Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan

Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan
Musuh lama


__ADS_3

Episode #77


   Perjalanan dari rumah warisan Asyifa ke kantor pengacara HAMDAN tidak terlalu lama, hanya menghabiskan waktu Satu jam, karena arus lalu lintas terbilang lancar, selama di perjalanan keduanya tidak perbincangan serius, hanya perbincangan ringan, sekitar piala dunia yang saat itu sedang viral di perbincangkan orang.


      Sesampainya di kantor, mereka langsung menuju ruangan pengacara HAMDAN, semua pegawai disana hanya melihat heran, karena dalam satu hari ini mereka terlihat mundar mandir di kantor tersebut.


  Begitu sampai di ruangan tersebut, Asyifa langsung menyerahkan dokumen yang dia temukan di rumah peninggalan kedua orang tua Asyifa tadi, Asyifa duduk di sofa, sementara Amar sudah duduk terlebih dahulu.


   Setelah menerima dokumen tersebut, pak HAMDAN segera membuka dokumen itu, ekspresi awalnya sama dengan Asyifa dan Amar ketika pertama kali membaca dokumen tersebut,


    " I,..Ini,.." pak HAMDAN tidak sanggup melanjutkan perkataannya sejenak, dia hanya menghela nafas pelan.


   " Apa, om tahu sesuatu?" tanya Asyifa penasaran.


    Amar memasang telinganya baik baik, dia juga sangat penasaran.


   " Setahu om, dia dan kakekmu dulu adalah sahabat yang sangat dekat, bahkan tak banyak orang mengira bahwa mereka adalah saudara kandung saking dekatnya, tapi, salah satu dari mereka berkhianat, menusuknya dari belakang" pak HAMDAN mulai mengungkapkan apa yang di tau.


   " Aku kurang mengerti om?" tanya Asyifa menginginkan penjelasan lebih.


     Pak HAMDAN menutup dokumennya, dia menyesap tehnya yang sudah mulai dingin, kemudian melemparkan pandangannya ke arah Asyifa yang nampak kebingungan.


    " Om, ingin bertanya padamu, apakah orang-orang di luar sana tahu, bahwa orang tua ini adalah bagian dari Prameswari group?" tanya pak HAMDAN.

__ADS_1


  Asyifa hanya menggelengkan kepalanya.


     " Apakah mereka tahu, kalau om ini adalah anak angkat dari kakekmu? seorang pendiri Prameswari group"


  Lagi lagi Asyifa menggeleng.


  " Menurutmu kenapa para pegawai di Prameswari group yang memegang peranan penting pengambilan keputusan, begitu menunjukkan loyalitas dan integritas, sehingga tidak bisa di tekan apalagi di suap?"


  Lagi lagi Asyifa menggeleng, selama ini dia memang memikirkan hal itu, entahlah, sepertinya ada sesuatu yang di sembunyikan, tapi dia tidak tahu apa itu.


  " Semua jawabannya karena orang ini!" jawab pak HAMDAN, ketika melihat raut wajah Asyifa yang kebingungan.


   Sontak Asyifa dan Amar berpandangan, mereka berdua tidak mengerti.


    Pak HAMDAN mulai melanjutkan.


  " Bagaimana bisa? bukankah mereka sangat dekat? bahkan saking dekatnya mereka di katakan seperti saudara? tanya Asyifa penasaran.


  " Hahahaha!" pak HAMDAN terkekeh.


  " Apa kamu pernah mendengar sebuah ungkapan, Uang tidak pernah mengubah orang lain, dia hanya memperjelas karakter orang tersebut? itu berlaku pada orang ini,"


  " Maksud om?" tanya Asyifa meminta penjelasan.

__ADS_1


    " Dia berkhianat, dia bekerjasama dengan saingan perusahaan, dia membocorkan semua rahasia perusahaan, bahkan dia juga menghasut beberapa karyawan kepercayaan dan kompeten, untuk berbalik arah, menghancurkan perusahaan tersebut, akhirnya perusahaan kakekmu hancur lebur, dan dia semakin berjaya, dia didapuk sebagai direktur utama di perusahaan itu, sedikit demi sedikit dia mulai membangun perusahaan raksasanya, dari ide ide yang pernah di diskusikan kakekmu dengan dia, bisa di bilang, dia mencuri ide kakekmu," pak HAMDAN mulai cerita.


    Tanpa sadar Asyifa mengepalkan tangannya dengan geram.


   " Kakekmu mulai sedih, mengetahui bahwa bisnis yang sudah mulai berhasil di rintis nya perlahan bangkrut, tetapi bukan itu yang paling membuatnya tertekan, kenyataan bahwa pengkhianatan sahabat yang selama ini di perlakukan bak saudara sendiri yang menikamnya dari belakang, sakitnya melebihi apapun yang pernah kakekmu rasakan" pak HAMDAN melanjutkan ceritanya.


  Asyifa memperhatikan mimik wajah pak HAMDAN yang sangat serius, dia tak pernah melihat sisi ini selama dia mengenal omnya ini.


  " Kakekmu tidak pernah takut jatuh miskin, bagaimanapun dia adalah orang dari kalangan bawah, dan kemiskinan sudah bersahabat dengannya sejak lahir dan enggan pergi, Akan tetapi pengkhianatan yang di lakukan oleh orang ini, besar sekali dampaknya pada psikis nya, untuk beberapa lama kakekmu seperti kehilangan dirinya sendiri, dia linglung, Nenekmu yang sangat iba dengan kondisi kakekmu, memutuskan untuk menjual semua harta benda yang tersisa, dan pindah ke desa yang terpencil, untuk menenangkan pikiran kakekmu, dan mencoba penyembuhan tradisional, Nenekmu menjauhkan segala sesuatu yang berhubungan dengan sahabatnya tersebut, di desa itulah, orang tua ini pertama kali bertemu dengan papamu, kami bertetangga,"


  Asyifa terkejut, dia baru tahu tentang hal ini, baik kakek ataupun papanya tidak pernah mengungkit tentang permasalahan ini, " Wajar saja, umurku saat itu masih sangat muda, mana bisa aku mengerti hal hal seperti itu!" benaknya.


   Di jaman itu, kehidupan di desa sangat memprihatinkan, jangankan untuk membeli pakaian baru, untuk makan sehari-hari saja warga desa sudah terengah-engah, perekonomian Sangat sulit, entah kenapa, melihat warga desa yang sangat sengsara, kakekmu yang awalnya linglung mulai pulih, Dia yang awalnya yang memang sudah berbakat dalam bisnis, segera memanfaatkan sumber daya di desa itu, untuk memakmurkan warga desa, dia menunjukkan bagaimana cara bertani dan beternak yang baik, Bagaimana membuat berbagai kerajinan, bahkan dia mengajari warga desa, bagaimana memasarkan dengan tepat, lambat laun kesejahteraan warga desa meningkat, kakekmu pun mengumpulkan modal sedikit demi sedikit untuk membangun perusahaan nya kembali, kali ini dengan pondasi yang kokoh, Dia sudah sangat belajar agar tidak di khianati lagi kedepannya." pak HAMDAN memaparkan lebih lanjut.


    " Apakah karena alasan itu, hubungan om dan papa begitu tertutup di depan umum? Asyifa tidak bisa menahan perasaannya.


    " Bisa di katakan seperti itu, Setelah kakekmu berjaya kembali, orang itu datang kembali, menemui kakekmu dan bersikap tidak pernah terjadi apapun diantara mereka, dia dengan santainya menunjukkan kontrak ini, sebagai alasan mengambil setengah aset kakekmu saat itu, karena bagi orang itu dia berhak, seperti yang tertera di surat perjanjian ini, kakekmu kemudian membakar salinan yang ada pada orang itu, langsung di hadapannya, orang itu mengepalkan tangan sambil berlalu pergi dengan penuh kebencian". setelah mengatakan itu pak Hamdan menghabiskan tehnya yang sudah dingin hingga tandas.


" Jadi karena dia yang begitu licik, Kakek sudah mengatur rencana, untuk mengangkat om dan. mendidik om secara diam-diam, sehingga dia tidak bisa mengendus hubungan antara kita, selain hubungan partner kerja, selain itu, yayasan pendidikan dan berbagai panti asuhan yang di kelola di bawah naungan Prameswari group, akan menghasilkan para karyawan yang berintegritas dan memiliki loyalitas yang tinggi, karena sudah di didik sedari mereka kecil, untuk mencintai Prameswari group sebagaimana mencintai rumah mereka sendiri, oleh karena itu, orang itu bisa di pastikan tidak akan bisa menancapkan seujung kuku pun kekuasaannya di Prameswari group" Asyifa menganalisis.


" Tepat sekali!" pak HAMDAN berseru.


" Nah, sepertinya, Angga mendekatimu karena suruhan kakeknya, karena tau kamu bagian dari Auditor Prameswari group pada PT GARUDA TV NUSANTARA kemarin, kamu harus lebih berhati-hati" ucap Amar memperingatkan wanita itu dengan lembut.

__ADS_1


Asyifa hanya mengangguk dua kali, ada kilatan amarah dari bola matanya.


****


__ADS_2