Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan

Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan
Camilla masuk perangkap


__ADS_3

Episode #144


    Selama beberapa hari ini, Asyifa dirawat di rumah sakit, Asyifa Sedang berjuang melepaskan diri dari obat penenang tersebut, sudah beberapa hari ini dia tidak masuk kantor, untungnya sudah ada Tia dan tim nya, sehingga memudahkan Bastian menangani semuanya, pekerjaan yang awalnya tugas Asyifa, kini di tangani oleh Bastian, dan pekerjaan Bastian kini di lakukan oleh Tia, pekerjaan Bastian kini terasa lebih ringan karena Tia yang begitu cekatan dan cepat belajar.


  " Makan siang dulu, nih, aku membawakan bekal, coba cicipi!" tawar Bastian seraya mendekati meja yang ada di sudut ruangan, meja tersebut khusus untuk makan dan minum.


  Bastian mengeluarkan bekal yang di bawa, selain nasi ada juga serantang lauk.


    Bastian langsung mengambil piring dan gelas, sementara Tia melangkah menuju meja.


Bastian membuka rantang yang ia bawa, ada iga asam manis, lalapan, sambel terasi, acar dan kerupuk.


" Wah, banyak sekali makanannya? Mas Bagong beli?"Tia tampak bersemangat.


" Ini!, " ini, aku masak sendiri!" wajah Bastian memerah.


" Aku cicipi ya?" Tia langsung mengambil sendok dan mencicipi sedikit ke mulutnya.


" Hmmm, yummy!" Tia memejamkan matanya, menikmati setiap rasa, pelan pelan dia membuka matanya, " Ini sedap sekali mas! Mas pintar memasak! pasti nanti istri mas bahagia sekali di Masakin setiap hari!"


Bastian kikuk, dia tak pernah membayangkan memasak untuk istrinya, dia bahkan baru belajar memasak dari YouTube tadi malam, demi menarik perhatian Tia, dia memeriksa story instagramnya Tia, untuk mengetahui, hal apa saja yang gadis itu sukai.


Keduanya pun makan dengan lahapnya.


" Mas Bagong tau gak, kapan Nona May masuk ke kantor lagi?"tanya Tia di sela sela makan mereka.


Bastian terhenyak, dia tak tahu harus mengatakan apa, dia sudah mengetahui penyebab sakitnya Humaira.


Bastian menggelengkan kepalanya, " Aku tidak tahu, jadwal Nona Boss sangat padat, tak terbatas Hanya di belakang meja, sebagai salah satu asisten CEO, Nona Boss terkadang, di utus langsung ke lapangan, untuk meninjau langsung proyek yang sedang di kerjakan.


Tia mendesah pelan.


" Ada apa?" Bastian bertanya, dia sedikit heran dengan respon yang di tunjukkan oleh Tia.


" Gak apa-apa mas Bagong! entah mengapa, rasanya aku sudah kenal lama dan dekat dengan Nona May," Tia tidak tahu kenapa rasanya nyaman jika sedang bersama Humaira.


" Nona Boss Memang baik hati, siapapun merasa nyaman di dekatnya!"

__ADS_1


Keduanya tidak berbicara lagi, mereka sibuk dengan makanan masing masing.


Di sisi lain, Camilla sedang bersama Glenn Yaw, pesona Glenn Yaw yang begitu maskulin, membuat Camilla gugup, sosok yang selama ini dia suka dalam pikirannya, saat ini terpampang nyata, Sedang berada di hadapannya, beberapa kali Camilla gagal fokus.


Dengan bahasa Inggris nya yang fasih dan lancar, komunikasi antara Camilla dan Glenn Yaw tidak ada hambatan sama sekali.



" Jadi kamu sudah punya pasangan? apa pasanganmu setuju jika kamu menjadi asisten pribadi saya? Artinya, ketika saya meninjau proyek di luar kota, kamu juga harus ikut!" Glenn Yaw Sedang mewawancarai Camilla di ruangannya, dia tidak pernah menyangka, jika Camilla memiliki nilai akademis yang bagus, kebanyakan orang yang terjun ke dunia entertainment, kurang memiliki waktu, untuk mempertahankan nilai akademis yang baik, ini jadi satu poin untuk Camilla, dari seorang Glenn Yaw.


Camilla tersenyum, dia sangat percaya diri ikut wawancara kali ini, nilai IPK nya tergolong tinggi, semua itu adalah usahanya mendekati Asyifa, sehingga setiap tugasnya selalu di bantu oleh Asyifa.


" Suami saya tidak terlalu peduli dengan apa yang saya lakukan, sebenarnya hubungan kami tidak begitu harmonis, dia membebaskan apapun yang saya lakukan, selama itu tidak merepotkan nya, sepertinya dia akan sangat setuju jika saya bekerja, sehingga bebannya sedikit berkurang!" Camilla menjawab dengan tegas dan lugas, nada bicaranya begitu meyakinkan, tidak ada kesan manja, sama sekali.


" Baiklah, kalau itu memang tidak jadi masalah, kamu bisa bekerja di kantor mulai besok, seminggu ini saya akan lihat, bagaimana kinerja kamu, kalau kinerja kamu bagus, kita akan membicarakan kontrak, Bagaimana?" Glenn Yaw memandang Camilla lekat.


Camilla yang di tatap sedikit grogi,


" Baiklah pak Glenn Yaw, kalau begitu saya pamit undur diri dulu, permisi!"


" Silahkan!" Glenn Yaw, memandang punggung Camilla yang semakin menjauh, pandangannya penuh arti.


Amar syaputra


"Misi selesai, target sudah masuk jebakan,"


Glenn Yaw kemudian menuntaskan pekerjaannya, dia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan kekasihnya.



Sementara itu di rumah sakit jiwa.


Ami, Sedang mengamuk, suaranya menggelegar, dia menyerang salah satu pengunjung laki laki.


" Kau memang laki laki brengsek, penipu! Dasar mokondo, gara gara kau karirku hancur, rumah tangga ku, hancur, semua itu gara gara kau! BEDEBAH!"


"Tolong - Tolong!" laki laki itu berteriak, dan berusaha melindungi dirinya, dari cakaran kuku Ami yang tajam.

__ADS_1


Lengan pria itu terluka.


" Tolong!" Laki laki itu berteriak sekali lagi.


Petugas segera bergegas, mereka melihat, bagaimana Ami menyerang pengunjung dengan brutal.


" Kau keparat! BEDEBAH! kau tipu aku! Mati kau!"Ami tak kalah histeris.


Petugas kemudian menangkap Ami, salah satu dari mereka kemudian menyuntikkan obat penenang, perempuan itu pun perlahan melemas.


"Masukan dia ke ruang isolasi!" perintah seorang petugas senior.


Ami pun di bawa masuk ke ruang isolasi.


Tak berapa lama, Dokter dan perawat yang menangani Ami pun tiba, mereka hanya melihat dari dekat, Ami sudah tertidur pulas.


" Bagaimana pendapatmu Mega?"tanya Dr,Anton, kepada perawat yang kesehariannya mengurus Ami.



" Sebenarnya saya curiga, jika pasien benar benar memiliki gangguan mental, Dok!" Ucap Mega pelan, ketika mereka berjalan keluar, dari ruang isolasi.


" Maksud kamu?" Dr Anton mengajak Mega menuju taman.


" Kita tahu sendiri, pasien adalah seorang narapidana, dia di bawa kesini oleh pihak kepolisian untuk di rawat, saya curiga dia hanya berpura-pura. mengalami gangguan jiwa," Mega berspekulasi.


" Apa karena setiap mendekati pemeriksaan medis kejiwaan, dia akan bertingkah aneh, sehingga pemeriksaan medis di tunda lagi dan lagi?" Dr Anton menebak.


" Benar Dok! beberapa kali saya mengamati, jika perilaku pasien memiliki kesadaran sendiri, beberapa kali juga saya memperhatikan, tidak lama setelah waktu minum obat, pasien akan segera bergegas ke kamar mandi, saya curiga, dia tidak menelan obatnya, dia membuangnya ke toilet, dan Hanya berpura-pura!" Mega akhirnya membuka suara tentang perilaku Ami,


" Seperti itu?" Dr Anton kaget.


" Itu baru asumsi saya saja Dok!" Mega menimpali.


Menanggapi timpalan Mega, Dr Anton mengangguk paham, " Kalau Begitu, tolong kamu ambil darahnya sekarang, mumpung dia sedang tidur, kita akan periksa darahnya di laboratorium, jika memang tidak ada kandungan obat dalam darahnya, bisa di pastikan, bahwa pasien hanya berpura-pura mengalami gangguan mental, untuk menghindari hukuman!"


" Baik Dok, Saya akan ambil sekarang darahnya, dan langsung kirim ke laboratorium," Mega langsung pamit undur diri, untuk melaksanakan tugasnya.

__ADS_1


****


__ADS_2