Perjodohan Rahasia

Perjodohan Rahasia
Belajar Mencintai


__ADS_3

Setelah kepergian Gery, Brisa masuk kembali ke dalam gedung dan bergabung dengan teman dan saudara nya di dalam.


Gadis cantik itu juga menghampiri Velia dan Bara, uang saat ini sedang bersanding di pelaminan.


'Apa aku harus mengatakan kepada Velia tentang Gery??? atau tidak??'


Brisa bingung, antara ingin mengatakan tentang Gery, atau tidak, ia takut saja ..kalau Velia tiba tiba berlari mengejar Gery, dan meninggalkan acara resepsi nya.


'Tidak, sebaik nya tidak aku katakan saja...aku takut..dan aku yakin kalau Velia tau kebenaran tentang Gery, ia akan meninggalkan acara ini....'


Akhirnya, mau tidak mau... Brisa mengurungkan niatnya untuk memberi tahukan kepada Velia, kalau Gery datang dan saat ini mungkin sudah melakukan penerbangan ke Korea.


'Yah, seperti ini lebih baik. Bukan nya memang antara Velia dan Gery sudah berakhir?? dan seharusnya ke-dua sama-sama harus bisa melupakan kenangan indah???'


Brisa menarik nafas nya, langkah nya tidak salah...dan itu memang seharusnya seperti itu, dan lebih baik jika Velia tidak tau menau tentang Gery, dan belajar mencintai lagi Bara....


Egois memang, tetapi... kenyataan seperti itu. Kini Velia bukan lagi pacar Gery, tetapi...ia adalah istri dari Bara, dan sudah sepantasnya untuk melupakan sang mantan pacar, dan mencintai suaminya.


Berbeda dengan Brisa yang sudah menetralkan hati dan pikiran nya, karena baru kali ini ia menyimpan rahasia kepada Velia, biasanya....Brisa dan Velia selalu curah dan tidak pernah menutupi rahasia apapun juga. Kini, Velia.. yang sudah duduk kembali ke kursi pelaminan setelah tadi berdiri untuk menyalimi tamu.


Mata Velia melihat ke segala arah, tentu saja ia mencari di mana Gery berada, karena ia yakin....Gery datang pagi ini, tetapi...entah mengapa...sedari tadi masuk ke dalam gedung, ia sama sekali tidak menemukan Gery.


Velia tentu saja mencuri curi mata nya, untuk melihat ke segala arah, ia takut saja jika Bara melihat nya dan berpikiran yang tidak-tidak.


'Dimana kamu Ger?? aku tau kamu datang, tetapi...kenapa kamu tidak ada, bahkan kedua orang tua kamu juga sudah dari tadi aku lihat... lalu kamu di mana???'


Bukannya ingin menunjukkan kalau ia dan Bara sudah menikah, tetapi...ia hanya memastikan saja...kalau Gery akan datang...


Tetapi, lagi lagi...Velia berpikir keras, seandainya Gery datang ..apa yang akan dilakukan nya, dan apakah ia sanggup untuk melihat wajah Gery??? tentu saja jawaban adalah tidak, mana mungkin Velia akan sanggup untuk menatap wajah Gery, laki laki yang sudah ia kecewa kan.


"Sayank, mau makan?? kamu belum makan apa apa sedari tadi??"

__ADS_1


Ucapan Bara membuyarkan lamunannya, Velia yang kaget langsung saja menyesuaikan tingkah nya yang sedikit aneh, supaya Bara tidak curiga.


"Boleh.... tapi dikit saja ya??"


Bara mengangguk, mendengar ucapan Velia dan melihat senyuman manis Velia, membuat hati Bara adem dan merasa bahagia....


Tangan Bata terulur untuk mengusap lembut wajah Velia, "Sebentar ya sayank, Mas ambilkan makan dulu..."


"Iya... inget dikit saja..."


"Iya iya sayank...."


Bara turun mengambil makanan untuk Velia, ia dengan senang hati mengambilkan makanan....


Beberapa menit kemudian, Bara sudah datang... tetapi Velia menggeleng karena Bara membawa satu piring dengan makanan yang banyak di atasnya.


"Siapa yang mau makan?? bukan nya aku sudah bilang kalau dikit saja ..."


"Mas ingat sayank, dan ini untuk kita berdua, Mas juga lapar...."


"Makan yank, Mas suapin...."


Bara sengaja hanya mengambil satu sendok saja, supaya bisa menyuapi Velia, dan itu sukses membuat Velia membuka mulutnya...


"Kamu juga makan. .aku suapin ya??"


Betapa senang nya Bara, hatinya bahkan saat ini sedang dikelilingi oleh kupu kupu yang bertebaran.


"Dengan senang hati sayank...."


Bara membuka mulutnya lebar lebar, memang keputusan nya untuk merebut Velia dan menikahinya adalah tepat...bahkan ia bisa merasakan sayangnya Velia kepada nya., yah meskipun Bara tau...belum ada cinta Velia untuk nya.

__ADS_1


Interaksi Velia dengan Bara dilihat langsung oleh Papah Cesa, Bunda Rania, Daddy Brylli dan juga Mommy Cheryy... mereka bahkan meminta para tamu undangan untuk tidak naik ke atas pelaminan dulu, sebelum acara suap suapan selesai.


Yah, meskipun mereka menikah dengan adanya sebuah kejadian, tetapi.... mereka para. orang tua yakin...kalau Bara dan Velia akan bahagia selama nya.


'Papah yakin, kamu akan bahagia sayank, karena Bara sangat mencintai kamu...'


Melihat putri tunggal nya tersenyum diatas pelaminan, Papah Cesa jadi ikut bahagia...ia bisa merasakan dampak positif nya pagi ini, tentu saja setelah Bara dan Velia menikah, dan terlihat lagi...kalau Velia sudah bisa menerima pernikahan nya....


Beberapa jam kemudian, sudah menunjukkan pukul enam malam, dan tentu saja tidak ada tamu undangan yang datang lagi, karena memang sengaja. acaranya hanya sampai jam lima sore, karena sudah dari tadi pagi menyambut tamu yang datang.


"Papah pulang dulu ya Vee, besok Papah tunggu dirumah...", ucap Papah Cesa


Beliau tau kalau malam ini kedua lengan baru akan menginap di hotel milik Bara...dan tentu saja Papah tidak masalah.


"Titip Velia Bar, Papah serahkan tanggung jawab ini sama kamu...."


"Iya Pah, pasti... mulai hari ini ..Velia adalah tanggung jawab Bara, dan Bara janji akan membahagiakan Velia dan tidak akan pernah menyakiti nya...."


Papah Cesa menepuk pundak Bara, "Papah percaya sama kamu...."


Bukan hanya Papah Cesa yang pamit, tetapi Daddy dan Mommy, Brisa dan juga Bunda Rania. Bahkan Bunda Rania akan langsung ke Jerman, karena besok pagi Ayah Arga ada urusan yang sangat penting, dan tidak bisa ditinggalkan, dan itu tidak masalah untuk Velia.. apalagi Velia yang sudah terbiasa tanpa Bunda Rania sejak berumur dua tahun....


"Ayok yank....ke hotel..."


Setelah semua nya pergi, Bara mengajak istri nya untuk meninggalkan gedung resepsi dan langsung membawa Velia ke hotel nya.


"Hotel???"


"Iya sayank, kamu butuh istirahat kan?? lagipula ini malam pertama kita "


"Malam pertama apaan??"

__ADS_1


"Malam pertama kita sebagai suami istri, dan aku minta...kamu bisa melayani aku dengan setulus hatimu...."


Velia hanya mengangguk, dan ia memang harus melayani Bara yang kini sudah resmi sebagai suaminya. Dan Velia akan melakukan yang terbaik demi keutuhan rumah tangga nya, karena Velia hanya ingin menikah sekali seumur hidup...dan tentunya ia akan belajar mencintai Bara.


__ADS_2