Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan

Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan
Kesepakatan


__ADS_3

Episode #25


    Melinda sedang mengendarai mobil nya menuju bank, untuk mencairkan cek tersebut, ketika sedang fokus menyetir sambil mendengarkan radio, ponselnya bergetar dan berbunyi "Ting,! tanda ada pesan masuk.


     ( Barbie, aku berangkat keluar kota ya,. selama tiga hari,aku ada job dadakan, see you soon love you, Jangan telat makan ya, dan jangan membuat aku khawatir, emuuaaach.)


    Membaca pesan tersebut Melinda menyipitkan matanya, kemudian dia menjulurkan lidahnya seperti orang yang mau muntah karena jijik.


   "Si keong racun ini, seandainya aku belum tahu siapa dirimu dan semua sepak terjangmu, pasti aku akan tersenyum bahagia, akan tetapi aku sudah tahu semua, kebusukan yang kamu coba sembunyikan rapat, alasanmu terlalu klise dengan job dadakan di luar kota, padahal kau tak ingin aku repotkan cari pinjaman untuk membantuku, Dasar lah, memang keong racun" umpatnya selama menyetir.


    Tak berselang lama dia sudah sampai di bank untuk mencairkan cek dari tuan muda AMAR SYAPUTRA, ketika dia sampai di pintu bank dan sudah mengambil nomor antrian, ponselnya berbunyi, segera dia keluar dari bank untuk mengangkat telpon.


  Gadis itu tidak sempat melihat id caller yang menelpon dan langsung mengangkat telpon.


    "Ya, halo," sapa Melinda.


" Sorry mely, aku ketiduran, ini baru bangun"


suara sengau terdengar begitu jelas, dan itu suara Camilla, " Ada apa Mel, sampai ada lima panggilan tak terjawab"?


    " Aku butuh pinjaman dua ratus juta, cicilanku ke bank sedang menunggak, aku pusing, sudah cari kemana mana masih belum dapat" suara lesu Melinda semakin mendominasi keadaan, pasti ular ini banyak alasan untuk menolak, lihat saja" tebak Melinda dalam hati.


   " Sorry Mel,! ucap Camilla.


   "Nah,.. bener kan,.! tebakanku tepat sekali," pikir Melinda.


    " Aku baru saja deposito semua uangku, ini hanya tinggal seberapa dan tak cukup mencapai jumlah yang kamu sebutkan, kamu tahu sendiri, biaya hidupku di kirim sama Ardi" ucap Camilla menemukan alasan untuk tidak membantu Melinda, " Daripada uang sebanyak itu aku berikan kepada kamu yang entah kapan akan di kembalikan lebih baik aku memperpanjang sewa apartemen" batin Camilla.


   " Ya udah kalau seperti itu keadaannya, aku coba cari pinjaman sama yang lain" keluh Melinda.


    ' Iya, semangat,.. coba hubungi Koh Erik siapa tahu bisa membantu"saran Camilla.


   Mendengar saran dan nama Erik, wajah Melinda langsung berubah, dia langsung teringat tatapan penuh mesum itu, untung dia berbicara via telepon, jadi Camilla tak melihat perubahan itu.


   "Yasudah, nanti aku hubungi lagi" Melinda segera menutup telponnya, dia takut tak bisa menahan diri dari Camilla dan mengacaukan semuanya.


   ****


    Keesokan harinya, Melinda yang sedang berkutat dengan pembukuan butiknya, tiba tiba di kejutkan dengan kedatangan Arsyad.


  " Maaf mengganggu kesibukan nona, tuan AMAR ingin bertemu nona siang ini, saya di beri tanggung jawab untuk mengantarkan dan menjemput nona, mari ikut saya" ujar Arsyad sopan.


   Tidak menunggu persetujuan dari Melinda, Arsyad langsung pergi menuju parkiran.


   " Masuk nona" ucap Arsyad membukakan pintu mobil dan mempersilahkan Melinda masuk.


   " Ooh, terima kasih" ucap Melinda, gadis itu merasa sedikit tersanjung dengan perlakuan Arsyad membukakan pintu mobil untuknya, ini pertama kali di perlakukan se romantis ini dengan pria.


   Melinda segera duduk di dalam mobil, sesaat dia mengagumi mobil mewah yang menjemputnya, suara Arsyad membuyarkan lamunannya.


  "Kita berangkat sekarang nona," ucap Arsyad langsung menyalakan mesin mobil dan segera meluncur.


  Melinda mengangguk setuju.


  Lima belas menit berlalu dan tak ada percakapan diantara mereka, Melinda yang merasa masih canggung dengan keadaan tersebut, segera membuka percakapan untuk mencairkan suasana.


   "Seharusnya tuan muda AMAR tidak perlu repot-repot untuk menjemput saya jika ingin bertemu, saya bisa saja membuat jadwal lebih dulu atau saya yang mengunjungi beliau di kantornya" Melinda mengutarakan pendapatnya.

__ADS_1


   Arsyad mengangguk faham, " Seharusnya memang seperti itu, akan tetapi jadwal tuan muda terlalu sibuk, selain itu jika tidak ada urusan pekerjaan, beliau tidak pernah mengundang orang ke kantornya, terlebih jika orang itu perempuan" jelas Arsyad sambil membelokkan mobilnya di perempatan lampu merah.


  " Kenapa begitu? Melinda bertanya penasaran.


  " Tuan muda tidak ingin ada rumor yang beredar dan mempengaruhi reputasinya, beliau sangat menghindari aneka gosip dan sensasi" ucap Arsyad dan menghentikan mobilnya di sebuah restoran mewah di kota itu.


   " Mari nona,.. tuan muda sudah menunggu" setelah mengatakan itu, Arsyad langsung keluar dan membukakan pintu mobil untuk Melinda.


  " Terima kasih" ucap Melinda sambil menyampirkan rambutnya kebelakang telinganya, dia masih cukup kikuk dengan perlakuan pemuda berpenampilan eksekutif muda itu.


   " Mari nona ikut saya" ajak Arsyad tanpa menunggu Melinda.


  Melinda segera melangkahkan kakinya mengikuti lelaki itu, lelaki itu melangkah cepat, terpaksa Melinda mengikuti seperti berjalan cepat atau berlari kecil.


  Sesampainya di private room, Arsyad langsung membukakan pintu dan mempersilahkan perempuan itu masuk, disana tuan muda AMAR telah duduk tenang, di sambil membaca koran, walaupun sekarang dunia sudah terbiasa dengan e- news tapi itu tidak berlaku untuk Amar,ada sensasi tersendiri jika menyentuh kertas dari menatap layar.


    "Selamat datang nona, mari kita makan dahulu sebelum kita membicarakan tentang kesepakatan kita" ujar Amar sambil melipat korannya, dan menyerahkannya kepada Arsyad, lalu memanggil pelayan dan memesan makanan terbaik di tempat itu.


  Melinda hanya bisa mengangguk setuju, dia bahkan tidak tahu harus bersikap seperti apa,. " Makan siang dengan tuan muda keluarga SYAPUTRA ? mimpi apa aku semalam,! " Makan semeja lagi,! seandainya bisa ambil selfie dan buat story di Instagram pasti banyak yang iri ! pikir Melinda.


   " Nona,.. nona Melinda" tegur Amar yang melihat Melinda sedang melamun.


Melinda seketika kaget, dan langsung bisa menguasai dirinya kembali, " Aduh, Melinda bikin malu aja" rutuknya dalam hati.


  "Ayok, di makan nona" ajak Amar sambil mengunyah makanannya dengan elegan.


Melinda mengiyakan dan mulai mengunyah makanannya.


    Tidak ada perbincangan apapun di antara mereka.


   Selang tiga puluh menit, mereka telah selesai menyantap makan siangnya, pelayan juga sudah membersihkan sisanya.


  " Bagaimana caranya? banyak sekali yang berusaha menghancurkan karir wanita itu tetapi dia memiliki pendukung yang kuat" jelas Melinda, menginformasikan apa yang tidak di ketahui nya.


  " Tenang saja,.. nona akan masuk kesana sebagai manager nya yang baru"? tuan muda AMAR segera memberikan solusi.


   "Bagaimana caranya, selama ini Bastian manajer Camilla, memiliki kinerja yang bagus dan Camilla sangat puas, dia sangat mempercayai orang itu" bantah Melinda.


  Amar hanya tersenyum, kemudian dia menyesap kopi di tangannya, " Jangan khawatirkan itu nona, semua orang punya sisi buruk, serahkan pada kami tentang Bastian"


   "Bagaimana dengan butik, Camilla pasti curiga,? Melinda menatap lurus tuan muda AMAR.


  ' Itu perkara kecil nona,.. pasti anda sudah berusaha meminjam uangnya bukan? dia dan kekasihnya, maksud saya kekasih anda Michael, Pasti tidak memberikan dan terkesan lari, benarkan? tuan muda AMAR bertanya, tapi sebenarnya tidak membutuhkan jawaban.


   Melinda mendesah pelan, " Anda benar ! gadis itu tidak bisa menyembunyikan apapun.


   " Kita akan membuat, seolah olah butik anda bangkrut, dan terpaksa menjualnya untuk membayar hutang ke bank, saya akan berpura pura membelinya, dan pada saat itu, nona akan mengajak Michael transaksi, sehingga mereka benar benar percaya, di saat itulah, nona masuk sebagai manager Camilla, .. bagaimana? tuan muda AMAR menyesap kembali kopinya sebelum memandang wanita itu kembali.


    " Baiklah tuan Amar" Melinda menyetujui.


    " Sudah saya katakan sebelumnya, Jangan panggil saya tuan, nona Anda bukan bawahan saya dan saya sedang tidak berada di kediaman saya" Amar memperingati tentang panggilan itu.


  Melinda tidak sadar, menepuk jidatnya, " itu cuma sapaan Bambang,. serius amat sih hidup lu"


  Arsyad yang melihat itu segera menghampiri Melinda, "apakah nona di gigit nyamuk?


  Melinda ingin tertawa, " Bagaimana mungkin Arsyad begitu polos? pikirnya.

__ADS_1


  " Bukan nyamuk Arsyad,? tadi ada kerbau terbang hinggap di kening saya" ucapnya acuh.


    " Sudah lupakan saja,. saya setuju dengan kesepakatan anda tu,...! Melinda menghentikan kalimatnya, nyaris saja dia memanggil laki laki itu tuan, dan mulai mengomelinya lagi.


   " Baiklah nona,.. terima kasih, sudah tidak ada lagi hal perlu kita bahas, oh ya,. hampir lupa," ucap Amar dan mengalihkan pandangannya ke Arsyad, " Arsyad, tolong ambil kantong di tas saya"


   Baik tuan,! Arsyad melangkah ke arah tas dan merogohnya, ketika mendapat kantong sesuai dengan perintah Tuannya segera dia melangkah dan menyerahkan kantong itu.


   "Ini tuan," serahnya dengan penuh hormat.


  Amar menerimanya dan langsung memberikan kantong itu pada Melinda.


    " Anda bisa membukanya sekarang, jika nona penasaran"


   Melinda langsung tidak menyia-nyiakan kesempatan, dan langsung membukanya.


   " Sebuah botol obat?


   " Bagaimanapun caranya Camilla harus mengkonsumsi obat itu!" perintah Amar.


  " Itu tugas pertama anda, nona !


  Amar melihat ada keraguan di wajah gadis itu.


   " Nona tenang saja, itu bukan pil berbahaya, bahkan itu bisa mempercantik kulit,! terang Amar.


   " Bagaimana bisa,? bukankah kita ingin menghancurkan karir Camilla? kalau seperti ini, pil itu malah membantu karirnya? Melinda bingung.


Amar menarik sudut bibirnya, " itu memang pil kecantikan nona,! tapi itu memiliki efek sampingan, Pil itu akan menambah nafsu makan dan mengakibatkan Camilla mengalami kenaikan berat badan, untuk sementara di awal tidak ada perubahan yang signifikan, terutama di awal awal, oleh karena itu, nona sangat di butuhkan di saat yang tepat sewaktu jadi manajernya.


" Nona mengenal Camilla dengan sangat baik, dia sangat teliti dengan apa yang dia gunakan, apalagi jika itu berhubungan dengan pil dan skincare, dia pasti sangat waspada dengan pihak pihak yang ingin menghancurkan karirnya, karena kekhawatirannya itu, dia selalu mengirim apapun ke laboratorium sebelum dia memakai atau mengkonsumsinya, Pil ini sekalipun di kirim ke laboratorium akan menampilkan hal biasa tentang khasiatnya, tidak lebih,"



Melinda kehilangan kata kata, " Tuan muda ini,.. benar benar sesuatu berbahaya sekali jika sudah menyinggung orang ini," renungnya.



Melihat Melinda yang terdiam, Amar bertanya, "Ada yang tidak jelas nona?"


" Semuanya jelas, saya mengerti, apakah Anda punya beberapa botol lagi,? tanya Melinda.


" Arsyad, ambilkan tiga botol lagi di tas yang satunya," perintahnya.


Arsyad segera bergegas menjalani perintah Tuannya.


" Ini nona, lakukan yang terbaik,!" ucapnya seraya menyerahkan tiga botol lagi.


Melinda menerimanya dan menaruhnya pada kantong yang sama dengan botol pertama.


" Sepertinya pembahasan kita cukup sampai di sini nona,! jika nanti saya membutuhkan bantuan nona, saya akan menghubungi kembali," ucapnya dan segera memalingkan wajahnya ke Arsyad, " tolong antarkan nona kembali"


Arsyad berbalik dan membukakan pintu, " Mari nona,!


Melinda pun berlalu bersama dengan Arsyad menuju butiknya.


__ADS_1


\*\*\*\*


__ADS_2