
Dengan mengembangkan senyum nya, Gery melajukan mobilnya kembali menuju ke kampus. Pagi ini lumayan tidak macet, hingga Gery tidak perlu ngebut untuk mempercepatnya laju kendaraan nya.
"Makan dulu roti nya yank....lumayan untuk mengganjal perut."
Vee mengangguk, ia kemudian membuka kotak bekal yang sudah di bawa nya. Ia yakin ini yang request adalah Gery, karena ia paling tau selera kesukaan nya.
"Makasih yank...."
Gery tersenyum, tangan nya terulur untuk mengacak rambut Vee, hingga gadis itu manyun karena rambut nya jadi acak acakan.
Mobil mewah Gery sudah sampai di parkiran kampus, dan bersamaan dengan habis nya sarapan Vee.
"Nanti aku jemput ya?? nyampai siang kan?"
Vee mengangguk, hari ini memang kuliah nya full, kalau dosen nya gadis semua yang bisa pulang siang, bahkan kalau jika ada tambahan bisa sampai sore.
"Enggak ngerepotin??"
"Aku hari ini tidak ada meeting...jadi bisa jemput kamu, mungkin kalau selesai bimbingan ke kantor dulu sebentar, tetapi....nanti siang bisa jemput kamu, kabari saja ya??"
"Iya yank.... nanti aku kabari."
Gery melepaskan sabuk pengaman nya, kemudian ia turun dulu lalu membukakan pintu untuk tunangan nya.
"Makasih yank, mesra banget."
"Sama sama, untuk calon istri ku, apa sih yang enggak."
Dengan mesra Gery menggandeng tangan Vee, seolah olah ia akan menunjukkan kepada seluruh kampus bahkan seluruh dunia kalau Vee adalah miliknya dan tidak ada lagi yang bisa merebut dari dirinya.
Tidak tau saja jika di sudut ruangan yang berbeda, ada sepasang mata yang sedari tadi melihat ke arah pasangan itu, tentu saja dengan mengepalkan kedua tangannya.
"Sabar!! mencintai pacar orang itu memang sakit dan tentunya tidaklah mudah."
"Gue tau... tetapi...hati gue tidak bisa berpaling dari dia... meskipun gue sudah mencoba untuk melupakan nya."
Bara berkata jujur, ia tidak membohongi dirinya sendiri. Sebenernya ada rasa sesak ketika melihat Vee bersama dengan Gery, tetapi...ia sendiri juga tidak bisa untuk melupakan Vee.
"Bukan jodoh Lo Bar, ikhlasin saja.!"
Vika menepuk pundak Bara, seakan akan ia mengatakan itu untuk diri nya sendiri. Bukan jodoh nya....yah ..Vika sadar jika Bara tidak mencintai nya, meskipun ia dan Bara sudah lama saling kenal tetapi sayang sekali....itu tidak bisa membuat Bara berpaling untuk mencintai nya....
"Gue akan tetap berusaha....sampai hati gue sendiri benar benar lelah."
__ADS_1
Bara meninggalkan kedua sahabat nya, pikirannya saat ini kacau dan menjadikan nya mengurungkan niat untuk bimbingan skripsi hari ini dan memiliki untuk berjalan entah kemana.
Bara melangkahkan kakinya menuju ke ruangan di lantai paling atas, tentu saja ia hanya sendiri karena kedua sahabat nya tidak akan mengikuti nya kalau ia sudah seperti itu.
Langkah kaki Bara berhenti di depan kelas Vee, yah....laki laki itu tau jadwal kuliah Velia, bahkan ia sudah hafal dengan tempat duduk gadis cantik itu.
Dengan pedenya...Bara masuk ke dalam kelas Vee, untung saja dosen yang mengajar belum masuk kelas, hingga Bara bisa dengan leluasa masuk.
Bara tersenyum senang, manakala ia melihat Vee yang duduk di belakang dengan satu bangku yang masih kosong di samping nya.
"Hai....."
"Kenapa kamu di sini Bar??"
"Boleh lah....aku kangen sama kamu."
Vee terdiam, ia jadi pusing sendiri karena Bara saat ini duduk di sebelah nya dan ikut kelas nya. Dan juga teman teman Vee yang juga melihat ke belakang, tentu saja melihat Bara yang ikut ke kelasnya, kakak tingkat yang sangat populer karena tampangnya yang ganteng dan juga kaya raya.
"Kangen??? jangan macam macam Bar!!"
"Shittt!! diamlah Vee, nanti banyak yang melihat kita...kamu tenang saja ..aku tidak akan banyak bicara, hanya ingin melihat wajah cantik kamu."
Vee menghela nafas nya kasar, ia tidak ingin banyak debat lagi dengan Bara, yang pasti nya akan membuat laki laki itu semakin nekad saja.
Dosen masuk, dan mengabsen satu persatu mahasiswa nya, beliau juga melihat sekilas kalau ada laki laki yang sudah terkenal di kampus ini, dan hanya diam saja....tidak berani menegur apalagi Bara tidak membuat gaduh di dalam kelas.
"Diam Bar, atau aku akan kena masalah."
"Siap sayank...."
Bara diam saja, ia kemudian membuka tasnya dan mengeluarkan kertas dan juga bolpoin.
"Aku sayank sama kamu."
Bara menuliskan kalimat itu untuk Vee di secarik kertas kemudian ia berikan kepada Vee.
"Tapi aku enggak, aku sudah punya Gery."
Vee juga membalas surat cinta dari Bara, ia pun juga sembari tersenyum, dan melihat ke arah Bara.
"Hemm tapi aku suka dan akan membuat kamu menjadi milikku sayank ..."
Lagi dan lagi, Bara membalas surat cinta nya ...ia pun tidak gentar untuk mendapatkan hati Velia.
__ADS_1
"Aku tidak suka."
Vee membalas lagi, hingga ia sendiri capek sendiri karena tangan nya yang sedari tadi menulis di selembar kertas, sudah persis seperti jaman dahulu, yang belum ada ponsel.
Dua jam telah berlalu, dan dua jam itu pula Velia harus membalas pesan pesan dari surat cinta yang diberikan oleh Bara, hingga akhirnya Vee sendiri keluar setelah dosen nya keluar dari kelas.
Rasanya hari ini ia malas untuk masuk ke kelas, karena ia sudah tidak mood lagi mengikuti mata kuliah selanjutnya.
"Mau kemana sayank?? bukannya kamu masih ada mata kuliah lagi??"
Tanya Bara yang sudah berada di samping Vee, Bara sendiri masih betah bersama dengan Vee.
"Mau pulang.", jawab Vee cuek.
Bagiamana caranya ia menghindar dari Bara, sementara di kampus saja Bara masih saja mengikuti nya.
"Kamu tidak bisa pulang, karena aku akan membahas proyek baru kita.", ujar Bara tegas dan juga menyakinkan.
"Aku tidak mau!!"
"Kalau tidak mau, berarti harus masuk kelas."
"Dan pasti nya aku akan mengikuti mu.", sambung Bara lagi.
"Apa??"
Vee menghentikan langkahnya, ia kaget dengan ucapan Bara yang terkesan sangat memaksa.
"Huff....kapan kamu tidak mengikuti aku Bar?? aku lelah."
Vee memutuskan untuk duduk di depan kelas, entah itu kelas siapa.
"Aku tidak akan berhenti untuk mengikuti kamu, meskipun kamu sudah menjadi istri ku."
Bara ikut duduk di samping Vee, ia mengambil tangan Vee dan memegang tangan nya.
"Aku serius dan aku sangat mencintai kamu. Menikah lah dengan ku!!", pinta Bara yakin.
"Maaf, aku tidak bisa."
"Vee....maafkan aku...apa kamu masih marah dengan ku atas kejadian beberapa tahun yang lalu??? kalau iya aku minta maaf, sebenarnya aku sudah menjelaskan tentang kandasnya hubungan aku dengan Meli di sebuah surat yang aku tuliskan dulu pas aku ke Jerman."
"Surat?? surat apa??"
__ADS_1
Vee mendadak bingung, ia tidak tau apa apa tentang surat itu.