Perjodohan Rahasia

Perjodohan Rahasia
Pergilah


__ADS_3

"Sayank tunggu!!!"


Bara yang masih terkapar di lantai, berusaha untuk bangun dan mengejar Velia, tetapi...sayang sekali.... gadis itu begitu gesit nya lari dan menyetop taxi.


"Taxi....."


Terdengar suara Vee yang memanggil taxi, tentu saja membuat Bara semakin khawatir....takut kalau Vee tidak kembali ke rumahnya, dan memilih pergi dari rumah , entah kemana


Hal itu sebenarnya yang ditakutkan oleh Bara, karena setelah dua tahun Vee meninggalkan Indonesia, gadis itu sama sekali tidak punya teman lagi, satu satu teman nya adalah Brisa, tetapi...Brisa tidak di sini.


Dan juga ada Meli.... namun sama, seperti nya Vee tidak akan pergi ke tempat Meli... apalagi Vee tau kalau Meli sudah berkeluarga, dan tidak mungkin akan menginap di sana.


"Arghhhh....."


Bara mengacak rambut nya kasar, ia malahan lupa kalau belum mengambil kunci mobil, alhasil....laki laki itu kembali ke atas, ke apartemen nya untuk mengambil kunci dan mengejar Velia.


"Sial!! kenapa bisa lupa!!! mudah mudahan...Vee tidak ke mana mana."


"Pulang ke rumah ya sayank.....", gumam Bara begitu khawatirr dengan keadaan Velia.


Bara sangat berharap jika Velia pulang ke rumah dan tidak kemana mana, lagi lagi...dalam kondisi Vee yang tidak stabil dan masih labil itu, Velia bisa berbuat nekad.


Setelah menemukan kunci mobil, Bara dengan cepat langsung keluar dari apartemen nya, dan bergegas menuju ke parkiran.


Pikirannya tidak tenang kalau belum mengetahui di mana keberadaan Velia saat ini.


Berulang kali Bara menelpon nomer Vee, tetapi...sama sekali tidak diangkat. Bukan hanya itu saja, Bara juga mengirimkan pesan namun, hanya di baca dan tidak di balas.


Bara melajukan mobilnya dengan kecepatan yang sangat tinggi, hingga ia sendiri sudah lupa dengan tragedi yang menimpa dirinya beberapa bulan yang lalu, bahkan laki laki itu tidak memikirkan keselamatan nya, yang ia pikirkan saat ini adalah Velia.


Ciiiiiiiiiiitttttt....


Bara tersentak kaget, manakala ia baru saja mengerem mendadak karena lampu merah, dan hampir saja ia melakukan kesalahan yang sama, menerobos lampu merah hingga menyebab kecelakaan.


"astagfirullah....."


Bara memegang dadanya, ia tidak sadar dengan apa yang dilakukan nya, hanya mengejar Velia, ia sampai lupa dengan keselamatan nya sendiri.


"Ingat Bar....kamu sedang memperjuangkan Velia, kalau kamu sampai kenapa kenapa, maka Gery akan maju untuk menikahi Velia, iya kalau begitu....setidaknya Velia mendapatkan laki laki yang tepat, lah kalau tidak.....kalau Gery tidak mau??? makan Velia akan sendiri an dan tidak ada yang mau dengan gadis yang sudah tidak perawan lagi.", gumam Bara.

__ADS_1


"Yah ... aku harus pelan pelan."


Setelah lampu hijau menyala, Bara melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, selain ia harus memikirkan keselamatan nya, ia juga harus memikirkan keadaan Velia...


"Aku yakin kalau kamu pulang ke rumah."


Bara langsung membelokkan mobilnya ke kanan, untuk menuju kediaman Aditya, dan berharap jika Vee pulang ke rumah nya.


Tidak membutuhkan waktu lama, karena keadaan jalanan yang tidak macet, mobil mewah Bara sudah sampai di depan gerbang kediaman Aditya.


Seketika Bara bisa bernafas dengan lega, karena baru saja ia melihat ada sebuah taxi yang baru saja berjalan dari depan rumah Vee.


"Alhamdulillah...."


Tin....tin...


Dengan cepat Bara memasukkan mobil nya ke halaman rumah Vee, setelah pak satpam membukakan pintu gerbang utama.


Bara membuka pintu mobil nya dan segera keluar, tujuan utama nya adalah langsung ke atas, ke kamar Velia.


"Bik....Vee sudah pulang kan??", tanya Bara saat ia sudah masuk ke ruang Velia, dan bertanya dengan asisten rumah tangga.


"Sudah den, baru saja pulang, dan seperti nya non Vee habis nangis...."


Bibik itu mengangguk, dan bergegas untuk ke dapur... sementara Bara menunggu makanan yang sedang di siapkan oleh bibik di ruang tengah...dengan menonton televisi.


Sepuluh menit kemudian, makanan untuk Velia sudah siap......dan Bara dengan cepat membawa makanan itu ke atas, ia tau kalau Velia lapar karena sejak siang sampai sekarang belum makan.


Tok...tok ...


"Vee ini aku, buka sayank......"


Entah mengapa bibir Bara senang sekali mengucapkan kata sayank untuk Velia, meskipun berulang kali Vee menolaknya.


"Aku tau kamu ada di dalam, tolong buka pintu....aku janji tidak akan menggangu kamu, aku cuma khawatir dan ingin memastikan keadaan kamu saja sayank...."


"Vee ...."


Tok....tok....tok....

__ADS_1


Tidak ada sautan dari dalam, membuat Bara semakin khawatir saja.


"Vee ....jawab aku sayank ... aku tau kamu dan di dalam....dan aku bawakan makanan untuk mu, kamu belum lapar....makan lah ..."


Masih tidak ada respon dari Vee, rupanya mantan gadis itu benar benar marah kepada Bara saat ini.


"Oke ..aku akan dobrak pintu ini, dan malam ini aku akan temenin kamu tidur, kalau memang kamu tidak mau membukakan pintu nya..."


Bara sedikit mengancam, ia akan menggunakan senjata andalan nya untuk membuat Vee mau membukakan pintu kamarnya.


Sementara Velia sendiri, ia masih duduk di atas ranjang dengan air mata nya yang terus mengalir membasahi pipinya.


Namun, setelah mendengar ucapan Bara.....Vee melangkahkan kakinya untuk mendekati pintu, ia tidak ingin malam ini dan malam malam berikutnya bersama Bara.


"Pergi kamu Bar!! jangan pernah datang ke sini lagi!!! aku muak melihat wajah kamu, baji**Ngan!!", teriak Velia.


Bara tersenyum, walaupun Vee mencaci-maki nya, tetapi... mendengar suara nya saja ia sudah lega.


"Aku datang untuk membawa makanan untuk kamu, dan aku tidak kan pergi sebelum kamu membukakan pintu dan makan."


"Tapi aku ingin sendiri Bar, dan tolong.... pergilah!!! tapi tinggalkan rumah ini....."


Bara menghela nafas kasar, haruskah ia mengikuti apa yang Vee ucapkan, sedangkan kondisi Vee tidak baik baik saja??


"Tapi sayank...aku mengkhawatirkan kamu, kamu juga belum makan!!"


"Tolong Bar.... mengeryitkan!!! aku tidak ingin melihat wajah mu!!"


Tidak ada cara lagi, untuk memenuhi apa yang Vee mau, meskipun itu berat.... tetapi....ia juga kasihan melihat Vee yang tidak begitu bersemangat.


"Oke....aku akan pergi, tapi...buka kan pintu dulu....dan ambil makanan ini Vee ...."


Hanya itu yang dapat Bara lakukan sementara ini, sembari menunggu kondisi Vee membaik.


Ceklek


Velia membuka kamar nya, dan Bara langsung saja masuk ke dalam untuk meletakkan nampan yang berisi makanan dan minuman.


"Pergilah!!!! nanti aku makan...dan jangan ganggu aku, aku butuh sendiri...aku hanya ingin tenang..."

__ADS_1


Tidak bisa berbuat banyak, Bara akhirnya keluar.....tetapi sebelum keluar dari kamar Vee, Bara memeluk tubuh Velia.


"Percayalah.. semua akan baik-baik saja. Aku akan selalu ada untuk mu, aku mencintaimu Vee."


__ADS_2