Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan

Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan
Kembali ke Jakarta


__ADS_3

Episode #74


       Malam kian larut, Song Chai Mi pun undur diri, Asyifa berusaha menahannya, untuk nginap di hotelnya, tetapi perempuan korea itu menolak, katanya dia tidak enakan dengan temannya yang menunggu di sana, Arif pun secara sukarela menawarkan diri untuk mengantarkannya kembali, dengan alasan, dia juga ingin kembali ke Denpasar.


   Tinggallah Asyifa dan Amar, karena suasana sudah begitu sepi, Asyifa mengajak Amar berjalan ke arah pantai, untuk berbincang-bincang sejenak, Amar tentu saja memenuhi keinginan si Dewi Yunani tersebut.


      Amar dan Asyifa berjalan di atas pasir, ombak menderu meninggalkan buihnya, bulan purnama bertengger di atasnya, mengalahkan sinar bintang gemintang, pemandangan yang sangat romantis.


  Setelah berjalan beberapa waktu, Asyifa dan Amar memutuskan untuk duduk.


   " Tumben, Arsyad ga ikut sama kamu, biasanya kaya perangko, nempel terus, he he he!" kekeh Asyifa.


    " Dia sedang bersama Naura, biarlah sekali kali dia habiskan waktu dengan adiknya"


   " Kurasa Naura memang berbakat jadi model, jika dia lulus dan menjadi desainer, dia bisa jadi model untuk rancangannya sendiri" Asyifa berkomentar.


    " Kurasa kau benar, dia bisa menghemat anggaran, karena tidak butuh model lagi, dan para model akan sangat merugi jika itu terjadi" Amar menyetujui.


    Perbincangan diantara merekapun semakin seru, hingga Asyifa mengantuk dan memutuskan untuk pulang ke hotel.


    ****


  Keesokan harinya,


   Jagad Maya di hebohkan oleh dua cuplikan video, video pertama tentang Camilla, yang jatuh ketika melangkah di atas catwalk, dan video kedua tentang, Bagaimana memukaunya Humaira di atas catwalk.


   Berbagai komentar dari warga net pun bermunculan, para fans dan para haters langsung menyerbu ke akun sang bintang yang lagi viral.


   ( Ngapain sih di paksain jalan di catwalk, kalau memang belum lancar berlenggak lenggok, mending fokus aja sama karir yang sekarang, jangan semuanya di embat)


    ( Wah, sepertinya orang kampung lebih pintar jalannya, daripada si nona yang satu ini)


   ( Ada yang perhatiin gak sih, kalau si bintang yang jatuh itu agak gemukan, atau bajunya yang kekecilan?)


  ( Jangan dengerin mereka Mil, abaikan saja bacotan tidak jelas itu, tetap berkarya! tetap semangat!)


   Camilla begitu geram, melihat postingan tersebut, walaupun berita itu sudah tersebar dan menjadi viral, dia tetap menghubungi salah satu hacker terkenal untuk menghentikan dan menarik kembali berita tersebut, kali ini dia mengeluarkan sejumlah uang yang tidak sedikit, untuk masalah ini.


     " Arggh!" sialan" umpatnya sambil meninju bantal, untuk melampiaskan kekesalannya.

__ADS_1


   Melinda kemudian masuk kedalam kamar hotel Camilla, dia sudah tidak terkejut dengan penampakan kamar hotel yang sudah seperti kapal ambruk.


  Camilla memang selalu menghancurkan barang di sekitarnya, ketika melampiaskan kemarahannya.


     " Mil, yuk, kira sarapan dulu" ajak Melinda ke Camilla yang masih uring-uringan.


   " Sarapan aja sendiri, aku malas bertemu dengan orang-orang" jawabnya ketus.


    Hotel tempat mereka, memang menyediakan layanan breakfast atau sarapan.


   Melinda hanya menghela nafas, dia mencoba memahami karakter Camilla, dalam hati dia sangat bersorak gembira.


    " Oh ya, kamu mau sarapan apa? Biar aku pesenin, kamu harus jaga kesehatan!"Melinda mencoba bersikap sabar.


   Bagaimanapun CAMILLA memang sudah kelaparan sejak tadi, pengaruh pil yang di konsumsi sudah mulai bereaksi, dia menyadari kalau akhir akhir ini dia terlalu banyak makan, dan sudah sangat jarang berolahraga, walaupun Melinda melarang keras bahkan marah ketika dia makan berlebihan, dia kerap menyembunyikan cemilan di belakang Melinda dan menyantapnya diam diam.


    Mengingat hal itu dia hanya bisa menyalahkan dirinya sendiri, pantas saja dia jatuh dari atas catwalk, mungkin berat badannya, tidak memenuhi standar, buktinya gaun yang dia kenakan terasa sangat sempit.


  " Camilla, kamu mau makan apa? biar sekalian aku bawain!" Melinda lagi lagi bertanya pada Camilla yang sedang tenggelam oleh pikirannya sendiri.


tanya Camilla.


 Melinda hanya menarik nafas, dan kembali bertanya, " Camilla, kamu mau makan apa? Biar sekalian aku bawain?"


   " Salad aja Mel!" Camilla memutuskan untuk menjalani diet, jadi dia hanya memesan itu.


  " Itu saja?" tanya Melinda, meyakinkan Camilla.


     Camilla terlihat tidak yakin, tapi mengingat insiden tadi malam, mau tidak mau dia harus menurunkan berat badannya, " Dan beberapa buah, Udah itu aja!"


   " Baiklah, kalau begitu Aku turun dulu, dan nanti aku bawa kesini makanannya ya? ucap Melinda, dan segera beranjak.


    " Mel, tunggu!" ucap Camilla.


  Melinda yang sudah di depan pintu, sontak berbalik dan bertanya, " Iya, Apa ada lagi?"


 "Bukan soal sarapan! dia menghela nafas sejenak dan melanjutkan, " Kegiatan kita hari ini apa saja? kita ada endorse dimana saja?"


     Melinda menghela nafas, terlihat ada kesedihan di wajahnya, " Kita tidak mempunyai kegiatan apapun lagi di sini, semuanya membatalkan endorse nya pagi ini, sebenarnya aku ingin bahas ini setelah kita sarapan"

__ADS_1


  Camilla mengepalkan tangan, terlihat dia sangat geram dengan pengusaha yang tidak jadi memakai jasanya.


  Karena sudah tidak ada lagi yang Camilla tanyakan, Melinda pun keluar untuk sarapan sendiri.


****


Sementara itu, Asyifa sedang menghabiskan waktu sarapannya bersama Amar, tidak ada Arsyad yang membuntuti tuan muda AMAR, dia sedang sibuk menemani adiknya, lagi pula dia tidak ingin jadi nyamuk diantara keduanya.


" Jadi sekarang apalagi rencanamu, Ami Sudah masuk bui, bahkan rumah sakit jiwa, sedangkan Camilla,.." memperhatikan mimik Asyifa kemudian melanjutkan perkataannya, " Camilla Sudah hancur dalam karir modelingnya, bisa di pastikan, Setelah insiden ini tidak akan ada lagi yang akan memakai jasanya.


Asyifa hanya mengangguk setuju, " Benar, karir modelingnya memang sudah hancur, tinggal karir aktingnya sekarang! untuk kali ini, aku serahkan pada dia, jika dia mencari masalah duluan dengan ku, aku akan menamatkan karirnya!" Semburat dingin terlintas dari sorot matanya yang tajam, sorot itu akan keluar jika, membahas tentang Camilla, mantan sahabatnya.


" Hmmm, baiklah aku mengerti" jawab Amar kemudian " kenapa ekspresi mu seperti Belum puas tentang kejadian tadi malam? Apa ada yang mengganjal?" tanya Amar, yang melihat Asyifa tidak menunjukkan ekspresi apapun.


Asyifa menganggukkan kepalanya sebanyak dua kali, Dia memasukkan sepotong apel kedalam mulutnya, mengunyahnya terlebih dahulu, sebelum melanjutkan, " Aku merasa, Camilla hanyalah sebuah pion, yang sedang di kendalikan tanpa ia sadari, Aku merasa, ada sesuatu yang samar, terlihat dari sini, ini yang sedang aku cari-cari, firasatku mengatakan seperti itu, ini tidak sesederhana yang kita ketahui!" ungkapnya, menunjukkan keresahan hatinya.


Amar mencerna perkataan Asyifa, " Apa menurutmu ada yang sengaja membunuhmu tanpa mengotori tangannya sendiri dan sekarang sedang tertawa bebas, mengetahui kamu sudah tidak ada?"


" Aku merasa seperti itu, Aku merasa ini ada hubungannya dengan Prameswari group! Apakah kamu berfikir, bahwa mereka tidak pernah menyinggung siapapun selama ini?" tanya Asyifa serius.


" Tidak bisa di pungkiri, bahwa pasti ada pihak yang tersinggung ataupun menyinggung, dalam sebuah bisnis besar, tingkat bisnis dalam skala kecil saja sudah bisa menyinggung banyak pihak, apalagi bisnis yang besar!" Amar memberikan pendapat nya.


Asyifa ingin menanggapi lebih jauh, tetapi dering teleponnya berbunyi, melihat si penelpon adalah om angkatnya, pak HAMDAN Hutapea, sang pengacara kondang, dia buru buru mengangkatnya.


" Baiklah Om, Syifa sekarang pulang ke Jakarta!"Setelah itu telpon terputus.


" Kenapa?" tanya Amar penasaran.



" Tidak tahu, kata om HAMDAN, ada hal penting yang tidak bisa di tunda" ucap Asyifa serius.



Melihat mimik wajah yang begitu serius, Amar pun menjawab, " Baiklah, sekarang kita berangkat pulang ke Jakarta.



\*\*\*\*

__ADS_1


__ADS_2