
"Sini sayank...."
Panggil Mommy Cheryy yang sudah seperti ibu kandung Vee sendiri.
Vee pun mendekat, dan duduk di samping Mommy Cheryy.
"Bagaimana sudah siapa semua kan Mom??", tanya Vee basa basi, tidak mungkin juga ia mengatakan kalau mau pergi ke Jerman kan memang sengaja di rahasiakan.
"Alhamdulillah, dan semua itu berkat kamu."
Vee tersenyum, memandang lekat lekat wajah Mommy Cheryy dan Daddy Brylli, mungkin ia tidak akan bertemu dengan mereka lagi dalam kurun waktu yang lama
Yah, empat tahun. Bukan waktu yang singkat untuk Vee bisa memendam rindu dengan orang orang yang dicintai nya. Namun, ada sebuah tekad yang kuat dan memang harus pergi.
Vee juga memandang wajah Bara dari kejauhan, yah .. walaupun dari kejauhan, tetapi ia bisa melihat wajah tampan Bara yang akan ia rindukan.
Begitu juga dengan Bara, ia dengan sengaja melihat kearah Vee, dan pandangan mata mereka saling bertemu, hingga Vee yang sadar langsung memalingkan wajahnya.
'Cukup Vee. Kamu tidak akan melupakan dia kalau masih terus memandang nya.'
Vee kembali ngobrol dengan kedua orangtuanya Bara, hingga Gery datang menghampiri nya.
Gery pun memberikan kode kepada Vee, karena memang waktu nya sudah cukup dan harus segera ke bandara.
"Mom, Dad...Vee pulang dulu ya??"
"Iya sayank , nanti sore ke sini lagi. Berangkat dari sini saja sama Mommy."
"Iya Mom."
__ADS_1
Vee salim kepada Mommy dan Daddy, kemudian memeluk nya satu persatu.
'Ada apa dengan anak ini?? biasanya tidak pernah pakai peluk, hanya salim saja, apalagi ini meluknya lama.'
Yah, Vee sengaja memeluk Mommy Cherry dan Daddy Brylli, tentunya sangat lama, tidak seperti biasa nya yang hanya salim saja.
"Vee pergi, Mom Dad."
Vee segera pamitan, dan bergegas keluar dari kediaman Daddy Brylli. Ia tidak mau kedua orang tua itu curiga, apalagi dengan terang terangan Vee menunjukkan sikap anehnya.
Sebelum bener bener keluar dari rumah itu, Vee kembali melihat wajah Bara untuk yang terakhir kalinya, dan kembali kedua pasang mata mereka saling bertemu, tetapi tidak ada obrolan diantara keduanya.
'Aku pergi Bar. Semoga kamu bahagia, dan maafkan aku yang tidak jujur dengan semua nya ini juga dengan perasaan ku.'
"Ayok sayank."
Gery menggandeng tangan Vee, dan menuntunnya untuk segera keluar dari rumah itu.
Dan akhirnya....mobil Gery sudah sampai di Bandara. Gery pun segera turun dan mengambil koper Vee.
"Ayok sayank, jangan sedih. Aku sudah tidak sedih lagi, meskipun harus pura pura bahagia di depan kamu."
"Aneh. Ada ada aja, pakai pura pura bahagia. Kamu lucu Ger."
"Bukan lucu, tetapi mencoba menghilangkan rasa sedih ku saja."
"Maaf sayank...", ucap Vee.
"Sayank?? aku seneng sekali , kamu manggil aku sayank...."
__ADS_1
"Kan kamu pacar aku."
"Iya sayank."
Mereka berdua masuk ke dalam Bandara, dan tepat sebentar lagi Vee harus masuk.
"Aku pergi. Kamu jaga diri dan makan nya jangan lupa."
"Kamu juga, hati hati.... ingat...di sini.", Gery menunjuk daada Vee. "Ada aku yang selalu menunggu kamu. Jangan kecewakan aku, dan ingat dengan ku."
"Iya, aku tau. Aku janji akan kembali, dan bertemu dengan kamu."
Gery meraih tubuh Vee dan memeluknya erat. Kemudian laki laki itu melepaskan pelukan nya dan meraih dagu Vee. Vee mengangguk, dan mengalungkan tangannya di leher Gery.
Tanpa menunggu lama, kedua bibir itu bertemu, saling mema_gut dan melu_mat, mereka bahkan tidak memperdulikan orang orang yang melintas.
Baik Vee maupun Gery, sama sama menikmati ciuman yang sedikit esktrim itu. Bahkan Vee juga membuka bibir nya, untuk memudahkan Gery menelusup masuk ke dalam sana, dan mengobrak abrik bagian dalam mulut Vee.
"Aku mencintaimu Vee."
Ucap Gery setelah melepaskan pagu_tan bibir diantara mereka.
"Aku juga mencintai kamu, Ger."
Kedua nya saling melepas senyum, hingga akhirnya panggilan pesawat Vee yang akan siap terbang.
"Aku pergi ya."
"Hati hati sayank."
__ADS_1
Gery melepas Vee dengan ikhlas, walaupun sebenernya berat yang ia rasakan, begitu juga dengan Vee yang juga merasa berat.
"Aku pergi untuk kembali, tunggulah aku Ger.".