Perjodohan Rahasia

Perjodohan Rahasia
Keputusan


__ADS_3

Bara tidak menyangka jika Velia menatapku wajahnya kembali saat berucap padanya, dan itu berarti...Vee sudah sedikit lunak....atau malahan sudah memaafkan nya?? meskipun Bara sendiri tidak pernah meminta maaf atas apa yang dilakukan nya, karena ia memang sengaja melakukan itu semua.


"Aku ikut ya?? aku temani kamu!", pinta Bara dengan tersenyum.


Senyum yang beberapa hari ini hilang karena Vee yang masih marah dengan nya, padahal sebagian Bara itu mandi sekali, permen saja kalah mania dengan senyuman nya.


Vee menggeleng. "Aku mau saja Kak Vika saja, kamu pergilah... sudah lama tidak ke kantor."


Ucap Vee dengan nada yang seperti biasanya, rupanya wanita itu sudah benar benar menerima kenyataan yang ada, yang memang mengikhlaskan semua nya, tergantung nanti proses nya ia serahkan kepada yang di atas.


"Tapi yank??",


Bara masih saja ngeyel, bukan tidak percaya dengan Vika.... tetapi...laki laki itu merasa khawatirr dengan kondisi Vee meskipun saat ini sudah menunjukkan perubahan yang berarti baginya.


"Bar....Vee mau sendiri....bisa dengar kan??"


Vika ingin rasanya memukul otak Bara, jengkel sendiri dengan sahabat nya itu, ngeyel sekali lagi....sayang ya sayang, khawatirr ya khawatir.... tetapi...tidak seperti itu.


Seharusnya Bara lebih banyak memberikan waktu untuk Vee berpikir, untuk menanyai hatinya dan untuk menyakinkan dirinya kalau memang semua sudah terjadi, bukan malahan terus berada di samping Velia, hingga akhirnya Vee jengah dan tidak bisa berpikir dengan tenang.


"Yank....benar itu??", Vee mengangguk.


"Aku mau sendiri Bara, tolonglah.... dan tolong jangan ganggu aku lagi...kamu tidak perlu ada setiap saat untuk ku, karena aku perlu menata hatiku...perlu meyakinkan diriku yang pada akhirnya aku memang harus menikah dengan mu.", ucap Velia tegas.


Ia sudah yakin dengan keputusan nya, mungkin ini lah yang terbaik untuk semua nya.... meskipun tidak ada rasa cinta untuk Bara, tetapi setidak nya...ia tidak mengorbankan laki laki yang sangat tulus mencintai nya seperti Gery.


Yah, keputusan yang sangat sulit Vee ambil, tetapi...ia yakin... Gery akan menerimanya meskipun itu sangatlah berat.


"Yank kamu???"


Bara sampai tidak bisa meneruskan ucapan nya lagi, matanya juga berkaca kaca..tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata bagaimana bahagia diirinya saat ini, sungguh...ucapan Vee barusan sudah membuat nya lega dan tau maksud nya

__ADS_1


"Iya, aku sudah putuskan untuk menerima pernikahan kita nanti, tetapi....aku minta sama kamu, tolong jangan terlalu dekat dengan aku....aku hanya ingin menikmati kesendirian ku sebelum menjadi istri kamu."


Yah, memang untuk menerima semua ini tidaklah mudah, ia harus menimbang dengan penuh pemikiran, karena keputusan nya bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi ..... juga untuk semua nya


"Alhamdulillah.... terimakasih sayank...."


Dengan reflek Bara memeluk tubuh Vee, laki laki itu sangat senang hingga langsung berhambur di pelukan ternyaman nya, ia tidak menyangka akan ada hari ini yang membuat keputusan Vee begitu sangat berarti untuknya.


Sungguh, selain hari pernikahan nya.... hari ini adalah hari yang juga sangat spesial untuk nya.


Bukan hanya Bara yang nampak senang, Bagas yang sedari tadi menemani Bara, mendengar keluh kesah nya Bara, ikut merasakan bahagia...mungkin cara Bara memang salah, dan sangat salah.... tetapi .. sebagai sahabat Bara, Bagas tau bagaimana perasaan Bara kepada Velia....hingga bisa mencapai di titik ini.


"Sesak Bara, lepas!!"


Vee yang merasa sesak, mendorong tubuh Bara pelan....ia benar benar tidak mau dipeluk Bara saat ini, karena laki laki itu pastinya tidak akan melepaskan pelukannya, juga akan meminta lebih.


"Maaf yank....maafin Papah ya??"


"Ishhh apa apaan!!"


Velia menepis tangan Bara, geli dan juga Giman gitu...apalagi ucapkan Bara sangat meyakinkan kalau ada benih Bara di dalam perut nya, yang membuat Vee menggeleng.


Sejujurnya, ia belum siap untuk memiliki anak. Bukan karena menikah dengan Bara, meskipun menikah dengan Gery lah ... Vee akan menunda nya dulu sampai lulus kuliah...


"Jangan banyak gerak yank, aku mau menyapa calon anak anakku."


Sudah seperti orang gila, calon anak dari mana??? tanda tanda Vee hamil pun belum ada, apalagi Bara baru membuat nya satu Minggu yang lalu, dan tentu saja belum jadi ...


"Gila!!"


"Shuttt!!! Mamah jangan berkata yang tidak tidak... Enggak baik...."

__ADS_1


"Astaga....ayok Kak, kita ke taman...nanti ikut gila..."


Vee meminta Vika untuk segera pergi dari hadapan Bara, tentu saja supaya tidak ikut gila jika lama lama bersama dengan laki-laki itu.


"Tunggu yank... sebentar saja... Dan oke...kamu boleh sendiri dulu, dan aku tidak akan menggangu kamu... tetapi...nanti malam aku akan datang lagi, meskipun kamu tidak mengijinkan aku untuk menginap... setidaknya aku akan memastikan kesehatan dan keselamatan kamu."


"Terserah ...tapi aku ingin sendiri saat ini "


Tidak mau marah marah lagi dengan Bara, ia pun mengiyakan apa yang di inginkan oleh Bara, yang nanti malam akan datang lagi, entah itu menginap atau tidak.


Bara kembali berjongkok....ia juga mengusap perut rata Velia lagi....


"Papah ke kantor dulu ya, kerja cari uang untuk jajan kamu dan shoping nya Mamah, baik baik di dalam sayank....jangan nakal, kapan kapan Papah akan berkunjung lagi.....", ucap Bara dengan penuh keyakinan dan juga senyuman lebar nya


"Stres....ayok Kak, nanti ikut ikutan gila kita....."


Vika mendorong kursi roda Velia, ia pun menggelengkan kepala nya ketika mendengar Bara yang dengan percaya dirinya yang tinggi menganggap Vee kini telah mengandung anaknya,


Sedangkan Bara, ia tersenyum penuh kemenangan... menang karena akhirnya Velia mau menikah dengannya.


"Lo gila Bar!! Sumpah... kayaknya kita enggak usah ke kantor, tapi ke psikiater....."


"Ngarang!! gue waras...dan gue sadar dengan apa yang gue katakan, dan gue yakin kalau Vee sekarang sedang hamil anak gue."


Percaya diri sekali Bara, padahal belum tentu apayang ia tanam akan menumbuhkan benih benih cinta nya .


"Emang berapa kali Lo masukin kecebong Lo ke tempat nya??"


Bukan hanya Bara yang gila, rupanya Bagas juga ikut gila. Bisa bisanya laki laki itu malahan menanyakan sesuatu yang sebenarnya tidak pantas untuk di tanyakan.


"Hahaha.... penasaran banget Lo!! yang jelas banyak lah, dan gue akan buat lagi...supaya cepat jadinya...yuk ke kantor....banyak pekerja yang harus gue selesaikan sebelum gue ambil cuti honeymoon."

__ADS_1


"Dasar buaya!!! bisa bisanya mikirin honeymoon, padahal semua sudah lo lakukan gila gila!!'


__ADS_2