Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan

Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan
Amar menghilang


__ADS_3

Episode #01


    Sebulan sesudah sidang putusan, yang menjatuhkan hukuman seumur hidup bagi ketiga pelaku, Ardi, Camilla dan Ami, atas kasus pembunuhan berencana yang mereka lakukan, Asyifa memutuskan untuk menenangkan diri sejenak, di negara Maladewa, dia benar-benar menikmati liburannya di sana, dia menonaktifkan seluruh gawainya, dan fokus untuk menenangkan diri.


     Dua Minggu kemudian dia kembali ke ibukota, beberapa kali dia mencoba menghubungi Amar, tetapi tidak ada satupun balasan, " Kemana sih, tuh anak? Semua akun media sosialnya tidak ada yang aktif, nomor telepon biasa juga tidak bisa di hubungi, email juga tidak pernah di balas, kemana, ya, Mr Teddy Bear?" Desah Asyifa, dia sangat merindukan sahabatnya itu, Rindu yang sekarang memiliki makna yang berbeda.


    Asyifa pun akhirnya berniat menelpon Melinda, tetapi kemudian dia mengurungkan niatnya, dia memilih untuk pergi ke butiknya, "Lady's palace"


   Asyifa langsung di sambut oleh Nany pegawai kepercayaan Melinda, , dia yang sudah mengenal, bahwa Asyifa adalah teman bosnya, segera perempuan itu mengantarkan keruangan Melinda, " Cici, Ada Bu Asyifa!" Nany memberikan informasi, dan setelah itu dia berlalu.


  Asyifa langsung masuk, dia mengamati sekitar, ruangan ini tak berubah, masih sama seperti dulu, hanya ada foto tambahan praweding Melinda dan Arsyad yang terpaku di dinding, Asyifa Sontak tersenyum, mengingat kisah mereka.


     " Eh, Syif!" apa kabar? Kapan kembali?" Melinda menyambut kedatangan Asyifa dengan antusias , dia segera mempersilahkannya untuk duduk.


    Identitas Humaira Pramesti sudah kembali menjadi Asyifa Prameswari, jadi orang sudah harus membiasakannya memanggil Syifa.


  Melinda segera mengambil sebotol jus dari dalam lemari es nya, Melinda adalah perempuan yang peduli akan tubuh dan kesehatan, oleh karena itu, dia mengolah sendir, makanan dan minumannya, isi lemari es di kantornya penuh dengan , buah, sayur, rempah dan rimpang.


    " Makasih Mel!"sahut Asyifa meraih botol jus dari tangan Melinda, dia langsung membukanya dan meminumnya hingga tandas


     Jus buatan Melinda memang sangat sehat dan segar, dia tidak memakai gula sama sekali, rasa manisnya di peroleh dari campuran kurma.


   " Bagaimana kabar pernikahan mu? Jadi bulan depan?" Asyifa bertanya.


  Melinda menggelengkan kepalanya, " Pernikahan untuk sementara di tunda,Syif! Nenek Arsyad sepuluh hari lalu berpulang, oleh karena itu, keluarga besarnya memutuskan menunda hingga tiga bulan kedepan, sekarang masih masa berkabung, tunggu sampai seratus hari, katanya!"


  " Oh, ya? Aku tidak tahu! Omong omong, Arsyad kemana? Apa dia sudah masuk kerja?"Asyifa bertanya, dia butuh bertemu Arsyad.


  " Hari ini, hari terakhir dia cuti, besok baru dia masuk kerja seperti biasa, dia sekarang sedang membeli makan siang, Bentar, Kamu sudah makan belum? kalau belum kita bisa makan bareng," tawar Melinda.


   " Tidak, Aku tidak lapar, kalian makan saja!" tolak Asyifa halus.


  Tak lama pernyataan itu meluncur, sebuah suara mengganggu pembicaraan mereka," Kruuk,.... Kruuk!" perut Asyifa berbunyi.

__ADS_1


    Keduanya pun tertawa bersamaan.


  Melinda pun menelpon Arsyad, untuk menambahkan makanan satu porsi lagi.


    Arsyad datang dengan membawa, tiga porsi makanan, kali ini adalah, ikan bakar dengan lalapan, tak lupa Arsyad menambahkan ekstra pete, ke makanan Asyifa.


  " Nona Syifa, lama tidak bertemu, bagaimana liburannya?"Arsyad bertanya sambil meletakkan makanan di atas meja.


   " Jangan panggil aku dengan panggilan embel Nona, Aku ini sudah janda, sudah tak pantas, memakai panggilan seperti itu!"Asyifa mengucapkannya sambil tersenyum.


    " Mohon jangan tersinggung Nona Syifa, saya sudah terbiasa dan sudah nyaman dengan panggilan seperti itu!" Arsyad meminta maaf.


    " Haissh! Ya terserah mu lah, bagaimana enaknya," Asyifa menyerah.


     Ketiganya pun makan dengan lahap, para pegawai butik juga, di traktir makan siang oleh Melinda kali ini, mereka terlihat senang sekali.


    Setelah makan, Asyifa langsung ke toilet, dia segera mencuci mulutnya, bau pete tidak membuat nyaman lawan bicara.


  Setelah dari kamar mandi, Asyifa pun, duduk di kursi semula, Melinda dan Arsyad masih ada di sana.


  Arsyad memang sudah mempersiapkan mentalnya, menghadapi Asyifa, walaupun dia terlihat tenang, hatinya sedikit gelisah.


    " Arsyad, sebelumnya Aku turut berdukacita, atas meninggalnya nenek kamu!"


"Terima kasih Nona syifa, nenek sudah tenang sekarang, dia tidak sakit lagi!" Arsyad menjawab kikuk.


" Baiklah!* Asyifa menarik nafasnya, sebelum dia bicara," Kamu pasti tahu, kenapa aku mencarimu, akhir akhir ini Amar tidak bisa di hubungi, kemana sebenarnya dia?" Asyifa tidak bisa menahan diri.


"Dia,.. Dia kembali ke London, kakeknya memaksanya untuk kembali, hanya itu yang saya tahu, perihal lainnya, semuanya gelap!" Arsyad langsung menjelaskan yang dia tahu.


Asyifa terhenyak, " Amar kembali ke London? Kapan?"


" Untuk pastinya saya tidak tahu Nona, kemungkinan besar, ketika nona masih liburan, saya juga sudah di berikan cuti waktu itu oleh pihak kantor, jadi selama itu, tuan muda AMAR tidak pernah menghubungi saya,"

__ADS_1


" Trus, siapa yang menghandle kantor sekarang?" sela Asyifa.


" Selama ini orang yang bertanggung jawab pada Syaputra group adalah Bima Syaputra, Adik dari ayahnya, Dari kabar yang tersiar di kantor, bulan depan, posisi tuan muda AMAR akan di gantikan oleh adiknya, Tuan muda Wiliam Syaputra!" Arsyad menjelaskan.


" Bulan depan?" Asyifa menggelengkan kepalanya, itu waktu yang teramat lama baginya.


Setahu Asyifa, orang tua Amar, memang tinggal di London, bersama keluarga dari ibunya, sejak kecil kesehatan Amar tidak cocok untuk tinggal di daerah empat musim, sehingga dia menghabiskan masa kecil dan remajanya di ibu kota, orang tuanya secara berkala akan datang menjenguknya.


" Iya Nona, bulan depan, saya sama sekali tidak mengetahui kehidupan tuan muda Amar di London, kita hanya kenal semasa sekolah menengah atas (SMA) dan semasa bekerja, jadi saya tidak tahu apa-apa, kalau memang Nona syifa ingin mencari informasi, Nona bisa bertanya kepada Glenn Yaw, dia masih di Indonesia, dia pasti bisa memberikan informasi yang Nona butuhkan!" Arsyad memberikan saran.


" Baiklah kalau seperti itu, sepertinya aku memang harus menemuinya," desah Asyifa.


Tak lama kemudian, Asyifa pamit kepada Arsyad dan Melinda.


Dalam mobilnya, Asyifa mencoba menghubungi Amar, lagi lagi, panggilan tidak tersambung.


Asyifa melemparkan ponselnya dan mengambilnya kembali, dia menghubungi Bastian.


" Ya, Nona Boss!" Bastian mengangkat telpon, matanya masih tertuju pada data di komputernya.


" Tian, tolong kamu urus pertemuan saya dengan Glenn Yaw, saya butuh secepatnya bertemu!" titah Asyifa.


" Baik, Nona Boss, Saya akan mengatur jadwalnya," Kemudian Bastian mencatat hal tersebut di buku agendanya.


" Tia, masih ada di sana?"


" Masih Nona Boss, apa ada pesan?"


" Tidak ada, nanti kalian berdua datang ke apartemen saya, ada oleh oleh untuk kalian!"


" Terima kasih, Nona Boss!" Bastian tersenyum senang.


Siapa yang tidak senang di berikan oleh oleh?

__ADS_1


****


__ADS_2