
Episode #24
Di sebuah coffe shop di kota London.
Amar sedang menghabiskan sorenya di sini, udara dingin yang memasuki musim gugur, sedikit membuatnya tidak nyaman, walaupun dia sudah lama tinggal di kota ini, tubuh tropisnya masih belum bisa menyesuaikan diri, kemudian dia merapatkan kembali mantelnya, Dia menyeruput kopinya, sambil sesekali melihat arloji di pergelangan tangannya.
" Telat lagi ini si Glenn Yaw, Heran, setiap ada janji sama aku, pasti telat!" Amar mengeluh, seraya mengusap kedua telapak tangannya untuk sekedar menghalau rasa dingin.
Melihat daun berwarna-warni berguguran, Amar tidak bisa tidak mengingat Asyifa, Asyifa sangat suka musim gugur, alasannya klasik, karena dia suka melihat daun daun berguguran, kemudian Amar larut dalam kenangannya bersama Asyifa.
" Hey! Hey! Hey!" Glenn Yaw menepuk pundak Amar beberapa kali.
Amar gelagapan, akhirnya dia sadar bahwa Glenn Yaw yang menepuk pundaknya.
" Kamu kenapa? Sedari tadi aku memanggil kamu, tidak menyahut sama sekali!" Glenn Yaw langsung duduk, " Lagi mikirin apa?"
" Aku tadi ketiduran, kamu datang sangat terlambat!" Amar mencari alasan.
" Aku baru tahu, jika kamu tidur dengan mata terbuka!" Glenn Yaw menutup mulutnya, seolah terkejut dengan fakta tersebut.
" Sudahlah, Ada apa kau memanggilku, Apa kamu sudah bertemu dengan cucu cucunya tuan Jhonson?" Amar tak ingin berbasa-basi lagi.
" Tenang dulu, Kita akan membahas itu belakangan," Glenn Yaw langsung meminum kopinya Terlebih dahulu.
" Aku punya kabar terbaru dari future wife mu!"Glenn Yaw menaik turunkan alisnya.
" Maksudmu, Asyifa?" Amar nampak bersemangat, dia sangat merindukan perempuan itu, sebait kabar darinya, rasanya seperti oase di Padang pasir baginya.
__ADS_1
" Apa kamu punya kandidat future wife yang lain?"Glenn Yaw bertanya menyelidik.
" Tentu saja tidak!" Amar sedikit marah, sampai kapanpun dia tak tergantikan, dia yang pertama, dan dia juga yang terakhir, Aku bahkan tak pernah membayangkan ada perempuan lain yang menggantikannya!" Amar bicara tegas.
Glenn Yaw yang sering berganti ganti pacar, hanya bisa nyengir, dia belum bisa memahami tingkat pemahaman sedalam Amar.
" Tapi,.... Kau malah,... berpikiran untuk menggantikannya, iya kan?" celetuk Glenn Yaw.
Amar tidak menanggapi celetukan Glenn Yaw yang terakhir dari Glenn Yaw.
" Sudahlah, suatu saat nanti kau akan menemukan sosok yang kau inginkan untuk menghabiskan waktu bersama hingga akhir hidupmu!" Amar menyeruput kopinya, seolah dia tahu apa yang di pikirkan Glenn Yaw.
" Omong omong, kabar apa yang kau bawa?" Amar nampak tidak sabaran, dia mendesak Glenn Yaw untuk segera memberitahukannya.
" Ini tentang kasus penculikan dan rencana penculikan Asyifa!"Glenn Yaw berkata serius.
Amar memasang telinganya dengan seksama.
" Apa Wijaya Kusuma sudah jatuh?" Amar tak bisa menahan perasaannya, mengetahui bahwa tak ada lagi ancaman untuk Asyifa, hatinya sedikit tenang.
" Sepertinya sudah! Dari kabar yang Aku dapat, dua hari lagi pertunangan Angga dan Carrey Ramos akan di adakan!" Glenn Yaw menghisap kembali rokoknya.
" Baguslah kalau begitu! Tak sia sia Aku mempertemukannya terlebih dahulu dengan Gu Yue dan membahas hubungan keduanya," Amar kemudian teringat, dimana dia mengajak Angga ke Macau, untuk membahas pemutusan hubungan perjodohan Mereka, bahkan dia meyakinkan Angga untuk berbicara dengan Gu Yan.
" Aku tak percaya, kamu punya andil dalam memutuskan pertunangan orang lain, Aku penasaran, Apakah kali ini, seorang Amar syaputra, bisa memutuskan perjodohannya sendiri," Glenn Yaw berkomentar.
" Sudahlah, jangan di bahas lagi, Aku melakukan itu hanya untuk satu orang," Amar mendengus.
__ADS_1
" Aku tahu, kalau di negara asalmu, istilah yang cocok padamu adalah Bucin, Budak cinta, iya kan?" Glenn Yaw menggelengkan kepalanya.
" Kamu belum sampai di tahap mencintai Glenn Yaw, Suatu saat nanti, kamu benar-benar akan paham ada perasaan yang begitu hangat dan membahagiakan, ketika tingkahmu membuat orang yang kamu cintai itu bahagia dan tersenyum tulus, itu benar benar tak bisa di gambarkan dengan kata kata, nanti akan tiba waktunya, kamu merasakan hal itu!" Amar mengatakannya dengan nada yang rendah dan penuh penekanan, Glenn Yaw malah melihat Amar seperti seorang pujangga yang membacakan syairnya.
" Hmmp!" Glenn Yaw tak bisa berkomentar apa apa lagi, " Persiapkan dirimu, Asyifa akan segera menyusul, setelah kasus kedua orang tuanya terungkap!"
" Maksudmu, Dia akan datang ke London?" Amar terkejut, suaranya sedikit bergetar.
" Memangnya hanya kamu yang bisa memperjuangkan cinta? Dia akan melanjutkan sekolahnya di sini, mungkin dia akan datang di semester penerimaan mahasiswa baru, bagaimanapun dia harus mengurus segala terlebih dahulu, sebelum dia meninggalkan negaranya untuk menemukanmu," Glenn Yaw kemudian mengeluarkan dua tiket konser VVIP.
Amar mengambil dua tiket itu, dia mengerutkan keningnya "Tiket konser? Sejak kapan kamu punya selera untuk menonton konser piano tunggal? Apa kau sedang berhalusinasi? Dan lagi, buat apa kau mengajakku menonton konser? harusnya kau ajak salah satu pacarmu!"Amar meletakkan kembali tiket itu ke atas meja, dia tak habis pikir dengan jalan pikiran Glenn Yaw.
" Oh,...Amar yang malang!" Glenn Yaw mematikan rokoknya, " ini tiket untukmu, Aku rasa, perjuanganmu harus di mulai malam ini, sosok yang mengadakan konser ini adalah Rebecca Jhonson, cucu pertama tuan Jhonson dari anak laki-lakinya, apa kau tak ingin berkenalan dengannya?" Glenn Yaw menaikkan sebelah alisnya.
Amar kemudian meraih kembali tiket itu, kali ini dia membacanya dengan seksama," Rebecca Jhonson!" lirihnya.
" Tidak banyak informasi tentangnya, di internet, informasi yang di cantumkan hanya sekedar prestasi dan jadwal manggungnya, Bahkan, Anggota keluarganya pun di rahasiakan!" Glenn Yaw menambahkan.
" Menurutku itu adalah hal yang wajar, karena keluarga bangsawan tidak ingin terlalu di ekspos media, hanya keluarga kerajaan saja yang menarik minat media!" Glenn Yaw menjelaskan lebih jauh.
" Jadi ini salah satunya cucu tuan Jhonson?" Amar memastikan lagi.
" Benar!" Glenn Yaw menjawab tegas," untuk mendapatkan informasinya, kamu harus mencari tahu sendiri, tingkat pendidikan saja di rahasiakan, apalagi perjodohan, jadi,..."
" Menurutmu, Aku harus mendekatinya, dan bertanya perihal perjodohan itu sendiri?"Amar langsung menyela pembicaraan Glenn Yaw.
" Tidak ada cara lain, satu satunya cara, kamu harus mendekati semua cucu perempuan dari tuan Jhonson, dan membicarakan perihal perjodohan itu, Sama seperti Angga dan Gu Yue, yang akhirnya sama sama menyetujui pembatalan pertunangan!" Glenn Yaw melemparkan pandangannya pada Amar, sebelum dia menyeruput kopinya.
__ADS_1
Amar menatap Lamat lamat tiket konser itu, dia hanya bisa menghela nafas berat, mendekati seseorang bukanlah gayanya.
****