sipir penjara mengingatkan keduanya.


" Kalau begitu, papa pamit dulu, kamu jaga kesehatan mu ya ?" Andreas menepuk pundak Ardi.


Ardi sontak memeluk ayahnya tersebut," Maafin Ardi ya pa?" suara Ardi sangat lirih.


" Sudahlah, hal yang terpenting adalah, Kamu berubah menjadi lebih baik lagi!" Andreas menenangkan Ardi.


Sipir pun kembali membawa Ardi kedalam selnya.


Ardi tak bisa membohongi dirinya, jika hatinya sangat sakit mendengar Camilla keguguran, ingatannya pun terbang, ketika dia menemukan fakta, bahwa Asyifa juga pernah keguguran akibat ulahnya sendiri.


" Ya Tuhan, apakah ini karma untukku? selama ini, Aku sudah mengabaikan Asyifa dan janin dalam perutnya, sekarang Camilla mengalami hal yang sama, yaitu keguguran, Tuhan, apakah aku di takdir kan untuk tidak mempunyai anak?"isak Ardi di kamar mandi, suara air yang jatuh dari kran menyamarkan suara isak tangisnya tersebut, Ardi sedang terduduk pilu, meratapi nasibnya.

__ADS_1


****


__ADS_2