Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan

Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan
Pingsan lagi


__ADS_3

  Episode #20


    Melinda segera meninggalkan club malam, dia sudah tidak perduli lagi dengan keadaan Ardi, wajahnya pias ketika menuju parkiran, dia tidak menyangka akan mengetahui kebenaran yang sangat menakutkan tersebut, terlebih sahabat yang sangat di sayanginya juga terlibat, selama ini gadis itu tutup mata dengan tingkah Camilla yang merebut suami orang, tetapi melenyapkan seorang istri sah,? bukankah itu perbuatan yang sangat gila,? setelah mengetahui semuanya Aku harus lebih hati-hati sekarang, Asyifa yang juga salah satu sahabatnya saja tega dia lenyapkan, apa tidak mungkin nanti lambat laun giliran ku yang akan dia lenyapkan,!"renung Melinda.


    Segera dia melajukan mobilnya menuju apartemennya, ada keinginan untuk menghubungi Michael kekasihnya dan menceritakan apa yang dia ketahui, tetapi setelah berpikir dengan jernih, niat itu dia urungkan, dia tidak ingin menambah permasalahan dengan melibatkan lelakinya tersebut, bagaimanapun dia sangat mencintai Michael dan tidak ingin hal berbahaya menimpa pujaannya tersebut.


****


    Selang beberapa hari kemudian, Ani sudah bugar dan sudah pulang dari rumah sakit, selama di sana wanita paruh baya itu merasa tersiksa, karena tidak di biarkan melihat ponselnya sedikitpun, Andreas dan Tia benar benar menjaganya dengan ketat, dia kesal sekali.


   Setelah pemberitaan tentang ke viralannya sudah tidak ada lagi Andreas baru mengembalikan ponselnya, sehingga Ani tidak tahu kalau dia sempat viral karena kasus perhiasan imitasi.


     Pagi ini Ani berniat berbelanja di tukang sayur yang sering lewat di daerah perumahan tempat tinggalnya, biasanya dia berbelanja di supermarket tetapi karena kondisi tubuhnya yang masih lemah, dia terpaksa menunggu di teras rumah.


   Sedang beberapa lama kemudian tukang sayur pun tiba, mamang sayur sudah di kerubuti oleh emak emak berdaster yang bersiap untuk


perang di dapur, begitupun dengan Ani.


  Dengan langkah anggun yang terkesan sombong Ani menghampiri kerumunan tersebut.


   " Selamat pagi djeng Ani, hari ini berkilau sekali ya, jadi silau,!" ujar bu Sumi tetangga sebelah rumah Ani dengan penuh arti.


    Para tetangga yang ada di sana mengerti arti kata "silau"


    yang di sematkan oleh ibu Sumi, itu adalah kiasan bahwa perhiasan yang di kenakan djeng Ani lebih silau di bandingkan dengan sinar matahari.


   " Selamat pagi juga Bu Sumi" balas djeng Ani sembari memilih sayuran atau daging di gerobak mamang sayur, gemericik gelang yang di pakainya sontak menarik perhatian para emak emak di sana, dan seketika mereka ingat tentang ke viralan tetangga tersebut di jagad Maya.


      "Wah, perhiasan djeng Ani indah sekali, pasti harganya mahal," lontar bu Rani yang melirik ke gelang yang gemericik tadi.


    djeng Ani yang sangat senang di puji langsung tersenyum manis, dengan tetap memilih beberapa sayuran dia berucap, "


   " Bu Rani bisa aja, gelang ini biasa biasa aja kok, jangan terlalu di lebih lebihkan,"


   "Djeng Ani, bu Rani tidak melebih lebihkan perhiasan djeng semuanya bagus dan indah sekali, desain dan modelnya itu langka, gak seperti yang dijual di pasaran, desain dan model yang standar," sambar bu leha,

__ADS_1


Ani mengiyakan semua perkataan dari Bu Leha, " Perhiasan yang aku miliki memang limited edition, memangnya kalian yang perhiasannya sembarangan beli di pasar, atau toko toko biasa," ungkap Ani dalam hati.


  " Walaupun perhiasan djeng Ani limited edition, tapi itu asli apa imitasi,?" Bu Rina yang jadi saksi di toko perhiasan waktu Ani viral tiba tiba datang.


     Semua orang di sana sontak menoleh ke arah Bu Rina.


   Bu Rina hanya tersenyum manis dan langsung menuju ke mamang sayur, dia mengabaikan tatapan tajam dari djeng Ani.


     Dengan santai bu Rina bertanya ke mamang sayur " Ayam sekilo berapa mang,?"


  " Sekilonya 40 ribu bu," ucap mang Udin, yang kerap di panggil dengan sebutan mamang sayur.


      " Tumben beli ayam, biasanya juga beli tempe," sindir Ani tegas sekali, matanya menatap nyalang ke bu Rina seperti ada dendam pribadi.


      " Tahu tempe juga bergizi djeng, ada protein nabati nya juga, gak kalah dengan daging," sahut bu santi membela bu Rina.


  " Hehehe. gak apa tiap hari makan tempe djeng Ani, tapi punya perhiasan asli bukan imitasi" ketus bu Rina sambil mencebikan bibir.


  Pernyataan bu Rina tentang perhiasan imitasi mengingatkan mereka tentang video viral djeng Ani di toko perhiasan.


   Mendengar itu sontak tatapan tajam Ani menuju ke arah bu Rina, karena pikirnya hanya Rina dan djeng Ayu yang ada di lokas, dan bagaimana mungkin hal itu tersebar kalau bukan Rina yang menyebarkannya.


    " Dasar mulut ember," rutuk Ani dalam hati.


    " Matanya biasa aja dong djeng, jangan nyalang gitu, melotot melebihi mbak kunti, nanti copot susah nyari gantinya, iya kalau mata kambing cocok di gantikan matanya, Hahaha" ejek Rina pada djeng Ani.


  Wajah djeng Ani sudah berubah warna seperti kepiting rebus, dia geram sekali.


   " Kalau ngomong mulutnya di jaga bu Rina, mulut kok sama kaya kaleng rombeng," cerca Ani geram.


   Melihat kegeraman Ani bu Rina semakin tertawa, dia bahkan memegangi perutnya karena tidak kuat menahan tawa,


    " Oalah djeng Ani, sebelum kasih saran orang mbok ya itu saran sampean pakai untuk diri sendiri , emang mulut djeng Ani pernah sekolah? mulut tajam melebihi silet saja kok gak sadar, sok pencitraan bahwa djeng itu orangnya kalem dan anggun tapi aslinya mulutnya lebih rombeng dari saya" hahaha, heran kok mbak Syifa yang elegan dan anggun bisa bertahan dengan mertua berlidah tajam seperti itu, pasti dia tertekan batin, kasian hidupnya," bu Rina semakin menjadi mengompori djeng Ani dia begitu puas mempermalukan djeng Ani.


"Udah udah jangan berantem lagi ibu ibu, kalau tidak ingin belanja saya ngider lagi ini," ucap mang Udin menengahi persoalannya.

__ADS_1


" Saya udah gak mood belanjanya mang, saya pulang aja, males di sini orangnya pada nyebelin semua," Ani menghentakkan kakinya sambil berlalu pergi meninggalkan kerumunan tukang sayur.


" Eh, djeng Ani jangan pergi dulu, pertanyaan saya belum di jawab, djeng Ani.. hey djeng Ani,.." Bu Santi masih berusaha mendapatkan klarifikasi keviralan berita tersebut.


" Djeng Ani, hei,..! Bu Santi masih terus berusaha, tapi gagal, karena Ani tetap berjalan menuju ke rumahnya.


Di rumah Ani.


Ani memasuki rumahnya dengan hati dongkol, tidak ada senyum sedikitpun, wajahnya masih seperti kepiting rebus.


" Dasar Rina sialan, berani beraninya dia nyebarin berita tentang perhiasan imitasi itu,.. Aarrgh,!" Ani mengomel sepanjang perjalanan menuju dapur.


" Belanjaannya mana Bu?" tanya Siti, asisten rumah tangga yang tidak melihat ani membawa belanjaan.


" Kamu belanja aja kepasar , ini duitnya," kesel saya sama tetangga tetangga yang ga ada adab, masa saya di fitnah menjual perhiasan imitasi,!" omel Ani sembari mengeluarkan uang merah tiga lembar, kepada siti, dia masih asik mengoceh menjelek jelekan tetangga.


Siti yang risih jadi pelampiasan Omelan dari Ani sudah tidak bisa menahan dirinya, dengan hati hati dia berucap.


" Mungkin mereka hanya ingin klarifikasi atau konfirmasi atau apalah namanya yang belakangnya ada _si nya bu, tentang video ibu yang viral kemaren,!"


Mendengar Vidio viral Ani langsung mengeryitkan dahinya.


" Video viral apa Siti,?"


" Video viral ibu dengan mbak Ami, kemarin sempat heboh, bentar bu, saya check dulu, masih ada tidak di group pembantu,!" jawab siti seraya mengeluarkan ponselnya dan mencari video yang di cari.


" Nih,.. ketemu, coba ibu lihat,!" siti menyerahkan ponselnya ke Ani dan langsung memutar video tersebut.


Setelah menonton video tersebut kepala Ani seketika pening dan seketika terjatuh.


BRUUK,!


Ani jatuh pingsan.


" BU,..IBU BANGUN BU,.. JANGAN MATI DULU,..IBU, TOLONG,.. TOLONG BU ANI MENINGGAL, BU ANI PINGSAN ! Siti berusaha mencari pertolongan karena terlalu panik dia tidak tau apakah Bu Ani pingsan atau meninggal.

__ADS_1


*****


__ADS_2