
Episode #17
Video Ani dan Ami yang membentak pegawai toko di salah satu toko perhiasan langsung viral di jagat Maya, berkat live streaming yang di lakukan oleh beberapa pengunjung di sana,
Jagad Maya begitu di hebohkan oleh berita ini apalagi setelah mengidentifikasi bahwa orang yang ada di video adalah ibunda dan adik dari salah satu orang terkenal, siapa lagi kalau bukan CEO PT GARUDA TV NUSANTARA yaitu ARDIANSYAH.
Group arisan dan group MACAN -manis cantik group WhatsApp dari para bestie Ani, juga tidak kalah gempar., berbagai ejekan dan cemoohan serta pembelaan terjadi di group tersebut, sementara Ani dan Ami yang masih sibuk di rumah sakit belum mengetahui keviralan berita tersebut, sedangkan Tia adik ipar Asyifa dan adik dari Ardi dan Ami, begitu tercengang, ketika melihat video tersebut.
" Bisa tidak sih mereka berlaku selayaknya orang normal,!" gumam Tia setelah menonton video berulang ulang.
Tia tidak tinggal diam, gadis itu berusaha menghubungi Ardi , namun setelah beberapa panggilan masih belum juga di angkat, tidak kehabisan akal dia segera menghubungi Camilla.
"Halo adik ipar termanis?" ucap CAMILLA ketika mengangkat telpon Tia.
"IH, najis, punya kakak ipar kaya Luh,!" umpat Tia yang memang dari awal tidak suka dengan keberadaan CAMILLA.
" Hahaha,.. walaupun adik ipar tidak suka, tetapi kakakmu sudah tidak bisa lepas dari kakak iparmu ini sayang,?" kekeh Camilla, " Tumben hubungi aku, ada apa? Rindu? mau temu kangen,?" ejek CAMILLA.
"Hoek,. ekspresi jijik dan ingin muntah langsung di lontarkan Tia, " Kepedean!" balasnya cepat, " Aku mau nanya, kak Ardi ada di sana?"
"Hahaha,.. adikku ini sedang mencari sang Kakak ! emang kenapa?" tanya balik Camilla.
" Tolong kasih tau kekasih curianmu itu, mertua dan adik ipar kesayanganmu lagi viral!" Tia langsung to the point langsung ke intinya.
"What,.! are you seriosly, don't be kidding,! Camilla bereaksi cepat.
(apa,.. kamu serius jangan bercanda)
" Hy, witch,..you can watching , open your social media, Instagram, or another account media, you can watch them everywhere!" tutup Tia menahan kekesalan.
( Hay penyihir , kamu bisa menontonnya, buka sosial media mu, Instagram atau akun media yang lain, kau bisa menontonnya di mana mana)
"Heran,.. sedang apa sih tuh si penyihir, bisa bisanya belum tau apa yang terjadi,"
Camilla yang di sebut sebagai penyihir mendadak kesal, " Akh,.. bajingan kecil itu, tunggu saja nanti saatnya main main sama kakak"
" Loh , . kenapa beb?" tanya Melinda yang kebetulan sedang bertamu di apartemen Camilla.
" Nih,.. adiknya si Ardi,! nelpon cariin kakaknya, katanya nyokap sama kakak cewek nya lagi viral di semua sosmed," Camilla menjawab masih dengan nada kesal.
" Masa sih beb,!" Melinda merasa kurang percaya karena setahunya Ani golongan orang pencitraan tinggi.
" Nih,.. gua juga gak percaya,. lebih baik cari tahu dulu coba buka Instagram lu, !" perintah Camilla.
Tanpa di suruh Melinda langsung membuka akun Instagram nya, alangkah terkejutnya gadis cantik itu, karena di mana mana menampilkan calon mertua CAMILLA yang pingsan, akibat mengetahui perhiasan yang mau dia jual semua imitasi, terlihat juga di situ Ani yang membentak pegawai toko perhiasan tersebut.
" Parah.. calon mertua lu,!" liat aja comment nya sadis sadis banget!" Melinda masih sibuk menscrool ponselnya dan membaca komentar.
" Ya, gua juga baca!" ucap Camilla membenarkan." Lihat comment nya bikin meringis" lanjutnya seraya mencomot biskuit di pangkuannya.
{ Wah, ibunya serem banget, udah tau salah masih ngotot }
{ Hi oh bener sekali, nampak sekali merendahkan orang lain }
{ songong banget Bu,! ntar stroke Luh,! }
__ADS_1
{ Selidiki dulu Bu, baru nuduh }
{ kasian mbak pegawai tokonya, tertekan sekali }
{ Wajahnya si ibu gak asing,.. itukan bukannya ibunya ARDIANSYAH CEO PT GARUDA TV NUSANTARA yah,? }
{ Iya benar, itu ibu si CEO baru, rupanya baru kena tipu dia, sampai pingsan gitu,! }
{ Ini emak emak aslinya emang sombong, angkuh hanya pencitraannya tinggi sekali}
{ Salfok dengan si ibu yang menengahi , anggun dan elegan sekali }
{ Paling berita ini sebentar lagi akan hilang, secara itukan ibunya si CEO,! }
{ Ckckck,.. hilang mantu kaya, hilang jatah bulanan ya,.. sampai jual perhiasan imitasi,!" }
{ CEO pelit, makanya emaknya jual perhiasan }
" Hahahaha,.. comment nya lumayan menghibur, untung aja namamu gda di sebut,!" kekeh Melinda, semangat sekali membully Camilla.
" Apaan sih,.. netizen gak tau kalau aku ini calon nyonya ARDIANSYAH yang baru!" Camilla menepuk dadanya bangga.
" Iya iya, percaya deh sama calon nyonya,!" kekeh Melinda sambil mencubit pipi Camilla.
Camilla kemudian bangkit, berdiri menghembuskan nafas kasar, dia beranjak ke balkon apartemen meninggalkan Melinda yang masih duduk di sofa.
Melinda segera menyusulnya, dia menggamit lengan Camilla, " Kenapa,?" tanyanya.
" Mungkin aku saja yang ingin jadi nyonya, Ardi masih belum ada kepastian hingga saat ini, entah apa yang di pertimbangkan olehnya" mata CAMILLA menerawang jauh memandang gedung gedung pencakar langit khas ibukota, dia sudah lelah menjadi simpanan.
Setidaknya menurut kata " Simpanan" jauh lebih baik dan halus dari kata "PELAKOR" alias perebutan laki orang, apalagi bestie sendiri, ya Asyifa Prameswari adalah sahabatnya walaupun dia tidak pernah tulus pada wanita yang tidak di ketahui keberadaan nya sekarang.
"Hehehe," CAMILLA hanya terkekeh dengan pertanyaan dari Melinda, gadis itu tidak memberi penjelasan lebih lanjut, dalam hatinya bergumam, "Aku memang sedang jatuh cinta dan benar benar cinta, hanya saja itu bukan Ardi, tetapi kekasihmu, Michael, andai kau tahu bahwa aku dan Michael adalah kekasih masa lalu,"
"Hey,? kok jadi melamun? mikirin apa hayoo,?" udah deh gak usah di pikirkan, Ardi pasti akan nikahin elo,! tapi sepertinya bukan dalam waktu dekat, akan banyak spekulasi dan rumor yang beredar dan itu akan mempersulit nya!" Melinda berusaha menghibur Camilla dengan sudut pandangnya.
" Iya elo bener, apalagi masyarakat tahu bahwa aku adalah salah satu bestie si Asyifa, kalau sekarang kita langsung go public, itu akan memudahkan para media terutama wartawan yang kurang kerjaan menjadi bersemangat,!" Camilla menjawab dengan senyum malaikatnya, siapapun akan terpesona dengan senyum malaikatnya yang sebenarnya mirip dengan seringai iblis.
" Nah gitu dong senyum ! ini baru bestie gue,!" Melinda merangkul lengan Camilla.
Camilla hanya tersenyum melihat tingkah bestie nya tersebut, dia tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya jika Melinda tahu bahwa wanita yang sedang dia rangkul saat ini adalah kekasih dari Michael, kekasih hatinya.mereka menjalani hubungan di belakangnya, apakah dia masih bisa bersikap hangat seperti saat ini,?"
"Okelah beb,.. gua cabut dulu ya,! satu jam lagi gua ada pemotretan sama ibu dan anak yang saat ini bermain di sinetron yang lagi di gandrungin ama emak emak untuk endorse baju ibu dan anak, ntar kalo senggang kita jalan lagi,. bye,!" Melinda langsung cipika cipiki dengan Camilla, sebelum dia meraih kunci mobilnya dan berlalu keluar.
****
Sementara itu Ardi yang sedang sibuk memeriksa laporan tentang acara yang akan di adakan enam bulan lagi, dia begitu mencurahkan fokusnya pada proyek kali ini, karena ini akan menjadi bahan evaluasi bagi para pemegang saham atau kinerjanya selama ini sebagai CEO.
Sedang asik dengan berkas di tangannya dia mendengar pintu di ketuk.
" Tik,.. Tok,.. Tok,.."
__ADS_1
Suara ketukan pintu yang nyaring membuyarkan konsentrasinya
" Masuk," perintah Ardi.
Ferdi asisten pribadi Ardi langsung masuk, Ardi segera mendongak dan menatap tajam seolah bertanya " Ada apa?
Ferdi yang di tatap tajam oleh atasannya hanya menundukkan kepalanya, setelah dalam jarak yang cukup dekat ia melaporkan.
" Maaf tuan, sudah mengganggu waktunya, ada hal penting yang ingin saya laporkan!"
Hal penting untuk di laporkan,? apa tentang keberadaan Asyifa telah di ketahui, kalau begitu ini kabar bagus, setidaknya aku tidak di ambang kebangkrutan dan masih bisa mengandalkannya," memikirkan itu senyum menghiasi wajah Ardi.
Melihat atasnya yang tersenyum menggelikan seperti itu Ferdi hanya menggeleng gelengkan kepalanya pelan, dia berpikir apakah boss nya sudah tahu ? nampaknya dia sangat bahagia,. " Bukan," " Bukan" boss nya pasti memikirkan hal lain.
Laporan tentang apa? Ardi akhirnya bertanya.
Masih menundukkan pandangannya Ferdi menjawab, " Ibu tuan, nyonya besar dan adik tuan Ami sedang viral di berbagai platform media sosial, karena membentak seorang pegawai toko perhiasan ternama di kota ini, gara gara perhiasan yang di jual nyonya besar adalah imitasi, namun seri dari perhiasan tersebut tidak terdaftar dan surat keterangan surat itu juga palsu, dan sekarang nyonya besar sedang di rawat di rumah sakit karena pingsan menerima kabar tersebut,"
" Perhiasan? perhiasan dari siapa? jangan jangan itu perhiasan Asyifa yang ada di kamar!" jangan jangan mama dan Ami buat ulah karena aku tidak ada semalam" berbagai pertanyaan terlintas di benak Ardi.
"Ini videonya tuan!" Ferdi menyerahkan ponselnya yang sudah menayangkan video yang viral tersebut kepada Ardi.
Seketika Ardi langsung menoleh dan menonton, raut wajahnya sudah berubah seperti kepiting rebus, merah,! dengan nada datar dan dingin dia memerintahkan asisten pribadinya.
"Tangani video tersebut, tekan hingga tidak tersebar lagi!"
"Baik tuan,!" Ferdi undur diri dan melangkah meninggalkan ruangan Ardi.
Sepeninggal asisten pribadinya ardi mengepalkan tangannya, dia begitu geram, tapi tak bisa melampiaskan amarahnya .
Ardi segera merogoh kantong celananya, dia meraih ponselnya, banyak panggilan tidak terjawab dari Tia, juga ada beberapa dari Ami dan Andreas ayahnya, tidak ingin membuang waktu dia segera menghubungi Ami.
" Halo kak,. mama lagi pingsan, sekarang ada di rumah sakit," Ami langsung to the point mengabarkan keadaan Ani.
" Iya,.. mama pingsan ketika dia tahu perhiasan yang dia jual ternyata imitasi, nomor serinya tidak terdaftar dan surat keterangan nya juga palsu" terang Ardi sinis.
Ami begitu terkejut mendengar keterangan ardi, dia tidak dapat berkata apa-apa lagi .
Tidak ada sautan di seberang Ardi melanjutkan, " Kalian , mama dan kamu Ami, sedang viral karena membentak seorang pegawai toko perhiasan karena ketidaktahuan kalian sungguh bikin malu" Ardi begitu marah.
"A ,. apa,.. Vi, viral ? dari nada suaranya Ami begitu terkejut.
" Sudah tak usah di bahas itu, bagaimana keadaan mama?" Ardi mengalihkan pembicaraan dia tidak ingin memperpanjang urusan tersebut dengan Ami, toh sudah terjadi.
" Mama ga apa apa,.. kata dokter mama hanya shock dan terkejut aja!" papar Ami yang masih kepikiran tentang keviralan mereka, ada segurat penyesalan kalau idenya akan berimbas seperti ini.
" Ya sudah,.. jaga mama, jangan sampai mama tahu kalau dia sedang viral biar keadaannya membaik" Ardi memperingati Ami.
" Iya kak," Ami menjawab lemas.
__ADS_1
Ardi segera menutup telponnya , dia juga menghubungi Tia dan Andreas ayahnya, agar tidak membocorkan informasi tentang keviralan mamanya supaya keadaannya membaik.
\*\*\*