Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan

Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan
Memasak bersama


__ADS_3

Episode #147


   Senja hari di sebuah kafe rooftop, di daerah Kramat jati.


    Glenn Yaw Sedang mengagumi, bagaimana indahnya langit Jakarta, sinar keemasan matahari, sudah terlihat diantara gedung gedung pencakar langit, tak lupa dia mengabadikan momen tersebut dan langsung menggugahnya ke akun Instagramnya.


    Tak berapa lama, Amar tiba di sana, Dengan bahasa Inggris yang fasih, dia bertanya." Sudah lama?"


    Glenn Yaw menunjuk ke gelas kopi, dia sudah menghabiskan dua gelas kopi.


    " Sorry! macet sekali jam segini, bagaimana kelanjutannya?" Amar berjalan ke arah Glenn, dia menaruh ponselnya terlebih dahulu di atas meja.


  Amar sudah menyewa tempat dia dan Glenn Yaw berada sekarang, jadi dia bisa mengobrol dengan tenang dan nyaman.


     " Bagus! Camilla tidak terlalu mengecewakan, dia bisa bekerja dengan baik!" Glenn Yaw membalas dengan bahasa Indonesia dengan lancar.


    Amar tidak heran, Glenn Yaw bisa berbahasa Indonesia dengan lancar, karena sebelum dia di utus untuk proyek di Jakarta, dia sudah kursus terlebih dahulu di Singapore.


    " Masalah Camilla tidak terlalu penting sekarang, dia sudah berada di genggamanku, kapanpun kamu meminta aku beraksi aku siap, tapi,..?" Glenn Yaw mengalihkan pandangannya dari Amar, dan menatap gedung pencakar langit di depannya, dia tidak melanjutkan bicaranya.


  Amar mendesah" Apa ini hubungannya dengan London?"


  Glenn Yaw mengangguk" Sudah saatnya kau kembali!"


  " Apakah orang tua itu yang menghubungimu?" Amar mendesah.


   " Hey, bagaimanapun orang tua itu kakekmu, dia sudah membiarkan mu berada di Indonesia dua tahun belakangan ini, kakekmu sudah mau pensiun, bahkan dia sudah menyebarkan kepada media, bahwa kau adalah pewaris sah nya! Jangan salahkan aku! Aku tak berdaya menghadapi kakekmu, kamu tau bagaimana keras kepalanya dia, persis sepertimu! " oops!" Glenn Yaw keceplosan, dan refleks menutup mulutnya.


     " Sudahlah, jangan bahas orang tua itu! Aku tak ingin hari hariku hancur!" Amar berlalu, dan duduk di kursi, wajahnya Nampak murung," Bagaimana pekerjaanmu sekarang?"


  Keduanya pun terlibat dalam pembicaraan.


    Sementara itu di apartemen Asyifa.


   " Nona Boss, berapa lama akan tinggal di Bali?" tanya Bastian, yang melihat Asyifa memasukan barang barangnya kedalam koper.


    Asyifa berhenti sejenak, dia mengangkat bahunya," Entahlah, bisa sebentar, bisa juga lama, tak pasti!" Asyifa menutup kopernya, dan kemudian menarik resleting koper.

__ADS_1


    Bastian menatapnya lama, ada kekosongan di hatinya, entahlah, baru kali ini dia merasa berat kehilangan bos seperti Asyifa.


    " Nona Boss, omong omong, Ami sekarang sudah tidak di rawat di rumah sakit jiwa, sekarang dia di ruang isolasi penjara, dia terbukti mengelabui polisi dengan berpura-pura gila!' Bastian bergidik ngeri menceritakannya.


  " Hal itu masih belum cukup untuk membayar dosanya! By the way, kamu tahu darimana?" Asyifa mengeryitkan keningnya.


  Bastian tersenyum malu malu, Dari Tia!"


  Melihat tingkah Bastian yang seperti ABG, Asyifa tidak bisa menyembunyikan kejahilannya, " Cie,.. yang lagi deket Tia!" tunjuk Asyifa.


  Wajah Bastian memerah, rasanya dia ingin menyembunyikan wajahnya.


   Bastian memang tidak pernah jatuh cinta sebelumnya, baru kali ini dia merasakan jatuh cinta pada Tia, sosok perempuan tegas tapi lembut, keras tapi manja, dan yang paling penting, Tia mempunyai karakter yang baik, hatinya bersih.


   Tia itu, suka dengan hal yang berbau Korea, jadi,.. kalau kamu mau kasih hadiah, bisa cari cari dari sekarang, dia lebih suka berpetualang atau liburan yang berbau alam, jadi jangan ajak dia ke mall, ajak dia naik gunung, atau berlayar, hal yang paling penting adalah dia alergi kucing dan durian!" Asyifa memberikan info penting pada Bastian, dia setuju jika keduanya bersama, sifat Tia yang ceria dan kekanak-kanakan, akan sangat cocok dengan Bastian yang kalem dan serius.


  "Nona Boss tau darimana tentang Tia?" Bastian bertanya keheranan.


    Satu kotak tisu terlempar ke arah Bastian, " Kamu gak kepoin Akun ig nya? kepoin sana!"Asyifa berteriak.


  Bastian hanya cengar cengir gak jelas, dia sudah lihat akun Instagramnya Tia, dan isinya K- pop dan K drama semua, kepalanya pusing melihatnya.


     " He, he, he,.." itu Tia Nona Boss, dia ingin jenguk nona Boss, sejak masuk rumah sakit, tapi pekerjaan tidak bisa di tinggal, ketika dia tahu Nona Boss hendak pergi ke Bali, dia memaksa untuk kesini!" Bastian menggaruk kepalanya yang tidak gatal. " Nona Boss tidak marah kan?"


    Asyifa hanya tersenyum, tingkah Bastian mirip dengan seseorang yang memperkenalkan orang spesialnya kepada orang tuanya untuk pertama kali, gugup dan kikuk.


     " Sudahlah, Tia adalah gadis yang baik, cepat buka pintunya kasian dia terlalu lama menunggu di luar, Aku akan menyiapkan makan malam," tandasnya.


  " Siap, Nona Boss!" Bastian pergi dengan begitu bersemangat, dia segera membukakan pintu.


    Tia segera masuk, sekilas dia mengagumi kemewahan apartemen Asyifa.


   Bastian menuntut Tia ke dapur, di sana nampak Asyifa Sedang menyiapkan bahan masakan.


      " Selamat malam, Nona May! maaf kedatangan saya mengganggu!" sapa Tia ramah, dia membawa sekeranjang apel dan jeruk.


    " Wah, merepotkan sekali, terima kasih!" Asyifa langsung menerima buah tersebut dan memasukkannya ke dalam kulkas.

__ADS_1


    " Nona May, Sedang masak apa? Sini saya bantu!" tawar Tia.


    " Lagi masak spaghetti, Baiklah, kamu olah spaghetti nya, saya akan membuat sausnya dulu!" Asyifa membagi tugas.


    " Aku akan membuat minumnya ya, Ladies!" Seru Bastian.


    Bastian membuat jus jeruk, mereka bekerja sama, dalam waktu singkat makanan sudah terhidang di meja.


    " Wah, akhirnya jadi juga!" Tia berseru, sudah lama sekali dia tidak memasak bersama seperti ini lagi, terakhir kali dia memasak bersama Asyifa, kakak iparnya.


    " Kalian berdua kompak sekali di dapur tadi, tak ada arahan atau aba aba, seolah sudah tahu tugasnya masing-masing, kalian seperti sering memasak bersama," celetuk Bastian.


  " Uhuk,.. Uhuk,..!" Asyifa tersedak mendengar itu, bajunya sedikit basah.


  " Aku ganti baju dulu, kalian bisa duluan makan," Asyifa pamit kedalam kamar.


    Tidak lama kemudian, Bastian dan Tia sudah menyajikan spaghetti di piring masing masing, Asyifa pun muncul.


  " Yuk, di makan!" Asyifa langsung duduk dan menyuapi spaghetti ke mulutnya.


  Bastian dan Tia menyusui.


    Tia mencicipi spaghetti tersebut, setelah menyesap rasanya, sendoknya terjatuh, Rasa makanan ini, sama persis seperti rasa makanan yang biasa dia makan, makanan yang dulu dia dan Asyifa buat, sebelum menonton Drama Korea di malam hari.


  " Kamu kenapa Tia?" Bastian bertanya.


  " Rasa masakan ini, sama persis dengan masakan yang biasa aku dan Mbak syifa buat, Aku,..Aku jadi rindu dia!" setitik air mata jatuh tanpa dia sadari.


    Hati Bastian mencelos, dia merasa bersalah mengingat istri terdahulu ARDIANSYAH, bagaimanapun dia terlibat dalam perselingkuhan Camilla dan Ardi, walaupun tidak terlibat secara langsung, tapi sedikit banyaknya dia memiliki peran.


    Seandainya, Asyifa kembali, dan berseteru dengan abangmu Ardi, siapa yang akan kau bela?" Asyifa bertanya.


   Tia terbelalak, " Maksud Nona May, apakah mbak Syifa,.."


   " Kita tidak tahu kedepannya bukan? Bukankah jasadnya belum di temukan?"Asyifa bertanya acuh tak acuh.


   *Aku,.. Aku akan membela yang benar, meskipun saudara kandungku sendiri, ketika dia bersalah, dia harus di hukum!" Tia menjawab tegas.

__ADS_1


    Bastian semakin kagum, atas jawaban yang di lontarkan Tia, " Aku memang tidak salah mencintai gadis ini," batinnya.


****


__ADS_2