
Setelah di rasa semua nya sudah aman dan siap, Bara melajukan mobilnya menuju ke kediaman Aditya. Yah, seperti yang di inginkan oleh Vee untuk pulang ke rumah nya di bandingkan ke rumah Bara.
Sebenernya, alasan nya Bara membawa Vee ke rumah nya sebenarnya simpel saja, karena ingin Vee ada yang mengurus nya... sementara Bunda Rania dan Ayah Arga pulang dulu ke Jerman, dan akan datang lagi sebelum acara pernikahan Velia.
Jadi, nyaris tidak ada yang mengurus Vee di rumah, meskipun ada banyak asisten rumah tangga yang siap untuk menemani Velia.
Begitu juga dengan Vee, alasan nya tidak mau ke rumah Daddy Brylli juga karena tidak enak. Belum apa apa sudah main menginap saja.
Oh tidak?? apa Vee lupa kalau dulunya juga sering menginap di rumah Bara?? tetapi...beda...duku dengan sekarang....itu menurut Vee yang entahlah masuk akal atau tidak.
"Mau mampir ke mana gitu??"
Tanya Bara, siapa tau ada yang ingin di beli oleh Vee, sekalian jalan saja, daripada nanti keluar keluar lagi.
"Tidak Bar, Makasih... langsung pulang saja."
Jawab Vee singkat. Ia juga tidak memandang wajah Bara, ha bh ya mulut nya saja yang bicara tetapi pandangan matanya tidak menolah ke Bara sama sekali.
"Mas yank, cobalah panggil Mas...", protes Bara di sela sela lirikan mata nya.
Ia akan terus mengingatkan Velia untuk memanggil nya Mas, karena sebentar lagi akan menikah.
"Maaf, aku belum terbiasa. Itu terlihat sangat aneh sekali menurut ku Bar!!"
Bagaimana tidak aneh, sudah sejak kecil bersama, bermain bersama... tetapi kini Vee harus memanggil Bara dengan sebutan Mas ...rasanya sangat lucu sekali.
"Dibiasakan, kamu pasti bisa sayank....", paksa Bara.
Laki laki mengambil tangan Vee dan menggenggam tangan mungil itu Dnegan sangat erat, sesekali ia membawa tangan Vee ke dada nya, untuk merasakan betapa dadanya jedag jedug tak menentu jika di dekat Velia.
"Apalagi kita akan menikah, dua Minggu lagi kamu resmi menjadi milikku...."
"Iya, nanti setelah menikah...aku akan usahakan....."
Vee ingin menarik tangan nya, tetapi sayang sekali...Bara masih menggenggam tangan itu dan masih menaruh di dadanya.
"Jangan di lepas. Kamu bisa merasakan bagaimana jantungku saat ini, jedag jedug tidak menentu....dan kamu pasti nya tau kan kalau ini tandanya cinta....dan aku sangat mencintai mu...."
__ADS_1
Vee terdiam, tidak dipungkiri ia merasakan dada Bara yang berdetak sangat kencang, ia pun paham dengan itu semua....yah ..ia juga pernah merasakan seperti itu, dengan Bara tentunya.
"Bagaimana??? kamu bisa lihat dan dengar kan bagaimana tulusnya cinta ku padamu??"
Vee mengangguk, ia tau sebenarnya kalau Bara sangat mencintai nya tetapi... caranya saja yang salah yang membuat semua nya jadi berantakan.
"Dan aku mohon sama kamu, tolong.... cintai aku sekali lagi....aku tau kalau saat ini kamu belum mencintai ku, tetapi....itu tidak akan sulit bagimu Vee, karena kamu sudah pernah mencintai aku dulu....."
Kali ini Vee tidak tau, apakah harus mengangguk atau pun menggeleng, entahlah.... semuanya terjadi begitu cepat ....hingga ia sendiri tidak bisa berpikir secara jernih untuk semuanya.
"Kamu diam, aku anggap itu adalah iya jawaban nya ..."
Mobil Bara melaju dengan kecepatan sedang, hingga tibalah mereka di rumah Papah Cesa.
"Kamu sudah tidak apa apa?? Apa masih pusing?? pa masih lemas??"
Sebelum turun, Bara menanyakan tentang kesehatan Velia, tentu saja ada udang di balik bakwan nya ...ternya berdekatan dengan Vee tidak hanya membuat jantung Vee berdetak kencang, tetapi.....bahkan Bara tidak bisa mengontrol dirinya sendiri dengan sesuatu yang sesak di bawah sana.
Vee menggeleng, "Aku sudah tidak apa apa, aku baik baik saja, tidak pusing ataupun lemes.", jawab Vee jujur.
Yah, ia memang jujur karena sudah tidak merasakan lagi apa yang ditanyakan oleh Bara, tidak pusing...tidak lemes dan sebagainya, ia sudah benar benar sehat untuk keluar dari kesedihan yang menimpa nya saat ini.
Jawaban dari Vee membuat Bara senang, entahlah ada apa di otaknya saat ini hingga ia begitu sangat bahagia.
"Biar aku bawakan sayank... kamu tunggu di sini saja, jangan masuk dulu....aku enggak mau kamu kenapa kenapa."
Vee manut saja, lagipula tidak salah jika menunggu Bara di sini, dan ia hanya menunggu saja....tidak usah repot-repot membawa tas.
"Ayok....."
Bara mengambil tangan Vee, kemudian menggenggam tangan itu untuk membawa nya masuk ke dalam rumah.
Rumah nampak sepi, karena memang tidak ada orang lagi selain Vee dan Papah Cesa..
"Siang non, den....."
Salah satu asisten rumah tangga Papah Ces menyapa , dan berniat untuk membawakan tas yang di pegang oleh Bara, tetapi dengan cepat Bara menolak nya.
__ADS_1
"Siang, tidak usah Bik ...biar aku saja yang bawa."
Asisten itu mengangguk, dan melihat ke arah Bara dan Vee yang saat ini tangan nya sedang saling bertautan.
"Papah sudah ke kantor Bik??"
Pertanyaan Vee yang sangat lucu sekali, ini jam berapa...kenapa tanya tentang Papah Cesa yang sudah pergi ke kantor atau belum....dan tentu saja jawabannya adalah sudah..
"Sudah non....."
"Oke ...aku mau ke kamar dulu...."
"Aku antar, takutnya kamu pusing dan lemas."
Vee melongo mendengar ucapan Bara, entahlah...sangat lucu laki laki itu saat ini ...bukan nya tadi sudah dengar sendiri kalau ia sudah tidak apa apa, tetapi...mengapa sikapnya berubah jika di depan orang lain.
Ah sudahlah, memang seperti itu kelakuan Bara... sangat membagongkan.
Dengan telaten Bara membawa Vee untuk menaiki tangga satu persatu... ia juga menggandeng tangan Vee supaya tidak terjatuh, hingga sampailah di depan kamar yang bernuansa pink itu.
"Kamu pulang saja, aku sudah sampai di kamar...", ujar Vee
Mantan gadis itu sudah merasakan aura yang tidak enak dari sorot mata Bara, tentu saja itu membuat Velia takut dan segera mengusir Bara.
"Masih di luar, belum di dalam ... masuklah....nanti aku pulang ...."
Tidak ada penolakan, entah mengapa Vee seperti terhipnotis dengan kata kata Bara, padahal hatinya sudah merinding tak karuan.
Ceklek
Bukan hanya Vee yang masuk, rupanya Bara juga ikut masuk dan dengan cepat laki laki itu mengunci kamar Velia.
"Bara!!!"
Jelas saja Vee kageet, ketika mendengar suara pintu di kunci...dan tentu nya...ini bukan yang pertama kali Bara melakukan hal semacam itu...
"Aku ingin sayank....m"
__ADS_1
Setan apa yang merasuki pikiran Bara saat ini, hingga ia membuka semua pakaian nya dan tidak meninggalkan satu pun....sontak saja terlihat dengan jelas ular naga nya yang sudah berubah bentuk nya, yang membuat Vee memalingkan wajahnya...