
Bara membuka matanya, masih dengan tangan nya yang memeluk diary Vee.
"Ini tidak mimpi!!", gumam Bara.
Yah, Bra berharap kalau bangun bangun, semua yang terjadi kemarin hanya mimpi, ia tidak kehilangan Meli dan juga tidak kehilangan Vee, tetapi... kenyataan...
Bara melihat jam yang masih melingkar di tangan nya, rupanya ia tertidur sangat lelap semalaman, sampai tidak sadar kalau sudah hampir siang.
Bara bangun dari tidur nya, dan bergegas masuk ke kamar mandi.
Deg
Lagi lagi, ia merasa jantung nya berdetak begitu kencang, saat melihat foto Vee yang manis yang sengaja di tempel di dalam kamar mandi. Entah apa maksud dan tujuannya.
Bara mengambil foto itu, untung saja tidak terlalu tinggi, mungkin memang sengaja Vee sesuaikan dengan tinggi badan Vee yang tidak terlalu tinggi.
"Cantik."
Satu kata lolos dari bibir Vee, ia baru saja mengagumi wajah cantik Vee.
Cup
Bara menempelkan bibirnya tepat di bibir Vee, yah....ia malahan mengingat waktu mencium Vee beberapa hari yang lalu, dan rasanya sangat beda dan begitu enak.
Setelah mencium foto Vee, Bara meletakkan kembali foto Vee, dan ia mengambil air untuk mencuci muka. Tidak mandi, karena tidak ada baju ganti.
"Aku akan pulang dan menanyakan kepada Mommy."
__ADS_1
Bara buru buru keluar dari kamar Vee dan langsung turun ke bawah, ia sudah tidak sabar mendengarkan penjelasan dari Mommy, tentang perjodohan yang dirahasiakan darinya itu.
"Sarapan dulu den.", ucap bibik asisten rumah tangga keluarga Aditya itu.
"Enggak usah Bik, aku langsung pulang saja. Oh ya, Papah kemana??"
Tanya Bara yang tidak melihat Papan Cesa ada di ruang makan.
"Sudah ke kantor den, baru saja berangkat."
Bara mengangguk, memang ia yang telat bangun hingga Papah sudah ke kantor.
Bara melajukan mobilnya menuju ke rumah nya, tentu saja ia sangat penasaran dan ingin mendengar cerita langsung dari Mommy Cheryy.
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam salam", jawab Mommy Cheryy yang sedang santai dengan segelas teh hangat di atas meja.
"Bar. Kamu enggak apa apa kan nak??"
Mommy yang khawatirr langsung saja berdiri, dan menghampiri putra nya.
"Kalau tentang kejadian kemarin, aku sudah baik baik saja, tetapi....tentang Vee??", Bara menggeleng.
"Vee?? kenapa dengan anak itu??"
Mommy mengira kalau Bara semalam curhat dengan Vee, hingga beliau juga lupa untuk menghubungi Vee.
__ADS_1
"Vee pergi Bun."
Bara menundukkan kepalanya, nampak kesedihan masih terlihat di wajahnya.
"Pergi??"
Mommy Cherry yang tidak tau menau, dan tidak mengerti apa yang diucapkan oleh Bara, meminta Bara untuk duduk dulu, setelah itu menceritakan.
Mommy dan Bara duduk bersampingan, dan disinilah Bara akan bercerita.
"Vee ninggalin Bara, Vee ke Amerika."
"Amerika??"
Sama dengan Bara, Mommy Cherry juga tidak percaya dengan kepergian Vee secara tiba tiba.
"Iya, Vee menerima beasiswa di sana."
'Sepertinya bukan itu alasannya, Vee pergi karena tidak sanggup melihat kamu dan Meli bertunangan, walaupun akhirnya gagal. Sungguh pengorbanan yang sangat besar kamu lakukan Vee.'
"Dan ...Bara mau bertanya sama Mommy, apa aku dan Vee sudah dijodohkan??"
'Darimana dia tau??'
Tidak ada alasan lagi Mommy menutupi rahasia itu dari Bara, mungkin inilah saatnya beliau akan membuka nya.
"Mommy jangan tanya darimana Bara tau, bahkan Bara juga tau kalau Vee mencintai Bara."
__ADS_1
Bara menyodorkan diary pink diatas meja, memang ia sengaja membawa nya pulang.