Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan

Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan
Lelang


__ADS_3

Episode #51


Hari ini adalah hari dimana pelelangan akan di laksanakan, Michael dan Melinda, sudah mendaftar sebelumnya.


Mereka hanya perlu menyiapkan berkas berkas, untuk pengalihan aset nanti.


Pagi pagi sekali, Michael sudah datang ke apartemen Melinda, karena Melinda memintanya untuk menemani dia ke acara lelang itu, yang di adakan di hotel bintang lima di ibukota, tentu saja Michael dengan senang hati menyanggupinya, beberapa jadwal pemotretan dia cancel untuk sementara waktu, Entahlah, dia tidak mengerti, mengapa akhir akhir ini dia tidak mau jauh dari Melinda, dan ingin selalu ada buat gadis itu.



Di perlakukan seperti itu, Melinda sempat merinding, tetapi dia harus terlihat bersikap biasa saja, " Kamu telat sepuluh menit! huh, kebiasaan!" ucap Melinda, bibirnya mengerucut seperti bebek.



Melihat tingkah Melinda seperti itu, Michael hanya terkekeh, dia gemas sekali dengan tingkah Melinda, diapun tak bisa menahan diri, dan mencubit pipi kekasihnya itu dengan gemas, " Jangan manyun terus dong, nanti Cantik berkurang, he he he,!" canda Michael.



" Iya,..iya nih senyum," ucap Melinda sambil tersenyum, memamerkan gigi, lebih tepatnya seperti iklan pasta gigi.



" Ha ha ha, " Michael semakin tertawa, melihat tingkah Melinda, di matanya perempuan itu semakin lucu saja,dia juga merasakan kehangatan dan kenyamanan dalam satu waktu.



" Sudah yuk, kita berangkat sekarang, nanti terlambat!" ajak Melinda yang langsung keluar dari apartemen nya di ikuti oleh Michael dari belakang.



Di sepanjang koridor, Michael menggandeng tangan Melinda mesra, seolah olah dia tidak ingin melepaskannya, Melinda mengeryit heran, ingin sekali dia menepisnya, tapi tak di lakukan, wanita itu tidak ingin Michael curiga, akhirnya dia hanya pasrah.



Tak berselang lama, mereka pun tiba di Hotel bintang lima, di mana lelang dadakan itu berada, Michael segera turun dari kemudi, dan segera membukakan pintu mobil untuk Melinda, wanita itu sedikit heran, dengan tingkah Michael yang sedikit berbeda, dari biasanya yang cuek dan terkesan tidak perduli, Akan tetapi akhir akhir ini Michael begitu mesra dan penuh perhatian, bahkan terkesan romantis, Sayangnya perlakukan kecil tadi hanya mengingatkan Melinda dengan Arsyad, asisten pribadi tuan muda AMAR SYAPUTRA, orang yang pertama kali membukakan pintu mobil untuknya.



" Ayok, Barbie," ucap Michael tersenyum, senyumnya begitu manis, siapapun akan tersihir dengan wajah rupawan itu.

__ADS_1



Melinda sedikit gelagapan," Akh, iya, Terima kasih," ucapnya senatural mungkin, walaupun kesannya terlihat makin aneh.


Michael hanya terkekeh saja, melihat Melinda yang salah tingkah, di dalam hatinya berfikir, " Seharusnya aku memperlakukan Melinda seperti ini dari dulu, sekarang dia merasa aneh sendiri,".


Ketika Melinda keluar dari mobil, tak di sangka Arsyad juga keluar dari mobil yang di parkir di depannya, suasana yang dirasakan Melinda semakin kikuk, Namun Arsyad bersikap biasa saja, seolah tidak mengenal pasangan di depannya, seketika diapun berlalu.


Tapi berbeda dengan Melinda yang merasa canggung, dia merasa tertangkap basah, sedang jalan dengan selingkuhan, untuk sesaat hatinya tidak tenang.


" Ayo sayang,!": ajak Michael, menyadarkan Melinda dari lamunan.


Melinda hanya mengangguk tanda mengiyakan, mereka berdua pun melangkah dengan mesra, ke acara pelelangan, Michael terus menggenggam tangan Melinda dengan mesra, seolah ingin berkata, Tenang, semuanya akan baik-baik saja.


Melinda dan Michael sudah ada di dalam ruangan, setelah menyerahkan undangan ke pihak panitia, kemudian mereka duduk di kursi yang telah di sediakan, sesuai dengan kode yang tertera dalam undangan.


Sedang, sepuluh menit kemudian acara di mulai, banyak para pengusaha yang datang ke acara ini, tetapi tidak ada wajah yang di kenali oleh Melinda ataupun Michael.



" Baiklah para hadirin Semua, terima kasih atas waktunya untuk datang ke acara pelelangan kali ini, di kesempatan ini, ada beberapa gedung yang akan di lelang, di antaranya adalah, sebuah pabrik, tiga unit Ruko, Lima unit rumah mewah, dan satu butik," pembawa acara menyampaikan apa saja yang akan di lelang.



Melinda deg degan, dia menampakkan wajah serius, padahal aslinya dia biasa saja, tetapi dia harus benar benar meyakinkan Michael kalau ini beneran.


Nomor urut kedua kemudian mengangkat tangan, " Empat milyar rupiah,"


" Empat milyar rupiah, untuk nomor urut dua! ada yang lain?" tanya pembawa acara.


" Empat setengah milyar rupiah," Nomor urut dua puluh lima mengangkat tangan.


Melinda terlihat semakin tegang, Michael mengusap usap lembut tangan wanita itu seraya menenangkan.


Aksi keduanya di perhatikan oleh sepasang mata dengan nomor urut tiga puluh dua.


" Lima setengah milyar rupiah," nomor urut sepuluh memberikan penawarannya.


Tidak ada suara lagi.

__ADS_1


" Tidak ada penawar lagi?" pembawa acara bertanya.


" Lima setengah milyar pergi sekali, Lima setengah milyar pergi dua kali, Lima setengah milyar,.."


" Enam milyar rupiah," nomor urut tiga puluh dua mengangkat tangannya.


Pembawa acara kemudian bertanya lagi," Apa ada penawaran lagi?"


Baiklah, Enam milyar pergi satu kali, enam milyar pergi dua kali, enam milyar pergi tiga kali, "TERJUAL!" Selamat kepada nomor urut tiga puluh dua, Butik Lady's palace, terjual seharga Enam milyar rupiah, silahkan lakukan pembayaran, setelah acara lelang selesai,"


Melinda bernafas begitu lega, seolah beban yang begitu berat, terbebas dari pundaknya.


Begitupun Michael, dia senang, karena Melinda terlihat lebih tenang, dia semakin mengeratkan genggaman tangannya.


Melinda tersenyum tipis, matanya melirik ke arah nomor urut tiga puluh dua, yang tak lain adalah Arsyad, entahlah, perasaannya campur aduk.


Pelelangan pun di lanjutkan kembali, tersisa empat unit yang di lelang, Michael dan Melinda, sudah tidak tertarik lagi, mereka hanya menunggu waktu lelang selesai, dan melakukan transaksi.


Selang satu jam kemudian, acara selesai, Michael dan Melinda, di persilahkan panitia ke salah satu ruangan untuk melakukan transaksi, di ruangan itu sudah ada pengacara kondang Pak HAMDAN beserta Arsyad, Melinda berusaha mencari tuan muda AMAR,tetapi tidak ada.


" Baiklah mbak Melinda, Butik Lady's palace sudah di alihkan, apakah anda sudah membawa dokumennya?" tanya pak HAMDAN, sebagai pengacara yang akan menangani masalah pembalikan nama ini.


Kehadiran pak HAMDAN selaku pengacara semakin meyakinkan Michael, bahwa Butik Lady's palace sudah benar benar terjual, siapa yang tidak kenal dengan pengacara kondang bapak HAMDAN Hutapea?


Melinda segera menyerahkan surat kepemilikan dari butik tersebut.


" Baiklah mbak Melinda, kita akan urus semuanya, pembayaran akan kita selesaikan paling lama dua kali duapuluh empat jam dari sekarang," ucap pak HAMDAN HUTAPEA.


Melinda dan Michael hanya mengangguk setuju, terlihat Michael lega, karena masalah Debt colector sekarang telah teratasi.


Setelah berbincang sejenak, Melinda dan Michael meninggalkan ruangan itu.



Perasaan Melinda campur aduk, melihat keberadaan Arsyad di sana, dia tidak mengerti, kenapa dia harus merasa bersalah pada laki-laki tersebut.


Arsyad yang tampak cuek dan biasa saja, berlalu juga dari sana, entah kenapa hatinya merasakan ketidak relaan melihat Melinda dengan laki laki tersebut.


****

__ADS_1


__ADS_2