Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan

Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan
menejer Baru


__ADS_3

Episode #56


   " Hey!" Amar menepuk pundak Asyifa, '"Serius amat, lagi nonton apaan?" tanya lelaki itu penasaran, kemudian duduk di sofa, di sebelah gadis itu.


  Asyifa hanya mengerying sesaat pada Amar dan menjawab, " Ini lagi nonton video dengan tema, berakhirnya rumah tangga akibat di selingkuhin istri, seru kisahnya, kisah nyata lagi!"


   " Tumben, nonton gituan, sini coba aku lihat!" ucap Amar, penasaran, Amar berfikir itu sama dengan kisah di sinetron ikan terbang.


       Di ponsel tersebut, nampak video hasil rekaman Mira, sang asisten rumah tangga di kediaman orang tua Ardi, sedang menampilkan, bagaimana Arif memulangkan dan menalak Ami,, di hadapan keluarganya, nampak juga bagaimana Ani sang mama, menampar Ami.


      " Arif benar benar pria sejati yah, sudah di selingkuhin tapi tidak pernah berbuat kasar, caranya pun elegan, langsung memulangkan baik baik, tanpa ada niat melakukan hal yang sama, cara pengelolaan emosinya juga pinter banget, salut sama dia, tidak semua orang bisa seperti dia , sanggup mengontrol dirinya, jika berada dalam situasi tersebut, terlebih dia masih menjaga kehormatan Ami, dengan tidak menyebarkan foto dan video vulgar perempuan itu di group WhatsApp keluarga, kalau pria lain mungkin sudah marah marah, dan melaksanakan pembalasan dan berencana menghancurkan hidup wanita tersebut," Amar memberikan penilaian, bagaimana bijak dan dewasanya Arif, bersikap.


  Amar mengembalikan ponsel Asyifa.


   Setelah menerima ponselnya, Asyifa menanggapi, " Sebagai orang terdidik dan terpelajar, juga sebagai mantan aktivis kampus, wajar sekali Arif memiliki pembawaan tersebut, entah bagaimana caranya dia bisa berjodoh dengan Ami yang sifatnya seperti itu,"


  " Ya, benar, semoga Arif bisa menemukan pengganti yang lebih baik," harap Amar.


  Asyifa mengaminkan ucapan Amar, bagaimanapun dia dan Arif, sempat menjadi keluarga, sama sama menantu dari keluarga Andreas.


     " Oh, ya, Bagaimana dengan kasus perempuan itu, kapan dia masuk bui?"tanya Asyifa tak sabar.


       " Kata pengacara, bukti sudah di limpahkan ke pihak kepolisian, tinggal nunggu surat perintah penangkapan saja, sekarang, hukuman untuk penggelapan dana sih katanya kurungan maksimal empat tahun, dengan denda sembilan ratus juta," jelas Amar.


   " Ha, ha, ha,ha, Biarkan perempuan itu membusuk di penjara," kekeh Asyifa senang, Rencananya sudah berhasil, untuk mendepak Ami dari hidup nyamannya, dan menghancurkan rumah tangganya, seperti yang dia lakukan, " Empat tahun penjara, hanya sebagai latihan saja, ketika kasus rencana pembunuhan Asyifa Prameswari terungkap, sisa usiamu akan kamu habiskan di dalam sana,!" lanjut wanita itu.


     Amar mengangguk setuju, kasus pembunuhan berencana yang mereka lakukan, akan menghantarkan mereka pada hukuman yang paling berat, kalau tidak hukuman mati, ya hukuman seumur hidup.


   " Tok,. Tok,. Tok, Suara pintu di ketuk, terdengar nyaring.

__ADS_1


  Setelah itu, sesosok pria tampan dan tinggi pun menghampiri mereka.


   " Nona May, para calon menejer sudah siap untuk di wawancara," jelas Arsyad.


    " Baik, May, semoga dapat kandidat yang cocok, Aku akan kembali ke kantor, masih banyak pekerjaan di sana, Arsyad, kamu di sini saja, bantu Nona May,!" setelah mengucapkan itu, Amar pun melangkahkan kakinya keluar dari ruangan, dan langsung menuju parkiran, dimana, pak Hamid, supirnya telah menunggunya.


   " Berapa banyak yang datang hari ini Syad?" tanya Asyifa, kurang antusias.


   " Sebenarnya banyak yang mendaftar Nona, tapi saya memilih sepuluh kandidat saja, untuk di wawancarai hari ini," Arsyad menjawab yang sebenarnya.


    Dengan langkah malas, Asyifa keluar ruangan dan menuju tempat wawancara, Arsyad mengikutinya dari belakang.


   Asyifa lalu duduk di kursinya, dan Arsyad memanggil mereka satu persatu, kemudian gadis itu memulai wawancara, ya, seputar tentang pekerjaan menejer dan analisis situasi.


   Satu persatu kandidat keluar ruangan, Asyifa mendesah kecewa, belum ada yang cocok di hatinya, berdasarkan pengalaman ataupun kecocokannya.


    Merasa di panggil, Bastian pun melangkah mantap, dia tidak terkejut dengan keberadaan Arsyad, sang asisten tuan muda AMAR SYAPUTRA.


  Bagaimana pun di video viral nona May, laki laki yang mengupas kan pete adalah Amar, jadi tidak heran ada Arsyad di sini, sepertinya Camilla salah memilih musuh kali ini, pendukung Nona May terlalu kuat" batinnya.


   Bastian pun masuk, dia melihat seorang wanita yang begitu cantik, kecantikannya bak seorang Dewi, tak hanya itu, auranya juga kuat, sebagai seorang menejer artis yang sudah banyak mengenal selebriti, kecantikan sudah tidak terlalu asing baginya, tetapi, aura bintang itu yang jarang di temui, dan sekarang di hadapannya dia menemukan gabungan tersebut, sepertinya benar apa yang di ucapkan Rika, eh Raka, wanita setengah dewa itu.


    " Silahkan duduk, Bastian" ucap Asyifa tanpa melihat ke arah Bastian. dia sedang asik membaca resume dari pria tersebut.


     Bastian pun langsung duduk, dia terlihat tenang dan santai.


   " Jadi, kenapa kamu memutuskan meninggalkan Camilla, bukankah kalian di kenal sebagai pasangan artis dan menejer paling kompak, di dunia entertainment?" tanya Asyifa serius, dia menginginkan kejujuran, dari lelaki di hadapannya ini.


    Aura yang tajam menguak dari Asyifa, sepertinya apa yang sudah di ajarkan oleh psikolog nya,di Seoul itu bekerja, terlihat Bastian sudah tertekan.

__ADS_1


" Baiklah, saya akan menceritakannya, Di samping alasan ekonomi yang mengharuskan saya untuk tetap bekerja, saya juga ingin membalaskan rasa sakit hati saya pada Camilla," pria itu menjawab apa adanya, tanpa menutupi hal apapun, baginya Camilla adalah masa lalu.



Asyifa tertarik, dan meminta laki laki tersebut melanjutkan.


Bastian mengangguk dan melanjutkan, " Saya tahu, Camilla sudah menyinggung anda, Nona, tapi sama sekali ini tidak berkaitan dengan anda," Bastian menghela nafas, dan berujar, " Karena Camilla sudah menyinggung anda dan orang kampung, sehingga menjadi viral, banyak perusahaan dan sponsor akhirnya menangguhkan kontraknya, sebelum Camilla memberikan klarifikasi dan video permintaan maaf, saya sangat kesal waktu itu, karena Camilla tidak mau melakukannya, padahal saya sudah berusaha mencari job untuk dia, akan tetapi, dengan angkuh dan sombongnya dia malah tidak pernah menganggap saya ada, akhirnya saya keluar,"


Asyifa mendengarkan cerita Bastian dengan seksama, dia memperhatikan, gestur tubuh dan nada bicara lelaki tersebut, Dari training yang di ajari oleh psikolognya, Asyifa tahu, bahwa Bastian tidak berbohong, dan mengatakan yang sebenarnya, lagipula dulunya selagi bersahabat dengan Camilla, sudah mengenal sosok ini, pria yang berintegritas dan memiliki prinsip.


" Sesuai dengan kualifikasi anda dalam resume ini, anda cocok untuk jadi menejer saya, anda berpengalaman dan jeli menilai situasi, berapa fee yang ingin anda peroleh?" tanya Asyifa, tentang pertanyaan dan paling sering dan umum di tanyakan pada wawancara.


" Semua tergantung pada anda, Nona, saya ingin fee yang sesuai dengan kerja keras saya, jika di dunia menejer artis, biasanya berkisar antara lima belas hingga dua puluh lima persen, dari pendapatan artis,per proyeknya," jawab Bastian sekenanya.



" Baiklah, Tunggu sebentar, saya persiapkan kontrak dulu!" Setelah mengucapkan itu, Asyifa menoleh ke Arsyad, laki laki itu pun mengerti dan mengeluarkan kontraknya.



" Silahkan di baca dulu, sebelum di tandatangani!" ucap Asyifa sambil menyerahkan dokumen kepada Bastian.


Kemudian Asyifa menambah, " Satu hal yang paling penting, Bastian, saya tidak pernah mentoleransi sebuah penghianat," Setelah mengatakan itu, Aura yang begitu mencekam, bisa di rasakan oleh Bastian, dari tatapan mata Humaira.


" Saya tidak akan mengkhianati anda,Nona!" setelah mengatakan itu, Bastian langsung menandatangani kontrak, dan kemudian menggigit jempolnya, Darah yang mengucur keluar juga di gunakan sebagai tinta, untuk cap jempol nya di sana, sebagai bukti kesetiaan.


Asyifa pun tersenyum, dalam hatinya mencibir, " Sebentar lagi giliranmu Camilla, tapi aku tak ingin berbaik hati, dengan langsung menghancurkan mu, aku akan membuatmu sakit sedikit demi sedikit.


\*\*\*\*

__ADS_1


__ADS_2