Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan

Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan
Camilla mencurigakan


__ADS_3

Episode #148


     Sejak bekerja dengan Glenn Yaw, Camilla sudah kehilangan hasrat dengan Ardi, walaupun mereka masih sering memadu kasih, Camilla sudah tidak bertingkah seperti dulu lagi, yang menggebu gebu jika menyangkut urusan ranjang, akhir akhir ini Camilla hanya melakukannya sebatas kewajibannya saja.


  " Sayang!" panggil Ardi mesra, setelah sudah selesai pergulatan panas.


  Camilla tidak menjawab, dia malah tidur membelakangi Ardi, dan berkata," Aku capek! Aku tidur dulu ya, besok Aku kerja,"


  Tidak ada lagi percakapan diantara keduanya, suara nafas halus terdengar, Camilla sudah terlelap.


  Ardi hanya menghela nafas, Dulu Camilla akan marah jika dia tertidur setelah aktifitas ranjang.


    Tingkah Camilla yang mencurigakan seperti ini, memantik kecurigaan Ardi, " Apakah Camilla punya perasaan pada laki laki lain di kantornya?"


  Tak menunggu waktu, dia segera mengambil ponsel Camilla, dia mencoba berkali kali membuka kunci ponsel, tetapi tetap tidak bisa terbuka, Diapun kesal, dan kembali meletakkan ponsel Camilla.


  " Aku akan menyelidikimu diam diam, awas jika kau selingkuh!" Ardi menatap Camilla, dan berbalik membelakanginya.


  Sekarang mereka tidur saling memunggungi.


     Keesokan paginya.


    Camilla bangun, dan segera mengecek ponselnya, di layar ponsel ada pesan dari bosnya, Glenn Yaw.


     Glenn Yaw: Matahari tersenyum malu di pagi hari, jangan lupa sarapan dan membahagiakan diri, BTW jangan telat datang ke kantor ya, kita ada meeting penting jam sepuluh, kamu langsung saja pergi ke hotel the langgam.


  Jam lima tiga puluh, pesan itu di kirim, setengah jam yang lalu.


  Camilla : " Ok, pak, dilaksanakan,"


    Membaca pesan dari Glenn Yaw, yang tidak seperti biasanya, membuat hati Camilla menghangat, ini adalah pertama kalinya Glenn Yaw mengirim pesan seperti ini, Camilla pun senyum senyum sendiri, dia membayangkan hal yang tidak tidak dengan Glenn Yaw.


  Camilla bangkit dari tempat tidur, dan melihat Ardi yang masih menutup dirinya dengan selimut, Camilla hanya bisa berdecak sambil menggelengkan kepalanya, di bandingkan Glenn Yaw, Ardi bahkan tidak layak jadi pembantunya.


   Camilla kemudian membersihkan dirinya, dia memiliki waktu yang cukup sebelum berangkat bekerja jam sepuluh, untuk pertama kalinya dia menyiapkan kebutuhan Ardi, bahkan sekarang Camilla berada di dapur untuk memasak.

__ADS_1


     Ardi terbangun mendengar suara kuali dan sendok beradu, dia melihat Camilla Sudah tidak ada di sebelahnya, " Apa perempuan itu sedang memasak?"


    Ardi beranjak menuju dapur, untuk pertama kali dalam sejarah kehidupannya, dia melihat Camilla berdiri di depan kompor sedang memasak, Ardi pun sedikit terpana dengan pemandangan itu, samar samar, bayangan Asyifa yang sedang memasak, juga menyusup dalam memorinya.


    " Kamu sudah bangun, sayang!" ucap Camilla, sambil tersenyum manis, kali ini dia sedang memasak sup ayam, aromanya menguap.


  Ardi menepuk pipinya, masih tidak percaya dengan apa yang terjadi di depan matanya, Camilla kemudian mematikan kompor, perempuan itu mendekati Ardi dan mengelus wajah Ardi.


  " Kamu mandi dulu ya, Aku akan menyiapkan sarapan!" sebuah kecupan mendarat di pipi kiri Ardi.


    Ardi terbengong," Kebentur di mana kepalanya, sampai bisa bertingkah romantis gitu!"


  Ardi pun bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri, Ketika dia keluar dari kamar mandi, satu set pakaian kerja sudah di siapkan oleh Camilla, lagi lagi bayangan Asyifa menyusup dalam memorinya, adegan ketika Asyifa sedang memasang dasi, di putar seperti adegan film, sontak, Ardi langsung menepis bayangkan itu.


  Setelah berpakaian, Ardi duduk di meja makan, Camilla mengambil nasi untuknya, selain sup ayam ada juga omelette, sambel kecap dan sambel kentang ati ampela.


    " Ini,.. ini beneran kamu yang masak semua?" Ardi tidak mempercayai penglihatannya.


     " Tidak pernah masak, bukan berarti tidak bisa masak, ayo sayang di makan!" Camilla melayani Ardi.


  Camilla memang bisa memasak, sebagai sahabat yang baik, dia selalu mengikuti Asyifa kursus memasak, Diapun ikut kursus, maka itu dia bisa memasak.


    Tingkah laku Camilla semakin memantik kecurigaan Ardi," Aku harus mengikutinya hari ini!" pikir Ardi, berdasarkan artikel yang pernah dia baca, salah satu pasangan berselingkuh adalah, pasangan akan berubah sikap lebih manis, untuk menutupi rasa bersalahnya.


   Ardi pun mengimbangi Camilla, dia bersikap sangat hangat dan berkata," Terima kasih sayang, makanan mu lezat sekali, beruntung aku memiliki istri sepertimu," Ardi mengecup ubun ubun Camilla.


     Ardi pun ijin untuk berangkat bekerja.


  Keduanya nampak seperti pasangan harmonis yang baru saja menikah.


  Ardi menuju parkiran, sampai saat ini dia masih memakai mobil fasilitas kantor, dia tidak peduli lagi dengan gengsi yang selama ini ia junjung tinggi, seandainya papa Andreas tidak mengusirnya, pasti sekarang dia sudah membeli mobil keluaran terbaru.


    Ardi segera berangkat pergi, dia hanya menunggu di parkiran kafe, dekat apartemennya, matanya awas menunggu Camilla berangkat bekerja.


    Kemudian Ardi menelpon Ferdinand.

__ADS_1


   " Ya, pak!" sapa Ferdinand dari seberang telepon.


    " Saya ada urusan di luar, urusan kantor saya serahkan kepada kamu dulu ya!"


  " Baik, pak, laksanakan!" jawab Ferdinand.


  Ardi menutup telponnya.


   Menunggu selama dua jam, terasa sangat membosankan, ketika Ardi memutuskan untuk pergi, dia melihat Camilla di lobi, Sepertinya sedang menunggu taksi online, tak berapa lama, Camilla masuk ke dalam mobil itu.


    Ardi mengikuti mobil itu dengan jarak seratus meter di belakangnya, Dia tidak ingin Camilla mengenali mobilnya, walaupun itu mobil kantor, Camilla sudah sangat mengenalinya.


     Pukul sepuluh kurang beberapa menit, akhirnya Camilla tiba di hotel langgam, salah satu hotel bintang lima di ibu kota. Camilla langsung turun, dia meraih ponselnya dan langsung turun kemudian menghubungi atasannya Glenn Yaw.


  " Pak, saya sudah sampai, kira kira meeting nya di mana?"


" Camilla, saya sedikit terlambat, Jakarta macet sekali! Kamu langsung saja ke kamar 315, saya akan segera datang, kamu tanganin saja dulu ya!"


Telpon terputus.


Camilla tidak mengetahui, jika Ardi sekarang ada di belakangnya, dia sempat ke toko pakaian, ketika di depan apartemen mereka, dan langsung mengganti pakaiannya, dengan memakai kacamata dan topi, penyamaran Ardi sangat sempurna, dia seperti dua orang berbeda, Camilla sama sekali tidak menyadarinya.


Keluar dari lift, Camilla langsung menuju kamar 315, Ardi meliriknya, sambil memperhatikan Camilla yang melihat nomor kamar di setiap pintu, Ardi sudah sangat ingin menghajar Camilla, " Entah apa yang di lakukan perempuan itu di hotel, sepagi ini!"


Pikiran buruk sudah menguasai Ardi,


Tiba di depan pintu kamar 315, Camilla langsung membunyikan bel, sosok pemuda ganteng berkulit putih, yang memakai pakaian kasual membuka pintu.


Dalam bahasa Inggris yang fasih, laki laki itu bertanya," Nona Camilla?"


Camilla tersenyum dan mengangguk,


Tangan Ardi mengepal.


Belum sempat Camilla menjawab, tangan Ardi sudah menarik lengan Camilla, Camilla berteriak minta tolong, Tapi suara pria itu malah mengagetkannya, " Pulang! Jangan melacur di sini!"

__ADS_1


Perkataan itu sontak membuat hati Camilla hancur, suara itu adalah suara suaminya.


***


__ADS_2