
Episode #122
Di bandara Juanda Surabaya.
"Yang,.. nanti kita ke apartemen aku dulu ya, jangan langsung ke rumah kamu!" Camilla berusaha merayu Ardi, agar tidak langsung ke rumahnya.
" Ya ampun yang, ini masih lama loh, perjalanan masih sekitar dua jam lagi, dari sini baru sampai Soekarno Hatta!" Ardi menggelengkan kepalanya, melihat tingkah istrinya.
" Biarin aja yang, lagian aku gak sabar mau bawa semua pakaian dinas malam ke rumah kamu," Camilla tersipu malu malu ketika mengatakan itu.
Pelayan kafe yang di sana sedang membereskan meja, menatap jijik keduanya, walaupun tidak bermaksud menguping suara Camilla termasuk kencang, apalagi dia mengikuti Camilla, Ardi dan Asyifa, di Instagram masing-masing, jadi dia mengetahui bagaimana hubungan kedekatan mereka.
" Huusst, ngomong begituan jangan keras-keras, di depan umum pula, malu tau!" tegur ardi.
Camilla hanya tertawa cantik, mendengar teguran Ardi, malah dia menghadiahi sebuah kecupan di pipi Ardi.
Ardi kemudian mengusap rambut Camilla pelan dan berbisik, " Kamu beneran sayang sama aku?"
Tanpa keraguan Camilla mengangguk, " Iya dong, pasti! memang selama ini kamu tidak melihat pengorbanan aku?" Camilla balik bertanya.
__ADS_1
" Kalau seandainya,.." Ardi menghela nafas sejenak, " Kalau seandainya Aku bangkrut dan tidak memiliki apa-apa, Apa kamu masih mau bersama aku?" Kali ini Ardi menatap dalam netra Camilla, bagaimanapun absurdnya tingkah Camilla, cinta pertama memang susah di hilangkan.
Melihat tatapan yang begitu dalam, Camilla sedikit tertegun, tak berselang lama kemudian dia tersenyum indah, Balik dia menatap suaminya, yang di rebutnya dari sahabatnya tersebut, dia juga menatap netra laki laki itu dalam dan berkata," Sebelumnya aku tahu, kalau kamu memang tidak memiliki apa-apa, Aku tau kamu berjuang dari bawah, dan itu yang membuatku terpesona, aku yakin dengan usahamu sendiri kamu bisa bangkit dan bertahan, aku percaya itu, dan karena itulah aku menjatuhkan hatiku sejatuh jatuhnya padamu, apa kamu tidak merasakannya sedikitpun? Apa perlu bukti lain? Apa kamu lupa, jika aku sudah menunggu mu sejauh ini!"
Ardi terhenyak dengan Jawaban Camilla, tidak pernah sebelumnya perempuan itu mengatakan apa yang dia rasakan sebelumnya, Ardi pun menarik Camilla ke pelukannya, dan berbisik," I love you so much, jangan tinggalin aku ya!" Ardi berucap dengan penuh haru, seketika dia lupa jika Camilla adalah seorang selebritis yang mempunyai kemampuan akting yang bagus.
Camilla yang mendengarnya hanya mencibir dalam hatinya, " Preet,.. kalau bukan karena harta warisan dari Asyifa yang bejibun, ogah aku jadi istri dan selingkuhanmu! Lebih baik jadi sugar baby-nya sejenis tuan Wijaya Kusuma atau yang lainnya!"
Setelah mengobrol sejenak, pengumuman keberangkatan pesawat Ardi dan Camilla pun terdengar, Sontak keduanya bergegas menuju gate dan tidak sabar menginjakkan kaki di ibukota, Camilla Sudah tidak sabar ingin secepatnya pindah ke rumah mewah Ardi, akan tetapi, Ardi sedikit enggan, Entah kenapa perasaannya menjadi tidak enak.
Sementara itu di pulau komodo, Angga dan Carrey, Sedang berkeliling bersama para pengurus dari komodo survival program, meninjau langsung kehidupan komodo di alam liar, Carrey dan yang lainnya segera kesana, mendekati komodo dengan asap yang mengelilingi tubuh mereka, Angga sedikit heran, dan bertanya pada Carrey, " Kenapa di asapin, kita sudah seperti daging asap! perasaan waktu aku ke kebun binatang, melihat komodo gak di asapin begini!" Laki laki itu sedikit protes karena tidak nyaman.
carrey sebenarnya ingin tertawa, namun sekuat hati dia menahan, Angga benar benar sedang uji nyali, dengan menekan tertawanya Carrey menjelaskan, " Ya beda dong! Komodo itu hewan pendendam loh! jika kamu tak sengaja menyakiti dia, maka dia akan terus mengenali bau badanmu, jadi, jika nanti dua puluh atau tiga puluh tahun yang akan datang kamu bermain lagi ke sini, dia akan segera tau kalau itu kamu, dan akan menyerangmu, jadi, asap ini gunanya untuk menyamarkan bau badan kita, sehingga komodo tidak tahu!"
"Sereeem!" seketika Angga menciut di belakang punggung Carrey.
"Nih, kasih mereka makan!" carrey menyerahkan potongan daging kepada Angga.
Angga terhenyak, akan tetapi dia tidak mau kehilangan imagenya di depan Carrey, jadi dengan terpaksa dia menerimanya, Diapun melepaskan dirinya dari Carrey, dan segera mendekati sekelompok komodo, beberapa kali dia menoleh kepada Carrey, seolah minta pertolongan, Carrey malah pura pura tidak mengerti, dan Angga pun sudah berkeringat dingin dan berteriak dalam hati," Maaaak, selamatkan anakmu!"
__ADS_1
Sementara itu di pantai waicicu, Amar dan Asyifa menikmati berjalan di tepi pantai bersama, mereka bahkan sudah keluar dari resort dan berjalan di perkampungan nelayan di sana, selain itu Asyifa juga berbaur dengan masyarakat di sana.
Dari kejauhan, Niko Sudah melihat mereka, ingin sekali dia menghampiri Asyifa, tetapi niat tersebut di urungkan, bukannya dia takut dengan Amar, tapi Charlie memberitahukan untuk tidak mengusik wanita itu lagi, meskipun enggan, dia tidak bisa berbuat apa-apa.
Charlie tentu saja Sedang ketar ketir jika Angga juga mencari bukti tentang konspirasi nya dengan Niko, bisa bisa dia bernasib separah Tamara, memikirkan hal itu dia bergidik ngeri.
Sementara, di sebuah restoran mewah di labuan Bajo, tuan Wijaya Kusuma segera bertanya kepada Rudi, salah satu asistennya," Apa informasi yang kamu dapatkan perihal gelang itu?"
Rudi pun melaporkan," Anggota kita yang berada di ibukota sudah kesana, dan menanyakannya, dari laporan yang tertulis di sana, sekitar tiga tahun lalu, seorang perempuan datang dan menjual beberapa barang antik kesana, salah satunya sepasang gelang itu, perempuan itu bernama Asyifa Prameswari, ini ada beberapa rincian barang yang di jual kepada toko barang antik itu," Rudi menyerahkan beberapa lembar kertas yang berisi gambar gambar barang antik, seperti, sepasang gelang giok, porselen dari dinasti Ming, lampu dari timur tengah, mirip dengan lampu Aladin, sebuah keris dan beberapa perhiasan.
Tuan Wijaya Kusuma mengeryitkan dahinya, dia tahu betul dan mengenal barang itu, karena itu adalah koleksi dari sahabatnya, kakeknya Asyifa, dulu sebelum hubungan mereka retak, sahabatnya tersebut sering menunjukkan beberapa koleksinya padanya, makanya dia menghadiahkan sepasang gelang giok es peninggalan dinasti Ming, kepadanya, sebagai hadiah ulang tahun istrinya.
Rudi pun lanjut menjelaskan," Dua Minggu yang lalu, seorang gadis muda datang ke toko, dan membeli gelang giok es tersebut, untuk di jadikan kado ulang tahun, dan menyuruh mereka langsung membungkusnya, bahkan kegiatan tersebut terekam cctv,"
Rudi kemudian mengeluarkan ponselnya, dan rekaman cctv pun muncul di layar, nampak Humaira sedang melihat lihat beberapa barang antik, kemudian dia bertanya kepada seorang karyawan dan mengantarkan Humaira kepada koleksi perhiasan barang antik, Humaira terlihat bingung, dan sempat menanyakan pendapat dari karyawan tersebut, karyawan pun langsung merekomendasikan gelang giok es tersebut, Humaira setuju, dan langsung membungkusnya.
Setelah melihat semuanya, akhirnya tuan Wijaya Kusuma tersenyum lega, awalnya dia curiga, antara hubungan Asyifa dengan Humaira, tetapi setelah melihat rekaman cctv tersebut, kecurigaannya hilang sudah.
Tanpa dia sadari, semuanya sudah di atur Asyifa sebelumnya, Asyifa meminta Bastian bekerja sama dengan pemilik toko dengan iming iming dua puluh juta rupiah, Bastian juga mengatakan, bahwa toko tersebut pasti akan di tanyakan oleh mereka juga, pemilik toko tergiur, dan terbukti memang ada yang mencari informasi tersebut.
__ADS_1
****