
Episode #69
"Nona Boss" sapa Bastian yang sekarang berada di balik kemudi, Bastian sekarang sedang mengemudi kearah apartemen Asyifa.
Asyifa mengangkat kepalanya," Ya ian," sahutnya.
" Begini Nona Boss, Desainer terkenal Tyas Suroso menghubungi kita,"
" Tyas Suroso,..Tyas,. Tyas,.." Asyifa berusaha mengingat.
" Katanya Nona Boss bertemu di pesta ulang tahun tuan WIJAYA Kusuma" ucap Bastian.
Mendengar itu Asyifa menggali lagi ingatannya, dan ia teringat, dia membantu Tyas membersihkan noda lipstik akibat Ani, mantan mertuanya yang tersandung, " Iya, saya ingat, dia pernah menjanjikan saya menjadi model di peragaan busana terbarunya"
"Benar sekali Bu Boss, nah, peragaan busananya akan di adakan di Bali, beliau meminta Nona Boss untuk mengatur jadwal kesana"
" Baiklah, kapan peragaan busana itu di adakan?" tanya Asyifa antusias.
" Sekitar dua mingguan Nona Boss, jadi Nona masih bisa mengatur jadwal syuting duluan, sehingga tidak mengganggu kegiatan di sana" Bastian mengusulkan.
" Apa Melinda Sudah tahu tentang ini?" tanya Asyifa.
" Saya sudah berikan infonya kepada Melinda, Nona Boss, seperti yang Nona Boss beritahu sebelumnya, setiap job baru akan di beritahukan Melinda, sekarang tergantung Melinda, bisa merayu Camilla atau tidak untuk ikut serta, tetapi menurut pikiran saya, Camilla akan ikut serta, mengingat lokasinya yang di Bali, dan dia juga belum mendapatkan job baru, semenjak keviralan kemarin!"jelas Bastian lugas.
" Oke, saya mengerti, kamu segera atur keperluan ke Bali, untuk saat ini, kamu belum bisa muncul secara terang-terangan sebagai menejer saya di hadapan Camilla, saya harap kamu mengerti" Asyifa memperingatkan Bastian, untuk tidak selalu muncul di hadapan Camilla.
" Baik, nona Boss, saya mengerti" Setelah mengatakan itu, Bastian kembali fokus kejalan.
Tak ada lagi perbincangan diantara keduanya, Bastian mengantarkan Asyifa ke apartemennya.
****
Malam hari, di apartemen Camilla.
Setelah selesai syuting di studio kantor PT GARUDA TV NUSANTARA, Camilla dan Melinda sudah sampai di apartemen mereka, malam ini Camilla harus menyelesaikan tiga video endorsan, yang sudah di tagih oleh customer nya, mau tidak mau akhirnya, Michael pun datang ke apartemen Camilla.
Hubungan Camilla dan Michael Sudah tidak sebebas dahulu, karena keberadaan Melinda, jadi, jika Michael tidak punya kepentingan, dia tidak bisa menemui kekasih gelapnya tersebut, walaupun ingin bertemu, Dia menggunakan alasan, mencari Melinda.
Melinda sedang menyiapkan makan malam, sedangkan Camilla dan Michael sedang melakukan photo shoot dan pengambilan video, Michael akan langsung menyelesaikan editannya, di sini dia akan menumpang makan malam, Melinda memang terkenal dengan hobi memasaknya, dan citarasanya tidak ada yang dapat mengalahkannya, beberapa kali dia di minta untuk mengikuti kompetisi master chef, tetapi dia menolaknya dengan alasan, " Aku suka masak, tapi Aku tak ingin di paksa masak"
Di sela sela pengambilan gambar, mereka berbincang serius, Melinda tidak akan mendengarnya, karena sedang memasak di dapur, jadi dia tidak curiga.
Seandainya saja Melinda tau, apa yang dua orang pikirkan ini, pasti Melinda Sudah tertawa terbahak bahak.
" Bagaimana perkembangan hubunganmu dengan Rachel? tanya Camilla, sembari memegang lipstik endorsan ketika di foto.
" Aku masih tahap penyelidikan, sejauh yang aku tahu, dia mempunyai beberapa gerai makanan yang cukup populer, Hanya saja, sedikit terkendala masalah" ucap Michael sambil membidikkan kameranya.
" Masalah apa maksudmu?" tanya Camilla sembari mengganti pose.
" Dia tidak bebas, mengakses keuangan usahanya, keluarganya begitu teliti, sehingga, urusan keuangan di tangani langsung oleh orang yang berpengalaman, dan melaporkan langsung ke orang tua Rachel, jadi, kemungkinan sekarang untuk masuk ke bagian keuangan cukup sulit" jelasnya.
" Kalau memang susah di akses, jangan buang waktu di sana, lebih baik cari mangsa baru" ketus Camilla.
" Mencari mangsa baru, bukan seperti mencari sepasang sepatu, perlu pendekatan, pengenalan, Hufft,.. Aku sudah malas sebenarnya, seperti itu" keluh Michael.
" Buat mereka bucin dong, biasanya kamu ahlinya" Camilla mengganti posenya lagi.
" Tap, Tap, Tap," terdengar langkah kaki.
" Baiklah, sekarang pengambilan video ya!" Michael segera merekam.
Melinda yang melangkah memasuki kamar, melihat Camilla sedang membuat video, dia terpaksa berjinjit, dan mendekat ke arah Michael, lalu berbisik, " Makan malam sudah siap" setelah itu dia keluar.
Setelah menyelesaikan foto dan video untuk endorse, Camilla dan Michael, keluar dari kamar dan menuju dapur, di sana Melinda Sudah menghidangkan, ayam goreng, tahu tempe, sayur, lalapan dan sambal terasi ekstra pedas.
Michael dan Melinda duduk bersebelahan, sedangkan Camilla duduk bersebrangan dengan Melinda.
" Widiih, makan enak ni malem, jarang jarang Aku makan makanan rumahan kayak gini, apalagi yang masak calon istri, he he he!" Michael tertawa menuju Melinda, setelah itu dia mengambil piring.
__ADS_1
Camilla hanya memutar bola matanya dengan malas, " Dasar, pencitraan" rutuknya dalam hati.
Melinda hanya menanggapinya dengan tersenyum manis, dalam hatinya, " Amit amit jabang bayi!"
Setelah itu dia duduk dan berucap,"Sekarang statusku masih calon istri ya beb, nanti kalau kamu ketahuan selingkuh, kamu dan selingkuhan kamu yang statusnya jadi calon mayat, ha ha ha!" tawa Melinda melengking seperti mbak kunti.
Michael dan Camilla terdiam, mereka melirik satu sama lain, dan segera melanjutkan makannya, entah kenapa mereka sudah kehilangan nafsu makannya.
" Huusst, omongan mu itu" Michael ngambek.
" Kalau gak selingkuh, nyantai aja beb, kan emang kita semua ini calon mayat!" ucap Melinda Santai, sambil mencoel mentimun ke sambal.
" Udah,... Udah, ..kita lagi makan,.. jangan ungkit mayat atau mayit lagi!" Michael kesal.
Camilla tidak bereaksi apapun, dia melanjutkan makannya, tanpa di sadari, sepiring nasi habis dan kini melanjutkan dengan piring kedua.
Michael keheranan dengan porsi makan Camilla yang begitu besar, tapi dia tidak mengatakan apapun, karena ada Melinda di sebelahnya, dia tidak ingin Melinda curiga.
" Mil, Ada fashion show di Bali, sekitar dua mingguan lagi, mau ambil job itu gak? banyak desainer tampil loh, sekitar 33 orang, internasional dan nasional, udah banyak juga model dari luar yang daftar, kalau ya, aku langsung daftarkan, pendaftarannya tutup malam ini jam dua belas" Melinda menginformasikan Camilla tentang event yang di bagikan oleh Bastian.
" Atur aja, bagaimana baiknya" Camilla sambil asik mengunyah makanannya.
" Baiklah, besok aku ngomong sama Nathan, agar scene kamu langsung di buat,.. jadi tidak akan mengganggu selama di Bali" Melinda tersenyum senang, rencananya berhasil, Camilla Sudah mau ikut event itu.
" Kamu urus saja keperluan di Bali,, aku mau tidur dulu" Setelah mengatakan itu, Camilla menyelesaikan makanannya lalu bergegas ke kamarnya, dia malas menyaksikan Michael yang sok mesra dengan Melinda di hadapannya.
\*\*\*
Keesokan harinya, Nathan asisten pribadi pak Aliansyah dari PT GARUDA TV NUSANTARA, sekaligus penanggung jawab tim kreatif, menerima permintaan dari Humaira dan Camilla, agar scene mereka bisa diambil lebih dulu, Nathan tentu saja setuju, karena mereka selalu mempunyai scene yang sama, terlebih lagi, program ini akan di tayangkan satu bulan lagi, jadi tidak terlalu kejar tayang.
Di sela sela persiapan syuting, banyak kru yang bergosip tentang event peragaan busana yang di adakan di Bali, Asyifa dan Camilla pun, mau tidak mau mendengarkan obrolan tersebut.
" Gila! keren bener dah, konsepnya, Bali internasional fashion show, kalau semisal aku bisa cuti saja, Aku mau kesana, untuk meramaikan!"
" Kesana kan gak harus jadi model, Buambaang, aku kesana mau cuci mata sekalian liat bule bule ganteng, dan pastinya ingin kenalkan sama cowok cowok tajir, ha-ha-ha!"
' Idih!" kepedean amat, cowok tajir juga tipenya beda, bukan kayak kamu!
" Ga apa apa, ngehalu aja dulu, siapa tahu jadi kenyataan, ha ha ha!"
" Iya, aku Aminin nih, Amiin!"
Asyifa hanya tersenyum mendengar gurauan canda para kru
Camilla tersenyum bangga, dia akan mengagetkan mereka setelah tampil di sana, " Aduh, udah gak sabar nih!"
Asyifa melirik sinis ke arah Camilla, dia sudah siap berperang du sana dengan wanita ular itu.
\*\*\*
Beberapa hari berlalu dengan damai, sebentar lagi acara pagelaran busana akan di adakan di Bali, Melinda pun sekarang sedang repot repotnya menyiapkan keperluan Camilla selama di sana.
Melinda Sudah harus banyak menyiapkan makanan untuk si ulat bulu betina.
Sesampainya di mall, Melinda segera ke gerai makanan, perutnya keroncong, dia belum makan siang ternyata.
Ketika mengantri di salah satu gerai makanan siap saji, samar samar dia menangkap pasangan yang sangat harmonis, berjalan ke gerai makanan yang ada di depannya, Melinda hanya tersenyum melihat pasangan baru tersebut.
Melinda menyantap makanan, dan pandangannya terus tertuju pada pasangan baru tersebut, nampak sang lelaki menggenggam tangan si perempuan lembut sambil menyuapi es krim," uugh, romantis sekali pasangan itu" gumamnya.
Setelah menghabiskan makanannya, dan merasa perutnya sudah penuh, Melinda berjalan menghampiri pasangan tersebut, dia sudah memiliki tenaga ekstra.
Melinda berpura-pura mengorder segelas teh panas, dan menunggu pesanannya selesai, pasangan tersebut sedang di landa Asmara,, sehingga tidak menyadari keberadaan Melinda.
Setelah pesanannya selesai, Melinda berjalan perlahan, dengan gerakan yang lincah dan cepat, segelas teh panas langsung di siramkan kepada laki laki itu.
__ADS_1
BYUR!"
" Ah, panas! Panas!" teriak laki laki itu, dia sontak berdiri kepanasan, sedikit terciprat pada pasangannya.
Belum sadar tentang apa yang terjadi, sebuah tamparan mendarat di pipi mulus laki laki tersebut.
PLAK!"
ucap Melinda pelan, dan langsung meninggalkan tempat itu.
" Michael sayang? Kamu ga apa apa? Emang siapa dia?" tanya si perempuan itu khawatir.
Michael tersadar," Rachel, tunggu sebentar ya!" setelah mengucapkan itu, dia berlari mengejar Melinda.
Melinda yang berjalan cepat terpaksa berlari, karena melihat Michael semakin mendekat.
" Mel, Mel, Mel, tunggu! kamu salah paham!" teriak Michael.
Teriakan Michael sontak membuat pengunjung menatapnya dengan penuh tanya, Michael tak perduli, entah kenapa dia merasakan sakit sekali membayangkan Melinda akan berpaling.
Melinda Sudah berada di parkiran, tetapi tangan Michael Sudah menangkapnya, dia mencekal lengan sebelah kanan Melinda dengan kasar.
" Mel, dengerin penjelasan aku dulu" Michael menghiba, pipinya sudah merah, dan bajunya basah.
" Sudahlah, Aku mau pulang, kita sudah berakhir!" pekik Melinda, yang berusaha melepaskan cengkraman tangan Michael.
" Sudah, lepasin Aku, kamu kasar banget sih Michael!" cicit Melinda meringis kesakitan.
" Dengerin penjelasan aku dulu Mel!" cengkraman Michael semakin kuat.
Melinda menghela nafas, " Ya, sudah, coba kamu jelasin sekarang!"
" Itu,.. Aku,. Aku, " Michael bingung, dia belum mampu menyusun kata katanya sendiri.
" Lihat! kamu sendiri tidak tahu bagaimana menjelaskannya! sudahlah aku mau pergi! sana susul perempuan itu! pasti dia khawatir banget!" ketus Melinda dengan nada mengejek.
" Sekarang kamu ikut Aku!" ucap Michael sambil menyeret Melinda.
cengkramannya semakin kuat, hingga membuat Melinda meringis kesakitan.
" Sakit, Mike, aku gak mau ikut kamu! lepasin!" isak Melinda yang sudah mengeluarkan air mata.
Michael tidak peduli dan terus menyeretnya.
kemudian Melinda di kejutkan oleh sebuah suara.
Buk! Buk!"
Cengkraman di lengan Melinda lepas, Michael Sudah tersungkur jatuh.
" Jangan kasar sama cewek bro! itu bukan laki laki!" ucap laki laki yang menolong Melinda itu
Ternyata dua bogem mentah di hadiahkan pada Michael.
Laki laki tersebut segera menggenggam tangan Melinda, dan membawanya ke mobil perempuan itu.
Hati Melinda Sudah dag dig dug tidak karuan,, darahnya berdesir, pipinya memerah.
Setelah sampai di dalam mobil, laki laki itu bertanya, " Apa nona baik baik saja? apa kita perlu ke klinik?" tanyanya datar, tetapi penuh nada khawatir.
" Aku gak apa-apa,, tapi kenapa kamu berkeliaran jam segini Arsyad? apa tuan muda AMAR tidak akan mencarinu?" tanya Melinda, menahan kecanggungan yang tiba-tiba tercipta.
__ADS_1
***