Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan

Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan
Menjemput Asyifa


__ADS_3

Episode #92


Makan malam pun segera tiba, tuan muda Angga sendiri yang menjemput Asyifa, dari balik kemudi dia fokus menyetir, sejujurnya dia sudah lelah mengikuti kakeknya, tuan Wijaya Kusuma, apalagi kali ini menyangkut perasaan.


" Huuft!" Angga menghela nafas pelan, ingin sekali dia mundur mendekati Asyifa, namun perintah sang kakek harus di lakukan, jika tidak kakeknya bisa melakukan apapun, sungguh dia sangat dilema dengan keadaan seperti ini.


Selama perjalanan Angga terus mencari cara, bagaimana dia bisa terlepas dari jerat kakeknya, akhirnya dia hanya menggelengkan kepalanya dengan pasrah, dia sadar, pengaruh kakeknya sangat besar, sangat mudah untuk menghancurkannya yang Hanya seperti semut yang ingin mengalahkan gajah.


Angga akhirnya tiba di apartemen Asyifa, dia memarkirkan mobilnya, kemudian melangkah menuju unit apartemen wanita yang sedang naik daun itu, Angga memang sudah beberapa kali berkunjung ke apartemen Asyifa, lebih tepatnya mengantarkan Asyifa.


Sebelum menekan bel, Asyifa Sudah lebih dulu membuka pintu, untuk sesaat Angga tidak bisa mengalihkan pandangannya, dia berdiri mematung melihat seorang Dewi di hadapannya, begitu cantik, Asyifa memang berdandan total untuk makan malam kali ini, apalagi di tambah dengan gaun yang dia kenakan, persis seperti Dewi Yunani dari Athena.


Asyifa menatap Angga yang terpesona oleh penampilannya, dia hanya tersenyum, sebagai lelaki normal, sangat wajar bukan, jika dia begitu terpesona dengan keindahan dan kecantikan yang ada di depan matanya.


" Ayo berangkat, jangan biarkan ka,.. tuan Wijaya, menunggu lama," ucap Asyifa, yang membuyarkan lamunan Angga, Awalnya dia ingin menyebut kakek, tetapi mengingat bagaimana sifat asli dari laki laki tua itu dia urung menyebutnya kakek, lebih baik memanggilnya dengan sebutan tuan Wijaya saja.


" Aku sudah bilang, panggil dia kakek, dia pasti akan senang! Yasudah, Ayo kita berangkat" Angga menggandeng tangan Asyifa, dan melangkah menuju perkiraan.


Sepanjang perjalanan menuju parkiran, banyak pasang mata memperhatikannya, mereka mengagumi kecantikan dan ketampanan pasangan tersebut, tetapi pasangan mengabaikannya.


Angga membuka pintu mobil, dan mempersilahkan Asyifa masuk, dengan mengucapkan terima kasih yang tulus, Asyifa pun masuk ke dalam mobil dan duduk, mereka bercengkrama sepanjang perjalanan, banyak hal yang mereka bahas, untuk membunuh waktu, sampai akhirnya Angga menanyakan sesuatu yang menurut Asyifa sedikit privasi.

__ADS_1


" Maaf, kalau boleh tau, Bagaimana hubungan asmaramu yang terakhir?" Angga bertanya dengan hati hati.


Asyifa seketika terdiam, dia menundukkan kepalanya.


" Maaf, jika kamu merasa tidak nyaman dengan pertanyaan ku, abaikan saja! Anggaplah Aku tidak pernah menanyakannya, ok?" Genggaman tangan Angga begitu hangat, setiap wanita pasti akan merasakan kehangatan dalam hatinya, jika di perlakukan seperti ini.


" Terima kasih!" ucap Asyifa, dia masih membiarkan Angga memegang tangannya, sampai kemudian Angga melepaskannya sendiri, bagaimanapun Angga sedang mengemudi.


" Kalau memang tidak enak untuk di ceritakan jangan di paksa, Aku minta maaf ya!" Raut wajah penyesalan dan bersalah begitu jelas di wajah maskulin tersebut.


" Dulu Aku semper berhubungan dengan seseorang selama hampir tiga tahun, awalnya hubungan kami sangat harmonis, dia dan keluarganya sangat menyayangi ku, Aku yang tumbuh besar tanpa keluarga, begitu bersyukur mendapatkan keluarga yang tulus menyayangi ku, Yah,. awalnya aku mengira seperti itu,.." ucapan Asyifa berhenti sejenak, dia seperti menahan rasa sakit yang begitu dalam, setelah menenangkan diri dia melanjutkan ucapannya, " Di tahun kedua, laki laki itu di pertemukan dengan cinta pertamanya, mereka menjalin hubungan di belakangku, cinta pertamanya itu tak lain dan tak bukan adalah sahabatku sendiri, dan aku yang mengenalkannya padanya" Asyifa mengambil tisu yang ada di dasbor mobil, dia mengusap air matanya perlahan, dia tak ingin merusak hasil Riasannya.


" Mereka berselingkuh di belakangku, akupun baru mengetahuinya akhir akhir ini, akan tetapi, itu bukanlah hal yang menyakitkan, hal yang paling menyakitkan buatku, ketika Aku juga tahu, ternyata keluarga, terutama ibu dan salah satu adiknya tahu dan mendukung hubungan perselingkuhan mereka berdua, Aku mencoba untuk bertahan, tetapi pertahanan ku goyah, setelah mengetahui, bahwa mereka mendekatiku hanya untuk mendapatkan keuntungan finansial semata,", Asyifa Sudah berkaca kaca, menahan agar butiran kristal di matanya tidak jatuh.



" Karena mereka sudah menganggap aku sebagai keluarganya, aku memberikan dukungan finansial secara sukarela, he, he, Ternyata aku bodoh juga yah, bisa di tertipu?" Asyifa terkekeh setelah mengatakan itu.


Hati Angga merasa tersentil, ketika wanita itu mengatakan, kslau dia bodoh mudah tertipu, Bukankah sekarang juga dia melakukan hal yang sama, menipu perasaan gadis itu?"


Asyik melirik Angga dengan ekor matanya, nampak laki laki itu masih fokus menyetir dengan wajah biasa biasa saja, Asyifa hanya bisa tersenyum, Dalam hatinya berpikir, walaupun wajahnya biasa biasa saja, matanya yang sedari tadi berkedip beberapa kali tanpa ia sadari, dan alis yang sedikit melengkung, sudah memberikan cukup bukti, jika laki laki ini sedikit tersentil.

__ADS_1


" Karena sudah tidak tahan lagi, akhirnya aku pulang ke negara tercinta ini, sepertinya di sini kehidupanku akan membaik, dan itu sudah terbukti!" Asyifa nampak menghembuskan nafas lega karena sudah bercerita tentang lukanya, lega karena dia sudah terbebas dari laki laki dan keluarga parasitnya.


" Aku senang, karena kamu sudah mengambil keputusan yang tepat, kamu wanita yang kuat, aku percaya itu, kalau kamu tidak memutuskan hal seperti itu, mungkin kita tidak akan pernah bertemu," tanggapan Angga atas cerita Asyifa, dia menatap wanita di sampingnya itu dengan lembut.



" Oh, ya, bagaimana ceritanya, kamu bisa dekat dengan Amar?" akhirnya Angga bertanya apa yang selama ini membuat dia penasaran, tentang kedekatan Asyifa dengan Amar syaputra,


Mendengar pertanyaan itu, sontak Asyifa tertawa.


" Aku serius Nona May! jangan mentertawakan aku, aku tau aku kepo, karena semua orang tau, Amar tidak pernah dekat dengan seorang wanita" Angga berpura pura kesal di tertawai Asyifa, akan tetapi, melihat tawa yang begitu lepas, entah kenapa dia tidak ingin menghapusnya dan mengganti dengan air mata lagi, Ah,..dia benar benar dilema.


" Baiklah, aku cerita, Aku dulu satu sekolah dengan Amar, kita satu SMP, kamu kan tau sendiri, walaupun Prameswari group punya sekolahan sendiri, beberapa murid yang berprestasi tinggi, akan di sekolahkan di sekolah bergengsi, di sanalah Aku bertemu Amar, kita teman sekelas dulunya, lebih tepatnya teman se meja, selama tiga tahun, makanya kita deket banget" Asyifa mulai bercerita.


Angga memang pernah menyelidiki, bagaimana dia dan Amar dekat, sesuai dengan data yang dia peroleh, mereka dekat karena pernah satu sekolah.


" Waktu aku pulang ke negara ini, entah takdir atau bukan, aku di pertemukan kembali dengan Amar dalam satu pesawat, yah, ternyata kita dekat lagi sekarang, ya, karena dia tidak pernah dekat dengan wanita, akhirnya Aku yang di bawa untuk menghadiri pesta ulang tahun tuan WIJAYA Kusuma, waktu itu," jelas Asyifa, menghapus keraguan dalam hati Angga.


" Ha, ha,ha, ternyata seperti itu! Aku pikir dia sudah berani dekat dengan seorang wanita, ternyata masih sama," Tawa Angga meledak, untung saja yang bersangkutan tidak ada di sini.


" Sudah sampai, ayo, masuk semuanya sudah menunggumu" ucap Angga, ketika mereka turun dari mobil.

__ADS_1


Mereka pun masuk sambil bergandengan tangan.


****


__ADS_2