
Siang ini, setelah Bara pergi dari rumah nya, dan Vee sudah bersiap siap untuk pergi ke suatu tempat yang rahasia....ia juga akan ke kantor Papah Cesa terlebh dahulu.
Vee tidak ingin, kepergian nya yang mendadak dan rahasia itu membuat Papah Cesa jadi kepikiran dan nantinya jatuh sakit.
Biarlah, hanya Papah Cesa dan Brisa yang tau di mana ia menghilang selama satu Minggu ke depan.
Tanpa menimbulkan rasa curiga dengan orang orang rumah, Vee hanya membawa tas kuliah nya saja, yang isinya hanya dompet , ponsel dan juga peralatan make up.
Untuk pakaian dan peralatan mandi, nanti ia bisa berbelanja di sana saja. Yah, meskipun daerahnya agak terpencil, tetapi...Vee sudah mensurvei....kalau di sana ada pusat perbelanjaan yang begitu ramai dan juga komplit.
"Non mau kemana??"
Pertanyaan bibik membuat Vee menghentikan langkah kakinya, ia pikir tidak ada orang tau ketika menuruni tangga, dan untung saja.....ia tidak membawa tas besar jadi, tidak membuat si bibik asisten rumah tangga itu curiga.
"Mau ke kantor Papah, Bik.... kangen....."
Jawab Vee jujur, ia memang ingin menemui Papah Cesa dulu sebelum menyepi....dan rasanya, pertanyaan bibik itu aneh, tidak biasa biasanya dia bertanya tentang kepergian Velia.
Melihat tatapan mata Velia, bibik itu langsung menunduk, ia tau kesalahannya karena menanyakan kemana majikan nya pergi.
"Maaf non....maaf atas kelancangan bibik....bibik di minta den Bara untuk melaporkan setiap non Vee mau pergi, dan di minta untuk menanyakan...", ujar bibik itu dengan ketakutan.
Masih dengan menunduk, takut kalau Velia akan marah dengan aksinya, yang tiba tiba bertanya mau kemana, padahal dulunya tidak.
'Hmm sudah kuduga...untung saja aku hanya bawa tas kecil, jadi...bibik tidak mungkin curiga...dasar Bara ....berengssekkk kamu!!', umpat Vee kesal di dalam hatinya, tidak menyangka Bara akan se posessif ini.
Lagi lagi, cara nya yang salah ...padahal niatnya baik, dan Vee paham. Tetapi....tidak semua bisa dikekang oleh Bara.
"Tidak apa bik, bibik tidak salah....aku paham....aku pergi ya bik....."
__ADS_1
"Iya non, sekali lagi maaf...."
Velia mengangguk dan tersenyum, tanpa meminta maaf ...ia sudah memaafkan bibik itu, lagipula bibik hanya di suruh oleh Bara, dan ia pun bisa memakluminya.
Vee meninggalkan rumah, ia melihat di sekeliling rumah dengan tatapan mata yang sendu...mungkin satu Minggu ini ia akan merindukan rumah yang sudah beberapa tahun ia huni, bahkan jika Bara tidak mau tinggal di rumah ini, artinya...ia pun harus rela meninggalkan rumah ini dan ikut dengan Bara.
"Hufff......"
Vee menghela nafas kasar, mengambil oksigen dan mengeluarkan nya lagi. Rasanya otaknya sudah penuh dengan kejadian kejadian yang mengejutkan beberapa hari ini, mau marah?? mau menolak?? tentu saja ia tidak bisa...semua sudah terjadi....
Dengan berat hati, Bara melangkahkan kaki nya untuk masuk ke dalam mobil. Yah, meskipun kemampuan menyetir nya di bawah rata rata, tapi ia bisa pastikan kalau akan aman sampai ke tempat tujuan...
Velia melajukan mobilnya, untuk segera ke luar dari gerbang utama kediaman Aditya ini, tetapi...lagi lagi...ia dibuat kesal dengan satpam yang ada di depan.
"Siang non Vee, mau ke mana siang siang yang panas gini???", tanya satpam itu dengan sedikit basa basi.
Vee tersenyum, padahal di dalam hatinya sudah jengkel setengah mati. Lagi dan lagi....pasti ini ulah Bara yang menyogok satpam dan bibik untuk memberikan informasi tentang dirinya.
"Tidak usah non, nanti saya di marahin Tuan... silahkan non Vee......"
"Makasih......"
Pak Satpam itu membuka gerbang, dan otomatis Vee langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, dengan lagi lagi ia menggelengkan kepalanya....bingung dan jengkel dengan tingkah Bara yang benar benar di luar kepala.
Beberapa menit kemudian, mobil Vee sudah sampai di Perusahaan Aditya. Ia pun memarkirkan mobilnya di parkiran biasa, supaya lebih mudah keluar nantinya.
Vee melebarkan senyumnya, manakala ia sudah masuk ke lobi kantor Papah nya dan di sambut dengan ramah dan sopan.
"Siang non Vee, baru kelihatan???"
__ADS_1
"Siang pak ...iya, baru sempat.....", jawab Vee seadanya. Tidak mungkin juga ia mengatakan yang sejujurnya kepada orang lain, gila apa!!!
"Wah sama dengan Tuan Gery, bapak juga baru lihat Tuan Gery kemarin sore ke sini, katanya juga sibuk....", ucap Pak Satpam itu yang membuat Vee mengeryitkan alisnya ...antara senang dan juga sudih mendengar nama Gery.
"Oh...iya Pak, Papah ada kan??"
Tanya Vee untuk menghalau pertanyaan yang lebih absurt lagi dari pak satpam dan tentu saja kalau tentang Gery, ia tidak mampu menjawab.
"Ada non, silahkan langsung saja....."
"Iya, permisi...."
Velia kembali melebarkan senyum kepalsuan nya, meskipun hatinya sakit, hancur remuk redam, tetapi. setidak nya dan sebisanya...di depan orang lain ia harus tetap tersenyum, meskipun itu penuh dengan kepalsuan.
Sembari melangkahkan kakinya, Vee mengingat ingat tentang ucapan Pak Satpam, kalau Gery kemarin sore datang ke sini, Vee jadi berpikir...untuk apa laki laki datang ke sini???
"Meeting....."
Vee menggeleng, "bukan nya Papah baru pulang semalam dan tidak mungkin juga meeting dengan perusahaan nya Gery itu sore atau malam, kalau tidak bisa hari ini yang diganti besok.... tapi....."
Ah.....Vee semakin dibuat pusing, memikirkan nasib nya saja sudah membuat ia tidak bisa makan enak, tidur pun tidak nyenyak.
"Apa mungkin Gery datang kesini untuk meminta Papah supaya membayarkan pernikahan aku dengan Bara??? yah seperti nya memang begitu....."
"Ya Tuhan....kenapa kamu tidak menyerah saja Ger, aku bukan lah wanita baik untuk kamu saat ini, aku sudah hina.... bahkan Bara sudah berkali kali memakai tubuh ku.....",
Mengingat perlakuan Bara, Vee kembali mengeluarkan air mata, tetapi...ia buru buru menghapus nya setelah kotak besi yang di naiki nya itu berhenti, dan tentu saja ia tidak ingin membuat Papah nya bersedih....
Pintu lift terbuka, Vee yang sudah menghapus airmata nya, segera keluar untuk menuju ke ruangan Papah Cesa, ia tau kalau Papah nya ada di dalam....dan ia juga tidak mau mengulur waktu lagi ... karena perjalanan ke kota sebelah membutuhkan waktu yang lumayan lama.
__ADS_1
Dan untung saja, Vee melihat sekertaris dan asisten Papah ada di depan ruangan Papah nya, jadi....sudah di pastikan kalau Papah Cesa saat ini sendiri an di dalam.
Setelah berucap salam dan sekedar basa basi sebentar dengan asisten dan sekretaris nya Papah, Vee pamit untuk masuk ke ruangan Papah Cesa..