
Malam pun sudah berganti dengan pagi, dan kedua gadis cantik itu masih bergelut dengan selimut tebal yang menutupi tubuh nya.
Entah jam berapa kedua nya benar benar tidur tadi malam, yang jelas malam sudah semakin larut....baik Vee maupun Brisa baru bisa memejamkan matanya.
"Ca bangun...jalan jalan yuk!!"
Pagi ini rasanya Vee seperti mendapatkan angin segar yang membuat nya bersemangat untuk keluar dari rumah dan menghirup udara segar.
"Ca ih.....bangun, perawatan jam segini belum bangun, nanti enggak laku laku lagi ...", omel Velia.
Sedari tadi membangunkan Brisa tetapi, gadis itu belum bangun juga.
"Hmm... masih ngantuk, lagipula.... aku sudah punya pacar, dan sudah laku.....ah...kamu ini kakak ipar, ganggu saja tidurku.."
Velia mencebikkan bibirnya kesal, kesal jika Brisa menyebut nya dengan panggilan kakak ipar., padahal memang nyatanya seperti itu, meskipun masih dua Minggu lagi, tetapi....ia sudah mantap dengan keputusan nya, walaupun tanpa cinta untuk saat ini.
Cinta.....itu bisa tumbuh dengan seiring nya waktu berjalan, dan Velia yakin jika Bara bisa menumbuhkan rasa itu. Yang paling penting adalah nasib seseorang yang mungkin saat ini memang sudah ada di dalam perut nya, yang Vee sendiri tidak ingin dia bernasib sama seperti yang Vee rasakan saat kecil.
"Aku ke bawah dulu, nanti kamu nyusul ya?? jangan lama...atau tidak kebagian stok cowok ganteng hahahahaha....."
Brisa yang mendengar suara calon kakak iparnya itu hanya tersenyum, dan di dalam hati bersyukur karena Vee tida sedih lagi... entah untuk sementara dan Vee hanya menutupi di depan nya saja, atau memang benar benar sudah ikhlas dengan apa yang terjadi.
"Iya....."
Velia yang sudah lebih dulu bangun dan tentu saja sudah mandi beberapa menit yang lalu, langsung saja meninggalkan kamar untuk menuju ke bawah, rasanya. ia lagi pengen mencari sarapan di dekat dekat rumah, karena menurut cerita dari asisten rumah tangga yang bertugas untuk membersihkan rumah ini, di dekat sini...katanya ada penjual nasi uduk atau nasi gurih yang sangat enak, dan pas kebetulan cocok dengan suasana pagi ini yang belum terlalu panas.
Vee dengan menggunakan celana pendek sedengkul dan juga kaos oblong biasa, meninggalkan rumah dan langsung menuju ke tempat yang sudah ia ketahui di mana letak nya, tentu saja ..tidak jauh dari di mana ia tinggal, jadi hanya butuh jalan kaki saja, santuy lah.
__ADS_1
"Au... maaf....."
Karena terlalu terlena dengan pemandangan yang begitu memanjakan mata, Vee sampai sampai menabrak punggung seseorang dan tentu saja...ia pun kaget dan langsung jatuh.
"Maaf juga ...saya yang salah karena berhenti mendadaknya."
Laki laki itu membantu Vee berdiri tentu saja dengan mengulurkan tangannya...dan Vee pun menyambut dengan baik uluran tangan itu, karena merasa sedikit bantuan dari laki laki itu membuat nya bisa berdiri.
"Makasih.. aku yang salah, maaf ya??"
Setelah berdiri dan langsung melepaskan tangan laki laki yang belum di ketahui namanya, Vee pun mengibaskan celananya yang sedikit kotor.
"Ardian... panggil saja Ian."
Pemuda tampan dan juga ramah itu mengulurkan tangannya, dengan maksud ingin berkenalan dengan Velia.
"Velia....".
Laki laki itu pun tersenyum, hal yang pertama kali dilihat dan diucapkan nya hanya satu kata 'Cantik.', tetapi hanya ia pendam sendiri, tidak berani mengatakan di depan Velia langsung.
"Bukan orang sini ya??", tanya Ian basa basi.
Setelah mereka berkenalan, tentu saja Ian mengajak Vee jalan, karena mungkin mereka satu tujuan yang sama. Tetapi belum tau juga karena belum ditanyakan.
"Iya, aku kebetulan liburan di sini....."
"Sama....kalau boleh aku tebak, pasti orang Jakarta??"
__ADS_1
Yah, Ian bisa melihat dari penampilan Vee yang modis dan juga terlihat glowing di wajah nya, yang menandakan kalau memang bukan orang asli desa ini, tentu saja orang kota yang entah sedang liburan atau terdampar di desa terpencil.
"Seperti cenayang saja......"
"Tapi benar kan??? kalau aku sendiri...juga buka orang asli sini, tetapi sering ke sini..."
Vee mengangguk, rasanya memang tidak ada yang perlu di bicarakan lagi dengan lelaki tampan di sebelah nya
"Ngomong ngomong mau ke mana??", tanya Ian kemudian,, lama berjalan dengan Vee tapi belum tau ke mana arah tujuan dari gadis cantik di depannya.
"Oh ..mau ke sana, beli sarapan....", jawab Vee singkat.
Tidak mungkin juga berbohong karena seperti nya, Ian bukan orang jahat.
"Beli nasi uduk ya??? barengan kalau begitu...di sini yang terkenal itu, pas untuk sarapan.
"Kak Ian juga sama, mau beli juga??"
"Iya, aku sudah hampir satu Minggu di sini, bukan untuk liburan...yah .. bisa di bilang menyelesaikannya pekerjaan yang sempat tertunda..."
Entah dari mana, Ian malahan sedikit bercerita dengan Vee dan tentu saja .... tentang pekerjaan nya dan mengapa ia di sini.
"Oh... pengusaha sukses donk....", puji Vee.
Yang memang dari tampang nya saja, Ian sudah terlihat seperti pengusaha muda yang sukses...yah bisa dibilang sebelas dua belas dengan Gery...
'Gery.... menyebut namanya, aku jadi kangen dengan laki laki itu, di mana Gery tidak pernah meninggalkan ku dalam keadaan aku terpuruk saat ini, bahkan kalau Gery tau aku sengaja pergi...dia pasti akan mencariku.', batin Vee yang kembali teringat dengan Gery.
__ADS_1