Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan

Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan
Kejujuran Bastian


__ADS_3

Episode #136


    Ketika Asyifa sedang berdandan, ponsel di atas meja riasnya bergetar, gegas dia meraihnya dan melihat pesan pop up WhatsApp dari Amar muncul. (" Cantik maaf banget ya, Aku gak bisa temani kamu ke pagelaran lukisan om Rio, Aku mendadak harus ke Bandung, ada masalah dengan cabang yang di sana, kamu di temani Bastian saja ya? I Miss you!)


     Asyifa hanya bisa mendesah, dia ingin sekali Amar bisa pergi dengannya, tapi dia juga sadar akan posisi Amar, sebagai seorang pewaris sebuah keluarga besar, waktunya benar benar berharga, walaupun seperti itu, dia akan menyempatkan , memberikan kabar pada wanita yang di cintai nya, seketika hati Asyifa menghangat.


    Tanpa membuka pesan, Asyifa membalas pesan itu.


  ( Ya, semoga pekerjaannya lancar! Semangat ya!)


    Tak lama kemudian, Bastian mengetuk pintu, " Nona Boss, apa anda sudah siap?"


   " Sebentar lagi, kamu langsung ke parkiran saja, kunci mobil ada di atas meja, Aku nanti tunggu di lobi!" suara Asyifa terdengar dari dalam kamar.


    Bastian langsung mengangguk dan langsung berjalan menuju parkiran setelah kunci mobil di tangannya.


    Posisi Bastian sekarang sudah seperti posisi Arsyad, selain jadi asisten di kantor, terkadang menjadi supir pribadi sekaligus bodyguard.


  Tak berselang lama, keduanya pun bergerak ke taman Ismail Marzuki, tempat om Rio menyelenggarakan pameran lukisan.


  Awalnya tidak ada percakapan antara mereka, hanya suara dari radio di mobil.


     " Asyifa pun membuka obrolan, " Tian, saya boleh bertanya?"


Bastian mengeryitkan keningnya, karena belum pernah Nona Boss Nya meminta ijin terlebih dahulu sebelum bertanya, " Silahkan Nona Boss, saya akan menjawab jika saya tahu!" tegasnya.


  " Maaf jika sebelumnya kamu tersinggung," ada jeda sebentar, sebelum Asyifa melanjutkan," Bagaimana kamu bisa kenal Camilla dan menjadi menejernya?"


  Bastian menghela nafas, dia melirik Asyifa melalui spionnya, " Semuanya itu karena hutang Budi Nona Boss,"

__ADS_1


   " Hutang Budi bagaimana?" Asyifa melengkungkan alisnya.


    Keluarga saya bekerja di rumah Camilla, bapak saya seorang tukang kebun, sementara ibu saya adalah asisten rumah tangga di rumah orang tuanya, itu terjadi sebelum orang tuanya bercerai, sejak kecil saya dan Camilla memasuki sekolah yang sama, dari taman kanak-kanak sampai sekolah menengah atas (SMA) Saya di angkat sebagai anak asuh orang tuanya, jadi pak Edward ayahnya Camilla yang membiayai sekolah saya dan adik saya,"


  Asyifa sedikit terhenyak mendengar hal ini, dia merasa heran, karena selama berteman di bangku kuliah, tak pernah ada nama Bastian.


  " Saya dengan Camilla di sekolah bersikap memang biasa saja, seolah kami tidak mengenal satu sama lain, tapi saya di perintahkan oleh ibu saya, untuk menjaga dan mengawasinya dari jarak jauh, maka itu saya tahu bagaimana wataknya Camilla," papar Bastian.


   " Kenapa Nona Boss bertanya seperti itu?" tanya Bastian heran.


  " Jujur saja, aku mencurigai Camilla punya sindikat kriminal, kamu tau bukan, kalau dia dekat dengan Michael, sosok yang pernah menculik dan hampir menjual aku dan Melinda?" Asyifa bertanya, tanpa memikirkan apapun, dia tidak khawatir Bastian akan mengkhianatinya, terlebih Bastian menandatangani kontrak dengan darahnya.


    " Michael adalah kekasih pertamanya sejak di bangku SMA, kemudian di salah satu pemotretan mereka bertemu lagi, hubungan pun berlanjut, bahkan mereka mempunyai hubungan tersembunyi di balik pak Ardi, pak Ardi berselingkuh di belakang Bu Asyifa, sedang Camilla berselingkuh di belakang pak Ardi dengan Michael," Bastian tak menyembunyikan apapun.


  " Michael dekat dengan Koh Erik, salah satu mucikari artis dan model, menurutmu apakah Camilla terlibat?"Asyifa bertanya serius.


    Putusnya hubungan Melinda dengan Michael jelas saja di ketahui oleh Asyifa.


   " Apa Kamu tahu, apa nama komunitas mereka?" Asyifa penasaran.


    Bastian menggeleng," tidak ada yang tahu, kecuali anggota mereka sendir, Camilla sangat tertutup soal ini, hal kecil yang Aku ketahui adalah, Ami, adik dari pak Ardi, adalah salah satu korbannya, salah satu anggotanya, merayu Ami, hingga berakhir seperti Sekarang, Jadi tahanan, janda dan berakhir di rumah sakit jiwa, jika ingin di telusuri, selingkuhan Ami itu bisa, untuk di lacak dan di telusuri!"


  Asyifa termenung, dia tidak menyangka, bahwa Camilla benar benar tak punya nurani,di luar dia begitu dekat dengan Ami.


   " Menurutmu, apa kelemahan Camilla?" Asyifa bertanya serius. semakin kesini, semakin dia mengenal mantan sahabatnya itu.


    " Berarti, Aku secara tidak sadar juga korbannya? SIALAN," pikir Asyifa, dia mengepalkan tangannya.


   " Harta dan kekayaan, dia sangat terobsesi dengan hal itu, dia akan berusaha menggapai ambisinya, tidak perduli jalannya akan menghancurkan kehidupan orang lain, bahkan, Nona Boss boleh percaya atau tidak, dia ikut berpartisipasi melenyapkan sahabatnya sendiri, Bu Asyifa," Bastian membongkar semuanya.

__ADS_1


    " Darimana kamu tahu? Apa kamu punya bukti?" Asyifa tidak bisa tidak menahan dirinya, dia begitu penasaran, dia benar-benar ingin membuat Camilla membusuk di penjara.


  " Saya hanya sekilas mendengar percakapan Ardi dengan Camilla, satu malam sebelum kecelakaan itu terjadi, waktu itu ada sebuah tawaran iklan yang membutuhkan persetujuan Camilla, kemudian saya pergi ke lantai atas, ke apartemen Camilla, Saya tidak sengaja mendengar pembicaraan mereka, karena pada saat itu saya sudah masuk, karena saya tahu kode apartemennya, Camilla merencanakan semuanya secara detail, dia juga yang memesan obat tidur dengan dosis tinggi, dan memberikannya ke Ardi, Ami, di jadikan alat untuk mencapai itu semua! mereka pun tertawa membayangkan hasilnya, membayangkan limpahkan materi yang mereka dapat dari aset ibu Asyifa, saya tidak ingin mendengar lebih lanjut, jadi saya memutuskan untuk keluar, akan sangat berbahaya jika Camilla mengetahui keberadaan saya, dia tidak akan melenyapkan saya dan mencelakai keluarga saya," Bastian terlihat menerawang ke masa lalu.


  Mobil seketika berhenti di lampu merah.


    Asyifa hanya bisa menghembuskan nafasnya, dia tidak pernah menyangka bahwa Camilla sangat berbahaya.


    " Menurutmu, apa ada orang lain di belakang Camilla?" , Asyifa juga curiga, bahwa Camilla juga hanya sebagai alat.


  " Ada sosok yang sangat misterius, tidak ada yang tahu, bahkan Camilla sekalipun, sosok itu memegang beberapa bukti kejahatan Camilla di masa lalu, sehingga dia bisa memanfaatkan Camilla untuk mencapai keinginannya," nada bicara Bastian sudah mulai berubah.


"Bagaimana kamu tahu?" Asyifa mulai penasaran.



" Wajah Camilla akan pucat jika ada telepon dari sosok itu, dan Camilla akan mencari tempat yang sepi untuk mengangkatnya," jawab Bastian.


" Apakah gaya hidup hedon Camilla di berikan oleh orang itu?"


" Ya, Camilla tidak pernah kekurangan uang, hanya saja sifat serakahnya yang tak bisa hilang, dia selalu ingin lebih dan lebih!" Bastian menepikan mobilnya.


Asyifa Hanya bisa menggelengkan kepalanya.


Mereka sudah sampai di taman Ismail Marzuki.


Percakapan mereka pun harus berakhir, Asyifa turun dan segera masuk ke pameran lukisan, sementara Bastian ke kafe, dia Akan menunggu di sana.


****

__ADS_1


__ADS_2