Perjodohan Rahasia

Perjodohan Rahasia
Aku Kamu dan Anak Anak Kita


__ADS_3

Tidak terasa pernikahan Bara dan Velia sudah berjalan satu bulan, dan tanpa sadar Velia juga sudah kembali mencintai Bara, meskipun....belum sepenuhnya dan juga belum bisa menghilangkan nama Gery di dalam hatinya.


Velia akui, memang ia tidak pantas masih menyimpan nama seseorang di saat sudah menjadi istri dari laki laki lain, tetapi...tidak mudah bagi Velia untuk secepatnya melupakan Gery, laki laki yang sudah dua tahun lebih itu menjalani cinta dengan nya.


Namun, dengan tekad yang kuat...hingga saat ini, perlahan lahan nama Gery sudah mulai hilang, meskipun belum sepenuhnya hilang, bahkan Velia masih sering merindukan sosok hangat yang sangat mencintai nya


Apalagi beberapa waktu yang lalu, Velia baru mengetahui kalau Gery meninggalkan Indonesia, dan menetap di Korea yang mungkin akan selamanya di sana, tentu saja itu semua informasi dari Alex sewaktu Velia menghadiri acara pesat ulang tahun Perusahaan Papah nya Vika.


Sakit...dan sedih jadi satu, padahal...Gery mati matian tidak meneruskan untuk kuliah di luar negeri, salah satunya adalah karena kedua orang tua nya, tetapi...kini... karena diberinya...Gery pergi.


Tetapi nasi sudah menjadi bubur, Velia bisa apa jika itu memang yang terbaik untuk dirinya, terutama untuk Gery, dan berharap... kelak akan bertemu lagi, dengan keadaan dan status yang berbeda.


Cup


"Jangan melamun sayank.."


Bara memeluk Velia dari belakang, lain laki itu menenggelamkan kepalanya di pundak Velia, menghirup aroma yang selama ini sangat memabukkannya...


"Kamu wangi sekali...."


Tidak berhenti hanya di pundak saja, Bara membalikkannya tubuh Velia, menatap dalam dalam wajah cantik Velia yang sudah satu bulan ini menemani tidur nya.


"Mas pengen...main yuk??", Ajak Bara tanpa ragu dan malu, entah mengapa akhir akhir ini ia tidak mau lepas dari Velia, tidak ingin berpisah bahkan selalu membawa Velia ke manapun Bara berada.


"Tadi kan sudah???"


Tidak berniat untuk menolak, tetapi...seharian ini sudah hampir tiga kali Bara meminta, dan ini waktu nya untuk istirahat, bukan untuk bercinta karena sudah lelah.


"Mau lagi, pengen Sayank....."


Velia hanya diam saja, pasrah Lebih tepat nya...Bara selalu punya cara untuk bisa membuat Velia kukuh seketika, dari yang tadi nya menolak... sekarang malahan ikut menginginkan.


"Pelan pelan Bar....."


Entah mengapa sentuhan Bara makanan begitu liar biasa, hingga membuat Velia tidak kuasai menahan suara seksiie nya yang memang sengaja di sembunyikan.


Tidak dapat dipungkiri, sentuhan Bara membuat Velia jadi melayang, ia yang tadi nya membenci Bara, sekarang malahan benar benar membutuhkan suami nya.


Lama lama,. dengan perlakuan dan sikap Bara uang lembut dan begitu memperhatikan nya, Velia jadi luluh sendiri.


Satu jam kemudian...


"Terimakasih, love U sayank....."


Bara menggulingkan tubuh nya di samping Velia, dan menarik selimut setelah itu memeluk tubuh Velia dengan sangat erat, membuat Bara merasa nyaman.


Malam berganti dengan pagi, Bara yang sudah bangun kembali melihat ke arah istrinya, Velia masih terlelap tidur dengan selimut yang masih melekat di tubuhnya.

__ADS_1


Tidak ingin menganggu istrinya, Bara bangun terlebih dahulu untuk ke kamar mandi, setelah itu menyiapkan susu untuk Abel.


...***...


"Sayank kamu kenapa???"


Bara yang baru saja masuk setelah dari dapur dan membawa susu, kaget ketika melihat istrinya sedang tidak baik baik saja.


"Sayank.."


Bara yang panik manakala melihat Velia dengan wajah yang sangat pucat dengan keringat yang sudah membasahi wajah cantik Velia.


"Perutku sakit Bar...."


Velia memegangi perut nya, karena tidak tahan dengan rasa sakit yang diderita nya saat ini.


"Tahan sebentar...Mas ambilkan baju.."


Dengan cepat Bara mengambil pakaian untuk Velia, yang simpel karena ini sangat darurat.


"Astagfirullah....."


Di saat Bara mengangkat tubuh Velia, ia melihat bercak darah yang ada di sprei, seketika Bara menjadi panik dan langsung menggendong Velia.


"Tahan sayank, kita ke Rumah Sakit...."


Lima belas menit kemudian, Bara sudah sampai di depan ruang IGD, dan segera berteriak memanggil Dokter maupun suster yang ada di sana.


Dengan cepat, petugas yang ada di sana menghampiri Bara dan langsung membawa Velia masuk ke ruang IGD.


Rasa cemas menyelimuti hati Bara, apalagi...ia tadi melihat ada darah di sprei putih kamarnya.


"Bertahanlah sayank, semoga kamu tidak apa apa...."


Bara berdoa, ia khawatirr dengan kondisi istrinya...dan saking paniknya, Bara sampai lupa untuk memberikan kabar kepada orang tua nya .


Hingga...


"Bagaimana kondisi istri saya Dok??"


"Alhamdulillah, untung saja Anda cepat bawa kesini, jadi pendarahan bisa di hentikan, telat sedikit saja...Anda akan kehilangan calon anak Anda...."


"Calon anak??"


"Iya, Tuan Bara... istri Anda sedang hamil saat ini, dan untuk memastikan nya... silahkan langsung ke Dokter Kandungan...."


"Hamil?? Alhamdulillah....."

__ADS_1


Bara bersyukur sekali, .ia yang memang sudah menginginkan anak dari Velia akhirnya terwujud sudah... meskipun dengan acara seperti ini, Bara mengetahuinya... tetapi tidak masalah...yang penting baik anak dan ibunya selamat.


Velia sudah sadar dari pingsan nya, ia yang tadi sempat tidak sadarkan diri, dan membuat Bara panik.


"Bar....."


"Tenang sayank, kamu tidak apa apa... terimakasih ya, akhirnya....kamu hamil sayank....."


"Aku hamil??", Bara mengangguk...


Velia meneteskan air mata nya, ia tidak menyangka akan diberikan kepercayaan secepat ini, dan ia berjanji akan menjaga nya.


Velia dan Bara sudah sampai di ruangan Dokter Kandungan, dan segera Dokter kandungan yang berjenis kelamin perempuan itu memeriksa Velia.


"Tuan Bara bisa melihat sendiri dilayar monitor, ada dia titik kecil yang sebesar biji jagung...itu adalah calon anak Anda, dan selamat...calon anak Anda kembar. Dan kondisi nya saat ini baik baik saja, tetapi...Mamahnya harus badrest dulu ya, sembari menunggu perkembangan dan kekuatan janin nya...."


"Tidak masalah Dokter, lakukan yang terbaik untuk anak anak dan istri saya....."


Dokter itu mengangguk, dan segera memberikan resep yang harus di konsumsi oleh Velia.


Cup


"Terimakasih... terimakasih karena kamu sudah mau mengandung anak Mas sayank...Mas janji akan membahagiakan kamu dan anak anak kita ...."


Velia membalas pelukan Bara, mereka kini sudah berada di kamar inap Velia dengan posisi tiduran dan saling memeluk.


"Maafkan aku Mas,...aku sadar kalau selama ini belum bisa menjadi istri yang baik untuk kamu, tetapi..aku janji akan menjaga anak kita."


"Makasih sayank, mau kan menua bersama Mas??"


"Aku mau Mas, kita mulai dari awal lagi , aku ...kamu dan anak anak kita....",


"Iya, aku ..kamu dan anak anak kita ....", balas Bara dengan yakin dan ia begitu bahagia hari ini.


Tidak ada lagi keraguan di dalam diri Velia saat ini, dengan hadirnya dua malaikat kecil yang ada di dalam perut nya, membuat Velia semakin yakin untuk memulai hidup baru yang lebih baik lagi dengan Bara, dan akan melupakan semua kenangan buruknya dengan Bara, dan diganti kan dengan kenangan indah berdua, bersama anak anak nantinya.


*


*


*


...TAMAT...


**


Terimakasih, terimakasih telah mengikuti cerita receh yang masih banyak kekurangan nya....untuk cerita tentang Gery...akan ada tersendiri nantinya, ditunggu saja.

__ADS_1


Terimakasih....... Terimakasih banyak.


__ADS_2