Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan

Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan
Klinik kecantikan


__ADS_3

Episode #30


   Melinda melajukan mobilnya, membelah macetnya Kota Jakarta, selama di perjalanan Melinda dan Camilla bersenang senang, mereka menyetel lagu favorit dan langsung menyanyikannya bersamaan, tak terasa satu jam perjalanan sudah di tempuh, mereka pun tiba di salah satu klinik kecantikan yang terkenal di daerah itu, banyak para selebritas, istri konglomerat, dan bahkan ibu ibu pejabat jadi langganan, tidak tanggung tanggung, semua yang ingin konsultasi di klinik kecantikan itu, harus rela mengantri, dan mendaftar beberapa hari sebelumnya, tidak ada yang meragukan standar keamanan di klinik kecantikan tersebut.


    "Gila,.. akhirnya aku bisa juga ke klinik ini, beberapa kali aku kesini, tapi gak pernah kesampaian, jadwal yang padat dan libur yang gak pasti, bikin aku mikir dua kali untuk daftar perawatan di sini," ucap Camilla, seketika langsung membuka pintu mobil dan langsung memperhatikan sekitar, dia masih berdecak kagum dengan arsitektur bangunan ini.


    Kedua wanita itu langsung beranjak dari mobil dan langsung menuju ke tempat pendaftaran.


  " Kenapa gak daftar dulu? kan daftar aja gak apa apa," balas Melinda.


   " Daftarnya harus deposit dulu lima juta, dan di transfer langsung, iya kalo pasti bakal perawatan, itu sih gak masalah,, nih , jadwal aja padat merayap, tiba tiba ada job, sayang banget Lima jutanya," terang Camilla sambil menggandeng Melinda ke pintu masuk.


" Iih,. najis banget di sentuh sama ni ular betina, sabar, sabar,.. keluh Melinda dalam hatinya, dia membiarkan Camilla menggandeng tangannya, sesekali dia melirik sinis gandengan itu.


" Eh, tumben nih, bawa kesini,? dapat sugar Daddy baru ya? cerocos Camilla sambil terkikik.


" Sugar Daddy apaan,? ngaco deh,! bantah Melinda sambil melototkan matanya.


" Biasa aja matanya, cuman nanya doang,! tumben aja bawa ke tempat ginian," elak Camilla.


" Hahahaha, serius banget sih,? Melinda tertawa,dia menutup mulutnya dengan sebelah tangannya, kemudian dia melirik Camilla dengan nada menggoda, " Tenang aja, ini bukan uang aku,! ini uang Michael, dia kasih aku kemarin, lima belas juta!" ungkap Melinda bangga, ketika mengatakan itu dia menampilkan ekspresi yang begitu memuja dan penuh kasih.



Melinda sengaja memanas manasi Camilla.



" Michael,? kenapa dia kasih uang sebanyak itu? bukannya dia lagi butuh banyak uang ya, sehingga menerima banyak job, bahkan sampai keluar kota segala,!" telisik Camilla, dia kesal, tanpa di sadari dia melepaskan gandengan tangannya yang sedari parkiran menggandeng Melinda.


__ADS_1


Melihat wajah Camilla yang kesal, Melinda merasa senang, ingin sekali dia terkekeh dan mengejek ngejek Camilla, tetapi dia masih cukup waras untuk tidak terlihat mencolok.



" Wajarlah Mil, kalau Michael kasih uang, secara dia sayang dan cinta sama aku, dia gak mau lihat aku sedih, karena masalah kemarin, tentang cicilan butik, jadi dia transfer segitu, katanya buat jajan," jelas Melinda dengan senyum mengembang, menunjukkan betapa bahagianya hubungan mereka.



" Camilla jelas semakin kesel dengan ucapan Melinda,. " Apa apaan si Michael? bukannya dapetin duit malah hilang duit! Awas kalau ketemu," ancam Camilla dalam hatinya, dia hanya bisa mengepalkan tangannya, saking geramnya, Diam diam Melinda memperhatikan tingkah Camilla dan menarik satu ujung bibirnya, dalam hati wanita itu mencibir,. " Hahaha, rasain,! kepanasan kan, dasar ular,!'


" Yuk, kita antri,!" ajak Melinda menarik tangan Camilla dengan kuatnya, Camilla sedikit terhenyak dan hampir berteriak, tetapi melihat wajah Melinda yang biasa biasa saja dia memilih diam, " mungkin dia tidak sengaja," pikirnya.


Berbeda dengan pemikiran Melinda,. " Ini masih langkah awal Mil, tunggu saja nanti di dalam," seringai di wajah cantiknya langsung muncul.


Tak lama kemudian nomor antriannya di panggil.


" Mau perawatan apa kak?' tanya pegawai klinik sambil memberikan brosur pilihan perawatan.



" Kita mau konsultasi dan perawatan lengkapnya ya mbak, dari ujung kepala sampai ujung kaki," ucap Melinda seraya mengemblikan brosur tersebut.



" Baik,.. mohon di tunggu sebentar," lalu pegawai klinik tersebut beralih ke komputer di hadapannya.


" Untuk perawatan lengkap di tambah dengan konsultasi, biayanya delapan juta rupiah per orang, deposit, lima juta, dan kebetulan kita sedang ada promo, potongan harga satu juta, dan total yang harus di bayar sepuluh juta, mau di bayar cash atau debit,?' tanya pegawai klinik dengan senyum ramahnya.


" Saya bayar dengan debit mbak,!' ucap Melinda mengeluarkan kartu saktinya.


Pembayaran pun selesai, Camilla benar benar kesal, karena biayanya dari Michael, yang artinya itu adalah sebagian uangnya, seandainya itu bukan uang Michael mungkin dia akan semakin happy perawatannya, namun sekarang dia malah makin dongkol.

__ADS_1


Melinda hanya tertawa dalam hati, melihat ekspresi Camilla.



" Mari kak, saya antarkan ke ruangan dokternya,?' ucap seorang pegawai klinik lainnya.



Ucapan pegawai itu membangunkan lamun Camilla dan Melinda, kemudian mereka mengikuti ke ruangan dokter kecantikan di klinik itu.


Di ruangan itu, terdapat berbagai alat pemeriksaan kulit dan wajah, dia mempersilakan Melinda duluan, dan memeriksa kondisi kulitnya, selama melakukan pemeriksaan, dokter tersebut berkomentar, " Kulit Kakak bagus, kaka memakai skincare yang cocok, pola hidup sehat yang Kakak terapkan sudah terlihat dampaknya dalam meremajakan kulit kakak, tidak ada masalah samasekali,!' Dokter itu menjelaskan sambil menatap monitor di dekat ranjang pasien.


Selanjutnya adalah giliran Camilla, wanita itu juga berbaring di ranjang dan segera dokter memeriksakan kulitnya, di layar monitor telah nampak permukaan mendalam dari kulit Camilla, Dokter pun berkomentar, " Pruduk skincare yang kakak gunakan sangat bagus, sehingga mampu menutupi permasalahan kulit, tapi jika ini di gunakan tanpa ada perbaikan dari dalam, lambat laun akan cepat memproses penuaan dini, pola hidup kakak saat ini sangat mempengaruhi kondisi sel sel yang akan meremajakan diri, kakak harus mengurangi, begadang, minuman beralkohol, dan merokok, karena hal itu sangat besar pengaruhnya pada kesehatan kulit, utamakan makan buah dan sayur yang banyak, untuk menunjang keremajaan kulit kakak,"



Pemeriksaan selesai, asisten dokter di ruangan tersebut segera membereskan alat alat tersebut.


Melinda dan Camilla sudah kembali duduk di tempat semula, Dokter tersebut mengeluarkan empat botol obat.


Melinda melirik botol obat tersebut, itu adalah botol obat yang diberikan oleh tuan muda AMAR SYAPUTRA, beberapa hari yang lalu.


" Ini adalah suplemen kecantikan, ini akan merawat kulit dari dalam, bahan bahannya sangat alami, dari berbagai rempah dan tumbuhan, Obat yang berguna meregenerasi sel- sel yang sudah rusak, tidak ada efek samping samasekali, produk ini belum terlalu ada di pasaran," Dokter tersebut menjelaskan, dan membungkus botol obat tersebut kedalam dua tempat, dua botol untuk Camilla dan dua botol lainnya untuk Melinda.



Setelah konsultasinya selesai, si pegawai klinik itu segera menuntut Camilla dan Melinda untuk melakukan treatment lainnya.


Ketika berada di ruang Massage Spa, Melinda mengerlingkan matanya ke salah satu terapis di sana, mereka mengerti apa yang harus para terapis itu lakukan, mereka akan memijat Camilla dengan titik-titik yang salah, bukan rasa nyaman yang di dapat oleh Camilla, tetapi rasa pegal yang luar biasa, dan itu akan terjadi di keesokan harinya, jadi hari ini Camilla akan merasa rileks.


***"

__ADS_1


__ADS_2