
Episode #111
Camilla masih menikmati pesta pernikahannya, sungguh dia bahagia sekali, walaupun tamu undangannya tidak ada yang dia kenal, dia tidak perduli, yang ada di benaknya adalah kebahagiaannya sendiri, akhirnya dia sah juga menjadi nyonya ARDIANSYAH, sudah banyak rencana yang dia pikirkan, dia akan buat perhitungan dengan pak Aliansyah, yang menyuruh dia mengundurkan diri dari acara sitkom, walaupun pada akhirnya dia berhenti juga akibat cakaran monyet yang menyerang wajahnya.
Camilla mengalihkan pandangannya pada suaminya, Ardi, dahinya mengerut melihat ekspresi Ardi yang tiba-tiba muram, padahal tadi terlihat cerah dan ceria.
" Sayang, Kamu kenapa? Kamu sakit? tanya Camilla prihatin, batinnya berkata ,," masa mau malam pertama sakit!"
" Iya, aku lagi sakit! Sakit'mata! tuh lihat!" Ardi menjawab ketus, dia mendongakkan dagunya ke arah Asyifa.
Camilla pun langsung melihat kearah yang Ardi tunjukkan, dia menyipitkan matanya, dan bibirnya langsung merenggut, " Siapa yang ngundang kuntilanak itu kemari?"
" Lihat sebelahnya!" Ardi kemudian mendengus kasar.
" Sang,.. Angga? Tapi bagaimana bisa?" Camilla bertanya penasaran, alisnya melengkung.
" Lihat saja, dia datang bersama keluarga besarnya!" Ardi berkata ketus, tentu saja Ardi sangat kenal keluarga Kusuma, dia sudah di peralat oleh keluarga itu untuk sekian lama.
" Jadi itu keluarga besar Kusuma? Jadi itu yang di maksud papa tamu kehormatannya?" gumam Camilla pelan.
Edward masih terlihat berbincang dengan nyonya Arum dan tuan Wijaya Kusuma, sedangkan Angga dan Asyifa langsung menuju meja prasmanan, mereka sudah kelaparan, semenjak tiba di labuan Bajo.
Asyifa memandang pengantin itu dengan seksama, dia samasekali tidak mengalihkan pandangannya, tidak ada perasaan sakit hati melihat mantan suami dan sahabatnya, yang menusuk dari belakang, akhirnya bisa bersatu juga, Benar benar berkah dari langit.
__ADS_1
Ardi yang di tatap terus oleh Asyifa mulai merasa kikuk, Awalnya dia menerima permintaan dari Edward, papanya Camilla, karena dia berpikir kalau dia bisa mengelabui pihak Prameswari group, karena dia berencana, tidak akan mengurus dokumen pernikahannya, dengan Camilla ke catatan sipil, jadi walaupun dia menikahi Camilla, dia masih bisa menggunakan fasilitas PRAMESWARI group, tapi yang terjadi sekarang, benar benar di luar bayangannya, dia seolah jatuh dalam jebakan, Ardi benar benar tak menyangka, jika Humaira akan menjadi salah satu tamu undangannya, hancur sudah rencananya, entah apa yang terjadi nanti, dia enggan memikirkannya, wajahnya sudah terlihat sangat jelek dan tidak enak di lihat.
"Sst!" Angga menyikut lengan Asyifa, yang sangat serius memandangi sepasang pengantin di pelaminan, diapun kemudian memasukkan sesendok gado gado kedalam mulutnya, setelah mengunyah dan menelan, Diapun bertanya," Mau make gaun pengantin juga?"
" Aku mah udah sering make gaun pengantin, Lupa yah? Aku kan model!" ucap Asyifa, sebenarnya dia ingin mengatakan, " Jangankan mau make gaun pengantin, Jadi pengantin juga pernah!" tetapi kata kata itu tak akan keluar.
" KPK, kamu lihat mereka serius banget gitu?" Angga bertanya, setelah meminum air sejenak, tangannya sangat lincah, memasukkan makanan ke mulutnya, terlihat sekali kalau dia sangat kelaparan.
" Aku hanya salut dengan kisah cinta mereka, aku dengar dulu Camilla cinta pertama Ardi di jaman putih abu-abu, tetapi Ardi malah menikah dengan Asyifa, yang notabene nya sahabat Camilla, akhirnya mereka bisa bersatu, setelah Bu Syifa di nyatakan tewas!" ungkap Asyifa dengan datar, tidak ada jejak emosi di dalamnya, seolah olah dia adalah pihak luar yang memberi penilaian.
" Asyifa itu benar benar polos! tapi sebenarnya cenderung bodoh, dari dulu persahabatan mereka tidak tulus, Camilla hanya memanfaatkan dia, tapi dia tidak menyadari itu, Camilla bagaikan tikus yang menggerogoti hidupnya, sejak mereka kuliah, hingga menemui ajalnya, kasian sekali nasibnya, Miris!" Decak Angga, menerawang ke masa lalu.
" Loh, kamu kenal mereka di jaman kampus?" Asyifa sedikit terkejut mendengarnya, setahunya Angga adalah orang yang sangat cuek di bangku kuliah, bahwa mereka tak pernah bertegur sapa, walaupun satu fakultas, dan sering berselisih jalan.
Penjelasan itu membuat jantung Asyifa berdegup tidak karuan.
" Aku tidak dapat memungkiri, kalau aku sudah menganggap Asyifa sebagai adik aku, jadi aku melindunginya, diam diam sejak di kampus dulu, jika ada cowok yang berniat kurang ajar dan mendekatinya, besoknya cowok itu sudah tidak berkutik dan berpikir macam macam tentang Asyifa," Angga tersenyum bangga, ketika dia mengingat,cfi mana dia menghajar cowok cowok di kampusnya, tetapi kemudian wajah' murung, " Aku juga sudah beberapa kali, membuka kedok Camilla, untuk di tunjukkan padanya, tapi dia terlalu polos untuk menilai, entah hatinya yang terlalu baik, atau Camilla yang terlalu lihai, Aku tak mungkin muncul, dan membeberkan semuanya, Iya kalau dia ingat aku, Nah kalau tidak?" Angga meneruskan ucapannya.
Tangan Asyifa menggigil, hatinya tercubit, memang benar apa yang di katakan oleh Angga, dulu di jaman kuliah, banyak cowok yang mendekatinya, tapi tidak bertahan lama.
Di akhir dia baru tahu, jika cowok yang mendekatinya adalah tipikal cowok brengsek, Dan tentang Camilla,.. Dia memang terlalu polos, memang sudah beberapa kali terbukti jika Camilla hanya memanfaatkannya saja, tetapi dia masih percaya saja dengan iblis betina itu.
Mendadak hati Asyifa terasa di cubit, waktu itu dia memang bodoh bukan polos!, dia terjebak dengan status anak broken home, dari Camilla, Asyifa mengetahui jika orang tua Camilla bercerita karena faktor ekonomi, Ayahnya yang dulu bekerja sebagai tenaga mekanik asing, tiba tiba di pecat, karena perusahaannya bangkrut, dari sana mulailah terjadi percekcokan yang berakhir dengan perceraian, Akhirnya mamanya Camilla, menikah lagi dengan pria berkebangsaan Prancis, dan di boyong kesana, Sementara papanya, Camilla, Edward, menikah dengan anak seorang pemilik resort, jadi resort ini bukan milik ayahnya Camilla, lebih tepatnya, pemilik resort ini adalah ibu sambung Camilla.
__ADS_1
" Eh, diem aja! yuk kita samperin pengantin, kasih selamat gitu" Angga hampir berdiri.
" Apa dulu Kamu pernah berpikir untuk menemui Asyifa?" tanya Asyifa yang masih membahas tentang dirinya.
" Tidak, tidak akan pernah, aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, sejak kecelakaan orang tuanya, kakek melarang keras aku berhubungan lagi dengan Asyifa, bahkan hanya untuk sekedar menghiburnya," Celetuk Angga dengan sedikit,
asyik mencoba mengamati, gerak tubuh yang di pelajarinya, apakah ada kebohongan di balik perkataannya," dua sedikit terkejut, ternyata Angga jujur, awalnya Asyifa hanya menganggap jika Angga hanya menjebaknya, agar masuk perangkap, mengenai hubungannya dengan Asyifa.
"Apa kamu percaya jika bu Syifa sudah benar benar meninggal?" tanya Asyifa serius.
" Kamu percaya?" Angga membalikan pertanyaan tersebut.
Asyifa menggeleng, " Selama jasadnya belum di ketemukan, Aku belum percaya!"
" Jika dia masih hidup, Aku akan menampakkan diri sebagai Angga,dan akan menjitaknya kepalanya sebanyak tiga kali sambil berteriak." DASAR, Guoblok! hahaha,"Angga terkekeh, ada kesedihan yang tak bisa di sembunyikan di bola matanya.
Asyifa merasa terpana akan ketulusan Angga, dia merasa jadi kasihan , " Kasihan sekali Hanya menjadi pion, aku juga akan menjitakmu kembali dan meneriakkan, kata kata serupa, " Kamu juga Guoblok, percaya sama kakek tua itu," batinnya.
" Yuk, kita samperin pengantin dan beri selamat!" Asyifa berdiri.
Angga dan Asyifa pun bergandengan tangan menuju pelaminan, mereka langsung mengucapkan selamat kepada para pengantin dan setelah itu berfoto bersama, Asyifa juga mengambil selfie berempat, wajah Ardi nampak murung, berbeda dengan wajah Camilla, yang nampak sumringah.
" Kadonya nyusul ya? nanti di Jakarta saya kirimkan, saya tidak tahu sebelumnya, kalian menikah, maaf sekali ya?" Asyifa berucap dengan senyum indahnya.
Mendengar itu kaki ardi mendadak dingin dan lemas, wajahnya menjadi pias,
Asyifa cukup menikmati momen itu, kemudian mereka turun dari pelaminan.
Selembar foto selfie tadi langsung mendarat di ponselnya pak HAMDAN Hutapea.
__ADS_1
****