Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan

Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan
Syuting pertama bersama Camilla


__ADS_3

Episode #66


      " Camilla, wake up, it's time for workout!" Melinda berusaha membangunkan Camilla yang masih bergelung dalam selimut.


    (Camilla, bangun, saatnya berolahraga)


   Camilla tidak memperdulikan, dan membungkus wajahnya dengan selimut.


    Melinda menarik nafas, dengan sekuat tenaga, dia menarik selimut yang membungkus tubuh Camilla.


  " Gedebug!' gak cuma selimut yang terhempas ke lantai, tapi juga tubuh Camilla.


" Aduh!" erang Camilla kesakitan.


"Aduh,.. Maaf,. maaf Mil! Kamu sih di banguninnya susah banget!" panik Melinda, dalam hatinya berkata " Rasain, Emang enak! ha ha ha!"


Dengan wajah yang masam Camilla bangkit, dia menepis tangan Melinda, " Aku bisa bangun sendiri" ucapnya, ketika tangan Melinda menyentuh untuk membantunya berdiri.


Melinda menggelengkan kepalanya perlahan, dia segera menyiapkan apa saja yang akan di perlukan Camilla hari ini.


Camilla masuk ke kamar mandi, dia mencuci mukanya, menggosok giginya, dan tiba tiba dia ingat sesuatu yang kemarin dia beli," testpack" bergegas dia berlari ke kamar dan merogoh tasnya mengambil sesuatu dan kembali ke kamar mandi sambil menyembunyikan yang dia bawa, dia tak ingin Melinda tau.


Tanpa dia sadari, Melinda melirik dengan ekor matanya, melihat sesuatu yang Camilla sembunyikan, sesampainya di kamar mandi Camilla segera membuka kemasan yang tadi dia bawa, dia diam sejenak, membaca instruksi yang tertera di kemasan tersebut, Setelah itu dia menampung urinnya, mencelupkan alat tersebut, dan harus menunggu sekitar dua menit.


Baru saja dia mencelupkan alat tersebut, suara pintu kamar mandi sudah di gedor oleh Melinda.



" Mel, masih lama gak! aku kebelet nih, Udah di ujung, ayo, dong Mil, keluar sebentar!"suara Melinda di selingi gedoran pintu.


Camilla kelabakan, ini belum waktunya dua menit, dia juga gak mau Melinda sampai mengotori apartemennya, membayangkan itu seketika wajahnya menjadi jijik, segera dia menaruh tabung urin yang sudah ada alat tes kehamilan tersebut di tempat yang aman.


" Iya, sebentar" teriak Camilla dari dalam kamar mandi, dan segera membuka pintunya.


Melinda langsung menyerobot masuk, tanpa memperdulikan keberadaan Camilla.



Camilla tidak memperdulikannya, dan lekas ke kamarnya, lalu mengambil ponselnya.


Dia berjalan menuju ke arah dapur, seraya menunggu Melinda keluar dari kamar mandi, Setelah menunggu sekitar lima menit, tidak ada tanda tanda wanita itu keluar, " BerTapa kali dia di kamar mandi" pikirnya.


sambil menunggu Melinda keluar, dia membuka akun Instagramnya, setelah dua hari tidak membuka, dia merasa kurang update.


Setelah membuka akunnya, Camilla terbelalak tak percaya, video live Humaira selama pemotretan bersama Erwin Triadi, mendadak viral, banyak akun sudah menggugah ulang, terlebih akun gosip.


Camilla kesal sekali, suara gemeretuk giginya terdengar, dia sudah melupakan tentang testpack yang ada di kamar mandi.

__ADS_1


Camilla semakin Kepo, diapun menelusuri pencarian, dan menemukan akun Humaira, dia terbelalak tak percaya, bahwa akun tersebut baru saja di buat kemarin, dan langsung mendapatkan satu juta follower, Dia aja yang selama ini berkecimpung, masih sekitar lima jutaan.


Melinda keluar dari kamar mandi, wajahnya terlihat pucat, " Huft, gara gara makan bakso, sambelnya kebanyakan, jadi sakit perut, sorry lama!" ungkap Melinda, sambil memegangi perutnya.


Camilla tidak bereaksi apapun, dia masih memikirkan tentang Humaira, perempuan itu seperti hantu yang datang tiba-tiba, dan langsung merenggut semua mimpinya, " Enggak, ini gak boleh dibiarin!"pikirnya, kilatan kekejaman sekilas terlintas di matanya.


" Mel,.. yuk, kita langsung ke rooftop," Melinda mengajak Camilla ke area gym, yang memang salah satu fasilitas di apartemen itu.


melihat Melinda yang begitu cantik dengan outfit olahraganya, Camilla pun segera mengganti pakaiannya dan berlalu menuju rooftop.


Di sana, di area gym, tidak banyak penghuni apartemen yang menggunakan fasilitas itu sepagi ini, hanya terlihat beberapa pasangan paruh baya sedang berlatih ringan.


Camilla dan Melinda pun berlatih, Melinda sedikit heran dengan artisnya itu, betapa semangatnya dia membakar kalori, itu sungguh berbanding terbalik dengan reaksinya ketika bangun tidur, " Dasar ulat bulu betina aneh" pikirnya.



Tiga puluh menit berlalu, itu sudah cukup untuk membakar kalori pagi ini.



Camilla dan Melinda kembali ke unit masing masing, untuk membersihkan diri dan bersiap untuk syuting ke PT GARUDA TV NUSANTARA.



Camilla segera bergegas, dia teringat dengan testpack yang tadi di tinggalkannya, dia sudah tidak sabar untuk mengetahui hasilnya.



Dengan tangan gemetar, dan jantung yang berdetak tak karuan, Camilla menutup matanya, dan mengangkat alat tes kehamilan tersebut.


Dia memejamkan matanya, dan mulai berhitung, " Satu,.. Dua,..Tiga,.." di hitungan terakhir dia membuka matanya.


"DUAR!"


Seketika petir menggelegar di kepala Camilla, " Garis dua!.Iya, Garis dua!"


" Ap,..Apa? Ti,.. Tidak mungkin aku hamil!" seketika Camilla terduduk di lantai, dia belum siap.


Dengan wajah pucat dan lemas, dia membersihkan dirinya, dia sudah tidak fokus dengan kegiatannya hari ini.


Selang satu jam kemudian, Melinda Sudah datang dengan amunisi perangnya, dia sudah memasak, dan menghidangkannya di meja makan, Camilla masih di kamarnya, merias dirinya, wajahnya terlihat sedikit tidak segar.


" Mil, Sarapan dulu!" teriak Melinda yang sudah menyiapkan roti bakar ke mulutnya, dia lapar, dan tentu saja, tidak ingin menunggu sang tuan putri keluar..


" Iya, tunggu sebentar!" sahut Camilla, segera dia membungkus alat tes kehamilan itu dengan tisu dan kemudian memasukannya ke dalam tasnya, dia telah berfikir, di bandingkan Michael dan Ardi, tentu saja dia lebih memilih Ardi, apalagi Ardi memiliki posisi dan karir yang bagus, di tunjang dengan harta peninggalan si Babon bulet, walaupun Michael secara fisik memang lebih menarik, tetapi penghasilannya sebagai seorang fotografer, tidak akan sanggup menanggung gaya hidup hedon Camilla.


Camilla pun keluar menuju meja makan, setelah berolahraga tiga puluh menit, dia sudah merasa kelaparan, dia langsung menghabiskan roti bakar yang di siapkan Melinda, Melinda hanya tersenyum, melihat tingkah sahabatnya itu.

__ADS_1



\*\*\*\*


Di kantor PT GARUDA TV NUSANTARA.


Sesampainya di loby kantor, Melinda dan Camilla segera menuju ruangan studio tempat mereka syuting, pak Aliansyah dan tim kreatif, beserta artis lainnya sudah berkumpul di sana, syuting akan di laksanakan sekitar setengah jam lagi, jadi sekarang waktunya pengenalan dan pengarahan dari tim kreatif, Nathan, asisten pak Aliansyah, yang bertugas sebagai penanggung jawab dari tim kreatif.



Ketika memasuki studio, sudah banyak artis dan kru yang berdatangan, bisa di bilang, Camilla datang terakhir, tapi Belum terlambat.


" Oke, semuanya berkumpul!" Pengarahan! pengarahan!" teriak Nathan.


Pak Aliansyah pun segera memberikan penyambutan dan pengarahan sejenak, kemudian tidak lama, syuting pun segera di mulai.


Selama syuting berlangsung, Camilla selalu melirik Humaira, dengan pandangan iri dan benci, seharusnya peran utama itu jadi miliknya, dia menggertakkan giginya, " Awas, tunggu pembalasanku" ancamannya dalam hati.



Program tv tersebut sebenarnya gabungan antara drama dan sitkom, perusahaan tempat Humaira menjadi Bu Boss cantik, sebenarnya adalah stasiun televisi, di setiap syutingnya akan menghadirkan berbagai bintang tamu, seperti, aktris, Aktor, Penyanyi, Seniman, bahkan Pejabat, tapi pak Aliansyah melarang tegas, mengundang seseorang yang viral karena sensasi bukan prestasi,


karena baginya, mutu harus lebih utama, di bandingkan dengan rating, pak Aliansyah berprinsip, " Stop Making Stupid People Famous" Alias, Berhenti membuat orang bodoh terkenal, dia memang ingin membuat program yang tidak " Sampah" di masyarakat.


Syuting pun di mulai, semuanya lancar, dan tidak ada kendala, Hanya saja, Camilla terlihat kurang fokus, dia masih kepikiran dengan testpack garis dua.


Sekitar empat jam kemudian, syuting berakhir, Besok akan di laksanakan syuting lagi di jam yang sama.


Melinda yang ingin mengajak Camilla pulang, akhirnya hanya menelan kata kata nya ketika Camilla berujar," Kamu pulang aja duluan ya Mel, aku masih ada urusan dengan Ardi!"


Melinda mengangguk, dan keluar dari gedung, dia meraih ponselnya, dan ingin memesan taksi online, Belum sempat dia mengetik, sebuah mobil berhenti di depannya, kaca mobil itu terbuka, sosok yang ada di balik kemudi tiba tiba membuat dirinya mematung.


" Nona Melinda! Anda mau kemana?" tanya Arsyad ramah.


" Ini, mau pesan taksi online, mau pulang ke apartemen," ucapnya, dengan hati dag dig dug.


" Biar saya antar Nona?" ajak Arsyad, seketika turun dari mobilnya.


" Ti,." Melinda ingin menolak, tetapi tidak melanjutkan perkataannya, ketika pintu depan mobil sudah di bukakan oleh Arsyad.


" Silahkan Nona" lontar Arsyad, sambil tersenyum ramah.


Melinda tidak bisa berkata apa-apa lagi, selain masuk dan duduk di samping kemudi.



Mobil pun melaju, membelah, macetnya jalanan ibukota,

__ADS_1


****


__ADS_2