
Episode #43
Setelah makan siang bersama pak Aliansyah dan Nathan, Asyifa tidak ada kegiatan lain lagi, dia sedikit bingung, harus melakukan apa, mau balik ke kantor, tidak ada pekerjaan lagi, mau ke tempat Amar, pasti si Mr Teddy Bear lagi sibuk-sibuknya, mau kembali ke hotel, males, mau ngapain, " Lebih baik aku shoping aja deh, coba ada gak, tempat menarik di sekitar sini!" gumam Asyifa, sambil memperhatikan kiri dan kanan, memastikan apakah ada tempat menarik atau tidak.
Setelah menyisiri jalan sekitar lima belas menit, akhirnya Asyifa melihat sebuah butik, yang desain nya menarik, sebagai pemilik beberapa butik di ibukota ini, jelas sekali jika Asyifa ingin melihat lihat sekaligus berbelanja, kebetulan pakaiannya untuk bentuk tubuh yang sekarang hanya beberapa.
Tak lama kemudian Asyifa menuju parkiran, dia bergegas turun dan menuju pintu masuk.
Beberapa pegawai toko dengan ramah menyapa pelanggan baru yang begitu menarik perhatian mereka, pelanggan itu begitu cantik, berwajah unik, seperti Dewi Yunani dari Athena.
" Selamat siang, selamat datang di butik Lady's palace, ada yang bisa saya bantu?"sapa pegawai ramah dengan name tag Nany.
Asyifa menyunggingkan senyum, membalas sapaan si pegawai toko, kemudian dengan ramah dia menjawab," Terima kasih mbak! jika saya nanti butuh bantuan, saya akan panggil mbak"
Si pegawai mengangguk, dengan senyum yang terus mengembang di wajahnya, dan kemudian berujar," Selamat berbelanja"
Asyifa hanya mengangguk, dan berjalan meninggalkan pegawai yang ramah tadi.
Setelah memasuki butik, Asyifa mengakui bahwa si pemilik butik ini merupakan orang yang kreatif dan teliti, kepuasan dan kenyamanan konsumen, merupakan hal yang utama.
Asyifa terus memperhatikan para pegawai yang melayani dengan ramah, tidak terlihat wajah ketus atau masam, pada pelanggan, walaupun pelanggan tersebut tidak membeli apa apa atau hanya sekedar cuci mata.
Selain itu, penampilan para pegawai juga begitu menawan dan di perhatikan, mereka memakai seragam yang bisa terbilang unik, hari ini para pegawai memakai kebaya berwarna putih, dengan kain jarik, sebagai bawahannya, untuk pegawai yang tidak berhijab, rambutnya di sanggul rapi, dengan riasan wajah sederhana, dan tidak menor, jadi sedap di pandang.
Asyifa juga memperhatikan, bahwa banyak tempat duduk di sediakan di butik ini, di bagian pojok ruangan, bahkan ada area permainan anak, di samping itu ada beberapa meja dan kursi, ada cafetaria mini dan bahkan beberapa rak buku, untuk para suami, supir atau siapapun yang sedang menunggu orang yang sedang berbelanja, selain itu di sebelah kamar mandi di sediakan musholla dan bahkan ada ruang menyusui.
Asyifa mengangguk puas dengan berbagai fasilitas senyaman ini, walaupun tempat ini tidak terlalu besar, tapi pelanggan akan tetap berbelanja dan mengingat butik ini, karena memiliki kesan tersendiri.
Asyifa sudah memilih beberapa pakaian yang pas dengan ukuran badannya sekarang, dia cukup puas berbelanja di butik ini, semuanya lengkap dan modelnya juga bagus dan tentunya tidak ketinggalan jaman, ketika hendak membayar ke kasir, tidak sengaja dia melewati area pakaian yang khusus di tujukan pada ukuran oversize, sejenak dia berhenti, dia menyentuh dan memperhatikan model, jenis bahan dan corak pakaian itu, dia hanya tersenyum dan tiba tiba ingatan masa lalu datang menghampirinya.
Flashback on.
" Ngapain sih harus singgah ke butik segala? Aku cape tau gak?" omel Ardi pada syifa dalam mobil.
gak apa apa kan mas, sekalian loh! lagian juga kita udah lama gak jalan bareng" balas Asyifa lembut.
" Kamu itu baru saja belanja beberapa pakaian, harus belanja lagi? Boros banget sih jadi perempuan!" Hardik Ardi sambil menyetir.
" Bukannya Boros nas? baju kemarin sudah gak muat, makanya beli lagi, gak nyaman, bajunya sudah sempit" tutur Asyifa memberi penjelasan.
Ardi menoleh ke arah Asyifa, ada perasaan jijik di matanya.
Asyifa sempat menangkap pandangan itu, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa.
Ketika sudah sampai di mobil, Asyifa turun dan menunggu Ardi turun juga.
Tetapi laki-laki itu tidak turun.
"Kamu turun saja, aku tunggu di mobil, Ingat, jangan pake lama!" Ardi kembali menutup pintu mobil dan menuju parkiran.
Ada rasa sesak di dalam dada Asyifa Waktu itu, perempuan itu berfikir bahwa, kegemukan bukanlah sebuah aib, dan mengapa harus malu dengan berat badan berlebih.
Flashback off.
"Mbak, Mbak,"'tegur salah satu pegawai yang melihat Asyifa terbengong.
Asyifa tersadar, dan langsung menoleh ke arah pegawai butik yang menegurnya.
" Mbak jadi pilih yang mana?" ucap pegawai toko tersebut.
Asyifa tersenyum, kemudian dia menyahut, " Modelnya bagus bagus mbak, sayangnya tidak ada ukuran saya,"
Pegawai pun mengangguk menyetujui.
Asyifa langsung meninggalkan pegawai tersebut, menuju kasir untuk melakukan pembayaran.
Setelah melakukan pembayaran, Asyifa berlalu ke parkiran sambil menenteng beberapa kantong belanjaan, tak di sangka dia bertemu seorang yang familiar, setelah menyipitkan matanya dia yakin kalau yang dia lihat itu adalah Arsyad, asisten pribadi tuan muda Amar..
__ADS_1
" Ngapain dia kesini? Setahuku dia bukan tipikal orang yang suka belanja, Apa nganterin Amar? tapi buat apa? Akh, daripada penasaran, lebih baik di samperin! gumamnya mencoba menemui Arsyad.
Asyifa berjalan perlahan lahan, dia bahkan berjinjit agar langkahnya tidak kedengaran, dia bersembunyi di belakang mobil.
Kemudian Asyifa sudah berada di belakang Arsyad, laki laki itu belum mengetahui keberadaan wanita itu.
Tiba tiba Asyifa bersorak sambil menepuk pundak Arsyad," BAAAAH!"
Arsyad terkejut, dia membalikkan badannya, setelah melihat Asyifa dia mengelus dadanya lega.
" Nona as,..May, bagaimana kabar nona? Apa yang nona lakukan disini? Nona bersama siapa? Arsyad mengajukan banyak pertanyaan.
" He he he, " Asyifa terkekeh, " banyak sekali pertanyaan mu" aku harus jawab yang mana dulu?"
" Akh,.. Nona bisa saja," Arsyad tersenyum menanggapi.
Melinda keluar dari butik, dan melihat keakraban, Arsyad dengan wanita itu, melihat wanita yang sangat cantik itu sedang bergurau dengan laki laki itu, entah kenapa, ada sesuatu yang tidak rela di hatinya, diapun memantapkan langkahnya untuk bertemu mereka.
" Maaf, membuat anda menunggu lama Arsyad? Sapa Melinda ramah, dia juga menyunggingkan senyuman ke arah Asyifa.
Asyifa dan Melinda saling melirik, mereka sama sama mengagumi kecantikan masing masing.
" Wah, kalian sedang kencan yah? ucap Asyifa menggoda Arsyad.
" Akhirnya sudah tidak single lagi deh, perlu syukuran nih!" Asyifa menggoda Arsyad, alisnya naik turun.
Pipi Arsyad semakin memerah, kulit putihnya semakin memperjelas warna merah tomat tersebut.
Melinda salah tingkah, dan entah kenapa dia tidak memberikan penyangkalan.
" Anda salah faham Nona, saya kesini hanya ingin menjemput nona Melinda, tuan muda AMAR mengajaknya untuk bertemu," jelas Arsyad.
Mengetahui bahwa si Mr Teddy Bear mau bertemu seorang wanita cantik, niat iseng Asyifa muncul, dia ingin menghancurkan kencan Amar.
Arsyad sudah tahu niat hati Asyifa, terlihat dari senyuman di wajahnya, " Jangan berfikir terlalu jauh Nona, ini hanya tentang pekerjaan,! Arsyad menjelaskan, dia tidak ingin ada kesalah pahaman antara Nona Asyifa dengan tuan Amar.
"Baiklah, kalau begitu aku ikut, aku juga ingin bertemu si Mr Teddy Bear, Aragon jalannya, aku ikuti dari belakang," ucap Asyifa menuju mobilnya, sebelum itu dia menyunggingkan senyumnya ke arah Melinda.
Mendengar kata Mr Teddy Bear, Melinda sebenarnya penasaran dan ingin bertanya, tetapi dia menahan diri,, karena tidak ingin di bilang kepo.
" Ayo, Nona Melinda," ucap Arsyad seraya membukakan pintu mobil.
Melinda tersenyum tipis, dia senang Arsyad masih memperlakukan dirinya khusus, diapun masuk ke dalam mobil.
Tidak ada perbincangan diantara keduanya selama perjalanan.
Dua puluh menit kemudian.
Mereka sudah sampai di sebuah restoran mewah, Arsyad berjalan melangkah bersama Asyifa dan Melinda.
Semua pengunjung menatap iri, kepada laki laki itu, yang di temani oleh dua wanita cantik.
Di private room, Amar sudah menunggu kedatangan Arsyad dan Melinda.
" Tok, Tok, Tok,"
" Masuk" perintah Amar.
Melinda dan Arsyad masuk, di belakang mereka ada Asyifa yang sedang bersembunyi.
__ADS_1
" Halo, Mr Teddy Bear!" teriak Asyifa pada Amar.
Amar merasa harga dirinya jatuh karena ada Melinda, alisnya berkedut.
" Putri tidur ngorok, ngapain kesini?" kata Amar.
" Ngapain lagi, kalau tidak ngepoin Mr Teddy Bear, yang sedang bertemu ama cewek cewek cantik, he he he,.." Asyifa terkekeh.
"Dasar Kepo" Amar sebal.
" Biarin, lagi ga ada kerjaan, week!" Asyifa menjulurkan lidahnya.
Amar menjetikan jarinya ke kuping Asyifa dua kali.
Asyifa berusaha menjitak kepala Amar, tetapi tangannya di tahan kuat oleh lelaki itu.
Melinda yang menyaksikan pertarungan bak anaj TK yang berebut mainan tersebut, hanya bisa tersenyum kaku, citra tuan muda AMAR yang dingin dan elegan, hilang samasekali.
" Udah, abaikan saja, mereka memang tak pernah akur kalau bertemu! bisik Arsyad pada Melinda.
Setelah pertarungan tersebut berlangsung sepuluh menit, Akhirnya mereka berbicara serius.
Amar sudah memperkenalkan Melinda pada Asyifa, dan memberitahukan rencana mereka untuk menghancurkan Camilla perlahan lahan.
Sepertinya Nona Melinda harus ke sisi Camilla secepat mungkin, kita bisa manfaatkan situasi sekarang, untuk memperpanas hubungan antara, Camilla dan Bastian" usul Amar.
Aku rasa juga begitu!" timpal Asyifa.
" Bastian akan mendesak Camilla, untuk meminta maaf pada publik, karena beberapa kontrak akan di tangguhkan, dan hal itu membuat Bastian kesal, sayangnya Camilla tidak akan membuat video permintaan maaf, karena sekarang wajahnya sedang dalam perawatan karena alergi, dia tak akan mempermalukan dirinya dengan penampilan seperti itu" ungkap Asyifa.
" Kenapa,Nona May bisa tahu keadaan Camilla sekarang? sejak video kemarin yang menyindir anda, dia samasekali tidak bisa di hubungi," ,keluh Melinda.
" Itu gampang saja, anda pasti tahu tentang pesta ulang tahun tuan WIJAYA Kusuma kan? tanya Asyifa.
Melinda mengangguk, bagaimanapun dia tahu bahwa Arsyad sengaja datang, dan menaruh gaun yang sangat indah, untuk membuat Camilla cemburu, pasti Nona May, yang memakainya.
" Aku tampar dia dua kali du sana, pipi kiri dan kanan, tetapi sebelum itu, aku bubuhi tanganku dengan serbuk, sari bunga matahari, Camilla sangat alergi dengan itu! ungkap Asyifa senang.
Mendengar itu Melinda merasa sangat senang, Rasa ingin menabok Camilla sudah di wakilkan oleh Nona May, dalam hatinya timbul kekaguman pada sosok Humaira.
" Baiklah, kita sudah bisa memulai rencana kita, momennya kali ini begitu pas, Nona Melinda, mulai besok anda harus memainkan peran anda sebaik mungkin, Jangan lupa, libatkan Michael, seperti rencana kita dulu" Anar mengingatkan.
" Baiklah" ucap Melinda, tidak sabaran.
" Eh, emang ada rencana apa? tanya Asyifa ingin tau, ya memang dia tidak tahu apa apa.
Amar melihat pada arsyay, Arsyad pun menjelaskan pada Asyifa.
Setelah berbincang cukup lama, pesanan mereka pun datang, mereka menikmati hidangan tersebut.
Pelayan mengira mereka adalah pasangan double date.
__ADS_1
****