Perjodohan Rahasia

Perjodohan Rahasia
I Hate U


__ADS_3

"Kau gila Vee!!"


"Ca!!"


Brisa langsung menutup mulutnya nya sendiri, ia tidak menyangka jika kisah gelang itu seperti ini.


Sangat panjang dan menyiksa.


"Sorry...aku gak sengaja."


"No problem."


Kedua gadis cantik itu sudah bercerita panjang dan lebar, tentunya mereka berada di kamar Brisa, di kediaman Daddy Brylli.


Yah, setelah mendapatkan kabar jika Oma dan Opa Adit datang nya agak malam, Brisa langsung mengajak Vee untuk bercerita, tentunya tempat yang paling nyaman adalah dikamar Brisa.


Vee awalnya menolak, ia tidak mau sering sering berkunjung ke rumah Mommy Cherry sekarang, bukannya menolak, tetapi..... sengaja menjaga jarak itu lebih baik.


Dan juga setelah ia mendengar kalau Bara juga akan pulang telat karena mampir dulu ke rumah Meli. Vee akhirnya memutuskan untuk ikut Brisa, tentunya sudah ijin dengan Gery.


Lama dua gadis itu terdiam, akhir nya Brisa tidak tahan, apalagi melihat Vee dengan mata yang berkaca-kaca. Dan jelas ini karena ulah saudara kembar nya.


"Aku tidak menyangka Bara seperti itu.!"


Brisa menepuk pundak Vee, ia tau betul bagaimana gelang itu sangat diinginkan oleh teman kecil nya, dan bagaimana janji Bara untuk Velia.


"Sudah, tidak usah di bahas. Lagian aku sudah mendapatkan gantinya. Walaupun tidak seperti apa yang aku inginkan."


Ucap Vee mencoba menenangkan Brisa, karena terlihat sekali gadis itu kecewa dan sangat marah.


"Tapi Vee...??"


Brisa masih tidak terima, karena kembaran nya begitu tega membuat teman kecil nya menangis. Ia tau kalau Vee semalam menangis, terlihat dari matanya yang tidak baik baik saja.


"Aku enggak apa apa Ca. Lagian percuma saja di tangisi, percuma saja kamu dan aku marah marah, yang akhirnya juga tidak akan merubah apapun juga. Bahkan gelang itu juga tidak akan kembali padaku kan??"


Brisa mengangguk, karena ia sudah mendengar semua cerita tentang Bara yang datang kerumah Vee tadi sore, semuanya.... semua ucapan Bara, Vee katakan kepada Brisa, bukan untuk mengadu, tetapi.... memang diantara mereka sejak kecil sudah saling terbuka dan tidak ada yang di tutup tutupi.


"Lalu bagaimana hubungan kamu dengan Bara??"


Deg


Vee yang tadi melihat kearah jendela, kini berbalik dan menatap Brisa, ia menggeleng pelan....dan harap harap cemas dengan kemungkinan kalau Brisa tau kenyataan nya.


"Hubungan??"


"Iya, aku sudah tau dan tidak sengaja mendengar kemarin Vee."


'Mati aku!! seperti nya, tamatlah riwayat ku sore ini!!'


"Kenapa??? jangan kaget dan takut begitu."

__ADS_1


"Bagaimana aku tidak takut, kamu menyeramkan sekali."


Brisa tersenyum senang, ternyata mood Vee cepat kembali.


"Maaf, bukan aku tidak setuju dengan keputusan Daddy , Mommy dan Papah, tetapi...aku tidak ingin membuat kamu kecewa."


Vee melihat Brisa, ia pun menggeleng tidak percaya, "Maksud kamu?"


"Sebenernya saat aku tau kamu dan Bara di jodohkan, aku sangat senang, tetapi....aku jadi kasihan sama kamu, takut kalau Bara malahan menyakitimu Vee."


Vee tersenyum lagi, "Aku juga berpikir seperti itu, daripada hubungan aku dan Bara tidak baik-baik saja, lagipula Bara juga sudah mencintai wanita lain, lebih baik aku membatalkan nya, lagipula Bara juga tidak tau kan??"


"Itu sebabnya kamu menerima Gery??", tanya Brisa menyelidik, ia juga kaget ketika Vee mengatakan kalau sudah jadian dengan Gery.


"Iya, bisa dibilang begitu.", jawab Vee singkat.


"Kamu mencintai Bara??"


Deg


'Pertanyaan ini lagi??'


"Tidaklah....mana mungkin aku mencintai kembaran kamu Ca, dia dan kamu sudah aku anggap seperti saudaraku sendiri."


'Maaf, aku bohong Ca, tetapi lebih baik begini, karena aku juga sudah membuka hatiku untuk Gery.'


"Oh ..ya sudah, aku lega. Setidaknya kamu tidak mencintai pria breng**sek itu!!"


"Dan aku mohon Ca, kamu rahasiakan tentang perjodohan ini sama Bara, aku tidak ingin dia tau. Kamu tau kan apa alasan nya?? dan kamu setuju kan Ca??"


Brisa mengangguk, "Oke, aku tau, dan aku akan merahasiakan nya, asalkan kamu dan Gery baik baik saja."


"Tentu, Gery sangat menyayangi ku."


Velia melihat jam di tangannya, sudah sangat sore dan tentunya ia harus pulang.


"Aku pulang ya??",


"Dijemput Gery??", Vee menggeleng.


"Gery di kantor Papah nya."


"Dianter Pak Supir ya?",


"Tidak usah, aku akan pesan taxi."


Brisa tidak memaksa Vee lagi, karena ia tau bagaimana dengan Vee, tidak bisa dipaksa.


"Aku temenin di depan, sampai taxi datang."


Mereka berdua keluar kamar, tetapi baru saja membuka pintu, sepasang mata melihat Vee dengan tatapan yang sulit diartikan.

__ADS_1


"Bar...."


Sapa Vee, ia ingin terlihat biasa saja , dan masih mau menyapa walaupun hatinya sakit.


Tetapi, bukan mambalas sapaan Vee, Bara malahan menatap Vee dengan tajam, dan membuat dua gadis itu ketakutan.


"Segitu nya kamu ingin gelang itu, hingga meminta kepada Gery. Apa aku tidak sanggup membelikannya untuk kamu??"


Bara mencengkeram tangan Vee, dan hampir membuat gelang pemberian Gery terlepas, karena Bara sengaja melakukan nya.


Tetapi, Vee dengan sekuat tenaga melepaskan tangan Bara, tentunya dengan bantuan Brisa.


"Lepas Bar!! aku tidak ada maksud apa-apa, lagi pula kamu sendiri yang tidak akan mengambil gelang itu dari Meli kan,?? jadi wajar donk, kalau aku meminta kepada pacarku."


Jawab Vee bohong, padahal ia tidak meminta kepada Gery, Gery lah yang membelikan nya.


'Kenapa kamu bohong Vee??', batin Brisa.


Plakk


Bara mengepalkan tangannya, ia yang sudah gelap mata menampar pipi Vee.


"Bara kamu!! Breng**sek!!', ucap Brisa marah.


Brisa mendorong tubuh Bara, dan menjauhkan dari Vee.


Tetapi Bara tidak tinggal diam, pria itu belum sadar kalau sudah menyakiti Vee.


"Murahan.!!! hanya karena cemburu, kamu lalu meminta kepada orang lain!", ucap Bara begitu kasarnya, yang membuat Brisa dan Vee menggeleng seketika.


"Tutup mulut kamu Bar!! kamu bilang Vee cemburu???"


"Dasar pengecut!!!"


"Kamu melemparkan kesalahan kamu kepada orang lain, padahal kamu sendiri yang salah dan mengingkari janji kamu. Tetapi dengan enteng nya kamu menuduh Vee."


"Gila!!! cinta telah membutakan mata kamu!!"


Brisa sangat kesal, apalagi ia melihat pipi Vee yang merah, walaupun Vee tidak menangis, tetapi ia tau....kalau gadis itu tentunya sedih dan sangat sakit hati.


Beruntung ponselnya Vee berbunyi, dan taxi yang ia pesan sudah sampai di depan rumah. Kesempatan untuk Vee menghindar dari Bara, dari pria yang sudah menyakiti hatinya.


"Sudah Ca, aku tidak apa apa. Aku pulang dulu. Taxi sudah di depan."


"Tetapi??", Vee menggeleng.


Gadis itu kemudian mendekati Bara dan menatap tajam mata pria di depannya."Terimakasih....dan aku akan mengingat nya."


"Mmmm.....satu lagi Bar, yang perlu kamu ketahui dan mungkin memang kamu harus tau, kalau aku itu murahan, seperti apa yang kamu katakan!!"


Setelah mengatakan itu, Vee melangkahkan kakinya untuk meninggalkan rumah Daddy Brylli, dan untuk kesekian kalinya, hati gadis itu di buat hancur oleh Bara.

__ADS_1


I hate U Bara.


__ADS_2