Perjodohan Rahasia

Perjodohan Rahasia
Kasihan


__ADS_3

[Yank di mana?? aku jemput ya?]


Velia menghela nafas nya, ketika membaca pesan dari Gery. Ia lupa untuk memberitahukan kepada Gery kalau sudah berada di Rumah Sakit.


"Astaga!! kenapa sampai lupa begini??? ini sudah hampir satu jam aku disini, bagaimana kalau dia marah....."


Vee belum membalas pesan dari Gery, gadis itu hanya memandangi ponsel nya dan memutar mutar ponselnya. Bingung juga harus membalas atau pun tidak.


Takut kalau Gery salah paham dan tidak percaya dengan diirinya. Dan ini memang salah Vee, karena lupa tidak mengabari Gery kalau berada di Rumah Sakit.


Kring..... kring....


Tidak membalas, bukan berarti Gery diam saja. Buktinya laki laki itu malahan menelpon tunangan nya.


Dan kini, Vee yang dibuat kelabakan, karena ternyata bukan hanya telpon saja, tetapi melakukan panggilan video call.


Tidak ingin Gery menunggu lama, dengan perasaan yang was was , akhirnya Vee mengangkat panggilan video call dari Gery.


"Hallo ....."


Setelah Vee menjawab panggilan itu , Gery malahan diam saja, seperti nya ia sudah tau kalau Vee ada si Rumah Sakti di ruangan Bara.


"Maaf yank, aku lupa memberitahukan sama kamu kalau aku di Rumah Sakit."


Tidak ingin bohong , yang nyatanya memang tidak bisa bohong lagi. Vee akhir nya membuka suara sebelum Gery bertanya.


"Oh...kapan pulang??"


Pertanyaan yang wajar. Bukannya meminta Vee untuk cepat-cepat pulang ke rumah, tetapi itulah yang Gery rasakan saat ini. Laki laki itu gelisah dan tidak tenang saat tunangan nya bersama dengan Bara.


Saat sehat saja ia sudah khawatir, apalagi dengan kondisi Bara yang saat ini. Pastinya laki laki itu memanfaatkan kesempatan dengan sakit nya.


"Setelah makan siang ya, tadi Kak Bagas sudah membelikan aku makan siang, tidak enak kalau tiba tiba dia datang tapi aku nya sudah pulang."


Jawaban Vee masuk akal, di samping memang tidak enak karena Bagas saat ini belum kembali karena membelikan makan siang.


Tetapi di samping itu juga, Vee tidak nyaman dan banyak kerjaan yang harus di selesaikan nya.


"Oh...nanti aku jemput ya, kabari saja!!"


"Iya yank, maaf ya??"


"Tidak apa apa yank......"


Dengan senyuman manis nya, Gery menutup sambungan video call dengan Vee, dan tentu saja Vee tidak enek sebenarnya.


Tapi, setidak nya Vee sudah menjelaskan kepada Gery...kalau memang diirinya tidak ada hubungan apa apa dengan Bara, hanya sebatas teman dan rasa kasihan saja.


Sementara Bara, ia cemburu mendengar kemesraan Vee dengan Gery. Kalau saja semua baik baik saja, pastinya ini adalah kesempatan untuk nya melakukan rencana, tapi sayank....

__ADS_1


"Arghhhh......"


Kesal Bara, ia sudah tidak tahan dengan hubungan Vee dan Gery. Ingin sekali memiliki Vee seutuhnya dan menjadikan Velia istrinya.


Yah, Bara karena nafsu...tetapi Bara memang sangat mencintai Velia. Namun, cara yang dipakainya adalah salah. Ia tidak seperti Vee yang menerima kenyataan kalau Bara bukan milik nya, yah ... dulu...dan lebih memilih pergi timbang menjadi penghancur hubungan orang lain, tapi kini....Bara sendiri malahan berbuat sebaliknya.


"Vee , bisa minta tolong!!"


Ini bukan akting, dan Bara memang membutuhkan bantuan dari Velia.


Vee mendekat, ia melihat Bara yang sedang kesusahan mengambil minum.


"Mau minum??"


"Iya...aku haus."


"Bisa duduk??"


"Susah Vee...."


Merasa kasihan, Vee akhirnya membantu Bara untuk duduk dan bersandar.


"Makasih Vee....."


"Sama sama."


Mereka saling pandang, dengan keempat mata yang saling bertemu. Yah, mata indah Vee membuat Bara terhipnotis untuk semakin dekat dengan wajah cantik Velia.


Cup


Dengan memberanikan diri, Bara mencium sekilas bibir Velia, yah....hanya sekilas saja....karena tangan Bara belum bisa untuk berbuat lebih dari sekadar ciuman singkat.


"Gila!!"


Vee menghapus bibirnya yang bekas di cium oleh Bara, ia lalu mengambil gelas dan memberikan nya kepada Bara.


"Nih, minum!!"


Tanpa membantu, Vee memberikan begitu saja gelas itu. Bara dengan tersenyum manis menerima gelas yang diberikan oleh Vee, meskipun ia harus menahan tangan nya agar tidak sakit, tapi ya tetap saja sakit.


"Bisa di bantu??? aku enggak bisa minum sendiri. Kamu lihat kan, tangan kanan ku patah, dan tangan kiri ku dan infus nya, bagaimana aku bisa minum??"


"Hmm manja, makanya jangan sok sokan jadi pembalap, nerobos lampu merah dan akhir nya sekaraaaat deh.", ucap Vee kesal.


"Maaf....pikiranku kemarin lagi kacau, aku juga tidak menyangka akhirnya bisa seperti ini, untung saja aku masih hidup dan tidak ilang ingatan, kalau aku mati??? bisa gentayangan dan ganggu kamu."


"Stress memang kamu Bar!!"...


Dengan kesal akhirnya Vee membantu Bara untuk minum, tentu saja laki laki itu lagi lagi tersenyum penuh semangat.

__ADS_1


"Makasih ya,..."


"Sama sama."


"Vee....."


Tangan Vee dipegang oleh Bara, yang membuat Vee menoleh dan menghentikan langkah kakinya.


"Aku mencintaimu....jangan pulang dulu ya??? temanin aku makan."


"Kalau untuk makan, aku akan temani, tetapi kalau soal cinta...aku enggak bisa....kamu tau sendiri kan....ah sudahlah...."


Tidak ingin terlalu dekat dengan Bara, Vee akhirnya memilih untuk kembali ke sofa, tentu saja ia menunggu Bagas yang tidak kunjung datang.


Padahal, ia sudah tidak nyaman berada di sini, bukan karena tempat nya, tetapi...karena Bara sendiri yang membuat nya.


Ceklek


"Sorry lama...antrinya panjang."


Bagas baru datang, dan tentu saja melihat pemandangan aneh antara Bara dan Velia, seperti nya ia sia sia saja meninggalkan mereka berdua.


Bukan semakin dekat, tetapi malahan ada sesuatu yang membuat nya menjauh.


"Makan dulu Vee....ini buat kamu."


"Makasih.... kebetulan aku lapar Kak....."


Vee mengambil satu kotak nasi yang sudah lengkap dengan sayuran dan lauk pauk nya, dan juga jus mangga kesukaannya.


Darimana Bagas tau minuman kesukaan Vee?? tentu saja dari Bara.


"Aku makan ya Kak, lapar banget."


Vee makan dengan lahap nya, ia bahkan lupa dengan Bara yang masih terbaring di tempat tidur dengan tangan kanan yang tidak bisa digerakkan.


Bara melihat Vee makan, ia tersenyum .... padahal tadi diirinya juga lapar, tetapi....ia sudah kenyang dengan melihat Velia makan dengan lahapnya, sampai sampai makanan yang ada di tangan Velia habis.


"Gas .. aku juga lapar."


Baru setelah Vee menyelesaikan makanan nya, Bara baru membuka suaranya.


"Astaga..... maaf bro, gue lupa kalau Lo juga belum makan."


Bagas meninggalkan makanan nya yang masih tersisa separo, kemudian...ia menghampiri Bara yang sudah sejak tadi melihat nya.


Vee yang sudah selesai, jadi tidak tega melihat Bagas menyuapi Bara, padahal makanan Bagas sendiri belum habis.


"Biar aku saja Kak, kakak lanjutin makan nya."

__ADS_1


Vee meninggalkan sofa, dan menghampiri Bara. Tentu saja kalau tidak kasihan , Vee tidak akan melakukan itu.


__ADS_2