
"Kamu enggak apa apa?"
Tanya Vee ketika mereka sudah berada di dalam mobil bersama Gery. Bukan pertanyaan yang tidak biasa, karena setiap kalau Vee bertemu dengan Gery dan juga Bara , kata kata itu yang akan di ucapkan oleh nya.
Sedikit bosen, tetapi memang Vee takut jika tunangan nya tidak baik baik saja, walaupun tanpa bertanya ia pun tau kalau memang Gery tidak baik baik saja.
Gery yang sudah melajukan mobilnya pelan pelan dan kaluar dari cafe, melirik sekilas ke arah Velia, ia tersenyum setelah itu kembali pandangan nya lurus ke depan.
"Pertanyaan itu lebih cocok untuk kamu yank??? kamu tidak apa apa??"
Bukannya menjawab, Gery malahan membalikkan pertanyaan yang semestinya memang untuk dirinya.
Yah, Gery tidak bodoh. Meskipun tanpa Vee cerita ataupun mendengar berita dari pihak lain, ia sendiri sudah paham apalagi melihat sendiri bibir Bara yang bengkak dan sobek, sudah bisa dipastikan kalau tadi sempat terjadi sesuatu yang tidak tidak.
Entahlah...rasanya Gery ingin marah, kecewa dan menghajar laki laki yang sampai saat ini mengejar tunangan nya, tetapi....sejauh ini ia masih bisa mengontrol emosi nya, entah itu sampai kapan.
Terlebih sekarang posisi Velia yang serba bingung, ia harus berhadapan dengan Bara yang hampir bisa dipastikan akan bertemu setiap hari, walaupun kadang kadang ada modus juga.
Tetapi Gery paham, yang namanya bekerja sama itu memang seperti itu, dan salah Gery sendiri yang meminta Vee untuk membantu Papah Cesa mengurus perusahaan nya, sebelum diirinya dan Vee menikah nantinya.
Dan... sekarang, seakan akan Vee terjebak dengan ucapan nya sendiri.
Menyesal?? iya....kalau ia tau Perusahaan Bata bakalan bekerjasama dengan Perusahaan Papah Cesa, tidak mungkin Gery meminta Vee untuk ikut andil sedikit di perusahaan Papah nya.
"Aku?? aku kenapa??"
Tanya Vee Lagi. Ia memang benar benar tidak tau apa yang dimaksud oleh Gery. Padahal Vee sendiri tidak apa apa, dan ia tidak menyadari kalau Gery mengetahui kejadian tadi siang yang mungkin sudah ia lupakan.
Mendengar pertanyaan Vee, Gery seketika meminggirkan mobil nya.
"Ada apa??"
Tanya Vee lagi, tetapi tidak ada jawaban dari Gery. Gery malahan membuka sabuk pengaman dan mendekatkan wajah nya ke wajah Vee..
Cup .
Dengan gerakan cepat, Gery mencium bibir Vee, dan melu_mat nya. Laki laki itu menekan tengkuk Vee untuk memperdalam ciuman nya, dan tentu saja... dengan sentuhan lembut dari Gery...Vee ikut membalas nya dengan cepat.
1 menit
5 menit
__ADS_1
Hinga 10 menit... ciuman yang tadinya lembut berganti dengan penuh h@srat,. Gery yang menyadari akan terjadi bahaya dalam diri nya, segera menghentikan ciuman panas nya.
"Bekas Bara sudah aku hapus sayank."
Ucap Gery dengan sorot mata yang tajam, dan jangan lupakan dengan wajahnya yang terlihat kecewa.
Siapa yang tidak kecewa, ketika tunangan nya di cium paksa oleh laki laki lain. Yah.... Gery yakin kalau Vee tidak meladeni ciuman itu, karena bekas gigitan Vee masih terlihat dengan sangat jelas.
Deg
Vee kaget, ia benar benar kaget kenapa Gery sampai tau kejadian tadi, apa ada mata mata?? apa ada seseorang yang melaporkan kejadian itu kepada Gery??? tetapi... rasanya tidak mungkin, karena ia tadi hanya berdua dengan Bara saja, tidak ada orang lain.
Atau malah jangan jangan Bara yang memberi tahukan nya kepada Gery??? gila kalau iya.
"Aku...."...
Vee menunduk, ia tidak tau lagi harus berkata apa, meskipun ia tidak membalas ciuman dari Bara, tetapi....Bara memang sudah mencium nya.
"Shuutttt!!"
Gary menempelkan jari telunjuk nya di bibir Vee dan meminta gadis itu untuk berhenti bersuara.
"Aku tau kamu tidak membalas ciuman Bara, bahkan kamu menggigit bibirnya. Benar kan??"
Melihat Vee menundukkan kepala nya, Gery segera memeluk tubuh Vee, ia mendekap sangat erat, seakan akan tidak ingin terpisah dan juga tau apa yang dirasakan oleh Velia.
"Maafkan aku yank...."
Gery melepaskan pelukannya, ia melihat mata Velia yang sudah basah. Gadis itu menangis dan membasahi pipi putih nya.
"Tanpa kamu minta, aku sudah memaafkan kamu, anggap saja ini sebuah kecelakaan...kamu juga tidak membalasnya kan??", Vee mengangguk lagi.
Walaupun dulu ia pernah membalas ciuman Bara, tetapi...saat ini... tidak...ia bahkan sudah menganggap Bara seperti saudaranya sendiri.
Yah, seakan dunia terbalik. Dulu ia yang mencintai Bara tetapi sekarang, Bara yang mencintai dan mengejar nya.
Apa itu karma??? entahlah.
"Jangan nangis. Aku enggak mau kamu mengeluarkan air mata lagi. Jelek tau!!"
Tangan Gery terulur untuk menghapus air mata Vee, ia tidak ingin gadis yang dicintai nya menangis dan bersedih.
__ADS_1
"Biarin!!! aku bekal gini kamu juga cinta."
"Bukan cinta, tetapi aku cinta banget yank....dua bulan lagi aku lulus, tadi bab satu sudah lolos revisi. Nikah ya??"
Vee mengangguk, walaupun begitu cepat tidak seperti yang diharapkan nya satu tahun lagi, tetapi mungkin ini lebih baik, supaya Bara tidak mengganggu nya.
"Aku mau yank...."
Cup
Gery mencium kening Vee dengan sayangnya, perasaan senang nya saat ini tidak bisa diungkapkan oleh kata kata.
Perjuangan nya selama ini akhirnya tidak sia sia dan semoga lancar sampai hari H nantinya, Amin.
"Makasih yank.....aku senang banget. Untuk masalah yang menyangkut pernikahan kita, kamu tidak usah khawatir....semua nya aku yang urus....kamu duduk manis saja, dan persiapkan dirimu untuk menjadi Nyonya Geryndra seutuhnya."
Ucap Gery dengan mengedipkan sebelah matanya setelah itu melihat Vee dari atas sampai bawah.
"Mesuuummmm!!!"
Vee langsung saja mendorong pelan tubuh Gery, ia tau apa yang dipikirkan oleh lain lain itu.
"Bukan mesuuummmm, tetapi mencoba mendalami peran, biar besok enggak canggung.", jawab Gery menyela, ia tidak mau dikatakan laki-laki mesuumm padahal pikiran nya memang kesana.
"Hmmm sukanya ngeles.... nyatanya benar kan?? eh yank, kamu tau dari mana??"
"Enggak dari mana mana, aku lihat sendiri bibir Bara bengkak, dan juga sobek. Aku tau itu bukan karena kejedot, tetapi karena gigitan, bahkan kalau diperhatikan lagi, nampak ada bekas gigitan."
"Segitu jeli nya kamu yank...."
"Bukan jeli, tetapi tidak sengaja melihat saja."
Vee mengambil tangan Gery, ia kemudian menatap laki laki di depannya, sungguh diirinya adalah wanita yang paling beruntung karena mendapatkan laki-laki seperti Gery.
Bodoh bila ia menyia-nyiakan laki laki sebaik dan juga setampan Gery.
"Makasih banget ...kamu selalu ngertii aku."
"Sama sama, tidak perlu berterimakasih...aku tulus mencintai mu sayank, dan aku tidak akan pernah meninggalkan mu, kita akan hidup bersama selamanya."
Tak ada kata kata lagi yang ingin Gery sampaikan, karena semua rasa cintanya sudah mentok untuk Vee seorang.
__ADS_1
Ia yang sudah memendam rasa cinta saat memakai seragam putih abu-abu, dan kini terbalaskan juga cinta Gery. Dan tentu nya, Gery akan menjaga Vee selamanya.