
Episode #99
Melinda dan Asyifa kemudian di bawa masuk kedalam gedung kosong, keduanya diikat dalam posisi duduk di sebuah kursi, tak lupa mulutnya di sumpal, sehingga tidak akan berbicara atau berteriak ketika sadar nanti.
" Hubungi bos, katakan pekerjaan kita sudah selesai, jangan lupa, suruh dia segera melunasi sisa pembayarannya yang masih lima puluh persen lagi," kata pemimpin mereka, ke salah satu anak buahnya.
Salah satu dari mereka pun langsung menelpon dan melaporkan kondisi terkini dari target mereka.
" Bagaimana?" tanya si pemimpin kepada anak buahnya yang selesai menelpon..
" Aman bos, mereka sudah mauangsung kesini, kira kira satu jam lagi mereka sampai," lapor anak buah yang menelpon tadi.
" Ya sudah, kita tunggu saja, pastikan semua aman, kalian berdua berjaga di luar, pastikan tidak ada yang mendekat kesini, selsin klien kita, paham?" perintah bos penculik.
" Paham Boss,!"1 keduanya menyahut serentak, dan langsung bergegas keluar untuk berjaga-jaga, tidak ketinggalan, mereka juga membawa pistol yang di selipkan di pinggang mereka.
Setelah keduanya berlalu pergi, si bos memperhatikan kedua korban, Dia tidak berhenti berdecak kagum melihat kedua perempuan itu.
" Sepanjang karir penculikan, baru kali ini mendapat, korban yang luar biasa seperti ini, tak heran, mereka membayar mahal untuk kedua perempuan ini, Tapi kok, aku merasa tidak nyaman yah! sepertinya mereka bukan sosok sederhana," guman si bos penculik, sambil mengeluarkan rokok dan menghisapnya, dia sedang menunggu kliennya, setelah mendapatkan uangnya dia akan pergi.
Sementara itu Amar dan Arsyad, sedang berdiskusi bersama para anggotanya, mereka berdiskusi tentang bagaimana cara meringkus penculik tersebut.
" Bagaimana kalau kita langsung menerobos kesana, tuan muda!" saran salah satu anggotanya.
Amar belum memberikan jawaban, sebaliknya, dia malah meraih teropong jarak jauh, dan terus mengamati gedung kosong tersebut, terlihat dua orang berlalu lalang di sekitar gedung, tak luput juga senapan yang di pinggang keduanya.
" Kita tak perlu gegabah, Nona May dan Melinda Sedang ada di tangan mereka, selain itu mereka juga memiliki senapan, salah sedikit keduanya akan menjadi korban, kita tunggu saja, sepertinya penculik itu suruhan seseorang, mereka hanya di sewa, kalau mereka adalah bawahan, pasti mereka akan langsung membawa mereka menemui atasannya, bukan malah ke gedung kosong seperti itu, kita tunggu saja sebentar lagi, pasti mereka sedang menunggu, si pemesan untuk datang," Amar berkomentar, setelah beberapa saat mengamati keadaan sekitar.
Arsyad dan yang lainnya paham, mereka mengangguk apa yang tuannya perintahkan.
Selang beberapa jam kemudian, sebuah mobil Toyota kijang Innova zenix melaju cepat, dan memasuki gedung kosong tersebut, hal itu tak luput dari pantauan Arsyad, dengan teropong jarak jauh yang ia gunakan.
Arsyad terus memperhatikan mobil tersebut, tak lama kemudian sebuah mobil SUV menyusul.
Sosok dari mobil itupun keluar, alangkah terkejutnya Arsyad, melihat sosok dari mobil tersebut, dua orang yang dia kenal, dan salah satu diantaranya, seseorang yang sangat menyebalkan baginya.
Arsyad pun berjalan mendekati tuan muda AMAR, dan memberitahu kedua sosok yang datang.
" Kurang ajar" Amar geram dan mengepalkan tangannya.
" Arsyad, bawa beberapa orang kesana, jangan bertindak gegabah, rekam kejadian di sana sebagai barang bukti, aku akan kesana bersama aparat kepolisian," tuan muda AMAR mengeluarkan perintah.
Arsyad mengangguk, dia bersama beberapa orang berjalan perlahan, mendekati gedung kosong tersebut, tak ada yang memperhatikan tingkah mereka, semua yang ada di gedung kosong itu sibuk menyambut tamu yang datang.
__ADS_1
" Akhirnya bos datang juga," sambut pemimpin penculik, dia mempersilakan mereka masuk.
Sosok yang di panggil bos pun Masuk, sosok itu tidak menanggapi kata kata dari si penculik tersebut.
Setelah tiba di ruang kosong, rombongan yang baru datang itu, melihat dua orang perempuan yang sangat cantik, Sedang duduk terikat dengan mulut tersumpal, keadaan keduanya tidak nampak sedang di culik, melainkan seperti sedang tertidur pulas.
" Kerja bagus Bruno, kami menyuruhmu menculik satu orang, tetapi kamu malah mendapat dua, terlebih perempuan ini yang menjadi incaran kami sejak lama," ucap sosok tersebut, tersenyum senang.
Bruno, nama samaran dari penculik itu tersenyum cerah, wajahnya yang jauh dari kata tampan itu terlihat lebih menyeramkan, " Sudah tugas saya untuk menyelesaikan misi, pak Boss," ucapnya bangga.
" Boris, cepat bayar sisanya, tambahkan sepuluh juta sebagai bonus!" perintah pak bos, kepada salah satu asistennya.
Sang asisten yang bernama Boris pun segera mentransfer dan tak lupa menambahkan sepuluh juta rupiah sebagai bonus.
" Ting!" Suara notifikasi M- Banking pun langsung terdengar, Bruno lekas mengecek ponselnya, wajahnya langsung sumringah melihat notifikasi di ponselnya tersebut.
" Waah, terima kasih pak bos, senang sekali bisa berbisnis dengan pak bos, jangan lupa, kalau ada pesanan lagi, bisa langsung hubungi , Bruno and the Team, ha ha ha!" Bruno terkekeh, dan langsung keluar dari gedung, dia mengajak kedua anak buahnya menuju mobil, sudah saatnya mereka bersenang senang.
Mereka bertiga akhirnya menuju mobil yang mereka gunakan untuk menculik, mereka bersenda gurau, dan berencana menggunakan uang itu untuk berpesta malam ini, senyum sumringah tak pernah lepas dari wajah mereka.
" BRUUK!" tengkuk ketiganya di pukul oleh kayu,
seketika mereka pingsan, kemudian anak buah Amar memasukkan mereka ke mobil dan membawanya ketempat dimana Amar berada.
Arsyad mengendap endap ke dalam gedung, Rombongan tersebut tidak memperhatikan keberadaannya, dari jarak yang cukup jelas, dia mengeluarkan ponselnya dan merekamnya, tak lupa juga dia live streaming dengan tuan muda AMAR, jadi Amar juga tau apa yang terjadi di sana.
" Hahaha!" Yang di panggil Koh pun tidak dapat menahan tawanya, hal ini membuat bingung anggota yang lain.
" Michael,. Michael,. " laki laki itu berusaha mengontrol tawanya.
" Koh Erik, saya serius, kalau hanya Melinda yang di tangkap tidak akan ada masalah, tapi kalau Nona May, juga di culik, ini akan menjadi masalah besar! Angga pasti tidak akan tinggal diam," keluh Michael.
Ternyata Michelle dan Koh Erik yang merencanakan penculikan ini.
" Kau berpikir terlalu jauh, asal kau tahu, Angga tidak akan peduli dengan perempuan itu!"
Belum selesai Koh Erik menyelesaikan ucapannya, Michael menyela, " Bukankah hubungan mereka sudah sangat serius? Bahkan beberapa media menyebutkan nyonya muda Kusuma,"
" Kalau orang bicara itu jangan langsung di potong dulu!" Koh Erik menjitak kepala Michael, " Coba kamu pikir, kalau memang Angga peduli, penculikan ini akan gagal, menilik sikap kewaspadaan tingkat tinggi sang tuan muda, Kusuma group, pasti akan menyiapkan pengawal khusus untuk menjaga perempuan itu, Tapi apa? Tidak ada kan?" sambungnya.
Arsyad masih terus melakukan live streaming, percakapan itu jelas terdengar.
" Hmmp,.. Hmmp,.." Desisan suara mulai terdengar.
__ADS_1
Seluruh anggota langsung melirik ke asal suara, di sana, Melinda dan Asyifa Sudah mulai tersadar, mereka mulai meronta dengan ikatan di tubuh mereka.
Michael kemudian mendekat, dan membuka sumpalan mulut Melinda,
" Hallo Barbie! kangen aku!" Michael mendekati, dan wajahnya begitu dekat.
Melinda yang menyadari keadaan, bahwa Michael menculiknya, berteriak, " Dasar Bajingan! Lepaskan Aku!" Melinda semakin meronta, ingin sekali dia menampar wajah laki laki itu.
" Melepaskan mu?" Michael berkata sambil membelai pipi Melinda lembut, senyum mengejek pun muncul di wajah tampannya, " Jangan habiskan tenagamu sayang? Aku tak akan mengabulkan permintaan sepele mu itu, seperti kamu yang selalu mengabaikan aku yang meminta kamu kembali! ha ha ha!" kekeh Michael.
" Menerimamu kembali? Mimpi!" hardik Melinda.
" Kenapa sayang? Apakah karena kehadiran pesuruh seperti Arsyad, hingga kamu gak mau kembali ke aku? Aku bisa buktikan loh, kalau aku bisa lebih hebat dan perkasa daripada si jongos itu!" Senyum cabul menghiasi wajah Michael.
" Ciih!" Melinda meludah ke wajah Michael. " Sana tiduri saja Camilla kekasihmu itu!" Bentak Melinda.
Di ludahi oleh Melinda, Michael kehilangan kendali diri, dia sudah melayangkan tangannya ke udara, hendak menampar Melinda.
" Ekhem!" Suara deheman menghentikan aksi Michael, " Ingat, malam ini ada tamu penting!" Koh Erik memperingatkan.
Michael menurunkan tangannya, kemudian dia menunduk, mensejajarkan tubuhnya dengan Melinda, dengan lembut, dia menjawil dagu Melinda, " Barbie ku yang cantik, manis, sayang sekali ya,. hidupmu mulai sekarang akan berubah, kamu harus berterima kasih padaku, Aku akan mengirimmu ke tanah leluhur mu, disana kamu akan menjadi primadona baru, di kasino besar di Macau, Kurang baik apa aku, coba? kamu akan bertemu dengan tokoh tokoh penting dunia, dan akan melayani mereka dengan segenap tubuhmu!"
" Cih!" Melinda meludah lagi tepat di wajah Michael.
Michael Hanya tertawa.
Asyifa hanya diam menonton adegan ini, dia juga takut, tetapi dia memiliki ketenangan yang cukup tinggi, dia percaya, Amar akan mencari dan menyelamatkannya lagi.
" Sialan!" Michael marah dan mencengkram bahu Melinda.
" Kali ini sebagai hadiah terakhir, aku akan memberikanmu kenikmatan tiada akhir, sebelum kamu pergi ke Macau," kemudian Michael melepaskan ikatan Melinda, dan mencoba untuk menciumnya.
Koh Erik hanya menonton, Sekarang dia mengeluarkan ponselnya, dan merekam, bagaimana Melinda dan Michael berhubungan, dia juga ingin mencicipi Melinda terlebih dahulu sebelum mengirimnya ke Macau.
Melinda meronta, dia menghardik dan terus meneriaki Michael.
" Sudahlah sayang, nikmatin saja, ha ha ha!" Michael semakin menjadi.
Arsyad yang sudah tidak bisa mengendalikan dirinya lagi, melemparkan kerikil ke arah Michael, dan kerikil tersebut, tepat mengenai alat kejantanan Michael, sontak Michael menjerit kesakitan.
" Aarrgh!" Bajingan!" Michael berusaha melindungi area sensitif nya.
Semua anggota tersebar.
__ADS_1
" Ada penyusup!" teriak mereka.
****