
Gery keluar dari rumah Papah Cesa, tanpa bertanya lagi lebih detail....ia pun paham dengan apa yang ada di dalam pikiran nya.
Gery....laki laki tampan dan juga mapan, harus menelan pil pahit mendapati kenyataan kalau calon istri nya sudah diperkosa oleh teman nya sendiri, dan itu dilakukan dengan sengaja...
Haruskah Gery bersedih untuk saat ini???
Entahlah, otak buntu dan tidak dapat bekerja lagi, bahkan ia tidak minta untuk pulang malam ini....tidak tau....mau kemana dan ngapain....tentu saja tidak ingin pulang, karena ia yakin kalau Papah Cesa dan Daddy Brylli sudah mengatakan dengan Orang tuanya.
Berpuluh puluh kali panggilan tidak terjawab dari ponselny, ia hanya melihat sebentar....dan dari kuliah. itu, tidak ada nama Velia sama sekali, hanya kedua orang tuanya yang bergantian menelponnya
"Kamu bahkan tidak menghubungi ku Vee, apa kita memang harus berpisah?? apa aku harus mengalah demi sesuatu yang mungkin saat ini sudah ada di perut kamu?? jika itu iya, apa aku sanggup sayank???"
Gery berdiam diri, saat ini ia sudah berada di lantai di mana tadi pagi menjadi saksi betapa hancur nya hatinya ketika menerima berita itu dari Vee.
Malam ini, ia akan menghabiskan waktu di pantai di temani dengan semilirnya angin yang menyejukkan , tetapi.... tidak membuat hati Gery sejuk.
Seperti bintang, malam ini pun tidak menyinari bumi... apakah juga bintang malam itu mengerti tentang kegelisahan hati nya.
"Veelia.......aku tidak sanggup jika harus berpisah dengan mu!!!!", teriak Gery lantang...dengan tangannya yang mengambil batu batu kecil dan melemparnya ke pantai....
"Aku tidak bisa hidup tanpa mu Vee, tolong mengertilah sayank.....aku akan menikahi mu dengan apapun keadaan kamu sayank....!", teriak Gery lagi.
Ia tidak bisa melepaskan Velia, cintanya begitu tulus untuk gadis itu, dari awal masih berpakaian putih abu abu hingga saat ini.
"Ya Tuhan...mengapa engkau memberikan cobaan padaku seberat ini!! aku begitu mencintai nya Tiba, dan aku ingin menikahi nya....mengapa engkau hanya membuat aku bisa menjaganya tanpa bisa memiliki nya....."
Gary patah semangat, ia seakan akan yakin kalau Vee akan menikah dengan Bara, mengingat Papah Cesa yang baru saja di temui juga tidak bisa melakukan banyak cara untuk membatalkan pernikahan itu.
"Apakah aku memang harus berpisah dengan dia, Tuhan!!!"
Tangis Gery semakin pecah, tatkala mengingat perlakuan manis Vee, mengingat betapa kedua nya sama sama saling mencintai dan ingin hidup bersama, bahkan...semua persiapan pernikahan sudah ada di didepan mata.
Tetapi.... haruskah ini semua berakhir ??
...****...
__ADS_1
"Makasih....."
Ucap Vee setelah Bara memberikan makan malam untuk nya, dan menyuapi nya.
Yah, malam ini... seperti janji Bara...ia akan datang untuk menemani Velia karena hanya ia lah yang mengetahui kondisi Vee saat ini.
"Makan yank, biar aku suapin ya??"
Velia menggeleng, "Aku bisa makan sendiri Bar, lagi pula aku sudah baik baik saja, sini..."
Vee mengambil makanan yang ada di tangan Bara, dan Bara dengan senang hati memberikan nya, ia sekarang tidak mau bersikeras lagi, toh juga akhirnya....Vee sudah mau menikah dengan nya.
"Ya sudah, aku di sofa ya?? kalau butuh apa apa, panggil aku yank....."
"Iya....."
Bara tersenyum, ia juga mengusap lembut rambut Vee dan mendaratkan ciuman manis di kening Vee.
"Aku mencintaimu sayank....makan yang banyak...."
Tidak ingin memikirkan yang sudah sudah atau meratapi nasibnya....Vee makan dengan lahap nya dan menghabiskan makanan yang dibawa oleh Bara, bukan karena Bara yang bawa atau rasa makanan yang enak, tetapi karena ia harus cepat sembuh untuk bisa bangkit dari keterpurukan dan menghilang sebentar untuk memantapkan hatinya.
Yah, setelah ia pikir pikir...nanti pas sudah keluar dari Rumah Sakit. Vee akan menghilang ke suatu tempat yang tidak dapat di jangkau oleh orang lain, termasuk Gery sekalipun.
Ia bahkan sudah menyiapkan semua nya dan tentu saja tanpa sepengetahuan orang lain.
"Bar......", panggil Vee yang sudah selesai makannya.
"Iya Sayank ...."
Bara yang memang sedari tadi memperhatikan Vee, ia pun menoleh dan segera menghampiri Velia.
"Duduk Bar, aku mau ngomong sesuatu...."
"Iya Sayank, sebentar...aku ambil kursi dulu."
__ADS_1
Bara mengambil kursi yang memang tadi agak di pinggirkan oleh Veelia, dan kini ...ia sudah duduk menghadap wanita cantik yang sebentar lagi akan menjadi istri nya itu.
"Aku mau bicara serius sama kamu Bar....."
Vee nampak serius memandangi Bara, ia pun sudah memikirkan semuanya ini matang matang.
"Bicara saja yank, aku akan mendengar kan nya...."
Vee menarik nafasnya panjang, ia pun mengungkapkan apa yang ada di pikiran nya, karena lebih cepat ia bicara makan lebih baik.
"Aku mau menikah dengan kamu..."
Vee menjeda ucapannya sejenak, ia membuang mukanya saat kedua pasang mata itu bertemu, mata Vee dan juga mata Bara.
"Alhamdulillah...aku senang mendengar nya yank....aku tau...kamu pasti akan melakukan ini, setidak nya ...semua untuk hubungan kita, anak kita nantinya...."
Bara menggenggam tangan Velia, ia begitu senang mendengar berita yang di ucapkan oleh Velia, tentang pernikahan nya.
"Jangan senang dulu Bar, aku memang mau menikah dengan mu, tetapi...bukan lima hari lagi....tolong....kasih waktu aku Bar....jangan hari itu...."
Velia mengeluarkan air mata nya, ia kali ini benar benar meminta untuk Bara tidak mempercepat pernikahan nya, entahlah...bukan sengaja mengundur... tetapi...rasanya ini terlalu cepat untuk ia bisa ikhlas menerima pernikahan dengan Bara.
"Tapi kenapa??? apa kamu berniat untuk kabur dari ku??"
Bara menatap wajah Vee, ia juga menghapus air mata Vee yang sudah membasahi pipi nya.
"Bukan Bar, aku tidak berniat untuk kabur.... tetapi....tolong berikan waktu aku untuk sendiri sebelum aku benar-benar menjadi istri mu, kamu paham kan kalau semua ini terlalu mendadak untuk ku...."
Bara terdiam, ia juga membenarkan apa yang diucapkan oleh Vee, memang menikahi Vee dalam waktu dekat itu sangat mendadak untuk nya, dan mungkin inilah yang di pikirkan Vee selama ini.
"Lalu, apa maksud kamu?? dan sampai kapan yank??"
"Entahlah..mungkin sampai aku siap, tetapi bukan lima hari lagi, aku sungguh belum siap...."
Jawab Vee yang entah sampai kapan pun ia sendiri tidak tau, yang jelas ia tidak ingin menikah dengan Bara secepat ini...
__ADS_1
Bara menggeleng, menunggu lima hari lagi rasanya ia tidak sabar, apalagi sampai tidak tau kapan pastinya, tidak.....untuk kali ini dan masalah ini....Bara akan egois...tidak akan memberikan waktu lama untuk Vee berpikir.