Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan

Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan
Cemburu


__ADS_3

Episode #106


   Tak lama kemudian Amar pun datang, dia terlihat tampan dan gagah, bau parfumnya yang maskulin segera menyeruak dalam ruangan, tenang dan menentramkan.


     " Mau kemana? Rapih bener, bukan Rapi amat?"tanya Asyifa sambil menekan pause di laptopnya.


      " Ini, Aku ada acara reuni, di aula hotel Cendana, ini, ada undangannya!" Amar menunjukkan undangan berbentuk seperti kartu ATM, kepada Asyifa, kemudian memasukkan kembali kedalam sakunya, " Awalnya Aku ingin jemput Carrey, tapi dia udah pergi duluan, karena dia panitia, jadi ya, gitu, Daripada Aku nunggu lama kayak orang bego, lebih baik aku kesini dulu, dari sini kan, jaraknya juga dekat ke hotel Cendana, oh ya, bagaimana pekerjaan kantor?" Amar mengalihkan pembicaraan dengan cepat.


     Mendengar nama perempuan, Carrey, mood Asyifa langsung hancur, Diapun tak mengerti, mengapa suasana hatinya mendadak berubah, kemudian Asyifa bangkit dan mendorong tubuh Amar keluar dari apartemennya, " Sana! temui Carrey, Carrey mu itu,.. ini bukan tempat persinggahan," Setelah itu dia menutup pintu apartemennya.


     Amar tertawa licik, setelah di usir oleh Asyifa, " Perempuan, memang kalau sudah cemburu berbahaya, bener juga kata orang orang, seorang perempuan bisa menyembunyikan perasaannya bertahun tahun, tapi tidak bisa menyembunyikan rasa cemburunya dalam beberapa menit," gumamnya, sambil menuju ke parkiran, hatinya begitu senang.


      " Dari balik pintu apartemen, Asyifa tersenyum sinis, " Makan itu si Carrey!" Serunya sambil melempar kartu undangan yang dia curi dari saku Amar, Ha ha ha, kamu juga gak bisa ketemu Carrey mu itu, Rasain!" kekeh Asyifa.


       Asyifa melangkah ke kamar tidurnya, dia mematikan laptop nya kemudian memutuskan untuk tidur.


  Kecepatan tangan Asyifa memang tak tertandingi, Bastian yang melatihnya untuk pertama kali juga heran, dia sempat bercelatuk, " Nona Boss memang bakat jadi pencopet!"


    Syarat yang di ajukan Asyifa pada Bastian adalah, untuk melatih kecepatan tangannya, Bastian pun heran, darimana Asyifa tahu, kalau dulu dia sempat berprofesi sebagai Anti copet, mengembalikan benda benda yang di copet kepada pemiliknya, tanpa di sadari si pencopet, istilah lainnya " Mencopet si pencopet"


     ****


  Tak berapa lama, sesuai dengan perkiraan Asyifa, Amar pun datang kembali, lelaki itu tidak bisa masuk tanpa undangan, Asyifa hanya terkikik geli sambil berpura pura tidur cantik ala princess.


     Amar langsung masuk aja ke apartemen Asyifa, dia malas kalau harus putar arah dan pulang, lebih baik bermain kartu atau main Uno di apartemen Asyifa.


   " Syif!" Panggil Amar, mengetuk pintu kamar Asyifa.


    Tidak ada jawaban dari Asyifa, dia terlihat tidur sangat nyenyak.


   " Huuft! Pura pura tidur!" Amar segera menyibak selimut Asyifa.


    Asyifa masih berpura pura tidur, dia tidak memberikan respon apapun.


    " Aku tahu, kamu berpura-pura tidur! Mana ada kamu tidur anggun seperti itu, yang ada kamu sudah, guling sana, guling sini, posisinya berubah ubah, kaya kerbau, ngorok pula!" Amar bercelatuk.


    Asyifa masih tidak merespon.


    " Ya udah, aku telepon Carrey aja, biar Aku di ijinin walaupun tanpa kartu undangan," Amar mengeluarkan ponselnya, bersiap untuk menghubungi seseorang, mendengar itu, Asyifa menyipitkan matanya, Benar aja, Amar Sudah siap menelpon.


    Asyifa segera bangkit dan merebut ponsel Amar, untuk beberapa saat, Amar belum tersadar jika ponselnya sudah berpindah tangan.


     " Huuft! Berpura pura nelpon ternyata," Asyifa menyerahkan ponselnya kepada Amar, setelah melihat layar ponselnya yang hanya menampilkan wallpaper


Luffy dari anime, one piece.

__ADS_1


    Amar terbengong, tadi ponselnya berada di tangannya, bagaimana bisa berada di tangan Asyifa?" pikirnya.


    Ketika tersadar Asyifa Sudah meninggalkannya menuju dapur.


     Amar pun mengikutinya.


   " Aku tahu kamu sudah lapar, dan berniat makan malam dengan Carrey, di acara reuni, Berhubungan kamu di sini dan acaramu batal, Aku masakin yah?" mau makan apa?" tanya Asyifa dengan wajah datar.


     " Hah!" masih saja bawa bawa Carrey, memang ya, Ingatan cewek itu kuat sekali, bisa saja membuat lawan bicaranya mati kutu," Amar hanya bisa menggelengkan kepalanya perlahan.


    " Kenapa geleng geleng kepala? Gak mau, di masakin? maunya makan bareng Carrey, begitu?" Asyifa tidak berhenti mengoceh.


    Amar hanya tersenyum manis, dan itu membuat Asyifa jengkel.


   " Udahlah! Aku udah gak mood masak, kalau laper, sana masak sendiri!" Asyifa keluar dari dapur..


   "Kamu Tunggu di balkon aja ya? masakan akan segera siap!" teriak Amar.


    Asyifa tidak perduli, dia pergi ke balkon sambil membawa ponsel, bibirnya terlihat melengkung.


  Dengan cekatan, Amar melepaskan jasnya, menggulung lengan kemejanya dan meraih apron, lalu memakainya.


     Semua bahan yang dia butuhkan tersedia di kulkas, setelah dia membuka dan melihatnya, Diapun segera memasak spaghetti komplit dengan sausnya, tak lupa dia juga membuat jus jeruk, kesukaan Asyifa.


  Beberapa saat kemudian, makanan telah selesai, Amar segera mengambil nampak dan meletakkan makanan dan jus itu ke nampan, lalu membawanya ke balkon, dimana Asyifa telah menunggu di sana.


  " Ayo kita makan, tuan putri!" Amar mengambil satu porsi untuknya.


  Tentu saja Asyifa tidak melewatkan masakan Amar, masakannya memang tidak kalah dengan masakan buatannya, Amar jago dalam memasak.


     Pemandangan nya begitu kontras, Amar yang terlihat rapi dan Asyifa yang hanya mengenakan piyama tidur


  " Apa rencanamu, setelah tidak lagi meneruskan kontrak di Drama sitkom itu?" Amar bertanya santai.


   " Aku ingin fokus melawan tuan Wijaya Kusuma, Bastian menghandle urusan kantor, sedangkan , untuk Ardi, itu urusan Ferdinand, Aku ingin fokus menyelidiki semua titik kelemahan kakek tua itu," Asyifa menjawab dingin, sikap hangat dan cerianya itu akan hilang, jika sudah membahas tentang tuan Wijaya Kusuma tersebut.


    " Jadi sekarang rencanamu apa?" Amar bertanya lagi, dia akan berusaha membantu sebisanya.


    " Rencanaku gampang sekali, Aku hanya akan mengikuti rencananya sendiri, Sifat keserakahan nya itu yang akan membinasakannya, Dengan posisiku sebagai asisten CEO, menggantikan pak Seno, yang sudah pensiun, dia akan selalu menggunakan pesona cucunya, agar aku terjerat, membocorkan rahasia perusahaan," Asyifa berkata dengan begitu antusias.


     " Oh ya, Kamu masih ingat Gua Yan? Taipan dari Macau?" Asyifa segera mengubah topik pembicaraan.


  Amar mengeryit " Seingatku, kamu pernah menanyakan, aku kenal dia atau tidak!"


   " Benar sekali, aku sudah mencari tahu tentang sosok itu, tapi tak banyak informasi yang aku dapatkan," Kata Asyifa.

__ADS_1


   " Bahkan kamu tidak akan mendapatkan informasi di internet, jika mengetik namanya, sistem di internet, tidak menampilkan informasi apapun tentang dia," Amar menjelaskan sambil meletakkan piring kosongnya.


    Asyifa melengkungkan alisnya, seolah bertanya, " Kenapa bisa begitu?"


     Amar meneguk air putih hingga tandas, sebelum dia melanjutkan," Gu Yan, merupakan pengusaha di Macau, bisnis nya banyak, dia juga banyak melakukan investasi di negara berkembang, seperti, Indonesia, Kamboja, ataupun Vietnam, pendapatan terbesarnya di hasilkan dari pasar gelap, dia salah satu mafia di Macau, jadi dia berinvestasi untuk menutupi bisnis kotornya, walaupun pendapatan terbesarnya dari dunia bawah dan ilegal, dia juga memiliki beberapa bisnis legal, dengan nama di bawah orang lain, salah satu kasino di Macau itu di urus oleh anak laki-laki nya, Gu Feng, sedangkan anak perempuannya, Gu Yue, lebih fokus ke perusahaan pariwisata, " Amar menjelaskan tanpa di minta.


   "Apa kamu mengenal Gua Yue?" Asyifa bertanya serius.


    " Aku kenal, tetapi tidak dekat, kita pernah mengambil kelas yang sama ketika dikampus,". ucap Amar, " Oh ya, dia suka main judi, kemampuannya lumayan hebat, dia jarang kalah," Amar menambahkan.


    Asyifa mengangguk paham, " Terima kasih, Aku membutuhkan banyak informasi tentang wanita itu," Asyifa akhirnya mengungkapkan alasannya.


    " Kenapa?" Amar penasaran.


    " Si Wijaya Kusuma berniat menjodohkan Angga dengan Gu Yue, aku ingin perjodohan Mereka batal," jelas Asyifa.


  Amar menyipitkan matanya, ada rasa terbakar dalam hatinya, terbakar api cemburu.


    Melihat ekspresi Amar, Asyifa tersadar, bahwa jawabannya memiliki penafsiran lain, " Bukan berarti aku menyukai Angga, dan berniat merebutnya, bukan! Aku hanya ingin membuat Wijaya Kusuma merasa kalah saja, dengan gagalnya rencananya," jelasnya lebih lanjut.


  ekspresi Amar seketika jadi enak di pandang, kobaran api cemburu itu seketika padam, dengan hempasan bola salju, Tentu saja, pada kesempatan ini, dia tidak akan melepaskan Asyifa kembali, cukup sekali dia kehilangan wanita itu, dan melihatnya di ambang kematian, akibat salah memilih pasangan.


  " Jadi, apa rencanamu selanjutnya?" Amar bertanya acuh tak acuh, dia masih meninggalkan kesan cemburu.


     Asyifa merasa senang dalam hatinya, tetapi tidak menampakkan nya, " Rencanaku sekarang, kita pergi liburan ke Macau, kamu selesaikan semua urusanmu, trus temani aku kesana, Aku ingin menantang Gua Yue main judi!" senyum sumringah jelas terlihat di wajah cantik Asyifa.


" Nantang dia main judi?" Amar mengorek telinganya, " Aku gak salah dengarkan? Kamu main Uno aja sering kalah, mau main judi segala, nantang masternya lagi, ha ha ha!" Amar terkikik, dia puas sekali mengejek sahabatnya itu.


"Plak!" suara sendal jepit mendarat di kepala Amar, Asyifa sangat kesal.



Amar memegang kepalanya, senyum mengejek belum hilang juga dari wajahnya.



" Mau taruhan!" usul Asyifa.



" Boleh, kalau kamu menang, kamu bisa lakuin apa aja ke aku, gimana?" tanya Amar.


" Deal! Begitu juga sebaliknya, kalau kamu menang, kamu bisa lakuin apa aja ke aku," Asyifa sependapat.


Keduanya berjabat tangan, sama sama setuju.

__ADS_1


Tak lama kemudian, Amar berpamitan pulang, ketika sampai di depan pintu, pandangannya tidak sengaja melihat tong sampah, Ada kartu reuni di sana, siapa lagi pelakunya, kalau bukan Asyifa.


***


__ADS_2