
Bara dengan pelan pelan masuk ke kantin, dan kebetulan memang kantin itu ada sekat tersendiri, jadi Bara duduk di samping pasangan kekasih itu tetapi beruntung nya, tidak diketahui oleh kedua orang itu, karena wajah dan tubuh Bara tertutup oleh sekat pemisah antar meja.
Bara tersenyum, ia akan memikirkan rencana selanjutnya setelah pulang dari sini, dan ia akan mendengarkan apa yang di ucapkan oleh Gery.
Kembali ke Gery dan Velia.
"Aku minta maaf yank....."
Shuttt.....
Vee menutup bibir Gery dengan jari telunjuk nya, ia tau apa yang dikatakan oleh Gery selanjutnya.
"Kamu tidak salah....aku enggak apa apa, lagian cuma tiga hari kan?? dan kita bisa saling komunikasi....."
Ucap Vee mencoba menenangkan Gery, ia tau kalau Gery juga sebenarnya berat untuk melakukan nya
"Kamu enggak apa apa kan??? tidak marah dan tidak ngambek sama aku??"
Takut saja, kalau Velia marah dan kecewa karena nya yang akan pergi ke Jepang.
"Kamu apa apaan, buat apa aku marah dan ngambek?? lagian kamu ke sana bukan untuk bersenang senang, atau kamu juga tidak selingkuh kan??"
"Ngapain aku selingkuh yank, aku aja sudah cinta mati sama kamu, dan enggak mau kehilangan kamu."
'Hmm mati saja sana Ger....Vee biar bisa aku miliki, tapi....mau kami mati ataupun enggak, Vee akan tetap jadi milikku....', batin Bara yang masih mendengarkan obrolan Vee dengan Gery.
"Aku tau sayank....makanya jangan sedih seperti itu donk!! aku enggak apa apa."
Cup
Gery mencium punggung tangan Velia, laki laki begitu beruntung mendapatkan tunangan seperti Vee yang bisa mengerti keadaan nya dan tidak banyak menuntut.
"Nah sekarang....berita baik nya apa??? aku sudah tidak sabar."
Vee terlihat begitu antusias mendengar berita ke dua yang akan diucapkan oleh Gery, kira kira berita apa yang akan disampaikan oleh Gery.
"Aku lulus sayank....dan hari ini adalah terakhir bimbingan skripsi ku, tiga hari lagi ujian nya.....dan bulan depan bisa ikut wisuda tahun ini .."
__ADS_1
Terlihat mata yang berbinar binar dari wajah Gery, begitu juga dengan Velia, ia juga senang mendengar berita ini.
"Jadi....bulan depan kita menikah...setelah aku wisuda, malam nya langsung ijab Qabul dan juga langsung malam pertama."
"Ih... mesuuummmm....."
"Enggak mesum...kan wajar yank....gimana?? kamu mau kan??"
Velia mengangguk, ia memang sudah mantap menikah dengan Gery, meskipun ini terlalu cepat untuk nya...
"Aku mau sayank....aku mau ...."
"Terimakasih....aku bahagia sekali yank, karena kamu akan menjadi milikku selamanya...."
Cup
Lagi lagi tangan Vee di cium oleh Gery, tentu saja itu membuat Bara meradang. Ia bukan hanya mendengarkan saja, tetapi bisa melihat di sela sela sekat yang memang ada bolong sedikit.
"Semangat sayank....kamu harus belajar supaya lulus ujian skripsi nya...jangan pikiran yang macam macam, fokus dulu dengan yang satu itu."
"Aku juga mencintai mu."
...*****...
"Tidak akan aku biarkan kamu dan Velia bersama Ger, aku tidak akan membiarkan nya."
Bara yang emosi, diam diam keluar dari kantin, sebelum ketahuan oleh pasangan kekasih itu.
"Brengseekkk!!!"
"Baji*Ngan!!"
Bara mengumpat kesal, ia tidak terima kalah selangkah dari Gery, baik itu di bidang pendidikan ataupun Velia. Hati nya panas, ia seakan akan terbakar oleh bara api yang sebenarnya ia ciptakan sendiri.
"Aku tidak akan membiarkan itu terjadi....ya...tidak akan aku biarkan."
"Tiga hari, oke....tiga hari selama Gery di Jepang, aku harus melakukan rencana yang akan mengubah statusku dengan Velia, yah hanya tiga hari itu kesempatan aku untuk bisa mendekati Velia tanpa ada penghalang dan pengganggu lainnya...."
__ADS_1
"Aku akan melakukan berbagai cara, dengan atau tanpa bantuan dari siapa pun juga. Hahahaha....."
Bara seperti orang gila, ia mengamuk setelah itu tertawa sendiri, untung saja keadaan sekitar masih sepi, sehingga ia tidak dikira orang benar benar gila.
Laki laki itu dengan senyuman yang tidak bisa diartikan, langsung saja ke parkiran dan meninggalkan kampus. Ia akan ke kantor dan merencanakan sesuatu.
"Ah sebaiknya Bagas tidak usah di kasih tau, nanti malahan dia membocorkan semua rencanaku, aku tidak mau. "
Bara sudah yakin akan melancarkan aksinya sendiri, tanpa satu orang pun yang tau meskipun itu Bagas, sahabat sekaligus orang kepercayaan, ia takut saja kalau Bagas berbelok arah dan tidak lagi mendukung nya.
Karena menurut Bara, Bagas itu orang nya plin plan dan rasa kasihan nya tinggi. Ia kadang mendukung Bara, tetapi juga mendukung Gery, entahlah....apa yang di pikiran Bagas, Bara sendiri itu pun tidak tau.
Tak lama, mobil Bara sudah sampai di parkiran BM Group, Bara segera turun dan langsung menuju ke ruangan nya.
"Bar......."
Nampak Vika menyapa, tetapi Bara hanya tersenyum dan tidak begitu menanggapi, membuat gadis itu mende_sah kesal, lantaran ia merasa kalau semakin jauh dari Bara.
Bagas yang melihat hanya mampu menepuk pundak Vika saja, ia merasa berada di posisi yang serba salah, karena kedua sahabat nya tidak bisa di ajak bicara dengan baik baik.
Yah, Vika yang sulit untuk melupakan Bara, dan berharap Bara akan mencintai nya, begitu juga dengan Bara....yang tidak mau melepaskan Velia dan mempunyai keinginan untuk memiliki gadis itu.
"Ckkk kenapa kalian tidak pacaran saja?? aku kesal lihatnya!!", cerocos Bagas tiba tiba.
"Gue mau nya begitu, tapi lo lihat sendiri kan, bagaimana dengan Bara??"
"Yah, gue tau...makanya, kalau kalian tidak bisa bersama, mendingan hilangkan rasa cinta kalian, satu ke sana dan satu ke sini, sampai kapan pun tidak pernah bertemu, kalau biak takdir yang menyatukan nya."
"Hufffh.... entah lah Gas, dua tahun gue mencoba untuk dekat dengan dia, dan dua tahun itu pulang gue mencoba untuk meluluhkan hati nya, tetapi... gue tidak bisa meluluhkan. Mungkin ini saatnya gue nyerah. Percuma saja selama ini gue bertahan dengan terus mengharapkan nya, tetapi....dia sendiri....ah Lo tau gimana dia!!"
"Sabar!! lebih baik memang Lo lupakan Bara, daripada terus mengharapkan laki laki itu, yang nanti malahan akan membuat Lo sakit hati. Kalau memang jodoh, pasti ada jalan nya, meskipun sekarang tidak bisa bersama."
"Iya, gue tau....dan gue akan coba, kali ini gue serius dan tidak main main, lelah hati dan pikiran selama ini, bukan nya gue kalah, tetapi ...gue tidak mau berharap terlalu banyak saja."
"Sip!! Gue dukung, mau gue kenalin dengan laki laki tampan dan juga mapan, yah tidak kalah jauh dengan Bara lah!!"
"Boleh!! atur saja, supaya gue cepat move on dari dia!!"
__ADS_1